Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Saling memaafkan


__ADS_3

Orang tua shine begitu takut dan gugup saat akan bertemu dengan shine, mereka takut kalau shine tidak akan menerima mereka.


"Shine, mereka sudah datang." Ucap putri dengan suara kecil.


Shine langsung menoleh kebelakang, dia kaget melihat orang tuanya berada dijakarta, diapun langsung berdiri. Tapi shine tidak berkata apapun.


"Om, tante, silahkan duduk." Ucap steven dengan sopan.


Merekapun duduk bersebelahan dengan putri sambil merundukan wajahnya. Shine juga tidak ingin menatap mereka.


"Mau apa lagi kalian datang kesini.? Bukankah aku sudah bilang, kalau aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi?." Ujar shine dengan kejam.


Orang tuanya pun hanya bisa diam.


Putri kaget mendengar ucapan shine, karna ini baru pertama kalinya putri melihat shine sangat tidak sopan pada orang tua.


"Shine, beginikah caramu memperlakukan orang tua sendiri?! Mereka memang tidak baik, tapi setidaknya mereka sudah berubah menjadi lebih baik, dan mereka sudah minta maaf dengan tulus padamu!, dan juga menyesali perbuatnya dimasa lalu.


Aku mengerti perasaanmu yang sakit hati saat ditinggalkan oleh mereka, tapi walau bagaimanapun, mereka adalah orang tua kandungmu, tanpa mereka, maka tidak akan ada shine didunia ini!!." Ucap putri membentak shine.


"Nak, sudahlah, biarkan saja, mungkin ini sudah takdir keluarga kami." Sahut tante shinta merunduk sedih.


"Nggak tante,, seorang anak akan berdosa jika tidak memberi maaf pada orang tuanya yang telah minta maaf dengan tulus." Tutur putri sembari menggenggam tangan tante shinta.


"Gadis ini sungguh baik." Batin tante tersenyum menatap putri.


"Shine, yang kamu alami semasa kecil, tidak sepahit yang aku alami, kamu tau sendiri bagaimana dengan masalaluku, aku sudah tidak mempunyai orang tua sama sekali. Aku hidup dengan bantuan orang lain, sedangkan kau, walaupun orang tuamu tidak menghidupimu, tapi kamu ada orang tua pengganti yang kaya juga baik.


Sakit yang kau alami tidak sebanding dengan penderitaanku dulu, kau belum tau bagaimana rasanya kehilangan orang tua. Hikss.." Putri terbawa perasaan, tak sadar dia menangis begitu dalam sambil meneruskan ucapanya.

__ADS_1


"Shine, orang tua itu sangat berharga, jangan sia-siakan mereka selagi masih hidup, atau kau akan menyesal dikemudian hari, apa kau lupa, bahwa ibu tiriku riana dan bianca begitu jahat padaku?, bahkan mereka sudah beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan terhadapku.


Tapi aku masih memaafkan mereka, dan memberikan kehidupan yang layak pada mereka. karna aku yakin semua orang pasti bisa berubah menjadi baik.


Shine aku mohon, maafkanlah tante dan om, lupakanlah kejadian yang pahit dimasa lalu. Ingatlah yang baik saja, ingatlah saat kalian bahagia dimasa kecil, bagaimana perjuangan orang tuamu merawatmu dari bayi. Kita ini manusia, kadang baik dan kadang jahat. Aku saja bisa memaafkan kamu setelah apa yang kamu lakukan padaku dulu."


"Tapikan itu beda put, aku kan sudah menyesal karna telah menyakitimu dan meninggalkanmu, itu juga karna bianca yang menghasutku." Jawab shine pelan.


"Sama saja dengan orang tuamu shine, apa susah nya memberikan maaf, mereka juga sudah menyesal kan? Saling memaafkan itu hal yang baik, kau juga bisa kembali berkumpul dengan keluargamu, kau bisa kembali merasakan kehangatan dalam keluarga, aku akan sangat membencimu kalau kau tidak memaafkan mereka." Ucap putri mengancam.


"Ehh.. Jangan put.!!


Huh.. Baiklah, aku akan mencoba memaafkan dan menerima mereka kembali, tapi ingat, ini semua demi kamu, dan juga karna kamu." Jawab shine dengan tegas.


Putri tersenyum, sembari memeluk tante shinta.


"Nak, terimakasih, kau sudah banyak membantu kami yang baru saja kamu kenal ini." Tutur tante sambil mencium kening putri.


"Ehem.. Ehem." Shine sengaja batuk kecil untuk mengehentikan obrolan mereka.


"Eh. Iya, aku juga harus berterimakasih pada shine karna telah memberi peluang untuk orang tuanya, terimakasih ya shine." Ucap putri tersenyum. "Sebagai ungkapan terimakasihku, bagaimana nanti malam, kamu makan dirumah bareng kita ya. Aku akan masak yang special buat kamu." Lanjut putri.


"Wah, masakan special, buatan putri?." Batin shine, sambil tersenyum. "Baiklah, kamu yang maksa, sekarang aku mau lanjut kerja lagi, kalian terserah mau ngapain." Ucap shine kembali ke mode dingin.


"Nak.!" Papa shine berdiri sambil memanggilnya, lalu dia berjalan mendekat pada shine.


"Ada ap..." Shine kaget saat tiba-tiba papanya memeluknya.


"Shine, terimakasih banyak, kamu telah membukakan pintu maaf untuk papa dan mama." Ucap papanya dalam pelukan shine.

__ADS_1


"Ngapain sih minta maaf terus, cukup sekali saja, kan tadi aku juga sudah memaafkan kalian, tidak perlu harus berlebihan." Jawab shine sembari melepaskan pelukan papanya.


"Baiklah, kalau gitu, sekali lagi terimakasih, kami pulang dulu ya, kamu jangan terlalu capek kerja nya." Ucap papa sembari keluar bersama mamanya.


"Hem.." Jawab shine singkat.


Lalu putri dan stev juga mendekat pada shine. "Shine kita pulang dulu ya, inget nanti malam makan dirumah, jangan sampai telat, nanti kami kelaparan menunggumu, terutama dedek bayi ini." Ucap putri tersenyum.


"Iya iya.. Bawel, aku akan datang lebih awal, demi dedek bayi." Jawab shine sambil memegang perut putri.


Steven langsung menepis tangan shine. "Jangan pegang-pegang, perutnya aja belum buncit, kesempatan dalam kesempitan kamu ya!." Steven melotot pada shine.


"Apaa sih, pegang dikit aja gak boleh, siapa juga yang ngambil kesempatan, cemburu amat!! Sudah.. Sana pergi.!! " Timp shine juga membalas melotot pada steven.


"Ya udah, kita pulang dulu ya." Tutur putri sembari berlalu dari ruangannya.


Shine duduk dikursi kerjanya setelah mereka semua keluar. "Fiuhhh.. Hari ini banyak kejadian yang tidak kuduga., tapi entah kenapa, aku tidak bisa menolak permintaan putri, hatiku selama ini sangat keras dan sangat tertutup untuk memaafkan mereka, seketika langsung luluh dan terbuka lebar hanya karna kata-kata dari putri, apa aku sudah benar-benar gila karna cinta yang sudah jadi milik orang?! aku sangat iri melihat dia bersama steven, tapi aku tidak akan merusak kebahagiaannya, karna itulah pilihanya.


Cinta tetap lah cinta, dan tidak akan berubah, aku menyayanginya, aku harus bahagia melihatnya bahagia walau bukan bersamaku. Yang penting aku bisa melihatnya kapanpun aku mau, dan aku masih bisa berada didekatnya walaupun tidak bisa menyentuhnya." -


"Tapi ngomong-ngomong, hatiku kok merasa lebih lega, rasanya tidak ada lagi beban dihatiku, apa ini karna aku sudah memaafkan papa dan mama, hatiku terasa aman dan nyaman sekali. Mungkin kedamaian inilah yang belum pernah aku rasakan,. ya.. Aku akan mencoba memperlakukan mereka dengan baik selama mereka masih hidup. Putri benar, orang tua sangat berharga, dan tidak ada yang bisa menggantikanya. Aku harus lebih menghormati mereka, bagaimanapun, mereka lah yang merawatku dengan kasih sayang selagi aku kecil. Tapi aku tidak mau langsung memberi muka pada mereka, nanti mereka jadi seenak nya denganku." -


"Huh.. Aku lelah dengan kehidupan yang rumit ini. Kuharap aku bisa bahagia kedepannya, dan bisa membuka hati untuk wanita lain, supaya bisa menikah seperti steven dan putri, aku sudah menginginkan seorang bayi seperti mereka."


Shine bicara sendiri sembari menundukan kepalanya diatas meja kerjanya.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like


__ADS_2