
Sore ini jennie sedang melakukan photo shoot untuk majalah kids terbarunya.
"Oke!! Cut!! Untuk hari ini sampai disini saja dulu. Kita lanjutkan lagi minggu depan. Kerja bagus jennie."
"Terimakasih kak."
"Hm.. Aku mau ajak kak cindy jalan dulu deh mumpung belum terlalu sore. Tapi aku langsung kerumahnya saja ah beri dia kejutan." Jennie meminta supirnya untuk mengantarnya menuju rumah cindy.
Disisi lain, cindy tengah bersiap menyiapkan design yang akan dia antarkan ke perusahaan clien. Setelah selesai, diapun turun dan berpamitan pada mama nya untuk pergi.
Namun dia kaget melihat jennie yang baru turun dari mobilnya.
"Jennie?? Kenapa kesini?" Tanya cindy tersenyum.
"Kak cindy? Aku kesini mau ngajakin kakak jalan, tapi kakak mau pergi ya? Kok kakak terlihat pucat dan kurus?"
"Masa' sih.
Eh iya kakak mau keperusahaan klien, lain kali saja ya kita jalannya, soal nya kakak buru-buru." Sahut cindy.
"Kalau gitu sekalian saja aku antar kakak kesana, pulang nya nanti kita bisa jalan sebentar. Mau ya.. Pliss!!" Jennie merengek manja pada cindy dan menarik tangannya, memaksa cindy naik mobilnya.
"Baiklah. Aku beneran gak bisa menolakmu." Cindy pun pasrah dan naik mobil jennie.
"Eh, kak. Teman kakak yang namanya lucy itu kemana?" Tanya jennie penasaran.
"Dia sedang bekerja, kebetulan dia masuk shift malam hari ini. Kenapa nanya dia?"
"Nggak apa-apa. Aku gak tau kenapa, saat melihat dia hatiku langsung berkata bahwa dia bukan gadis yang baik. Aku tidak menyukai nya." Timpal jennie.
"Ehh gak boleh ngomong kayak gitu, kamu kan belum mengenal dia. Jangan menilai orang dari luar nya saja, dia gadis yang baik kok. Ya sudah jangan dibahas lagi ya." Cindy mengelus kepala jennie.
"Kak. Semalam kak jeon nelpon, katanya, lusa dia balik kejakarta loh. Gak kerasa sudah seminggu aja dia disana. Dan dia juga bilang, kalau dia merindukan kak cindy." Ujar jennie menatap cindy.
"Dek, kamu jangan membual ya. Jangan buat kakak tersanjung. Tapi bagus lah kalau dia sudah pulang, aku turut seneng dengernya."
Setelah beberapa saat. Mereka pun tiba diperusahaan yang dituju cindy. Dia meminta jennie untuk menunggunya dilobi kantor.
Tidak lama kemudian, cindy pun selesai melaksanakan tugas nya. Lalu mereka pergi dari kantor itu.
Mereka berdua berjalan keluar kantor hendak menuju mobil jennie. Tapi tiba-tiba pandangan cindy menjadi gelap. Dia pun terjatuh pingsan. Jennie kaget dan langsung memanggil supirnya.
"Pak.!! Tolong pak,, kak cindy pingsan, tolong angkat dia kemobil. Kita bawa dia kerumah sakit sekarang." Teriak jennie dengan rasa cemas.
Supir itu langsung mengangkatnya masuk kemobil, mereka pun membawa cindy kerumah sakit terdekat. Selama diperjalanan, orang pertama yang dihubungi jennie adalah kakak nya yaitu jeon. Lalu dia menghubungi orang tua nya dan orang tua cindy.
Setibanya dirumah sakit, cindy langsung dimasukan diruangan UGD. Dengan rasa cemas, jennie duduk diluar ruangan sambil menunggu keluarganya datang.
Tidak lama kemudian, orang tuanya cindy dan juga orang tua jennie pun tiba.
"Sayang, ada apa dengan cindy?." Tanya putri pada anak bungsunya itu.
"Ma, aku juga gak tau, tadi kita abis dari kantornya clien kak cindy, saat kami hendak naik mobil, tiba-tiba kak cindy pingsan. Tapi sebelum kita berangkat, aku sudah melihat wajah kak cindy tadi memang pucat." Jelas jennie.
__ADS_1
Mama cindy makin cemas mendengar ucapan jennie. "Ya ampun cindy.. Maafkan mama,, mungkin dia terlalu bekerja keras, terkadang dia lupa makan dan tidur karna menyelesaikan kerjaan nya."
"Iya. Hampir seminggu ini, aku jarang sekali melihat nya, dia selalu berkurung dalam kamar nya karna menyelesaikan kerjaannya. Aku sendiri tidak mempedulikan nya. Aku sangat menyesal." Timpal rendy papa nya cindy tertunduk sedih.
"Jes. Kamu yang sabar ya, kita doakan saja yang terbaik untuk cindy, lain kali kamu harus memperhatikan dia lagi. Dia sangat bekerja keras, harus nya kamu menjaga nya dan memastikan kesehatan nya." Ujar putri pada jesica.
"Iya put, aku sangat menyesali itu, tiap hari aku membawakan makanan untuknya, tapi tiap pagi aku melihat makanan itu masih utuh hingga basi. Semoga saja dia tidak kenapa-napa."
Mereka semua menunggu dengan tertunduk cemas, sama-sama berdoa untuk kesembuhan cindy.
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruangan itu. Mereka langsung berdiri dan menghampiri dokter.
"Dok. Bagaimana keadaan anak saya, apakah dia baik-baik saja, sakit apa yang dideritanya?" Tanya jesica dengan cemas.
"Nyonya, penyakit anak anda sangat serius, dia terkena magh kronis, lambung dan juga kekurangan cairan dan kurang vitamin, sepertinya anak anda tidak beristirahat dengan cukup. Kenapa baru sekarang dia dibawa kerumah sakit, apa sebelumnya dia tidak diobati.? " Jelas sang dokter.
"Kami sama sekali tidak tau dok, selama ini dia tidak pernah mengeluhkan apapun, dia terlihat selalu sehat dan baik-baik saja. Kami tidak tau kalau dia menderita penyakit ini. Hikss " Jesica tak kuasa menahan tangis nya saat mendengar putrinya itu sakit parah.
"Penyakit ini tidak datang begitu saja, dia ada gejala terlebih dahulu, anak anda pasti sering merasakan sakit dan perih pada lambung nya. Tapi dia mengabaikannya hingga separah ini. Anda kurang memperhatikan kesehatan nya. Untung saja dia dibawa tepat waktu, kalau tidak, ini bisa berakibat fatal. Saat ini dia sedang koma karna kurang nutrisi dan cairan pada lambungnya. Kami tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar, tapi kami akan melakukan yang terbaik."
"Terimakasih banyak dok, lakukan apa saja, tolong selamatkan anakku, kami akan membayar seberapapun biayanya."
"Anda tenang saja, kami sudah melakukan yang terbaik, kalau begitu, saya permisi dulu, kalian boleh menjenguknya."
Mereka semua masuk untuk menjenguk cindy yang tengah terbaring lemah tak berdaya. Tubuhnya terlihat kurus, wajahnya begitu pucat akibat jarang tidur dan jarang makan selama seminggu ini karna mengerjakan designnya.
"Jes, kamu yang tabah ya. Kita dukung cindy dengan kasih sayang, dengan begitu, dia bisa cepat pulih dengan orang-orang yang dia sayang berada disisinya." Tutur putri sembari merangkul jesica.
"Makasih put, oh iya. Apakah jeon sudah kembali, mungkin dia lebih membutuhkan jeon dari pada kita, karna dengan keberadaan jeon disampingnya, bisa saja dia cepat sadar." Sahut jesica berharap jeon bisa menyembuhkan cindy.
"Emm.. Jennie, ikut bibi keluar sebentar yuk." Jesica mengajak jennie keluar dari ruangan itu.
Setelah diluar, jesica mengajak jennie untuk duduk dibangku rumah sakit itu.
"Ada apa bibi?" Tanya jennie penasaran.
"Jen,, bibi minta sama kamu, bibi sangat memohon, kamu jangan sebarin berita cindy ini kesosial media atau dimana pun itu, bibi gak mau semua orang tau kalau cindy sedang sakit. Apalagi kalau fans nya tau, pasti mereka akan datang kesini, dan itu akan mengganggu kesehatan cindy.
Dan tolong, jangan sampai lucy tau, apalagi kalau ada jeon disini, pasti dia juga akan kesini. Tolong rahasiakan ini ya." Jesica menatap mata jennie dengan sunghuh-sungguh.
"Bibi tenang saja, aku akan menutup rapat-rapat berita ini. Aku juga gak mau ada pengganggu yang mendekati kak cindy."
"Terimakasih jen,, terimakasih banyak." Jesica memeluk jennie dengan tulus.
"Sama-sama bibi. Ayo kita masuk lagi."
_
Esok harinya.. Tibalah jeon dijakarta, dia langsung menuju rumah sakit dimana cindy dirawat. Saat itu hanya ada mama cindy yang menjaganya, karna semua orang tengah sibuk bekerja.
Jeon berlari masuk keruangan cindy dengan cemas.
"Bibi, bagaimana keadaan cindy?" Tanya jeon cemas, dia langsung menarik kursi dan duduk disamping ranjang cindy.
__ADS_1
"Jeon?? Terimakasih kamu sudah datang, dari kemarin dia belum sadarkan diri, bibi sangat khawatir padanya." Ujar jesica tertunduk sedih.
"Dia sakit apa bi?, kenapa dia bisa sampai seperti ini, apa yang membuatnya sakit hingga separah ini?" Tanya jeon sembari menggenggam tangan cindy.
"Maafkan bibi, ini salah kami, karna tidak memperhatikan kesehatannya. Dia terkena asam lambung, dan magh kronis. Dalam waktu seminggu ini, dia sangat bekerja keras menyelesaikannya, dia hampir tidak tidur dan tidak makan. Bibi sangat menyesal akan hal itu."
Jeon begitu kaget mendengar penjelasan mamanya cindy itu. "Astaga cindy!! Harusnya kamu jaga kesehatan kamu!! Gak perlu bekerja segitunya. Ahh aku bodoh, ini semua salahku. Maafkan aku bibi. Ini salahku. Ini salahku!!"
Jeon sangat bersedih dan sangat menyesal sudah mengabaikan cindy. dia terus-terusan menggenggam tangan cindy dan menciuminya.
Jeon dan mama cindy secara bergantian menjaga cindy, menunggu dia sadar, hingga sore menjelang, jennie dan putri dan juga stev datang kembali kerumah sakit.
"Kak jeon!!.untunglah kakak pulang lebih awal. Lihatlah kak cindy, sangat kasian! " Jennie memeluk jeon dengan sedih sambil mengadu tentang keadaan cindy.
"Dek. Terimakasih, kamu sudah memberitahu kakak.
Sini, ada yang mau kakak sampaikan sama kamu." Jeon mengajak jennie kepojok ruangan, mereka berbicara berdua dengan serius.
"Jes, bagaimana kalau kamu pulang saja dulu, biar aku dan stev yang menjaga cindy." Ujar putri.
"Aku tidak enak selalu merepotkan kalian" Jawab jesica tertunduk malu.
"Tidak apa. Disini juga ada jeon, kamu pulanglah, istirahatlah sebentar lalu kesini lagi setelah jam besuk habis." Timpal putri tersenyum.
"Baiklah, kalau gitu aku pulang sebentar, terimaksih banyak, kalian sangat pengertian pada anaku."
"Bibis jesica, biar aku yang antar." Ujar jennie.
"Eh,, gak perlu sayang, biar bibi naik taxi saja."
"Gak apa-apa bibi, lagian bukan aku kok yang bawa mobilnya, kan ada supir. Ayoo kita pergi, biar aku bisa temani bibi." Sahut jennie memaksa.
Jesica pun menurut, lalu dia dan jennie pergi dari rumah sakit dan menitipkan cindy dengan putri dan jeon .
Setibanya dirumah. Lucy kaget melihat mamanya itu pulang bersama jennie.
"Eh! Bukankah kamu adiknya jeon?" Ujar lucy menyapa jennie dengan ramah.
"Iya!! Kenapa?? Ada masalah?." Ketus jennie cuek.
"Em.. Bukan,, tapi kok kamu bisa bersama mamanya cindy? Kalian dari mana? Kok cindy nya gak ada, dari kemarin aku tidak melihat nya." Tanya lucy heran.
"Dia menginap dirumahku. Dan sekarang aku mau mengambil bajunya." Ketus jennie sembari berjalan menuju ruang keluarga.
"Tidur dirumah kamu?? Tapi jeon belum pulang kan??" Lucy mulai cemas karna cemburu.
"Kak jeon masih diparis. Kenapa? Apakah kamu cemburu pada kak cindy?, asal kamu tau. Kak jeon lebih cocok sama kak cindy dari pada sama kamu." Jawab jennie cuek sembari duduk disofa.
"Kamu ini, masih kecil sudah mencampuri urusan orang dewasa, lebih baik kamu fokus saja belajar. Oh iya kalau kamu sudah selesai mengambil baju cindy, silahkan pergi sekarang." Ujar lucy mengusir jennie.
"Memang nya kamu siapa berani mengusirku?. Ini rumah mamaku, dan kami meminjamkannya pada keluarga kak cindy, dan kamu cuma numpang disini, kalau bukan karna kak cindy yang melindungi kamu, aku sudah menendang kamu dari rumah ini.!" Jawab jennie dengan tegas.
Lucy pun terdiam. Tidak bisa bicara apa-apa lagi. Lalu dia pergi kekamarnya dan membiarkan jennie bebas dirumah itu.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...