
[Berita yang mencengangkan sekaligus bikin semua orang baper datang dari Ceo cantik cheentya putri dan ceo tampan steven jhonas, seseorang melihat steven tengah menggendong putri berlari kedalam rumah sakit sore kemarin, ada hubungan apa antara mereka? seperti yang kita ketahui mereka memamg sempat dekat beberapa tahun lalu, kemudian mereka saling menjauhi, dan sekarang kita menyaksikan mereka bersama lagi, apakah mereka sudah berpacaran?, untuk mengetahuinya, mari kita menyaksikan langsung klarifikasi dari mereka, saat ini kita sudah terhubung dengan rekan kita yang sudah berada didepan kamar pasien]
*selamat pagi semuanya, saat ini saya sedang berada didepan kamar nona putri, yang katanya dia sedang sakit dan ditemani oleh tuan steven semalaman, apakah itu benar? Mari langsung saja kita melihat nya kedalam.
Saat reporter masuk kedalam ruangan putri, steven sedang menyuapi nya sarapan pagi, steven dan putri sempat kaget dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba. Namun setven bisa mengatasinya.
"pemirsa, saat ini saya sudah didalam kamar nona putri, dan kita akan berbincang sedikit dengan mereka".
"Nona, bagaimana keadaan anda? Sakit apa yang anda derita sehingga tuan stev sangat terburu-buru membawa anda ksini?". Ujar reporter tersebut.
"Maaf semuanya, biar saya yang menjawab karna keadaan putri belum pulih. Kemarin sore aku menemukanya dalam keadaan pingsan dalam mobil, makanya aku membawanya kesini, dia hanya masuk angin karna tidak makan seharian, dan juga dia terkena gejala magh". Jelas stev
"Oh begitu, tapi sukurlah nona putri tidak ada penyakit yang serius. Semoga lekas sembuh. Dan mengenai hubungan tuan stev dan nona putri saat ini, apakah tuan bisa menjelaskan? Apakah kalian sudah berpacaran?".
"Iya, kami baru saja pacaran". Jawab stev lantang.
"Kalau boleh tau, sudah berapa lama kalian pacaran setelah berita heboh pembongkaran kejahatan bianca beberapa hari yang lalu yang juga berhubungan dengan kasus foto bugil tuan beberapa tahun yang lalu?".
"Itu tidak perlu di bahas lagi, yang pasti sekarang semua sudah jelas, bahwa saya hanya difitnah, dan pelaku nya juga sudah dipenjara, saat ini aku sudah pacaran dengan putri baru beberapa hari yang lalu".
"Oke, tuan stev, apakah ada yang ingin disampaikan pada pacar baru nya? Apa pendapat anda tentang sifat dan sikap dari seorang model yang cantik ini? Dan apa yang membuat anda sangat tertarik padanya?"
"Saya rasa tidak perlu dijelaskan dengan ditel, yang pastinya dia wanita yang sangat baik yang pernah saya temui, dia sangat kuat dan tegar, dan dia selalu mengutamakan perasaan orang lain daripada dirinya sendiri, itu yang membuat dia sangat istimewa, dia cantik luar dan dalam, dan aku sangat mencintainya".. Sahut stev tersenyum menatap putri
"Oke tuan stev, nona putri, terimakasih banyak sudah memberikan kami sedikit waktu untuk ngobrol. Kami pamit dulu, selamat istirahat nona, semoga cepat sembuh.
Baiklah pemirsa sekian dulu laporan dari kami, selamat pagi dan terimakasi".
Diwaktu yang bersamaan, shine secara tidak langsung melihat siaran mereka di tv.
"Diihh apa-apaan sih ni tv!, pakai acara nayangin secara langsung kayak gini, lebay banget". Gerutu shine yang kesal saat melihat berita yang dia tonton secara tidak sengaja itu. Kemudian shine langsung keluar dari kantor nya dan pergi kerumah sakit.
Tidak lama berselang waktu, shine tiba dan langsung menuju kamar tempat putri dirawat.
"Put, kamu gak apa-apa kan? Maaf aku baru jenguk kamu, karna aku baru tau saat melihat berita pagi ini. Nih aku bawain parsel buah-buahan, dimakan ya". Shine menerobos masuk kamar tanpa peduli adanya stev disana, dan dia langsung memberikan parsel yang dia bawa untuk putri.
"Ehem!! Kamu ngapain nerobos pintu gitu aja, gak liat ada aku disini?". Ucap stev sambil mendekat pada shine.
"Stev! Aku hanya ingin melihat keadaan putri, aku hanya mencemaskannya, aku tau kalau kamu ada disini, lalu kenapa? Toh kamu belum jadi suami nya kan?". Tegas shine.
"Beraninya kamu mendekati kekasihku, dia tidak butuh perhatian kamu, sudah ada aku disini". Timpal stev sambil menarik leher jas shine.
"Stev!!". Teriak putri sambil beranjak duduk dari tempat tidur nya, namun saat dia bangun, putri merasakan sakit pada perut nya. "Ahhh!! Sakiit!!". Teriak putri sambil memegang perut nya dengan kencang.
Steven dan shine langsung berhenti berdebat saat melihat putri yang tengah kesakitan, dan mereka langsung mendekati putri.
"Sayang kamu gak apa-apa?". Tanya stev cemas.
__ADS_1
"Put, apa nya yang sakit, aku panggilin dokter ya?". Tambah shine .
"Gak perlu shine, terimakasih". Jawab putri menggelengkan kepala. "Stev, kamu keluar dulu sebentar, tolong! Berikan sedikit waktu untuk shine, aku gak suka kamu terlalu kasar".
"Tapi sayang... " Celah stev berusaha menolak.
"Stev!! Please.."
"Baiklah, aku akan keluar, tapi jangan terlalu lama shine didalam ruangan ini". Jawab stev langsung pergi keluar kamar pasien.
"Put, terimakasih kamu sudah mengizinkan aku disini". Ucap shine dengan menggenggam tangan putri.
"Shine,, aku juga berterimakasih banyak kamu sudah meluangkan waktu untuk menjenguku disini, aku tau kamu khawatir, tapi cara kamu seperti tadi itu salah, kamu sudah tau ada stev disini, tapi kamu tidak menganggap dia ada, kau tau? Dia adalah pacarku, wajar dia membelaku saat melihat cowok lain mendekati pacarnya". Jelas putri.
"Iya aku tau aku salah, tolong maafin aku ya, tadi aku sangat khawatir, aku tidak berpikir jernih lagi, tapi kamu sudah baikan kan? Apa masih ada yang sakit?". Ucap shine cemas saat melihat wajah pucat putri.
"Aku sudah tidak apa-apa. Tadi perutku hanya keram karna tiba-tiba bangun, aku mau berbaring kembali". Jawab putri lesu.
"Baiklah, biar aku bantu kamu berbaring ya". Shine membantu putri berbaring dengan perlahan, lalu dia menyelimuti putri. "Put, maaf aku tidak bisa lama-lama, aku harus balik kekantor, kamu cepat sembuh ya, jangan sampai perut kamu kosong, harus minum obat tepat waktu, oke! Aku pergi dulu ya". Shine mengelus kepala putri sebelum dia keluar dari kamarnya.
"Terimakasih shine". Jawab putri, lalu shine pergi keluar sambil menatap mata putri dengan senyuman.
Saat shine keluar, stev sudah berdiri didepan nya.
"Shine, lain kali aku gak mau melihat kamu terlalu dekat dengan putri, aku tau kamu mencintai dia, tapi tolong jauhi dia, karna dia sudah menjadi pacarku". Ucap stev sambil menepuk bahu shine.
Stev pun masuk menemui putri. "Sayang, apa kamu marah sama aku?". Ucap nya panik sambil menggenggam tangan putri.
"Stev, aku gak marah, aku cuma gak mau kamu menggunakan kekerasan kayak tadi dengan shine atau dengan siapapun, aku tau kamu bermaksud melindungiku, tapi cara kamu salah".
"Iya sayang, aku salah, aku minta maaf ya, kamu tolong jangan marah lagi ya. Biar kamu cepat pulih". Jawab stev sambil mencium tangan putri.
"Iya, aku maafin, aku tau kok kamu percaya sama aku, aku juga tau, kamu pasti tau dengan isi hatiku". Sahut putri tersenyum.
"Makasih sayang, kamu memang yang terbaik". Tutur stev dengan mencium kening putri. "Hari ini kamu sudah boleh pulang, aku beresin keperluan kamu dulu ya, setelah itu aku antar kamu pulang oke!".
"Iya sayang.. "Jawab putri dengan senyuman.
Setelah stev menyiapkan semuanya, lalu mereka berdua pulang kerumah putri,
"Sayang, biar aku gendong ya naik tangga nya, kamu masih lemas, ntar kamu gak kuat". Ucap stev yang masih menopang tubuh putri.
"Emangnya kamu kuat?". Tanya putri
"Eiits.. Kamu jangan meremehkan aku ya". Jawab stev sambil menjentik hidung putri. Lalu stev langsung menggendong putri keatas menuju kamarnya, dan membaringkanya.
"Sayang, kayaknya aku harus nemenin kamu tidur lagi deh malam ini. Kamu harus minum obat tepat waktu loh". Goda stev.
__ADS_1
"Kamu nyari kesempatan ya!? Disini banyak pembantu, gak perlu bantuan kamu". Ketus putri cuek.
"Serius?". Stev memegang dagu putri.
"Stev, maaf! Bukanya aku gak mau, tapi aku takut! Aku takut kalau nanti aku jadi terbiasa ingin tidur dalam dekapan kamu". Ucap putri tertunduk sedih.
"Sayang.. Apakah itu yang jadi masalah nya? Kamu jangan khawatir aku bisa menemani kamu tidur setiap malam, apa kamu khawatir aku akan melakukan sesuatu? Kalau begitu kenapa kita tidak menikah saja, apa lagi yang kau tunggu, kamu sudah sukses, sudah kaya raya, sudah terkenal, usia sudah mapan. Atau kamu masih meragukan cinta kita?".
"Stev, bukan seperti itu, aku tidak meragukan cinta kamu, hanya saja menjadi seorang istri itu tentu tidaklah mudah, lagian aku juga harus terbang keluar negri setiap bulanya. Aku mau banget menikah, tapi aku takut aku tidak sebebas sekarang".
"Sayang, apa yang kamu pikirkan, aku bukanlah pria yang jahat, aku tidak mungkin membiarkan istriku menderita, aku tidak akan membatasi kerjaan kamu, justru aku akan selalu mensuport kamu, aku akan selalu menemani kamu setiap pergi keluar negri. Yang penting kita bahagia sayang. Kamu mau kita menikah?". Stev menggenggam tangan putri.
"Aku mau stev, tapi tidak sekarang"
"Stt,, cukup, mendengar kamu mau saja aku sudah sangat bahagia sayang. Aku akan menunggu kapan pun kamu akan siap"
"Stev, apa kamu yakin akan menikahi orang sepertiku?"
"Sayang, kamu ngomong apa sih, kamu itu wanita yang sangat sempurna bagiku, karna kamu adalah pilihan hatiku, kebahagiaan kamu adalah tanggung jawabku, oke., bagaimana kalau kita menikah tahun depan"
"Stev, apa gak sebaiknya kita tunangan saja dulu?"
"Gak usah sayang, tahun depan kita langsung lamaran dan langsung menikah saja. Udah dulu ya ngobrol nya, sekarang waktunya kamu tidur siang dulu, aku temenin disini"
"Baiklah stev, makasih ya".
Stev menyelimuti putri, tidak lama kemudian putri terlelap.
Drrtt.. Drrttt.. ponsel stev bergetar. ia menjawab telpon itu dengan nada pelan.
"Halo bos, apa anda lupa bahwa jam 3 sore nanti kita ada meeting penting dari korea?"
"Hah? Oh iya aku lupa? Hari ini ya? Baiklah aku segera kekantor". Stev langsung menutup telpon nya, lalu dia mengenakan jas hitamnya untuk bersiap.
"Sayang maaf ya, aku gak bisa nemenin kamu siang ini, aku harus pergi sekarang.
aku pergi dulu ya". Ucap nya membelai wajah putri yang sedang tidur pulas itu, Tak lupa stev selalu mencium kening putri saat dia hendak pergi.
Malam hari tiba, stev pulang kerumah putri tengah malam karna banyak urusan yang dia tinggalkan kemarin saat ia dirumah sakit. Saat masuk kamar putri dia mendapati putri sudah tertidur dengan lelap.
"Dia sudah tidur, wajar sih ini sudah tengah malam, sepertinya dia sudah makan, ada piring kotor dan bekas obat nya disana, bagus deh aku gak khawatir lagi".
Stev pun berbaring disamping putri, lalu dia meletakan kepala putri pada lengannya yang terlentang panjang, dan putri tidur dalam dekapan nya,
"Selamat tidur sayangku". Ucap stev mengecup kening dengan lembut, kemudian dia mengenakan selimut, lalu mereka kembali tidur dibawah selimut yang sama dengan kehangatan.
••••
__ADS_1
BERSAMBUNG...