Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Perubahan cindy


__ADS_3

Pencarian lucy berlangsung selama beberapa hari karna dia sempat bersembunyi dan melarikan diri dari apartemennya. Tapi polisi berhasil menangkapnya di bar tempat dia bekerja sebelumnya.


Polisi langsung meringkus dan membawanya kekantor polisi. Pihak polisi pun memberitahukannya pada keluarga stev dan rendy.


Mendengar kabar itu, cindy sangat senang dan puas. Dia sudah tidak sabar ingin melihat lucy didalam penjara. Tapi dia menahan keinginanya itu sampai dia pulih dan bisa kembali berjalan.


Hari demi hari dia lalui dirumah sakit bersama jeon yang masih belom sadarkan diri. Air matapun sudah kering untuk menangisinya.


Dokter mengatakan kalau kepala jeon ada benturan yang kuat saat dia terpental, itulah yang membuat dia belum sadarkan diri. Tapi cindy tetap berdoa dan sabar menunggu jeon bangun.


Satu bulan menjalani pengobatan, akhirnya cindy dinyatakan pulih dan sudah bisa pulang. Dia senang sudah sembuh, tapi dia juga sedih melihat jeon yang masih terbaring lemah.


Cindy menatap jeon dengan dalam, matanya berkaca-kaca, tatapanya berubah menjadi tajam melihat jeon terkulai lemas, cindy tidak akan terpuruk, justru sebaliknya, dia berubah menjadi singa betina yang galak.


Demi jeon, dia akan tetap kuat, dan membasmi siapapun yang jahat pada mereka.


"Sayang, mari kita pulang sebentar, nanti kita kembali lagi kesini." Mama cindy menarik tangan cindy yang sedang tertunduk diam menatap jeon.


"Iya nak cindy, kamu pulang saja dulu, lagian ini masih pagi, nanti sore kamu bisa kesini lagi, biar tante dan jennie yang menemani jeon. Kebetulan disini ada tante bianca dan anaknya yongi."


"Baiklah kalau begitu, cindy pulang dulu tante,, nanti cindy kesini lagi." Cindy dan mamanya pergi dari rumah sakit yang sudah dia tinggali selama sebulan lebih itu.


Saat mereka didalam taxi, cindy meminta supir itu memutar arah.


"Eh, nak, kita mau kemana, kenapa kamu meminta supir putar balik?" Tanya mama cindy dengan heran.


"Ma, aku mau lihat manusia biadab yang ada dipenjara itu. Ingin sekali rasanya aku mematahkan kedua tanganya." Ujar cindy dengan geram dan penuh kekesalan.


"Oke, baiklah. Pak, pergi kekantor polisi sekarang."

__ADS_1


"Baik nyonya." Supir taxi itu menuruti apa yang diperintahkan penumpangnya, dia pun membawa mereka kekantor polisi.


Setibanya dikantor polisi, mereka dilayani dengan baik oleh polisi, setelah berbincang sebentar, kemudian cindy meminta polisi untuk mengantarkanya keruang tahanan tempat lucy dikurung.


"Nona, silahkan duduk disini, kami akan membawa tahanan kemari, dan kami akan tetap berjaga disini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan." Polisi itu menyuruh cindy dan mamanya menunggu diruang besuk, sementara dia menjemput lucy didalam sel.


Tidak lama kemudian, polisi itu datang membawa lucy dengan tangan yang diborgol. Lucy pun duduk dihadapkan didepan cindy dan mamanya. Sedangkan polisi tetap berdiri disamping mereka.


"Ada apa kalian kemari? Apakah kalian ingin menunjukkan rasa empati kalian?" Ujar lucy dengan ketus, dia bicara tanpa melihat wajah mereka.


Cindy berdiri dan meraih dagu lucy, menatapnya dengan tajam. "Kamu pikir, kami kemari ingin menjengukmu karna rasa kasihan terhadapmu? Kamu salah lucy!! Aku kemari karna ingin melihat kesengsaraan hidup kamu didalam penjara!!."


Cindy makin mengencangkan cengkaman tanganya didagu lucy. "Kau tau bagaimana keadaan jeon sekarang? Dia masih belum sadarkan diri! Kamu pikir aku akan diam saja setelah apa yang sudah kamu lakukan? Kamu harus inget ya, aku bukanlah cindy yang dulu, yang selalu kamu buly dan kamu sakiti tanpa perlawanan.


Sebelum jeon sadar, maka aku akan terus menyiksamu disini dengan bantuan polisi, supaya kau bisa merasakan apa yang jeon rasakan!! Inget itu!!."


Cindy tak sadar meneteskan air matanya saat mengingat jeon yang telah menyelamatkan nyawanya bulan lalu. Dia bicara pada lucy dengan penuh amarah yang membara.


Lucy terperangah diam dan tidak percaya, cindy didepan matanya sekarang bukanlah cindy yang lemah lembut seperti dulu. Dia benar-benar berubah 180 derajat. Dari matanya terlihat tidak ada sedikitpun rasa takut.


_


Setibanya mereka dirumah, cindy disambut oleh papanya dan rio adiknya. Rio berlari kencang menghampiri kakak kesayanganya yang baru saja pulih dari sakitnya itu.


"Kak cindy!! Aku kangen sekali sama kakak, aku ingin menemani kakak selama dirumah sakit, tapi papa bilang, aku tidak diizinkan masuk kesana, maafkan aku kalau aku hanya menunggu kakak dirumah, tapi tiap malam aku berdoa untuk kesembuhan kakak dan kak jeon." Rio mengutarakan isi hatinya sambil memeluk kakaknya.


"Dek, kamu belum cukup umur, anak kecil gak dibolehin masuk kerumah sakit kalau untuk membesuk. Tapi kakak seneng kamu doain kakak dan kak jeon makasih ya." Cindy membalas pelukan adiknya itu dan menciuminya dengan lembut.


"Baiklah, sekarang kita masuk dulu yuk. Sudah panas nih diluar.

__ADS_1


Cindy, kamu istirahat dulu ya. Makan yang banyak, obat nya jangan lupa diminum. Kalau kamu sehat, maka kamu bisa mengurus jeon." Mama cindy memboyong mereka masuk kedalam rumah untuk berisitirahat sejenak.


Sore harinya, cindy kembali kerumah sakit untuk menjenguk jeon ditemani oleh mamanya.


Cindy melihat mama jeon yang tengah tertidur kelelahan ditemani bianca dan jennie disampingnya yang juga turut tidur.


Cindy mendekati mereka dan membangunkanya perlahan.


"Tante, kalau capek, tante pulang saja dulu, biar aku dan mama yang gantian menjaga jeon. Kasian dengan dek jennie dan dek yongi, mereka pasti lelah." Ujar cindy bicara dengan lembut.


"Em.. Kamu benar, maaf ya sudah merepotkan, kalau begitu tante pulang saja dulu, nanti kemari lagi." Putri membangunkan bianca dan jennie untuk mengajaknya pulang.


"Cindy, kamu bolak-balik kesini menggunakan taxi itu butuh biaya, gimana kalau kamu pakai saja mobilnya jeon, itu koncinya, mobilnya masih terparkir dihalaman rumah sakit." Putri membari saran dan mengizinkan cindy menggunakan mobil anak sulungnya itu.


"Maaf tante, tapi cindy tidak bisa mengemudi. Lagian cindy takut pakai mobil mahal jeon." Sahut cindy dengan senyuman.


"Oh gitu, em.. Nanti tante suruh supir kesini ya untuk mengantar kamu kemanapun kamu pergi, pakai saja mobil jeon, tante gak masalah kok, lagian kalau dibiarkan terlalu lama bisa rusak juga mesinnya.


Dan satu lagi, tante mohon dan minta tolong sama kamu, mulai sekarang kamu kelola dulu perusahaanya jeon ya, kamu kan sudah pernah kerja disana, kamu pasti sudah tau prosedurnya. Tolong ya nak."


Putri menatap cindy dengan penuh harapan untuk mendapatkan bantuan cindy.


"Aku bersedia tante, aku akan menjaga dan mengembangkan usaha jeon, aku akan ambil alih sampai jeon pulih dan bisa kembali bekerja. Tapi aku minta tolong sama tante untuk mengumumkanya dikantor, karna jika hanya aku yang bicara, aku takut karyawan tidak akan percaya." Cindy menjawabnya dengan penuh keyakinan dan ketegasan.


"Baiklah, besok pagi kita berangkat kekantor bersama, biar tante yang menjelaskan pada mereka semua. Terimakasih ya kamu sudah bersedia membantu tante." Putri mengelus kepala cindy dengan kasih sayang layaknya anak kandungnya sendiri.


"Kalau begitu, kita pulang dulu. Nanti tante bawakan kalian makan malam." Putri beserta yang lainya turut meninggalkan rumah sakit untuk pulang sejenak.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like🙏


__ADS_2