Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Pengetahuan baru


__ADS_3

Malam itu, cindy berpamitan pada orang tuanya untuk ikut bersama jennie menginap dirumahnya. Cindy merasa memiliki keluarga baru yang begitu peduli dengannya dan keluarganya.


Walau pun stev dan jesica memiliki kenangan yang pahit dimasa lalu, namun keduanya sama sekali tidak mengungkit itu, bahkan mereka sangat akrab, begitu juga dengan putri.


_


Ahirnya mereka sampai dirumah.


"Nak, ajak kak cindy tidur bersama kamu ya. Pinjamkan dia baju tidur mu." Ucap putri pada anak gadis nya itu.


"Iya ma.. Ayo kak, kita keatas, jangan malu-malu ya. Anggap saja rumah sendiri." Ucap jennie sambil meraih tangan cindy.


Cindy pun turut mengikutinya.


Malam itu bagaikan mimpi bagi cindy, bagaimana tidak, setelah bertemu jeon, hidupnya berubah dalam hitungan menit.


Ini untuk pertama kalinya bagi cindy tidur dirumah mewah diatas kasur tinggi yang empuk. Dan juga dia dan keluarganya akan pindah kerumah yang lebih layak.


Ini benar-benar mukzizat yang nyata bagi mereka.


_


Keesokan harinya, stev dan yang lainya sudah siap untuk berangkat menuju rumah cindy.


Setibanya disana, ternyata orang tua cindy sudah bersiap dengan bungkusan barang-barang mereka.


Barang mereka tidak banyak, hanya satu kali angkut saja sudah selesai dengan mobil stev dan jeon.


Mereka pun pergi bersama menuju rumah putri. Sesekali jesica menoleh kebelakang, mengenang rumah kumuh nya yang akan ia tinggalkan itu. Air matanya pun turut menetes.


Setibanya mereka dirumah putri. Mereka terperangah melihat rumah putri yang sangat besar itu, walau kosong, tapi masih ada beberapa pembantu yang bekerja disana. Dan mereka disambut dengan hangat.


"Bik. Kenalin, ini jesica dan rendy, mereka orang tuanya cindy. Dan sekarang mereka akan menjadi majikan kalian, layanilah mereka dengan baik." Ucap putri pada beberapa pembantunya itu.


"Baik nyonya. Kami senang rumah ini berpenghuni lagi." Sahut salah satu pembantu.


"Tapi stev! Bagaimana cara kami membayar mereka.?" Ujar rendy bingung.


"Kalian tenang saja, aku sudah membayar mereka." Sahut putri tersenyum.


"Put, kamu baik sekali pada kami, padahal dulu aku sudah melakukan hal yang sangat tidak terpuji padamu. Maafkan aku." Tutur jesica merasa menyesal.


Putri meraih tangan jesica. "Itu sudah berlalu cukup lama, tidak perlu kamu ungkit. Sekarang lupakanlah." Ucap putri tersenyum.


"Baiklah, sekarang silahkan masuk, dan susun barang kalian sesuka hati kalian, dan pilih kamar kalian sendiri." Ujar putri sembari berjalan masuk.

__ADS_1


Cindy masih bengong diteras rumah itu karna pikirannya masih mengambang seakan seperti mimpi.


Jeon menghampirinya dengan bingung.


"Hei. Apa yang kau pikirkan.?" Ucap jeon menjentikkan jarinya pada kening cindy.


"Eh.. Jeon?. Gak apa-apa. Aku hanya berpikir, apakah aku ini sedang bermimpi? Aku benar-benar tidak menyangka, kehidupanku bisa berubah hanya dalam satu hari." Ujar cindy meneteskan air mata.


"Air mata itu sangat berharga, mungkin ini sudah ditakdirkan untuk keluarga kalian. Sudah, jangan dipikirkan, mari masuk." Jeon menarik tangan cindy dan membawanya masuk.


"Kau tau? Mama bilang, ini adalah rumah dimana dia dilahirkan, banyak sekali kenangan masa kecil mama disini, makanya mama gak mau jual rumah ini." Ujar jeon menjelaskan.


"Oh ya! Kalau begitu kami akan menjaga rumah ini dengan baik. Jeon, terimakasih banyak ya, aku gak tau, apa lagi yang bisa aku katakan selain dari terimakasih." Tutur cindy menatap jeon.


"Udah! Jangan kebanyakan sedih, gak perlu berterimakasih terus-terusan. Ayo kita liat kedalam." Sahut jeon menarik tangan cindy.


Setelah beberapa lama mereka menata barang dan ruangan, ahirnya pekerjaan selesai.


"Huuh.. Ahirnya selesai, terimakasih banyak kalian sudah membantu, kami sangat beruntung mengenal kalian." Ucap rendy tersenyum.


"Tidak masalah, kalau begitu kami pulang dulu ya, kalian juga harus istirahat kan, setelah capek menyusun barang kalian.


Oh iya, besok jangan lupa kekantor ya, aku akan mengirim mobil kesini sore nanti." Sahut stev tersenyum.


"Secepat itu? Tapi baiklah,, sekali lagi terimakasih, hati-hati dijalan." Timpal rendy melambaikan tangan.


"Tentu.!! Silahkan." Jawab rendy.


"kalau begitu, kita pulang duluan ya, nanti jangan telat mengantar cindy pulang." Ujar putri pada jeon.


"Iya ma, tenang saja,, ayo cindy kita pergi." Jeon meraih tangan cindy dan mangajaknya masuk kemobilnya. Sedangkan stev dan yang lainya langsung pulang.


"Jeon, kita mau kemana?" Tanya cindy saat dalam perjalanan.


"Aku akan mengajak kamu kesuatu tempat." Sahut jeon menatap cindy.


Setelah melalui perjalanan cukup jauh, ahirnya mereka sampai ditempat tujuan.


"Ayo turun, kita masuk kedalam." Ujar jeon sembari turun dari mobilnya.


"Ini tempat apa jeon?" Tanya cindy penasaran sambil melihat sekeliling.


Jeon hanya diam, dia menggandeng tangan cindy dan masuk kedalam gedung itu. Setelah mereka masuk, semua orang dalam gedung itu tampak segan dan memberi hormat saat melihat jeon.


Sampailah mereka disuatu ruangan yang besar, dan mewah. Jeon menyuruh cindy duduk disofa. Cindy masih terlihat bingung, namun dia takut untuk bertanya.

__ADS_1


Jeon pun duduk disebelah cindy.


"Kau masih bingung? Ini adalah kantor perusahaanku, aku membangun ini dari nol sejak aku masih smp. Kantor ini adalah perusahaan perhiasan dan arsitek. Sudah banyak yang bekerja sama denganku." Jelas jeon pada cindy.


Cindy bengong, kagum dan seakan tidak percaya.


"Jeon, tidak heran kamu mendapat penghargaan sebagai orang yang jenius, kamu memang luar biasa. Tapi sebenarnya kan kamu bisa meminta orang tuamu untuk membuatkan perusahana untukmu." Pungkas cindy.


"Dulu mama dan papa juga ingin membantuku, tapi aku menolaknya, karna aku ingin berusaha sendiri, dan melihat hasil kerja kerasku sendiri, dan ahirnya aku berhasil setelah sekian tahun mencoba berbisinis. Oh iya, kamu mau lihat design ku? Biar aku tunjukan, kamu bisa menilainya."


Jeon mengambil beberapa sket gambar yang dia design dan menunjukannya pada cindy.


"Nah, ini adalah design perhiasan yang akan segera aku luncurkan, kami lebih mengutamakan perhiasan dari pada arsitek. Silahkan dilihat, bagaimana menurutmu?."


"Wah.. Semuanya bagus-bagus. Tapi kayak nya dikalung ini ada yang kurang deh, sini aku coba lihat. Apa aku bisa menambahkan sesuatu?" Ujar cindy sambil mengambil salah satu design itu dan mencoretnya dengan pensil.


"Boleh saja, silahkan, kamu bisa membuatnya sesukamu, lagian itu sudah aku salin." Jawab jeon.


Tanpa pikir panjang, cindy langsung menambahkan sesuatu yang ada dipikirannya membuat design kalung itu jadi berbeda..


"Nih, coba kau lihat, apa ini terlihat indah?" Cindy menunjukan hasil design nya pada jeon.


Jeon terperangah melihatnya. "Sin? Ini sangat bagus! Apa kau bisa menggambar? Bahkan ide kamu lebih brilian." Ujar jeon kagum dan tersenyum lebar.


"Ini biasa aja, aku memang suka menggambar, aku gak nyangka kamu bakal suka." Jawab cindy tersipu.


"Ini tuh bagus banget, gimana kalau kamu kerja disini aja, kamu tenang aja, kerja disini gak bakal ganggu kuliah kamu, kamu bisa datang kesini kapan pun kau mau, dan yang pasti kamu kesini harus bersamaku." Ujar jeon tersenyum.


"Benarkah, terimakasih jeon." Cindy mendekap jeon tanpa sadar.


"Eh. Cindi?? " Jeon menyadarkan cindy.


"Maaf.. Maafkan aku. Aku hanya terlalu senang." Ucap cindy tertunduk malu.


"Gak apa-apa. oh iya, kalau kamu ada waktu luang, kamu bikin sket design perhiasan ya, karna bulan depan, kantor akan ada event untuk pengeluaran perhiasan model terbaru. Siapa tau, design kamu memenuhi kriteria, dan bisa langsung dibuat." Ujar jeon.


"Tapi aku tidak berpengalaman, aku takut kamu akan kecewa." Sahut cindy ragu.


"Kamu coba saja dulu. Berpikirlah positif, dan harus yakin." Timpal jeon menepuk lembut kepala cindy.


"Eh. Udah sore nih, ayo ku antar pulang, kapan-kapan kita jalan lagi ya. Masih banyak yang ingin aku tunjukin sama kamu." Ujar jeon meraih tangan cindy.


"Baiklah.


Terimakasih jeon, kamu baik dan lembut sekali padaku, walau kamu terlihat kejam dan dingin diluar, tapi kamu penuh perhatian.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2