
Hari berlalu dengan sulit bagi steven, perusahaannya dan perusahaan putri mengalami naik turun tiap harinya, kepalanya sudah pusing untuk mengurus kedua perusahaan, tapi dia diringankan karna bantuan dari charlie dan juga shine.
Sedangkan putri, dia lagi sibuk melakukan pemotretan dengan wiliam, terkadang mereka juga keluar kota bersama. Putri dan wiliam makin hari makin cocok dan makin akrab.
Sedangkan hubungan nya dengan steven merenggang, mereka jarang berkomunikasi, dan steven juga jarang menemui putri, karna dia selalu disibukan dengan kerjaan. Terkadang telpon dan pesan putri pun jarang dia baca.
Putri merasa heran atas sikap stev akhir-akhir ini, sedangkan tinggal satu bulan lagi mereka akan menikah. Putri terlihat sedih dan selalu terpikir hal yang tidak-tidak tentang steven.
"Put. Heii.. Kamu liat kemana? Kenapa kamu gak fokus foto hari ini, apa kau ada masalah." Ucap wiliam yang tengah memotretya.
"Eh, nggak kok, mungkin aku hanya capek saja." Sahut putri tanpa semangat.
"Ya sudah,, kita pulang saja ya, kamu istirahat, biar aku antar."
"Baiklah, makasih wil"
_
Setelah tiba dirumah, putri langsung mengambil mobil nya, dan segera pergi kekantor steven, karna sudah hampir satu minggu ini steven tidak menemui putri dan tidak berkomunikasi dengan nya.
Sesampainya dikantor stev, putri langsung memasuki ruangan ceo, saat dia membuka pintu, putri kaget melihat didalam nya ternyata ada shine dan juga charlie. Mereka juga kaget saat melihat putri yang tiba-tiba masuk.
"Kak charlie? Shine? Kok kalian ada disini.? Bukanya kalian ada dijepang?". Tanya putri heran.
"Eh putri. Sini duduk dulu, kamu kok kayak kesal gitu, ada apa?" Ucap shine sambil menarik tangan putri untuk mengajaknya duduk.
Putri langsung menepis tangan shine. "Jangan basa-basi. katakan! Ada apa kalian datang kesini, apa yang ingin kalian bahas?" Tegas putri dengan kesal.
"Sayang, tenang, jangan marah gitu, mereka kesini hanya ada masalah kerjaan kok. Sini duduk." Timpal stev sambil merangkul putri.
Putri juga menepis tangan stev."Kamu juga stev!! Kenapa beberapa bulan ini perhatian kamu sudah berkurang padaku. Apa kamu selalu sibuk dari pagi sampai pagi? Apa kau tidak sempat lagi untuk melihat hp untuk membaca pesan dariku.? Sebenar nya ada apa denganmu stev?" Putri sangat marah, matanya mulai berkaca-kaca.
Steven mengedipkan matanya pada charlie dan juga shine memberi isyarat untuk menyuruh mereka keluar. Lalu shine dan charlie pun bergegas keluar dari ruangan steven.
Steven langsung mendekap putri. "Sayang, jangan marah ya, aku beneran sibuk, aku bahkan hanya istirahat tiga jam saja, kepalaku sampai sakit, aku terkadang lupa untuk melihat hp. Maafkan aku ya, akhir-akhir ini aku mengabaikan kamu." Ujar nya sembari mengelus kepalanya putri.
Putri menangis dalam pelukan steven.
"Stev, aku tidak tau kenapa, aku rasa kau sudah berubah, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu. Hikss".
__ADS_1
"Sayang, jangan menangis." Steven menyeka air mata putri dengan kedua tanganya."Maafkan aku sayang, sebenar nya sedang terjadi masalah dikantor, makanya aku bekerja sangat keras untuk itu, tapi sekarang semuanya sudah beres, tidak ada apa-apa lagi. Maafin aku ya." Stev menatap wajah putri dan memohon maaf padanya.
"Iya, aku juga minta maaf, aku gak bermaksud marah sama kamu, aku hanya merindukan kamu yang dulu. Tapi kenapa ada shine dan juga kak charlie disini, bahkan mereka tidak memberitahuku kalau mereka disini." Tutur putri sambil melepaskan pelukanya dengan stev.
"Mereka kesini hanya untuk membahas masalah kerjaan sayang, sudah, jangan mikir macam-macam lagi ya, mari kita keluar dulu, kita makan siang bareng ya." Steven menggandeng tangan putri dan mengajaknya kerestoran disebelah perusahaanya.
Saat hendak melangkah keluar. Putri tidak sengaja menyenggol berkas yang ada dimeja, lalu berkas dokumen itu terjatuh berserakan. Putri pun duduk untuk memungut dan membereskanya.
"Sayang, kamu mau ngapain? Sudah biarkan saja dokumen nya, nanti aku suruh sekretaris untuk merapikanya." Ucap stev.
Namun putri masih melanjutkan mengambil kertas-kertas itu, "Ini salahku, kenapa harus orang lain yang merapikannya, lagian cuma kertas doang" Sahut putri sambil merapikan kertas dokumen itu.
Lalu ia tidak sengaja membaca isi di salah satu kertas itu, disana ada gambar skala mengenai saham perusahaan nya dijepang yang sedang menurun.
"Stev, apa ini?? Apakah ini benar?" Tanya putri sambil berdiri menghadap steven."Perusahaan ku sedang dalam masalah!? Tapi kenapa kalian menyembunyikanya dariku? Apa aku tidak berhak tau? Apa kalian pikir aku tidak bisa mengatasinya?!" Ujar putri dengan kesal.
Steven pun langsung mendekap putri.
"Sayang, bukan begitu, kamu salah paham, kami menyembunyikanya darimu hanya karna kami tidak mau kamu jadi khawatir, kamu jadi kepikiran, karna bulan depan kita akan menikah sayang, aku tidak mau masalah ini menjadi beban buat kamu."
Putri membrontak ingin melepaskan pelukan stev."Walau begitu, tapi harusnya kamu memberitahuku stev, kalau saja kalian bilang ini dari awal, mungkin masalahnya tidak akan sampai sekarang, mungkin penurunan sahamnya hanya sebentar saja,
Harus nya kamu berbagi dengan ku stev, jangan menanggungnya sendiri, kita bisa mengatasinya sama-sama, bekerja bersama, susah senang bersama, bukan malah seperti ini. Kamu sangat sibuk memikirkan kedua perusahaan kita sampai kau tidak tau lagi malam dan siang.
Putri kesal pada dirinya sendiri karna merasa tidak berguna.
"Sayang, aku gak apa-apa menanggung ini sendirian, justru aku sangat senang jika kau bisa happy setiap hari. Sudah ya, jangan dipikirkan lagi, sekarang kamu sudah mengetahui semuanya, kali ini aku gak akan menutupinya lagi darimu." Steven membelai rambut putri dan menenangkan hatinya, membiarkan dia menangis didalam peluakan stev.
"Sayang, apa sudah selesai nangisnya?" Ucap stev menghapus air mata putri, lalu mencium keningnya.
"Kita makan dulu yuk,, kamu jangan sedih lagi, masalah ini sudah kelar kok, kedepan nya gak akan ada masalah lagi." Steven menggandeng tangan putri keluar dari ruangan nya dan pergi untuk makan siang.
Saat melihat steven dan putri sudah keluar kantor, shine dan chalie pun kembali keruangan steven untuk mengambil berkas dokumen yang mereka tinggalkan disana.
Malam harinya, putri berpikir sangat lama untuk mengambil keputusan, dia berencana untuk pergi kejepang besok, tapi dia tidak ingin memberitahukanya pada teven, pasti steven melarang nya, sedang kan putri harus mengurus masalah perusahaan nya dijepang.
Sebelum itu, putri memberitahu wiliam bahwa ia tidak bisa pemotretan.
"Wiliam, maaf besok aku tidak bisa untuk fotoshoot, aku besok akan kejepang, ada yang ingin aku urus. "Pesan singkat yang dikirim putri pada wiliam.
__ADS_1
"Benarkah? Kebetulan sekali ya,, besok aku juga akan kejepang, karna orang tuaku sudah menyuruh pulang, mereka sudah merindukanku. Bagaimana kalau kita pergi barengan saja, besok pagi aku jemput."
Balasan pesan dari wiliam.
"*Kok bisa kebetulan gitu ya.? Ya sudah kita barengan aja."
"Oke,, sampai jumpa besok*!."
_
Keesokan harinya, wiliam menjemput putri lalu pergi kebandara, mereka duduk berdekatan didalam pesawat.
"andai aku seperti burung, bisa terbang bebas, tanpa beban, dan bisa melihat isi dunia dari atas. "Ucap putri sambil melihat burung yang berterbangan dari kaca pesawat.
"Hei,, apa kau bisa melihat burung? itu sangat kecil, aku tidak bisa melihatnya." Timpal wiliam yang juga melihat dari kaca jendela pesawat disamping putri.
"Eh,, ini terlalu dekat gak sih? "Ucap putri dalam hati saat wiliam mendekatkan badan nya untuk mengintip dari jendela didekat putri.
"Em.. Wil, kita tukeran aja tempat duduk nya, supaya kamu bisa leluasa melihat keluar." Pungkas putri menjauhkan wajah nya dari wiliam.
"Oh,, maaf,, maaf,aku gak bermaksud mengambil kesempatan, tidak perlu bertukar tempat, aku akan menjaga jarak." Timpal wiliam sambil menjauhkan dirinya dari putri.
"Baiklah, oh iya wil, orang tua kamu tinggal nya dijepang ya, tapi kamu kok tinggal dijakarta." Tanya putri.
"Kita memang asli orang indonesia kok, kita tinggal dijepang itu karna terpakasa, menurut cerita dari mama, kita dulu ada masalah sama keluarga, makanya kami semua pindah kejepang.tapi aku selalu kejakarta, karna disana lebih nyaman bagiku." Jelas wiliam.
"Ternyata begitu..kamu masih enak ya, masih mempunyai keluarga yang lengkap". Sahut putri sambil merunduk sedih.
"Kamu kenapa put?"
"Eh,, gak apa-apa,,lupakan saja." Putri menghadap kejendela pesawat, melihat awan-awan dari ketinggian. Tak terasa air matanya mengucur, mengingatkan kedua orang tuanya diatas sana, tapi dia berusaha menyembunyikan kesedihnya itu, dia selalu mengelap air mata nya yang keluar. Hingga dia lelah dan tertidur.
Buukk... ! Kepala putri terbentur pada kaca jendela pesawat.
"Eh, dia tertidur?" Gumam wliliam sambil melihat wajah putri. Wiliam pun menarik kepala putri, dan meletakanya pada bahunya. Lalu dia melepaskan jas nya dan memakaikanya pada putri. Kemudian wiliam pun tertidur dengan menyandarkan kepanya dengan kepala putri.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Apa pendapat kalian tentang wiliam?
Jangan lupa like ya😉