
Setelah mereka tiba dirumah cindy, mereka saling kaget, ternyata mama nya cindy adalah Jesica, mantan pacar stev yang dulu pernah bekerja sama dengan bianca untuk membuat kesalah fahaman antara stev dan putri dan juga mereka ingin memisahkn stev dan putri pada belasan tahun lalu.(eps 8)
Sedangkan suaminya jesica adalah teman putri saat SMA bernama Rendy.
"Kalian.?? Stev dan putri.??" Ujar jesica kaget.
"Kamu jesica? Ternyata kamu mamanya cindy." Timpal stev.
"Putri.?? Ini beneran kamu,, dan ini anak kalian? Wah,, kalian berdua masih terlihat sangat muda walau anak kalian sudah besar." Sapa rendy dengan ramah.
"Iya. Eh, sayang salaman dulu sama paman dan bibik, kenalin diri kalian." Ucap putri pada kedua anaknya itu.
"Saya jeon, saya teman kampus nya cindy." Tutur jeon bersalaman pada orang tuanya cindy.
"Saya jennie, senang bertemu kalian." Ujar jennie dengan ramah dan penuh senyuman.
"Wah, anak kalian ganteng dan cantik, jennie mirip sekali sama mamanya, oh iya, silahkan masuk dulu, kita ngobrol sambil ngopi, maaf rumahnya cindy sangat buruk. Mari masuk." Ucap rendy papa cindy itu.
Mereka disambut hangat.
Setelah didalam rumah, mereka berbincang-bincang, bercerita banyak hal mengenai masa lalu.
"Oh iya, kami bawakan oleh-oleh untuk paman dan bibik, katanya cindy punya adik, dimana dia?" Tanya jennie sambil melirik sekitar.
"Dia lagi belajar dikamarnya, terimakasih atas oleh-oleh dari kalian, cindy sudah merepotkan, maafkan dia." Ucap jesica sambil menyatukan kedua tangannya.
"Ah tidak apa-apa jes, kalau saja aku tau kita saling kenal, mungkin aku akan membelikan lebih banyak oleh-oleh lagi." Sahut putri tersenyum.
"Emm.. Aku panggilin adik aku dulu ya." Cindy pergi menuju kekamar adiknya.
Tidak lama kemudian, cindy dan adiknya keluar. Adiknya terlihat malu-malu.
"Oh, ternyata adik kak cindy ini cowok, aku kira cewek tadinya, sini dek." Ucap jennie dengan ramah.
__ADS_1
"Iya, dia anak cowok satu-satunya, sepertinya umur kalian tidak terlalu beda jauh. Sebenarnya cindy mempunya kakak perempuan, tapi dia jarang sekali pulang, kami pun tidak tau dia dimana." Timpal jesica tertunduk sedih.
"Loh, kok gitu?, memangnya kalian tidak berhubungan baik? Kenapa kalian sampai tidak tau anak kalian dimana?." Tanya putri bingung.
"Setelah kami bangkrut, dia tidak menerima itu, dia tidak mau kami jatuh miskin, dari situlah dia tidak mau lagi ikut kami, aku tidak tau, dia dapat uang dari mana untuk membiayai sekolahnya, terkadang dia pulang minta uang, dalam satu tahun dia hanya pulang dua kali saja, umurnya saat ini sudah 19 tahun, mungkin tidak jauh dari jeon, dia dan cindy hanya berselang dua tahun saja." Jelas mama cindy.
"Oh gitu, kasian banget ya dia, tapi harusnya dia gak boleh ninggalin orang tua saat lagi susah." Sahut putri.
"Ngomong-ngomong,, kalian kenal cindy dari mana, dan kenapa kalian sampai mau main kesini." Ujar papanya cindy.
"Sebenarnya kami juga baru mengenal cindy, karna tadi sore jeon membawanya kerumah, setelah kami ngobrol panjang, ternyata kita semua cocok dan mudah berbaur, dan, kami kesini hanya ingin bertemu kalian, karna cindy tadi sempat bercerita bahwa keluarganya tidak mampu, tapi mungkin inilah takdir untuk mempertemukan kita sebagai teman lama. Kami juga ingin minta izin, bahwa cindy malam ini akan menginap dirumah kami, karna ini adalah permintaan jennie, jennie melarangnya untuk pulang." Jawab stev menjelaskan.
"Oh gitu,, kami setuju saja,, kami sangat senang, kalian orang paling kaya nomor satu dikota ini mau mengunjungi kami yang kehidupannya sangat kotor ini." Timpal rendy.
"Ren, apa kau mau bekerja lagi, aku akan menerima kamu diperusahaanku, aku tidak akan ragu, karna kamu sudah berpengalaman. dan untuk tempat tinggal yang layak, kalian bisa pindah kerumah putri, rumah itu sudah lama kosong semenjak saudara tirinya putri menikah (bianca), rumah itu sudah tidak berpenghuni lagi." Ujar stev menawarkan jasanya pada rendi dan jesica.
"Bukan aku tidak mau stev, tapi aku sangat trauma, sudah belasan tahun aku vakum, dan hanya kerja serabutan, aku jadi malu jika kerja kantoran lagi, aku takut mentalku tidak kuat untuk menghadapi banyak orang." Sahut rendy tertunduk
"Jesica. Rendy.. Niat kami hanyalah ingin membantu kalian, walaupun misalnya kami tidak kenal kalian, maka kami akan tetap membantu kalian, karna kami tidak memandang siapapun itu, kami hanya ingin membantu kehidupan orang yang susah supaya menjadi lebih baik lagi." Sahut putri memberi penjelasan.
"Mama benar, siapa lagi yang bisa merubah hidup kalian, kalau bukan kalian sendiri,. Oh iya, aku akan membangun jalan disini dengan uangku sendiri, supaya warga disini tidak kesulitan untuk menjalankan kendaraanya." Sahut jeon.
"Iya, aku juga, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk ngumpulin uang, supaya aku bisa membangun rusun disini untuk semua warga." Timpal jennie.
"Kalian berdua ini anak yang sangat baik, dan sangat peduli tehadap orang lain, tapi apa kalian sudah mempunyai pekerjaan sendiri?" Tanya jesica penasaran.
"Mereka sudah memiliki aktivitas dan kerjaan sendiri. Kalau Jeon saat ini sedang merintis bisnis perhiasan, karna dia designer dan juga arsitek. Kami tidak tau dapat dari mana dia bakat seperti itu. Kalau jennie, dia meneruskan langkahku, saat ini dia tengah sibuk menjajal dunia permodelan.
Dia juga banyak sekali job dan juga iklan tv, dia lebih beruntung dariku, karna baru umur segini, dia sudah sukses mencuri perhatian dunia." Ujar putri menjelaskan.
"Wah.. Tidak heran anak kalian hebat, karna dari orang tuanya juga hebat. Oh iya, jeon kan temannya cindy, apakah dia satu angkatan dengan cindy." Tanya jesica kembali.
"Mereka memang berteman sejak SD. Tapi jeon dikhususkan untuk lompat kelas, karna kepintaran IQ nya mencapai 200. Saat ini dia sudah semester 6." Timpal putri kembali.
__ADS_1
"Sudah! Jangan bahas itu, jadi bagaimana? Apa kalian mau bekerja lagi?" Tanya stev pada rendy.
"Em.. Baiklah aku akan mencobanya, tapi aku mesti banyak belajar lagi, karna aku sudah lama melupakan pekerjaan seperti ini." Sahut rendy.
"Aku baru tau, kalau jeon sepintar itu, aku kagum padanya." Batin cindy sambil tersenyum menatap jeon.
Jeon menyadari cindy tengah menatapnya, diapun mengedipkan sebelah matanya pada cindy membuat cindy malu dan memalingkan wajahnya dari jeon.
"Okelah, kalau kalian sudah setuju, itu berarti kalian juga setuju untuk pindah rumah. silahkan kemasi barang-barang kalian malam ini, kebetulan besok hari minggu, kita bisa membantu kamu untuk pindahan." Ucap stev.
"Eh.. Apa ini tidak terlalu mendadak?" Timpal rendy.
"Lebih cepat lebih baik, dan hari senin kamu sudah bisa bekerja dikantorku, nanti aku akan mengirimu mobil pribadi beserta supir untuk mengantar jemputmu dan dia akan tinggal bersama kalian." Tutur stev tersenyum..
Rendy beserta keluarganya bersimpuh didepan stev dan yang lainya.
"Aku tidak tau harus bilang apa, aku hanya bisa mengatakan terimakasih banyak, seumur hidupku, baru kali ini menemukan orang yang sangat baik dan peduli seperti kalian, terimakasih kalian sudah memberikan kami kesempatan untuk hidup yang lebih baik, kami janji, akan mengabdikan hidup pada kalian dengan sejujur-jujurnya, semoga hidup kalian lebih makmur dan lebih sukses lagi." Tutur rendy sambil menangis haru.
"Hei, kalian tidak perlu sampai seperti ini, cepat bangun!" Ucap putri sambil membantu jesica bangun dari sujudnya.
Stev dan yang lainya juga membangunkan mereka.
Cindy mengelap air matanya, dia merasa jadi orang yang paling beruntung didunia karna bisa bertemu dengan keluarga yang sangat biak ini.
Jeon mendekat pada cindy. Diapun menghapus air mata cindy. "Mungkin ini lah takdir dibalik kesengsaraan kamu selama ini." Bisik jeon didekat telinga cindy.
"Terimakasih banyak." Jawab cindy dengan linangan air mata. Jeon menatapnya dalam sambil tersenyum dan menggenggam tangan cindy.
•••
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like🥰
__ADS_1