
Keesokna paginya.
Steven membuka matanya, melihat disekeliling kamar, dia tidak mendapati putri dan bayinya.
"Eh mereka sudah bangun duluan? ah aku masih ngantuk.. Turun dulu deh." Stev menelurusi anak tangga dengan mata terpejam.
"Kok sepi, kemana mereka.?" Gumamnya sambil berjalan kedapur mencari putri dan jeon. Dia mendapatai putri yang tengah masak. Stev pun berjalan mendekat lalu memeluk istrinya itu.
Putri kaget saat stev tiba'tiba memeluknya. "Stev.?? Kamu nih ngagetin aja."
"Hm.. Sayang,, kirain kamu kemana?" Jawab stev bersandar dipundak putri. "Sayang, jeon dimana?"
"Dia sedang dimandikan sama mama. Kamu mandi dulu sana gih, katannya mau ke mall, aku udah bangun pagi buat masak, supaya mama nanti tidak susah lagi."
"Ya deh, aku mandi dulu ya sayang.. Ntar abis masak, kamu juga mandi ya." Ucap stev mencium kepala putri, lalu ia kembali kekamarnya untuk mandi.
Terdengar suara tangisan jeon setelah ia dimandikan oma nya. "Duuhh sayang, kok nangis sih, tadi pas mandi gak nangis." Ucap mama rani sambil mengelap tubuh jeon.
"Put, nih jeon, kamu pakein dulu baju, biar mama yang gantiin kamu masak." Mama memberikan jeon pada putri.
"Iya ma. Sini sayang." Sahutnya sembari menyambut jeon.
Setelah semuanya selesai, putri pun mandi dan mereka sarapan pagi bersama. Setelah itu stev dan putri berpamitan untuk pergi ke mall tanpa mengajak jeon.
Setibanya dimall, ternyata masih banyak yang mengenali putri walau dia sudah lama tidak mengeluarkan foto majalah terbarunya.
Seorang pelayan mall menghampirinya dengan ramah.
"Selamat datang tuan stev dan nyonya stev. Sudah lama tidak mendengar kabar kalian, bukan kah kalian sudah mempunyai anak.?" Tanya seorang pelayan wanita yang juga fans putri.
"Eh, kok mba tau.?" Tanya putri kaget.
"Iya, soalnya kita melihat foto nyonya yang sedang menggendong bayi disosial media, dan itu jadi tranding." Sahut si pelayan.
"Oh ya? Tapi kita gak pernah mempublish bayi kita loh." Timpal putri heran.
__ADS_1
"Oh gitu, lalu siapa ya yang upload? Eh, sudah lupakan saja. Tuan dan nyonya mau mencari apa? mari saya antar."
"Baiklah, kita mau mencari perlengkapan bayi."
Si pelayan pun mengantar dan melayani steven dan putri mencari kebutuhan jeon, dan juga membeli beberapa baju untuknya dan mama rani.
Dari belakang ada yang menepuk pundak stev. ia pun segera menoleh.
"Eh, shine?? Kamu juga ke mall?? Sama siapa?" Tanya stev kaget saat melihat shine dibelakangnya.
"Iya, aku sama bianca, tadinya kami mau ke kafe, tapi bianca nya mau ke mall dulu,, tuh dia lagi pilih baju disana." Sahut shine.
"Ciee.. Kayak nya ada yang mau CLBK ni yee." Timpal putri tersenyum.
"Dih, siapa yang mau CLBK, aku cuma mau menemaninya jalan karna dia yang minta." Ketus shine tersenyum malu.
Bianca pun datang menghampiri mereka yang tengah asik ngobrol. "Eh, ada steven dan putri juga, kalian gak ajak jeon? " Tanya bianca.
"Tidak dia sama oma nya dirumah." Sahut putri..
Tiba-tiba deniel dan charlie muncul didepan mereka. "Woww.. Kebetulan banget ya jumpa kalian disini. Sedang apa nih ngobrol santai kayak gini." Ucap deniel menyapa mereka.
"Iya, kita mau cari beberapa baju dan sepatu, kebetulan ini hari minggu. Besok kita sudah harus balik kejepang." Jawab charlie sembari memilih sepatu yang disampingnya.
"Eh, kemarin kalian makan bareng ya. Kenapa gak ajak kita." Ucap deniel tertawa kecil.
"Siapa yang mau makan bareng kamu, bisa-bisa semua makanan kamu yang habisin. !" Sahut shine sinis.
"Shine. Gak boleh gitu.
Gini deh, gimana kalau siang ini kita makan siang bareng, ajak orang tua kalian juga, biar rumah jadi rame." Ujar putri pada semuanya.
"Wah seru nih. Aku telpon mama dan papa deh, suruh berangkat sekarang." Sahut shine sembari menelpon orangtuanya.
"Aku juga mau telpon papa." Timpal charlie kemudian.
__ADS_1
"Em. Aku gimana dong, boleh gak mama aku ikut.?" Sahut bianca.
"Boleh dong bi. Kamu telpon aja." Jawab putri tersenyum.
"Tapi gimana mama mau perginya, kan lumayan jauh dari vila kesini." Sahut bianca kebingungan.
"Ntar kita jemput aja." Sahut shine singkat.
"Hah? Beneran? Makasih banyak ya shine." Ucap bianca sambil memegang tangan shine.
"Oke, kalau tugas kalian semua udah selesai. Sekarang kita beli makanannya dulu nih. Biar aku yang bayar semuanya. Tapi aku dan putri harus balik duluan, soal nya gak bisa ninggalin jeon lama-lama, ntar dia nangis. Kita pesan makanannya dikafe dibawah, kalian yang tungguin ya, kita mau pulang." Jelas stev sembari menggandeng tangan putri.
"Baiklah, biar aku dan charlie yang tunggu makanannya, kalian pergilah." Sahut deniel.
Mereka pun berpisah melaksanakan tugas nya masing-masing, shine dan bianca langsung pergi menjemput mama bianca. Sedangkan putri dan stev sudah pulang kerumah setelah memesan beberapa makanan.
Setibanya mereka dirumah, ternyata sudah ada mobil papa shine dan paman alex yang terparkir dihalaman rumah stev.
"Ma, kami pulang." Ucap putri sambil berjalan masuk.
"Kalian sudah pulang? Tapi dimana yang lainya?" Tanya mama rani.
"Shine sedang menjemput mama bianca, kak charlie dan deniel lagi menunggu pesanan makanan." Jawab putri.
"Wah. Anak mama anteng banget gak nangis ya digendong oma shinta." Ucap putri mengelus pipi jeon yang sedang digendong mama shine itu.
"Gak dong, jeon kan anak pinter, dari tadi diem aja." Sahut tante shinta.
Tidak lama kemudian, deniel dan charlie datang dengan membawa banyak makanan. Selang beberapa menit, shine dan bianca juga datang bersama mamanya bianca.
Mereka pun makan bersama sambil bercanda ria antara shine dan deniel yang sering berantem kecil dan berebut makanan.
Hubungan antara mereka makin membaik, putri sangat bahagia menyaksikan ini, ia sangat bersukur dengan kehadiran jeon, semenjak ada dia, rumah ini selalu ramai.
Keesokan harinya, waktunya charlie dan deniel berangkat kejepang karna mereka meninggalkan banyak kerjaan disana. Charlie sebagai direktur perusahaan harus bertanggung jawab dengan kerjaannya diperusahaan putri tersebut.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...