
Setelah beres- beres, stev mengantar putri kerumahnya.
"Mama.. Aku pulang.!!". Ujar nya sembari melangkah masuk.
"Stev? Kau baru pulang, ehh ada nak putri, silahkan masuk nak. Kalian ahir-ahir ini terlihat makin dekat ya, dan stev jarang sekali pulang." Ucapnya menyambut mereka dengan hangat.
"Iya ma, karna kita sangat sibuk mengurusi sesuatu yang bikin mama bahagia." Timpal stev merangkul putri.
"Hah? Apa itu?"
"Ma, minggu depan aku dan putri akan bertunangan, dan tiga bulan setelah nya kita akan menikah." Tutur stev sambil mengelus kepala putri.
"Wah.. Benarkah? Kenapa kalian gak langsung menikah saja minggu depan, biar mama bisa cepat menggendong cucu."
"Eh.. Tante, itu waktu yang singkat, kita gak mungkin bisa menyiapkan segala sesuatu nya, maka dari itu kita memutuskan tiga bulan setelah bertunangan." Celah putri pada mama steven.
"Nak, kau tau kan, umur tante sekarang sudah lebih dari 50 tahun, tante ingin sekali menggendong cucu, tapi gak apa-apa, tante akan menunggu kalian menikah, dan tante merestui kalian berdua. Wahh.. Aku sudah punya menantu." Mama steven sangat senang dan girang saat mengetahui putra nya akan segera menikah.
"Em. Ya udah ma, aku keatas dulu, mau ganti baju, sore ini aku ada meeting. Nanti putri tinggal disini bersama mama, tolong jaga dia ya, dia baru saja pulih."
"Oke nak,, mama pasti merawat calon menantu mama yang cantik ini." Sahut mama stev sembari membelai wajah putri.
"Yuk sayang kita keatas." Steven merangkul putri dan pergi kekamar bersamanya.
"Eh.. Aku harus ikut kah? Em.. Tante aku nemenin stev dulu ya.. Hehe." Dengan tidak enak hati, ia pun mengikuti stev kekamarnya.
"Oh silahkan,, silahkan,, gak masalah." Timpal mama stev. "Wah, putraku sangat hebat, bisa mendapatkan gadis yang sangat cantik, baik, pintar, dan juga sukses seperti nak putri, aku benar-benar beruntung mempunyai menantu idaman seperti dia. Semoga mereka cepat-cepat bulan madu." Gerutunya terkekeh.
Dalam kamar stev, ia tengah mengganti bajunya dengan jas hitam sebagai ciri khas nya.
"Sayang, tolong bantu aku kancingin baju sama pasang dasi dong." Tutur nya manja pada calon istri nya itu.
"Hm.manja!! Ya udah sini aku pasangin."
"Sayang, kamu cantik banget sih." Ucap stev sambil menatap wajah putri yang tengah memasang dasinya
"Kamu apaan sih." Jawab nya cuek saat fokus memasang dasi steven. "Nah uda selesai, tinggal dirapikan sedikit."
"Oke,. makasih sayang." Ucapnya sambil mengecup kepala putri.
Drrrtt.... Drrttt.. Getaran dari ponsel yang ada disaku stev. ia pun merogohnya dan menjawab telpon tersebut.
"Halo, iya saya segara datang.
iya, sebentar lagi, biarkan mereka menunggu." Ucap nya menjawab telpon sambil merangkul putri.
"Sayang, siapa?". Tanya putri.
"Orang kantor memintaku segera kesana, meeting nya dimajukan, aku berangkat dulu ya sayang, kamu hati-hati dirumah, jangan lupa obat nya diminum, aku mungkin pulang agak malam, nanti kamu makan bareng mama ya. Kalau kamu capek, tidur saja disini."Tutur steven sambil mencium kening putri.
"Baiklah, aku akan antar kamu keluar ya."
Mereka berdua pun turun, putri mengantar stev sampai mobil nya. Setelah steven pergi dia pun masuk menemui mamanya steven.
Putri dan mama stev duduk bersama sambil nonton tv diruang keluarga.
"Nak, apakah steven sudah pergi?
"Iya tante."
"Jangan panggil tante lagi dong, kan putri sebentar lagi jadi nyonya steven, jadi panggil aku mama ya."
"Eh.. O. Oke ma.. Ma.. Hehe." Putri tertunduk sedih saat dia menyebutkan kata mama.
__ADS_1
"Ma, apa aku boleh menganggapmu sebagai mama ku sendiri? Aku sangat merindukan seorang mama." Putri tertunduk teringat sosok seorang mama. Tanpa dia sadari, ia meneteskan air mata.
"Sayang, kok kamu nangis,, oke, anggap saja aku sebagai mama kandungmu ya." Mama stev merangkul putri dengan kasih.
"Nak, mama tau semua tentang kamu dari steven dan juga dari alexander. Kau tau? Alexander adalah mantan pacar mama sejak SMA, tapi setelah mama menikah, kita sama sekali tidak pernah bertemu lagi, saat pertemuan dirumah sakit kemarin membuat mama teringat akan masalalu, dan disanalah dia menceritakan semua hal tentang kamu, mama tau orang tua kamu meninggal karna Riana ibu tiri kamu itu, dan papa nya steven meninggal juga karna dia, kalian berdua adalah korban dari ibu tiri, beruntung mama masih bisa bertahan sampai saat ini, dulu mama pernah mencoba bunuh diri saat mama mengetahui kalau papa steven selingkuh dengan riana, tapi steven lah yang menyelamatkan mama, dialah yang jadi penyemangat mama, mama akan sangat mendukung jika kalian ingin balas dendam dengan riana." Jelas mama stev dengan pandangan penuh kebencian.
"Mah, tante riana sudah tidak ada lagi, sejak aku mengusirnya dari perusahaan, aku tidak pernah lagi melihat nya, dan anaknya si bianca itu sudah aku kurung dalam penjara karna berani merusak hubunganku dan steven." Sahut putri.
"Sayang, kamu gadis yang hebat, gadis yang kuat, mama bangga sama kamu."
"Ma, izinkan aku menyayangimu dan menganggapmu sebagai mamaku sendiri, aku akan membanggakan mama selagi aku bisa." Putri merangkul mamanya dengan tangisan.
"Iya sayang,, mama juga sangat menyayangimu. Kamu istirahatlah, kondisimu belum terlalu pulih."
"Baiklah, aku kekamar stev dulu ya ma, aku lelah." Putri melangkah pergi dengan air mata yang masih tersisa diujung matanya.
"Baiklah, kamu hati-hati saat naik tangga.turun lah jika sudah lapar." Timpal mama.
"Iya ma."
Saat dikamar, putri berbaring dikasur steven sambil mentapa foto kebersamaan mereka dilayar ponselnya. "Ma, pa, andai kalian masih didunia ini, mungkin aku akan menjadi anak yang paling bahagia saat ini, aku akan terus berjuang untuk membanggakan kalian disana, hiks.. Aku rindu kalian.
Sejak kecil kalian sudah meninggalkan aku. Aku akan mengunjungi kalian besok, aku akan meminta restu pada kalian dan membawa calon menantu kalian yang sangat baik."
Air mata putri kembali berlinang, mengingat ia akan menikah dengan stev tanpa dampingan dari kedua orang tuanya.
Putri menelpon steven untuk mengatakan dia ingin berkunjung kemakam papa dan mamanya.
Namun ia kaget saat mendengar suara ponsel yang begitu keras."Ehh.. Suara hp nya kok dekat banget ya?." Ia pun mencari sumber suara tersebut.
"Hah ternyata hp stev tinggal diatas meja."
Putri langsung mengambil dan membuka isi hp stev."Eh, dikunci? Sandi nya apa ya, coba tanggal lahirnya stev. eh,,salah. Kalau bukan tanggal lahir nya?? Coba tanggal lahirku deh.
Saat membuka chat, putri dikagetkan dengan sebuah chating antara stev dan ditektur perusahaannya diparis.
"*Tuan, kabar buruk!".
"Ada apa?"
"Saham perusahaan kita di paris turun sebanyak 30 persen."
"Kok bisa?"
"Iya, karna klien kita banyak memutuskan kontrak dan mengambil kembali investasi nya,."
"Apa yang menyebabkan mereka memutuskan kontrak?"
"Sekarang perusahaan majalah 'JD Queen' dari jepang sudah masuk pasaran diprancis, dan majalah yang ber'cover nona putri itu sangat laris, sehingga banyak pihak memutuskan kerja sama dengan kita, dan bergabung ke JD Queen, mereka bilang karna majalah kita sudah tidak laku lagi, dan pamor nya sudah menurun."
"Oke, aku mengerti, masalah ini jangan sampai menyebar, terutama pada putri, aku gak mau dia khawatir. Ingat! Tingkatkan kerjaan kalian, aku akan memantunya."
"Baik tuan*."
Putri kaget, dan duduk lemas diatas kasur stev saat dia membaca isi chating dari bawahan nya diperusahaan diparis tersebut.
"Hah? Kenapa jadi begini? Ternyata ini masalahnya? Pantesan saja dari pagi tadi tingkah stev sangat aneh, ternyata dia tidak mau aku khawatir soal saham perusahaan nya menurun! Tidak, aku harus melakukan sesuatu. Aku harus menelpon kak charlie."
Putri langsung mengambil tindakan dengan menghubungi kakaknya itu.
"*Halo kak, lagi sibuk gak? ada yang ingin aku tanyakan."
"Ada apa put? Katakan saja."
__ADS_1
"Apakah akhir-akhir ini perusahaan kita banyak mendapatkan klien?"
"Iya put, kok kamu tau?"
"Kakak tau gak kalau klien kita itu adalah klien nya steven? Mereka memutuskan kerja sama dengan steven dan masuk keperusahaan kita. Kak!! Kasian steven, saham perusahaan nya menurun drastis."
"loh put, kakak gak tau sama sekali kalau mereka klien nya steven! kakak pikir mereka mau bergabung karna kakak memasuki pasaran paris."
"Iya, itulah sebab nya kak! Karna majalah kita masuk keparis, makanya mereka berminat untuk join. Pokok nya kakak putuskan kerja sama kesemua klien diparis, nanti aku akan membantu steven, kita akan bekerja sama dengan nya untuk menaikan pamor perusahaannya lagi."
"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kapan kita akan mengurus kerja sama dengan steven group?."
"Aku belum tau kak. Tapi yang jelas setelah masalah disini selesai. Oh iya, aku ada kabar buat kakak, minggu depan aku dan stev akan bertunangan, kakak pulang ya, kita tidak membuat acara besar, hanya keluarga dan teman dekat saja."
"Wah, ternyata adiku akan mendahului kakak nya ya. Baiklah, kakak akan pulang. Semoga kalian bahagia ya."
"Terimakasih kak. Aku tutup dulu ya telpon nya. daahh*."
"Aku harus kekantor stev sekarang." Putri bergegas turun. ia berpamitan pada mama stev. Putri hendak naik taxi, namun mamanya menyuruh menggunakan mobilnya supaya lebih aman.
Setibanya dikantor steven. putri menanyakan keberadaan stev pada salah satu staf kantor, ternyata stev masih menjalankan meeting.
"Huh,, meeting nya lama banget, aku belum pernah meeting selama ini, memangnya apa yang dibahas, aku baringan saja dulu deh."
Putri berbaring diatas sofa dalam ruangan ceo steven. Karna lelah menunggu, dia pun tertidur.
Satu jam kemudian steven selesai meeting dan kembali keruangannya. Dia kaget melihat putri yang sedang tertidur disofa.
"Putri? Kok dia ada disini? Malah tiduran disofa, padahal belum pulih." Gumamnya menatap wajah putri.
lalu stev menekan telpon kantor nya pada sekretaris nya.
"Halo bos ada apa?."
"Susi, aku mau istirahat sebentar, tolong jangan biarkan siapapun masuk keruanganku, tunda semua pekerjaan yang perlu aku tanda tangani, jangan ada yang masuk sebelum aku keluar dari ruangan ini."
"Baik bos."
Steven mengangkat tubuh putri yang masih tidur pulas untuk pergi keruangan rahasia didalam kantor nya melalui sebuah pintu dibalik cermin yang besar. Dan menaruh nya dikasur perlahan. namun putri terbangun saat mendengar suara gesekan dari pintu kaca itu.
"Aku dimana? Hah?? Tempat apa ini. Apa aku dalam mimpi?". Gerutu putri.
"Sayang, kamu tenang dulu oke! Kamu gak lagi mimpi, kamu sedang berada diruangan rahasia didalam ruanganku. Aku kasihan melihatmu tidur disofa." Jelas stev dengan lembut.
"Baiklah terimakasih, tapi aku kesini ingin menyampaikan sesuatu, nih ponsel mu, maafkan aku lancang membukanya, aku tidak sengaja melihat chat kamu.
Stev, kenapa kamu harus menyembunyikan masalahmu dariku?."
"Eh, ponsel ku ternyata tinggal ya, aku pikir jatuh atau hilang, makasih ya sayang."
"Stev, berhenti berpura-pura, jangan mengalihkan percakapan, jawab pertanyaanku, kamu gak seharusnya menyimpan masalah sendiri, aku adalah calon istri kamu, harusnya kamu lebih terbuka, lagian aku pasti akan membantumu, aku sudah membahasnya dengan kak charlie, kita akan segera bekerja sama dalam waktu dekat, dan aku akan kembali menjadi cover majalah ROSE." Jelas putri dengan sedikit emosi.
"Sayang maafin aku, apa yang kamu lihat di chat itu memang benar, tapi aku menyembunyikanya darimu hanya karna aku gak mau kamu khawatir dan akan jadi salah paham. Baiklah kita akan bekerja sama lagi, tapi kita urus itu nanti ya setelah urusan dan pertunangan kita selesai. Kamu gak perlu cemas oke." Stev memeluk putri untuk menenangkannya.
"Iya, maafin aku juga sudah bicara keras padamu." Jawab putri menyandarkan kepalanya dalam dekapan stev.
"Terimakasih sayang, kamulah penyemangatku, i love you." Ucap nya mengecup kening putri.
"I love you too." Balas putri kembali bersandar dalam pelukan steven yang hangat.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1