
Dipagi itu, ribuan masa tengah berkerumun mengiringi sesi pemakan steven. Wartawan dari seluruh media turut datang menyaksikan dan merekam setiap tahap pemakaman.
Awan yang tadinya cerah, mulai menghitam perlahan menutupi sinar matahari tepat diatas kuburan steven, seakan akan turut berduka.
Putri dan mamanya tak kuasa menahan tangisan melihat steven yang perlahan diletakan dalam liang lahat itu. Shine dan charlie berjaga dibelakang putri yang tertunduk disamping makam stev.
Saat itu jeon ditinggal dirumah stev bersama bianca dan mamanya yang menemaninya.
Hari menjelang siang, proses pemakaman sudah selesai, kerumunan masa mulai berkurang, pemakaman pun mulai sepi, hanya tertinggal putri beserta keluarga yang lainya saja.
Shinta mendekap rani, dengan isak tangis.
"Kak, lebih baik kita pulang yuk, kakak sudah menangis dari kemarin, dan belum makan apapun. Kalau kakak saja seperti ini, lalu bagaimana cara kita menghibur putri. Kita pulang ya. Biarkan saja putri disini, ada shine dan yang lainya menemaninya disini, kita harus mengurus jeon, sudah lama dia ditinggal dirumah." Ucap mama shine itu pada kakak nya.
"Baiklah,, aku hanya tidak ingin berpisah dengan anakku, tapi aku harus menerima kenyataan ini, mari kita pulang, ajak kimberly sekalian, aku takut dia akan larut dalam kesedihan." Sahut mama rani.
"Shine, bibik dan mama kamu akan pulang duluan, kamu tolong jaga putri, biarkan saja dia disini sampai dia ingin pulang sendiri." Ucap mama rani pada shine.
"Baik bibik, aku pasti akan menjaganya, lagian disini ada charlie dan juga deniel. Kami akan melindunginya." Sahut shine.
Pemakaman itu mulai sepi, hanya tersisa putri, charlie, shine dan deniel saja.
Putri masih berlinang air mata tanpa suara sambil memeluk kuburan steven.
Shine duduk mendekati putri. "Hei,, apa kamu belum mau pulang? Sebentar lagi hari akan sore, dan ini sudah mulai mendung, sepertinya akan turun hujan." Ucap shine mencoba membujuk putri untuk pulang.
Putri menggelengkan kepala. "Tidak shine. Aku ingin menemani stev disini." Sahut putri tetap memeluk tanah kuburan itu.
Shine tak bisa memaksanya. Dia pun berdiri kembali.
Gerimis pun mulai datang perlahan, makin lama dan makin deras.
Sementara putri tetap memeluk tanah liang lahat suaminya itu. Ia tidak peduli dengan air hujan yang menimpanya, percikan tanah pun mulai mengotori wajah dan bajunya.
Stev, charlie dan deniel hanya pasrah melihat keadaan itu, mereka tidak bisa memaksanya.
Ditengah derasnya air hujan yang menghalangi pandangan, shine melihat seseorang yang sedang mengintai mereka bersembunyi dibalik pohon kamboja yang rimbun.
"Dia.?? " Ucap shine dalam hati sambil mengamati orang itu.
"Kak charlie, deniel, aku titip putri, aku ada urusan sebentar, tidak lama kok." Ucap shine, kemudian dia berlari mengejar dan mencari orang itu.
Ia pun mendapatkan jejaknya. "Berhenti.!!! Atau peluru ini akan bersarang di otakmu.!!" Teriak shine dengan lantang sambil menodongkan pistolnya dari belakang orang itu.
Orang itupun berbalik badan, dia adalah seehan. Shine pun berjalan mendekatinya dengan emosi yang meluap.
__ADS_1
Brruukk.!!
Shine memukul wajah seehan hingga bibir nya pecah.
"Puas kau sekarang?!! Puas kau melihat putri menderita seperti ini seehan.!! Kau salah sasaran.!! Kau ingin membalas stev, tapi kau menyakiti putri dengan membunuh stev!!" Teriak shine penuh emosi dan air mata.
"Kau memang bajing*n seehan!! Kau tidak punya perasaan, mereka memiliki seorang anak yang masih kecil, bagaiamana nasibnya besar nanti tanpa seorang ayah!. Apa kau tidak tau?! Mungkin didalam tubuh jeon terdapat sedikit gen darimu.!! Dasar kau binat*ng,, iblis.!! Tidak punya hati. Mati saja kau.!! "
Shine terus memaki dan memukul seehan dengan kuat, tubuh seehan babak belur akibat pukulan dan tendangan shine, tapi seehan hanya diam saja saat shine memukulinya, dia tidak melawan sedikitpun.
Dari belakang seehan datang lah beberapa pengawal yang dia bawa. Dan langsung menghampiri seehan yang tengah tertunduk kesakitan.
"Bos.. Kamu gak apa-apa?? Apa kita harus membalasnya." Ucap anak buah seehan sambil mengangkat tubuhnya membantunya berdiri.
Seehan mengangkat tangannya. "Tidak perlu membalasnya, biarkan saja. mari kita pergi" Sahut seehan sambil memegang bibirnya yang berlumuran darah.
Tiba-tiba putri datang dari belakang shine sambil berlari, diapun merebut pistol yang ada ditangan shine.
"Berhenti.!!!" Teriak putri pada seehan sambil menodongkan pistolnya.
Seehan pun menghentikan langkahnya, lalu dia berbalik badan menghadap putri.
"Seehan.!! Apa kau sudah puas melihat aku dan stev menderita.?? Atau masih kurang.??" Teriak putri dengan pistol yang siap dia lepaskan pelatuknya.
Seehan hanya diam menatap putri dengan darah yang mengalir dari wajah nya.
Shine yang berdiri disamping putri sangat kaget melihat yang dia lakukan. Shine pun merebut pistol itu sekuat tenaga.
"Put. Apa yang kau lakukan hah? Apa kau mau mati juga meninggalkan jeon.?? Apa kau sudah tidak waras!." Bentak shine sambil merebut pistol ditangan putri.
"Shine lepaskan aku. Biarkan aku mati saja, aku tidak ingin lagi hidup jika hanya untuk menderita." Teriak putri sambil menangis.
Melihat shine dan putri sedang berebut pistol. Seehan pun berlari menghampiri mereka. Lalu seehan menarik shine dan menghempaskanya ketanah.
"Seehan,, apa-apaan kamu.??" Teriak shine yang tersungkur ketanah.
Seehan tidak menghiraukannya, dia pun turut merebut pistol dari tangan putri.
"Seehan!! kenapa kau menghalangiku. Bukankah kau akan tenang jika aku juga ikut mati." Teriak putri.
"Tidak.!! Aku tidak akan membiarkanmu mati,, percaya padaku put, aku menyayangimu." Sahut seehan masih terus mencoba mengambil pistol itu.
"Bajing*n!! Masih bisa kau bicara seperti itu. Siapa yang akan percaya." Sahut putri.
Mereka terus bersitegang saling merebut pistol itu untuk menahan putri agar dia tidak bunuh diri.
__ADS_1
Doorr..!!!
Letusan itu terdengar sangat kuat. Deniel dan charlie turut berlari menghampiri mereka. Shine pun sangat kaget, diapun langsung berdiri dengan cepat.
Putri terduduk lemas dan pistol itu terlepas dari tangannya.
Bruukk.!!
Seehan langsung jatuh ketanah, dengan darah yang mengalir deras. Peluru itu tertembak tidak sengaja tepat di sebelah kanan dada seehan.
Putri menutup mulutnya dengan kedua tanganya, sambil menangis dia menghampiri seehan.
"Maaf.. Maafkan aku.. Aku tidak sengaja.!! Aku bukan pembunuh.!!" Ucap putri histeris.
Shine langsung berlari dan mendekap putri yang tengah ketakutan. Tubuhnya gemetar.
"Shine,, aku membunuh seehan.! Aku pasti dipenjara. Aku beneran tidak sengaja." Tutur putri dalam dekapan shine.
Seehan yang tengah tergeletak itu masih sadarkan diri. Diapun meraih tangan putri.
"Put, lebih baik aku yang mati dari pada kamu, mungkin dengan begini, aku bisa menebus kesalahan yang pernah aku buat padamu, dan ini sebagai bukti bahwa aku benar menyayangimu." Ucap seehan dengan air mata.
Para pengawal seehan berdatangan menghampiri nya."Bos apa yang harus kami lakukan." Ucap pengawal seehan sambil mengangkat kepalanya.
"Kalian bawa aku pergi dari sini, jangan sampai polisi tau tentang masalah ini. Cepat gotong aku masuk kemobil." Perintah seehan pada anak buah nya.
Mereka pun membawa bos nya itu pergi meninggalkan putri dan yang lainya yang masih terperangah dengan kejadian itu.
"Shine, aku sangat takut, bagaimana kalau seehan mati, kalau polisi tau, aku bisa dipenjara." Ucap putri dalam dekapan shine dengan tubuh yang gemetaran dan basah terguyur hujan lebat.
Charlie pun menghampiri nya. "Put, kamu jangan takut, kita semua pasti akan melindungi kamu, lagian kamu gak salah,, kalau memang seehan dalang dibalik semua ini, maka dia pantas mendapatkan balasan nya." Ujar charlie.
Putri pun beralih memeluk charlie. "Kak aku membunuh orang, aku tidak percaya aku melakukan itu, aku sangat takut." Ucapnya menangis.
"Kamu tenang, tidak akan ada yang tau soal ini. Lebih baik kita pulang sekarang, sebelum ada yang datang." Sahut charlie mengelus rambut putri.
Putri pun mengikuti perintah kakak nya itu, lalu mereka pulang meninggalkan area pemakaman.
Saat dalam mobil, putri masih menoleh pada kuburan stev. "Selamat jalan sayang. Doaku selalu menyertaimu, semoga kau tenang dialam sana, tunggu aku disurga, semoga kita bertemu lagi kelak." Ucap putri dalam hati sambil mengusap air matanya.
Putri bersandar dikursi mobil, sambil memejamkan matanya, mencoba menenangkan diri, hari ini banyak sekali kejadian yang dia lewati. Membuat nya lelah.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Selamat jalan stev😢