Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Pertikaian.


__ADS_3

Malam hari, disalah satu restoran berbintang dijakarta.


Putri dan Deniel madison sudah membuat janji untuk bertemu makan malam bersama.


"Haii put, sudah lama menugnggu? " Ujar deniel yang baru saja tiba.


"Heii!  Belum kok, aku juga baru sampai. Mari duduk."


"Oke, makasih, kita pesan makan dulu ya."


"Baiklah,, aku makan apa aja yang kamu pesen."


"Oke kalau gitu kita pesan yang sama aja ya.


Sambil kita nunggu makananya datang, aku mau nyeritain sesuatu."


"Apa itu? " Tanya putri heran.


"Kamu kan sudah menjadi model go international. Nah, dijepang kan kamu belum masuk majalah sana, yaah walaupun orang sana sudah mengenalmu lewat televisi, tapi apakah kamu gak berniat buat masuk majalah sana juga? " Ujar deniel.


"Untuk sekarang aku belum tau sih, karna ahir ahir ini aku banyak masalah, aku belum mikirin buat debut majalah disana, lagian aku gak ada koneksi dijepang kalau soal majalah,walaupun diasana ada beberapa partner bisinis perusahaanku." Jelas putri.


"Kalau kamu mau, aku bisa bantu, kebetulan aku adalah fotografer sekaligus manager diperusahaan majalah terbesar dijepang. Aku bisa rekomendasikan kamu, kalau orang sepertimu gak akan susah kok, karna kamu sudah terkenal diberbagai negara." Timpal deniel.


"Baiklah, nanti akan aku coba, setelah semua urusan selesai, lagian aku juga sudah mengundurkan diri dari perusahaan majalah steven group baik disini maupun diparis. Setelah aku kembali keparis nanti aku akan fokus saja dengan majalah dikorea, sampai aku wisuda aku akan berehenti jadi model, aku mau fokus ngurusin perusahaan papa."


"Eh kok gitu, sayang dong kalau kamu berhenti jadi model, kamu bisa kayak gini kan berkat itu juga." Tambah deniel.


"Aku gak tau deh, liat aja nanti, minggu depan aku sudah harus kejepang, perusahaanku akan bekerja sama disalah satu perusahaan besar disana, dan, sebulan lagi aku sudah mau pulang kuliah keparis."


"Wah.. Jadwal kamu padat ya." Pungkas deniel tersenyum.


"Begitulah,, ditambah sekarang aku sudah jadi ceo diperusahaan alm. Papa, aku jadi makin sibuk."


Sementara putri dan deniel sedang ngobrol, dengan kebetulan steven juga sedang mencari tempat untuk makan malam dengan beberapa pengawal nya yang menunggu diluar restoran.


Tidak sengaja dia melihat putri bersama seorang pria.


Beberapa hari ini steven mencoba menghubungi putri, tapi selalu ditolak, dan dia mencoba menemui putri, tapi putri tidak ingin menemuinya lagi, dan sekarang putri ada didepan mata, diapun langsung menghampirinya.


"Apa aku boleh bergabung?" Ucap steven pada putri dan deniel.


Putri kaget melihat steven yang tiba tiba berada didepanya. Dia membuang muka saat steven menatapnya, putri sangat benci pada steven saat melihat foto bugil steven bersama mantan pacarnya itu, ingatan itu selalu melekat dalam otak putri. Sampai saat ini pun putri tidak bisa memaafkan steven, putri ingin pergi jauh-jauh darinya.


"Ehh, bukanya kamu adalah steven?  ceo dari steven group?  Silahkan duduk,, gak masalah." Sahut deniel dengan ramah.


"Terimakasih." Stev tersenyum dan duduk disebelah putri.


"Deniel, aku ke kamar kecil dulu ya. Kalian silahkan ngobrol." Putri langsung beranjak pergi kekamar kecil guna menghindari steven, dia sangat muak melihat steven.


Saat didepan ruang wc, secara kebetulan bianca juga ingin masuk kedalam wc,


"Wah.. Wah. Ternyata ada model international juga disini ya.. Bagaimana kabarmu saudara tiriku? Ngomong ngomong ada berita yang lagi hot ya belakangan ini tentang ceo steven?" Ucap bianca pada putri dengan tatapan sinis.


"Apa pedulimu hah? Dari pada kamu repot repot ngurusin orang, mending kamu pikirin diri kamu sendiri aja, aku mau lihat apakah kamu bisa hidup tanpa bantuan orang lain." Ketus putri dengan tegas.

__ADS_1


"Hahaha.. Putri.. Putri.. Aku tidak butuh bantuan siapapun, sekarang aku sudah menjadi model, dan aku bakal gantikan posisi kamu, baik itu sebagai model atau sebagai orang terdekatnya steven! " Timpal bianca terkekeh.


"Oh ya!! , menurutmu kamu sudah jadi model?  Kamu hanya model amatiran aja bi, bahkan endorse aja gak ada, aku pengen lihat seberapa lama kamu bertahan dengan kondisi kamu sekarang, rumah gak ada! Keluarga juga sudah hancur, mama kamu sudah pengangguran, dan mungkin kamu bahkan tidak punya uang kan? Haha."


"Jangan omong kosong kamu put!  Berhentilah bicara atau aku akan menampar mulutmu itu." Bianca mulai tersurut emosi.


"Wow.. Aku takut!  Hahaha.. Bianca!  Aku bicara fakta loh, Kamu mau steven kan?  Silahkan ambil, aku sudah tidak menginginkanya lagi, dan satu lagi, kamu tidak akan lama berada didunia model ini, karna aku akan membuat kamu didepak dari industri majalah. Dan aku bisa memastikan kalau kamu tidak akan diterima lagi diindustri majalah manapun. " Putri pergi melewati bianca begitu saja.


Raut wajah bianca yang tadinya berlagak sombong, seketika berubah marah dan kesal.


"Putri!! Awas kamu ya.. Aku bersumpah akan merebut semua yang kamu punya.!!!! " Teriak  bianca sambil menggertakan giginya.


Saat putri melewati lorong kecil dari ruang wc, tiba tiba seseorang menarik nya dari samping dan membawanya kesuatu tempat.


"Hah?  Steven?  Ngapain kamu narik aku kesini, lepaskan tanganmu dari tubuhku!


"Put, aku terpaksa ngelakuin ini, karna kamu gak bakal mau kalau aku ajak bicara baik baik.Aku mau minta maaf sama kamu put, aku benar benar tidak tau kenapa ada fotoku bersama dia. Percaya sama aku put, aku mohon." Stev menatap putri begitu tulus.


"Stev, please,, kamu gak perlu memohon kayak gini sama aku, lagian kita tidak punya hubungan apa-apa kan?"


"Put, aku ngelakuin ini karna aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu."


"Sudah terlambat stev, dulu kamu gak pernah bilang kalau kamu cinta sama aku disaat aku berharap kamu membalas perasaanku. Dan sekarang aku tau kenapa kamu gak bisa menyatakan perasaan kamu ke aku, itu karna kamu masih menyimpan perasaan pada mantan pacarmu itu, ternyata aku belum benar benar mengenal kamu walaupun kita sudah dekat beberapa tahun ini.


Maafkan aku stev,, kamu sudah tidak ada lagi dihati aku, aku sangat membenci kamu, aku sangat muak melihat kamu, jadi tolong, jangan pernah kau temui aku baik itu sengaja ataupun tidak. Karna sampai kapanpun aku tidak ingin melihat kamu lagi, anggap saja kita tidak pernah kenal." Putri melepaskan tangan stev, dan melangkah pergi.


"Tunggu!! " Teriak stev.


Putri menghentikan langkahnya.


"Baiklah.. Kalau memang itu yang kamu inginkan, akan aku turuti, tapi aku akan menunggu kamu sampai kamu memaafkan aku, aku selalu menunggu kamu, jaga diri kamu baik baik ya,, dan, aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah,Kamu baik baik dimanapun kamu berada. Ingat. Dalam hatiku hanya ada kamu, sekarang, nanti, dan selamanya, aku pergi ya."


Sedangkan putri, terjatuh duduk bersandar didinding dengan bercucuran air mata saat melihat steven pergi meninggalakanya. Perasaan campur aduk yang dia rasakan sudah tidak bisa dijelaskan lagi.


"Hikss Putri!! kenapa kamu menangisi dia, bukankah ini yang kamu inginkan, hiks.. Hiks.. Tapi kenapa melihat dia pergi hatiku sangat sakit seakan tidak terima.Maafkan aku stev, aku tidak tau apakah kamu beneran melakukan itu atau tidak, tapi aku sangat kecewa dan sangat sakit melihat foto itu. Huuhuu.."


Putri menangis sejadi jadinya sambil bersandar didinding, perasaanya sangat kacau saat mendengar steven berhenti untuk mengejarnya, hati nya sakit melihat steven pergi menyerah begitu saja, tapi dalam hatinya masih terbesit kebencian dan kekecewaan dengan apa yang sudah dilihat nya tentang steven.


Sedangkan steven, masih disekitar putri, dia bersembunyi dibalik dinding yang bersebelahan dengan putri. Dia pun meneteskan air mata melihat keadaan putri yang terpuruk, steven berjanji akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, dan berharap bisa kembali berada disisi putri seperti dulu.


Dengan terpaksa dia meninggalkan putri yang masih bersandar disana.


Putri tersadar kalau dia sudah lama meninggalkan deniel. Dia pun mengirim pesan pada deniel.


(Den, maaf ya aku gak balik lagi kesana, aku langsung pulang, ada urusan mendadak. Lain kali kita dinner bareng lagi ya.)


(oh, ya udah gak apa apa put, masih ada lain kali. Kamu hati hati ya. Besok aku kekantor kamu ya)


Sedikit pesan singkat dari putri dan deniel.


Fiuh.. Aku harus pulang ke vila dulu, mau nenangin diri, duhh kayaknya mataku agak bengkak karna nangis tadi.. Ngapain juga aku harus nangis sih ckk. menyebalkan.


_


Keesokan harinya.

__ADS_1


"Ahirnya dokumen ini sudah selesai aku buat, sekarang waktunya makan siang, eh, katanya deniel mau kesini tapi kok belum dateng ya.. Aku tunggu dikantin aja deh,"


Putri keluar dari kantornya untuk menuju kekantin disebelah kantor, tapi dia dikagetkan dengan segerombolan media yang sudah berjejer didepan kantornya. Dengan sekejap dia sudah terkepung oleh wartawan dari berbagai media masa.


"Selamat siang pemirsa, kami dari stasiun tv 'Xtv' menyiarkan secara langsung dari perusahaan JD.


dari pagi tadi kami menunggu nona CEO cheentya putri yang akrab dipanggil putri ini keluar dari kantornya, namun siang ini baru terlihat dia keluar dari kantor.


Baiklah saat ini saya sudah bersama dengan nona putri."


"nona putri, apakah benar berita burung yang mengatakan bahwa anda akan keluar dari majalah 'ROSE' yang sudah membesarkan nama anda itu?"


"Saat ini kan anda sedang dekat dengan Ceo steven group dari majalah Rose tersebut, apakah berhentinya anda ada hubunganya dengan foto tuan steven yang lagi viral itu?l


"Apakah pendapat anda tentang foto bugil tuan steven bersama seorang wanita yang sedang banyak diperbincangkan itu?"


Putri bingung dengan ajuan pertanyaan mereka yang membuatnya tersudut.


"Maaf semuanya, saya tidak bisa menjawab pertanyaan kalian satu persatu, tapi yang pasti, saya keluar dari majalah Rose dan mengundurkan diri dari perusahaan steven group, bukan karna melihat foto apalah itu, bahkan saya tidak tahu foto bugil apa yang sedang kalian tanyakan itu."


"Saya keluar dari majalah Rose karna memang jadwal saya sudah padat, saya harus menjalankan dan mengurusi masalah kantor saya, dan saya juga masih bekerja sebagai model majalah dikorea, dan minggu depan saya sudah terbang lagi ke jepang, maka dari itu saya keluar dari majalah Rose, karna jadwal saya padat sekali, dan habis libur ini saya harus melanjutkan lagi kuliah saya diparis 2 semester lagi." Jelas putri dengan senyuman.


"Oh jadi begitu, jadi nona putri keluar dari perusahaan steven group bukan karna tersebarnya foto tuan steven itu ya.?


Apakah selanjutnya nona masih tetap menjadi model?"


"Iya, itu semua tidak ada hubungannya dengan steven, lagian selama ini kita hanya berteman saja kok, hanya sebatas rekan kerja tidak ada hubungan yang spesial.


Kalau mengenai  soal model, saya masih menjalani dibeberapa majalah, terutama dikorea, makanya saya harus keluar disalah satu majalah karna terlalu banyak bekerja membuatku terkadang lelah.


Itu saja yang bisa saya sampaikan, saya permisi dulu." Mereka membukakan jalan untuk putri melangkah.


"Oke  nona putri terimakasih atas waktunya.


Baiklah pemirsa, itulah tadi yang disampaikan oleh nona putri, sepertinya isu dia keluar karna berita tentang ceo steven itu tidak benar, dan itu dibantah oleh nona putri sendiri, dia juga membantah kalau dia punya hubungan spesial dengan tuan steven, yaa kita tunggu saja kabar selanjutnya dari mereka. Terimakasih pemirsa, sampai jumpa."


_


Disisi lain, kantor steven group


"Tuan apakah anda sudah melihat siaran langsung hari ini? " Ujar salah satu staf.


"Memangnya ada apa?"


"Biar saya nyalakan tv,dan tuan lihat sendiri."


"Baiklah.. Sekarang keluarlah, tinggalkan aku sendiri"


"Baik tuan."


Steven melihat siaran langsung itu sampai selesai.


"Hmph.. Aku tidak menyangka putri masih menutupi masalah kita, dia bisa pura pura tidak tahu kejadian yang sebenarnya, terimakasih put, kamu masih menjaga harga diriku didepan media, aku yakin dihatimu masih mencintaiku,


Tapi untuk saat ini aku akan menghilang dulu dari hadapan kamu, sampai kamu bisa memaafkan aku dan melupakan yang sudah terjadi, aku akan menunggu hari itu tiba."

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG.


__ADS_2