
Satu bulan kemudian.
steven dan putri menjalanai kehidupan yang bahagia tanpa diganggu oleh seehan.
Setelah pulang dari paris, putri dan steven menemui bianca dan mamanya, ia menyuruh mereka untuk tinggal lagi dirumah nya yang dulu, karna disana tidak ada orang, jadi lebih baik dia menyuruh mereka tinggal disana sekaligus untuk mengurus rumahnya.
Dan putri juga menyuruh bianca bekerja dikantornya sebagai staf, karna dia belum ada pengalaman bekerja, tapi bianca sudah sangat berterimakasih karna putri bisa memaafkanya dan mempercayainya lagi.
Sementara shine sibuk dengan urusan kantor nya, karna tertunda saat dia kejepang beberapa minggu lalu. Dia sangat tenang saat seehan sudah tidak menyakiti putri lagi.
Steven juga sudah aktif kembali ngantor setiap hari, tapi putri hanya dirumah saja bersama mama nya, dia akan kekantor jika ada meeting yang penting saja.
"Ma.. Hari ini kita masak apa? Kita masak sama-sama ya!." Seru putri pada mamanya.
"Sayang, kamu gak perlu masak, biar pembantu saja, kamu gak boleh capek." Sahut mama.
"Gak apa-apa lah ma, sesekali doang, lagian aku bosan kalo gak ada kerjaan, aku akan masak buat stev, nanti aku anter kekantor dan makan bersama disana." Timpal putri.
"Oh, gitu, ya udah, mama bantu ya.
Tin.. Tong... (Bel berbunyi)
"Ma, ada tamu tuh. Biar putri yang bukain ya?" Ucap putri.
Putri melangkah kedepan dan membukakan pintu. Ada dua orang yang tidak dikenal nya. Saat putri membuka pintu, orang itu kaget melihatnya.
"Kamu?? Kamu pasti putri kan?." Ibu paruh baya itu langsung memeluk putri.
"Em.. Maaf, kalian siapa ya,?" Tanya putri sembari melepaskan pelukan ibu itu.
"Sayang, ada siapa?." Ujar mama rani sambil berjalan menyusul putri. Diapun kaget melihat dua orang itu. Mama pun langsung memeluk mereka sembari terisak tangis.
__ADS_1
Sedangkan putri bingung, siapa mereka sebenarnya.
"Em.. Ma, baik nya biarkan mereka masuk dulu." Ucap putri mencela ditengah tangisan mereka.
"Eh.. Iya, mari kita masuk dulu. Silahkan duduk. Nak, sini, duduk dekat mama." Ucap nya sambil menarik tangan putri.
Lalu mama menjelaskan semuanya."Mereka adalah shinta dan arman, dan mereka adalah orang tuanya shine dan seehan."
"Hah?? Jadi, ini tante shinta dan suaminya? Ya ampun, gak nyangka bisa ketemu, salam kenal tante, om, kalian ternyata mengenaliku terlebih dahulu. tapi bukankah kalian tinggal dijepang?." Ujar putri kaget sambil menyalami mereka.
"Kami bisa tau kamu karna beberpa waktu lalu kami menjumpai shine saat dia sedang dijepang, dan dia bicara sedikit tentang kamu. Shine anak yang baik, berbeda dengan kakaknya seehan, saat dijepang kemarin, ucapan dari shine telah membukakan pintu hati kami yang selama ini tertutup dengan rasa banci dan dendam yang tebal, maka dari itu, kami berdua datang kemari, untuk meminta maaf padamu, dan juga sama kak rani." -
"Selama ini aku benar-benar bodoh telah membuang keluarga sendiri, aku sangat menyesali itu, tapi seperti nya sudah terlambat. Karna aku sudah melewatkan banyak hal, aku tidak melihat papa dan mama untuk yang terakhir kalinya, bahkan aku tidak menghadiri pemakaman mereka, bahkan kakak ipar meninggalpun aku tidak mengetahuinya." -
"Aku sangat menyesal atas semua itu, selama satu bulan ini aku baru merasakan kesediahan, aku baru merasakan kehilangan papa dan mama, selama puluhan tahun pergi dari mereka, aku sudah tidak bisa melihatnya lagi." Ucap shinta tertunduk sedih berlinang air mata.
"Dek, kami semua sudah memaafkan kamu, saat papa akan meninggal, dia berpesan, bahwa dia sudah memaafkan kamu, dan pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu jika kau akan kembali lagi nantinya, papa dan mama juga minta maaf padamu karna sudah bersikap kasar padamu." Sahut mama rani sembari merangkul adiknya itu.
"Iya, sayang, minta bantu sama bibik ya. Jangan masak sendirian." Sahut mama. lalu kembali lagi ngobrol sama adik dan adik ipar nya itu.
Satu jam kemudian putri keluar dari dapur dengan membawa bungkusan kotak nasi ditanganya.
"Ma, aku kekantor dulu ya, mau nganterin makan siang buat stev." Ucap nya.
"Iya nak hati-hati ya. Pelan-pelan saja bawa mobilnya." Timpal mama rani.
"Iya ma, aku pergi dulu ya, tante, om. Silahkan makan dan istirahat." Ucap putri, lalu dia pergi dari rumah.
"Wah, kak, kamu sangat beruntung punya menantu seperti putri, sudah cantik, perhatian. Anak orang kaya lagi."Tutur arman suami shinta itu.
"Hm, dia bukan hanya cantik diluar, tapi juga cantik didalam, dia sangat baik, dia bukan anak orang kaya, tapi dialah yang kaya, putri tidak mempunyai orang tua sejak dia masih kecil, dia hidup bersama alex yang membantunya dan membiayai sekolahnya. Saat ini putri sudah mempunyai tiga perusahaan, dijakarta, jepang, dan korea, dan dia adalah seorang model internasional yang terkenal, aku memang beruntung mempunyai menantu sepertinya." Jelas mama rani dengan bangga.
__ADS_1
"Enaknya jadi kamu kak, aku juga ingin mempunyai menantu seperti putri, tapi kayaknya hanya ada satu putri didunia ini" Sahut shinta. "Ngomong ngomong, aku minta maaf ya atas kelakuan seehan beberapa waktu lalu, sekarang aku sudah tidak memperdulikan anak bejat itu lagi, aku benar-benar tidak menyangka dia bisa melakukan hal sekeji itu."
"Aku sudah memaafkanya, aku bukan orang yang pendendam, kau tau? Bukan hanya putri yang dia culik, tapi aku juga ikut diculik oleh nya, awal nya dia memang ingin menyakitiku, tapi dia melihat ada putri disini, lalu dia membawa kami berdua. Aku sangat khawatir melihat putri saat dia baru ditemukan oleh stev dan shine, dia seperti orang stres dan prustasi." Pungkas rani.
"Dasar anak bejat! Aku baru mengetahui sifat nya itu, ternyata hanya didepan kami saja dia bersikap baik." Timpal shinta geram.
"Sudahlah dek, yang terjadi biarkan berlalu. Aku tidak ingin mengungkitnya lagi, dan aku minta jangan membahas atau menyinggung ini didepan putri, karna dia sudah berusaha keras untuk melupakan kejadian itu."
"Baiklah kak, aku mengerti."
_
Disaat yang bersamaan. Putri baru saja tiba dikantor steven, dan dia langsung menuju ruanganya. Saat dia masuk, steven tidak menghiraukanya, karna dia tidak mendengar suara pintu terbuka, dia hanya sibuk dengan laptop yang ada dimeja kerjanya.
Putripun berjalan mendekat menghampiri steven. "Sayang, kamu sangat sibuk ya." Ucap putri menunduk menatap wajah steven sembari menaruh rantang yang dia bawa.
"Sayang?? Kok kamu ada disini? Kapan kamu masuknya?"Tanya steven kaget. "Maaf ya aku gak menyambut kamu, aku benar-benar gak tau saat kamu masuk." Tambahnya.
"Aku, baru saja tiba kok, ayo makan dulu, nanti lanjut lagi kerjanya, aku sengaja bawa nasi nya agak banyak, karna aku juga pengen makan bareng kamu. Aku kangen sama kamu." Sahut putri.
"Hmmm.. Istriku ini sudah pinter membuat hati orang terguncang ya." Steven berdiri dan mengecup kening putri. "Ayo kita makan biar aku yang suapin ya."
"Aku bisa makan sendiri kok, gak perlu disuap, kayak anak kecil aja." Jawab putri sembari membawa rantang nya menuju sofa.
"Aku udah lama gak nyuapin kamu sayang, kalau dirumah kan malu sama mama."
"Iya deh.. Yuk ah makan, udah laper cacing diperutku ini." Putri membuka rantang nya, lalu makan bersama steven.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa like😉