
Beberapa bulan kemudian
Jeon sudah bisa merangkak, putri dan stev sangat gemas melihat ia yang tidak bisa diam itu, tiap hari putri menjaganya hampir kualahan karna dia merangkak sudah cukup jauh.
"Duh sayang, kamu gemesin banget sih. Rasanya papa tidak ingin berangkat kerja." Ujar stev sambil menggendong jeon.
"Hm,, kamu ini ada aja." Sahut putri tersenyum. "Berangkat sana gih, udah siang, katanya ada meeting." Sambung putri.
"Iya deh, nih jeon, aku berangkat dulu ya sayangku." Stev mencium kening putri lalu mencium jeon. Kemudian dia berangkat kekantor.
Setibanya dikantor, Ponsel stev berdering.
"Kak charlie?." Ucapnya menatap layar ponsel.
"Halo kak! Ada apa pagi-pagi udah telpon.?."
"Stev, ada kabar buruk, semalam CEO kedua diperusahaan putri dikorea memberi kabar bahwa saham putri hanya tinggal 15 persen, yang artinya, sudah tidak ada harapan lagi untuk mempertahankan perusahaan itu."
"Apa? Bagaimana bisa?. Kak! apapun yang terjadi, tolong segera tangani. Kalau perlu, kita bisa memberikan suntikan dana pada perusahaan itu."
"Tidak bisa stev, karna perusahaanya menolak."
"Kok bisa gitu,, huh, aku yakin ada seseorang yang sengaja membuat perusahaan putri bangkrut sepihak. Ya sudah aku tutup dulu telpon nya. Terimakasih infonya."
"Baiklah."
"Sialan..!! Bagaimana bisa aku lupa dengan permasalahan perusahaan putri dikorea. Aku harus memberitahu shine untuk melacak data perusahaan itu."
Stev langsung menelpon shine dan menyuruhnya untuk datang kekantornya segera.
Tidak lama kemudian shine tiba diruangan stev.
"Ngapain kamu pagi-pagi gini nyuruh aku datang kesini?" Ucap shine sambil duduk didepan stev.
"Shine, saham putri dikorea hanya tinggal 15 persen. Selama ini kita tidak menanggapinya dengan serius, kita lupa akan masalah ini hingga orang dibalik semua ini berhasil membuat perusahaan putri bangkrut." Ucap stev dengan serius.
"Apa?? Kok bisa gitu, sepertinya orang ini sudah merencanakan ini semua, karna kita sibuk dengan jeon dan sibuk dengan kerjaan kita, sepertinya dia tau kalau kita tidak menangani masalah ini dengan serius. Dia sengaja mengambil saham putri sedikit demi sedikit dalam waktu beberapa bulan ini dan tanpa kita sadari, orang ini sungguh hebat. Aku yakin ini pasti ulahnya seehan!." Pikir shine menduga-duga.
"Akupun berpikir demikian, bagaimana kalau kita menghampirinya sekarang." Ucap stev yang sudah emosi.
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
Stev dan shine langsung menuju mobilnya masing-masing, lalu pergi keperusahaan seehan yang sudah lama tidak mereka kunjungi.
Setibanya disana, kebetulan seehan baru turun dari mobilnya karna baru saja tiba dikantor nya.
Steven yang saat itu penuh dengan emosi, langsung menghampiri seehan dan menarik bajunya dengan kuat membuat seehan kaget.
"Stev? Apa yang kau lakukan?!" Tanya seehan bingung.
__ADS_1
"Seehan!! Puas kau sekarang melihat perusahaan putri dikorea sudah bangkrut? setelah ini perusahaan yang mana lagi yang akan kau hancurkan hah??." Teriak stev geram.
"Stev! Lepaskan!!. Aku gak ngerti dengan apa yang kau katakan ini." Jawab seehan mencoba menepis tangan stev dari nya.
"Kau jangan berpura lagi, aku tau, kau lah dalang dibalik semua ini kan? Kau sengaja membeli saham putri sedikit demi sedikit supaya perusahaanya bangkrut.
seehan!! Apa hatimu sejahat itu, kenapa kau tidak bisa berubah, dasar bajing*n!!." Bentak stev dengan kasar sambil menarik baju seehan dengan kuat.
Bruaakk..!!
Seehan memukul wajah steven membuat bibirnya berdarah cukup banyak.
"Ahh.!! Dasar set*n kau!!." Bentak stev kesakitan sambil memegang bibirnya, lalu dia melepaskan cengkraman tanganya dibaju seehan.
Shine langsung berlari mendekat pada steven yang tengah kesakitan itu. "Stev? Kamu gak apa-apa?" Tanya shine cemas.
"Stev!! Maaf.. Maaf.. Aku gak bermaksud memukul kamu. Aku hanya tertekan dan spontan melakukan itu." Ujar seehan sambil melangkah mundur melihat darah yang banyak dari bibir stev.
"Kau bilang spontan?? Kau sengaja melakukanya kan?" Bentak shine pada seehan dengan tatapan tajam.
"Tidak shine.. Aku benaran tidak sengaja, kenapa kalian selalu menuduhku, kenapa kalian gak mau percaya padaku?" Pungkas seehan membela diri. Kemudian ia langsung masuk kedalam mobilnya dan melarikan diri dari stev dan shine, dan meninggalkan kantornya.
"Heh!! Kau mau kabur?" Gumam stev menyeringai. Lalu diapun masuk kemobilnya dengan cepat.
"Stev? Apa yang mau kau lakukan?." Shine menahan langkah stev.
"Shine, aku mau mengejar dia, aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan." Jawab stev penuh amarah.
"Shine, ini adalah urusanku, aku tidak akan tenang jika dia masih berkeliaran dengan sehat, lebih baik kamu balik kekantor kamu, dan tunggu kabar dariku, tolong bilang pada putri jangan cemaskan aku." Stev menyalakan mobilnya, lalu dia melaju begitu cepat untuk mengejar seehan.
"Haiss.. Ternyata begini sifatnya stev jika sudah penuh emosi, yang kutahu selama ini dia selalu bersikap tenang menghadapi masalah." Gerutu shine sambil masuk kedalam mobil nya, dia pun kembali kekantor nya.
Ditengah perjalanan, stev begitu semangat mengejar seehan tanpa memikirkan resikonya, diapun salip menyalip dengan mobil lain didepanya.
"Nah, itu dia mobilnya seehan, heh! Siapa bilang aku tidak bisa mendapatkanya." Gerutu stev menyeringai sambil mengemudi dengan kencang.
Tak sengaja seehan melihat kaca spion mobil nya. "Hah? Ternyata stev mengejarku? Bagaimana ini?. Aku gak mungkin menghadapinya dengan penuh emosi gitu. Satu-satunya jalan harus tetap mengelak darinya." Gerutu seehan dan makin menambah kecepatanya.
Seehan menyalip mobil bus besar yang ada didepan nya.
Gubraakakkkk!!!!.
Tiba-tiba terdengar suara hantaman yang cukup keras. Seehan melambatkan laju mobilnya dan melihat spion.
Seehan sangat kaget, dia melihat ada kecelakaan dari kaca spionnya. "Itu sepertinya mobil stev?." Seehan langsung turun untuk memastikannya.
Orang-orang sudah berkumpul dan menghentikan kendaraannya untuk melihat kecelakaan yang tragis itu.
Mobil stev menabrak bus besar yang baru saja dilewati seehan.
__ADS_1
Darah nya pun sudah berceran dari dalam mobil sampai kejalan.
Seehan tercengang melongo melihat strev yang terkulai lemas didalam mobilnya.
_
Disaat yang bersamaan.
Prang....!!!
Putri tidak sengaja menjatuh kan gelas diatas meja makan saat dia hendak minum.
"Nak, ada apa? Apa kamu menjatuhkan gelas? Jeon kaget nih, dia langsung nangis." Ucap mama rani.
"Iya ma, aku gak tau, mungkin tanganku licin." Sahut putri, lalu dia mengambil jeon yang sedang menangis.
"Ada apa ini? kenapa tubuhku gemetaran, perasaanku jadi tidak enak."
"Ma, kok perasaanku gak enak banget ya. Jantungku berdegup dengan cepat. Semoga bukan pertanda buruk." Ucap putri dengan tangan gemetar.
"Ah, jangan disangkutin dengan hal yang seperti itu." Jawab mama tersenyum.
"Iya ma.. Aku ajak jeon keatas dulu ya, aku mau ambil hp buat telpon stev."
"Baikah."
Putri pergi menuju kamarnya, sementara jeon masih menangis keras. "Cup.. Cup.. Sayang, sudah dong nangisnya, kamu gak biasanya nangis sekuat ini, mama jadi makin cemas nih." Ucap putri pada jeon sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Saat putri masuk kamar, dia kaget melihat foto nya bersama stev jatuh kelantai dan pecah berkeping-keping. Perasaan putri pun makin bercampur aduk. Kemudian dia meletakan jeon dikasur yang masih dalam keadaan menangis.
Putri memunguti serpihan kaca bingkai foto itu sambil gemetaran membuat jemarinya terluka.
"Ya tuhan!! Apa yang terjadi. Kenapa perasaanku sangat tidak enak, aku mohon semoga tidak terjadi apa-apa." Putri meneteskan air mata.
Mama rani pun muncul menyusul putri karna mendengar suara tangisan jeon yang makin keras.
"Putri??. Ada apa nak, kok kamu nangis?. Jeon masih nangis tuh." Mama kaget melihat putri menangis dengan tangan penuh luka dan membiarkan jeon sendirian menangis diatas kasur. ia pun langsung menggendong jeon.
Mama mendekat pada putri yang sedari tadi hanya diam.
"Put, ada apa.?" Tanya mama lagi.
"Ma, perasaan putri berpirasat buruk, foto ini tiba-tiba jatuh dan langsung pecah berkeping-keping seperti ini, padahal sebelum nya foto ini jatuh melalui sofa dulu baru kelantai, tapi kenapa bisa sehancur ini." Putri menangis makin menjadi-jadi sembari meraih foto itu.
Mama pun mendekap putri sambil menggendong jeon.
"Sayang, berpikirlah yang positif saja. Lebih baik kamu tenangkan diri." Ucap mama menenagkan putri, walau dihatinya juga merasakan yang putri rasakan.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Berikan doa terbaik untuk stev.