
Kantor perusahaan 'Steven Group'.
Steven, shine, charlie dan deniel sudah berada didalam ruangan kantor stev.
"Stev, kenapa kamu meminta kami datang kesini, apa yang ingin kamu bahas?." Tanya charlie dengan serius.
"Kak, kamu tau kan saat ini perusahan putri dikorea sedang turun drastis, aku curiga kalau seehan dalang dibalik semua ini. Karna dia tau diperusahaan korea tidak ada anggota atau orang kita disana." Jelas steven.
"Benar juga, kita memang kurang pengawasan dikorea. Bagaimana kalau kita mengirim beberapa karyawan dari jepang untuk pindah tugas kekorea." Sahut deniel.
"Itu gak bisa,, mereka gak akan mau, karna buat pindah keluar negeri itu susah, apalagi mereka harus meninggalkan keluarganya, lagian mereka tidak bisa bahasa korea." Timpal charlie.
"Kalian jangan khawatir, karna aku bisa memantau data mereka dari ponsel ku, aku sudah memasukan virus melalui jaringan mereka." Sahut shine sambil memperlihatkan layar ponselnya.
"Nah. Itu baru ide bagus.! Kan gak usah repot-repot buat ngecek data mereka. Hebat shine." Timpal deniel tersenyum sambil menepuk pundak shine.
"Iya lah, siapa dulu jago nya!! Gak kayak kamu bisanya bacot doang." Jawab shine sombong.
"Elah nih orang, dikasih hati malah mijak kepala. dipuji baik-baik malah ngejek. Sombong banget!!" Tatap deniel geram.
"Sudah cukup!! Ini bukan waktunya buat bercanda, sekarang kita harus serius menangani masalah ini." Bentak stev menepuk meja kerjanya.
"Aku minta sama shine, segera lacak keberadaan kantor seehan, kalau sudah ketemu, baru kita pergi kesana untuk menemuinya dan bicara baik-baik. Oh iya, masa iya om dan tante gak tau dimana kantor seehan.?" Ucap stev menatap shine.
"Aku lupa nanya sama mama, karna sudah terbiasa menyelesaikan masalah sendiri, aku telpon mama dulu deh, tanya nama perusahaan nya apa." Shine langsung menghubungi orang tuanya
"Waduuhh.. Parah, kenapa gak dari kemaren-kemaren. Dasar otak kamu sempit.!" Ucap deniel geram.
"Bisa diam gak sih, mamaku udah jawab telponnya nih, kuplintir ntar mulut kamu.!" Shine menjitak kepala deniel.
"Halo ma, lagi sibuk gak? aku mau tanya, mama tau gak nama perusahaan seehan dijakarta.? "
"Kok tiba-tiba nanya.? Namanya SO."
"Oh gitu. Mama tau alamatnya dimana?."
"Kalau itu mama gak tau, karna mama dan papa belum pernah melihatnya."
"Baiklah terimakasih ma."
"Gimana shine, apa tante tau?" Tanya stev setelah shine menutup telponnya.
"Iya nama perusahaanya SO, aku coba lacak diinternet, mudah-mudahan websitenya tidak tertutup." Shine langsung mencoba mencari data mengenai perusahaan SO menggunakan ponselnya.
"Nah ketemu. Ternyata SO itu singkatan dari Seehan Official. Ada alamat kantornya nih, gimana kalau sekarang kita kesana saja." Ucap shine penuh semangat.
"Cukup kita berdua saja shine, gak enak juga kalau rame-rame kesana kayak demo."
__ADS_1
"Iya, lagian aku mau keperusahaan papa dulu." Timpal charlie.
"Baiklah, kalau gitu kita berangkat sekarang." Shine keluar terlebih dahulu meninggalkan mereka.
"Shine kayaknya semangat banget." Tanya charlie heran.
"Iya, karna dia sangat emosi kalau bertemu seehan, makanya aku tidak bisa membiarkanya pergi sendiri, bisa-bisa seehan mati ditangannya." Jawab stev sembari berjalan menyusul shine.
_
Disaat yang bersamaan, seehan tengah berada diruangan kantornya bersama anak buah nya.
"Bagaimana? Apa kau sudah berhasil mencari tau yang aku perintahkan.?" Tanya seehan pada bawahanya itu.
"Sudah bos, ini hasilnya. Ternyata nona putri sudah melahirkan dua hari yang lalu, dan anak nya berjenis kelamin laki-laki. Nama nya Jeon Jhonas." Jelas anak buah seehan.
"Hm.. Bagus.. Aku akan mencoba cari cara untuk melakukan tes DNA pada anak itu, sekarang kamu keluarlah."
"Baik bos."
Saat anak buahnya keluar, telpon kantor seehan berbunyi. Ia pun meraih gagang telpon itu.
"Halo ada apa?"
"Halo bos, ada tuan stev dan shine disini, katanya mereka ingin menemui anda."
"Bawa mereka kemari."
"Baik bos."
Shine langsung masuk sambil melihat sekeliling ruangan seehan.
"Hm.. Ternyata kantor kamu lumayan bagus, walaupun agak kecil."Shine menyeringai mengejek sambil mengangkatkan kedua bahunya.
"Ya.. Aku gak sesukses kalian, silahkan duduk dulu." Sambut seehan dengan ramah.
"Gak perlu basa-basi, langsung ke inti saja, kami kesini hanya ingin menanyakan apa tujuan kamu menguras saham perusahaan putri dikorea.?" Ucap shine dengan tatapan tajam.
"Maksud kamu apa shine? Aku gak ngerti." Jawab seehan bingung.
"Sudahlah,, gak perlu drama, aku tau akal licik kamu itu seehan!! Kamu sengaja membuat putri bangkrut, setelah itu kamu membuat steven bangkrut juga, kemudian mereka akan meminta bantuan kamu, dan kamu bisa merebut putri dari steven. Iya kan?? itu kan rencana kamu?" Teriak shine kesal sambil memukul meja seehan.
"Aku sama sekali gak ngelakuin itu shine,!kenapa kamu sulit sekali untuk mempercayiku. ?" Sahut seehan membela diri.
"Karna kamu gak pantas untuk dipercayai. Aku akan membuktikan kalau kamu adalah dalang dibalik semua ini, kalau sampai terbukti, maka aku tidak akan mengampuni kamu lagi.!" Shine menarik leher baju seehan dengan kuat.
"Haha.. Silahkan saja cari tau sampai lumutan, sudah kubilang, bukan aku pelakunya." Timpal seehan terkekeh.
__ADS_1
"Sudah shine, kita biarkan saja dulu sampai mana dia bertindak, sekarang kita balik dulu, yang penting kita sudah mengetahui keberadaan kantornya." Ujar stev mencoba menenangkan shine yang tengah emosi.
"Hm.. Kau beruntung kali ini." Shine melepaskan baju seehan lalu meninggalkan ruanganya dengan kesal. Mereka berdua pun turun meninggalkan kantor SO.
"Sialan.. Brengsek.!!" Seehan memukul meja kerjanya dengan kesal. Lalu menutup laptopnya dengan keras.
Shine dan steven meninggalkan perusahaan seehan dengan mobilnya masing-masing, tapi mereka tidak pulang beriringan karna stev lebih dulu pergi meninggalkan parkiran.
_
Diwaktu yang sama, putri dan mama sedang bermain dengan jeon diteras rumah.
"Ma, kok perasaanku gak enak, aku ngerasa ada sesuatu yang disembunyiin stev, tingkah nya akhir-akhir ini tidak seperti biasanya, dia seperti menyimpan beban yang begitu berat." Ucap putri mengutarakan perasaannya pada mamanya.
"Nak, kamu berpikir yang positif saja. Mungkin dia sedang ada masalah dikantor yang tidak ingin kamu ketahui karna dia takut kamu akan khawatir." Jelas mama tersenyum.
"Iya, semoga saja begitu."
"Aku pulang!! " Stev muncul tiba-tiba didepan rumahnya, membuat putri dan mamanya kaget.
"Sayang,, kok sudah pulang, ini belom siang loh?" Tanya putri heran.
"Gak apa-apa sayang, aku suntuk dikantor, tiba-tiba kangen jeon, makanya aku pulang." Jawab stev sambil mengecup kening putri.
"Oh gitu, ya udah masuk yuk." Putri menggandeng tangan steven membawanya masuk kedalam, sedangkan jeon digendong sama oma nya.
Putri ingin sekali bertanya apa yang terjadi pada suaminya itu, tapi dia takut, lebih baik dia memilih diam sampai steven sendiri yang menceritakannya nanti.
"Stev, apa kita perlu refreshing?. Sepertinya kamu sangat penat bekerja." Ucap putri menatap mata stev.
"Sebenarnya aku juga ingin begitu, tapi haya berdua saja sama kamu, tapi kita gak mungkin ninggalin jeon.
Tapi jangan khawatir sayang, aku gak apa-apa kok, aku hanya lelah." Sahut stev mengelus kepala putri.
"Stev, apapun yang terjadi sama kamu, aku harap kamu terbuka sama aku, supaya kita bisa menangung bebannya bersama." Tutur putri dengan wajah cemas.
Stev tersenyum karna tersentuh dengan pengertian dari istrinya itu.
"Ehem.. Mama keatas dulu ya, kayaknya jeon mau tidur." Cela mama rani sambil berjalan meninggalkan mereka berdua yang tengah ngobrol serius.
Saat mama sudah diatas, stev mendekap putri dengan erat. Membuat putri kaget dan heran.
"Stev kamu kenapa??" Tanya putri heran.
"Sayang, aku tidak apa-apa, aku hanya ingin memelukmu seperti ini. Aku sangat tenang dan nyaman kalau sudah bersama kamu." Sahut stev dipelukan putri.
"Aku rasa kamu tidak baik-baik saja stev, karna kalau kamu baik-baik saja, kamu gak akan pulang sebelum kerjaan kamu selesai."
__ADS_1
Putri membiarkan suaminya itu dalam pelukanya, karna sandarannya lah yang dia butuhkan. Tapi putri tidak ingin mencari tau apa yang sedang dialami stev. Biarkan stev yang akan memberitahunya nanti.
BERSAMBUNG...