Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kebencian putri pada seehan


__ADS_3

Putri sangat kaget dan heran setelah mendengar cerita dari mama rani.


"Ma, tapi kenapa seehan bisa sebegitu membenci stev?"


"Dulu waktu stev masih SMA, ia mempunyai pacar bernama tari, setelah beberapa bulan mereka pacaran, seehan melihat tari sedang jalan berasama stev.


Seehan langsung menghampiri mereka, ternyata tari itu adalah pacarnya seehan dan mereka sudah dua tahun berpacaran."


"Seehan langsung marah besar dan bertengkar hebat dengan stev sampai mereka berdua babak belur dan penuh luka. Seehan menuduh steven merebut pacar nya yang sangat dia sayangi. Tapi sebenarnya stev tidak tau kalau tari itu sudah punya pacar. Stev mencoba menjelaskannya pada seehan, tapi seehan tidak percaya dengan yang dikatakan setev."


"Dan seehan menyuruh tari untuk memilih diantara mereka, lalu tari memilih steven. Seehan makin marah dan sangat dendam dengan stev saat tari tidak memilihnya."


"Mulai saat itu, seehan bersumpah akan merebut segalanya yang dimiliki steven, baik harta maupun kekasihnya."


"Steven sangat marah pada tari, karna dia tidak jujur, lalu stev memutuskan tari saat itu juga. Dan mulai saat itu steven tidak pernah berpacaran lagi sampai dia bertemu kamu nak." Jelas mama rani sambil merangkul putri.


"Ma, aku takut akan terjadi apa-apa pada steven, pantesan saja beberapa bulan ini perusahaan stev selalu naik turun, ternyata ini adalah ulah dari seehan. Tapi kenapa dia sangat berbeda dengan shine?. Shine begitu baik, berbanding jauh dengan seehan." Tanya putri kembali.


"Shine itu sebenarnya anak yang sangat baik, dia berbeda dengan seehan, tapi dia selalu ditekan oleh mama nya untuk berbuat jahat pada keluarga kami dan juga steven, tapi shine tidak ingin melakukan kejahatan yang dihasut oleh mamanya itu, dia bersikap netral, dia tidak baik dengan kami, dan juga tidak jahat."


"Akibat dia tidak menuruti mama dan papanya, lalu shine ditinggalkan orang tuanya kejepang dan mereka menetap disana, sedangkan seehan ikut mereka pindah sekolah dijepang."


"Shine menjalani hidupnya sendiri sejak masih SMP. Tapi dia beruntung ada yang mau merawatnya, dia tinggal dirumah yang mewah, dia diangkat jadi anak orang kaya. Setelah orang tua angkatnya meninggal, seluruh harta kekayaan nya jatuh kepada shine, karna dia sangat baik dan sangat berbakti, dia dipercaya untuk meneruskan usaha orang tua angkat nya itu."


"Sejak SMA dia sudah mulai mengurus perusahaanya sendiri, dia menjadi orang kaya termuda dijakarta pada waktu itu. Dan setelah tamat sekolah dia pergi kejepang, kuliah disana dan mengembangkan perusahaanya disana, walaupun shine dan keluarga nya sama-sama tinggal dijepang, tapi mereka tidak pernah bertemu, bahkan hubungan mereka tidak baik sampai saat ini." Jelas mama rani.


"Ternyata begitu!  Kasihan juga sama shine, mempunyai keluarga tapi tidak baik padanya. Ma, aku jadi mengerti kenapa seehan sangat kasar padaku, dia ingin menjauhkanku dengan setev, tujuan nya agar stev menderita, merasakan bagaimana sakit hati saat ditinggalkan orang yang disayang, membuat supaya stev makin terpuruk. Itulah tujuanya, ternyata seehan sekejam dan sejahat itu!" Tegas putri geram.


Mereka masih berlanjut mengorek masa lalu keluarga mereka yang selama ini tersimpan rapat.


Tidak terasa malam hari tiba, putri dan mamanya menghabiskan waktu menceritakan masa lalu keluarga nya yang sangat rumit. Sekarang putri mengerti, apa yang diinginkan seehan, tapi putri akan mencoba melawan dengan caranya sendiri.


Klontang.!!!! Suara seseorang membuka pintu gudang itu. Kemudian masuklah dua orang suruhan seehan,, lalu mereka membawa putri bersamanya untuk menemui seehan yang sudah menunggunya.

__ADS_1


"Hei.. Kalian mau bawa putri kemana?!!" Teriak mama rani.


"Jangan bawa putri!!  Jangan sakiti dia!!  Dia tidak bersalah." Ucap nya dengan kencang.


Lalu salah seorang dari mereka menghampiri mama steven itu, kemudian menampar nya hingga ujung bibirnya berdarah.


"Diam kau!! Jangan banyak bicara, atau kami tidak akan segan membunuhmu!!" Pungkas mereka sambil menodongkan pisau yang tajam dileher mama rani.


Mama rani hanya bisa menunduk diam dengan genangan air mata.


"Ma.. Jangan khawatir, aku bisa jaga diri, aku pasti baik-baik saja." Hibur putri untuk menenangkan hati calon mertuanya itu.


Lalu mereka mengajak putri dan meninggalkan mama rani dalam ruangan yang kecil itu sendirian. Terkadang dia merasa sangat ketakutan saat mendengar decitan suara tikus, dalam ruangan yang gelap, tidak ada sedikitpun cahaya dimalam hari itu, mama rani hanya duduk bersandar didinding memeluk kedua lututnya dengan kedinginan sambil berurai air mata. Menunggu nasib baik yang akan datang, atau hanya pasrah pada kematian yang akan menjemput.


Pengawal seehan itu membawa putri kedalam kamar nya.


"Bos!  Kami sudah membawa gadis ini."


Lalu seehan menarik putri dan melemparnya diatas ranjang.


"Ahh!!  Seehan!! Kamu mau ngapain??  Lepaskan aku!!" Teriak putri kesakitan saat seehan mengepal pergelangan tanganya dan menindih tubuhnya.


Putri berusaha melepaskan diri dari hadangan tubuh seehan yang menimpanya, tapi pertahanan seehan terlalu kuat.


"Sayang, mau berontak bagaimanapun kamu, tetap tidak akan bisa lolos dariku." Ucap seehan sambil berbuat hal yang tidak senonoh terhadap putri.


"Lepaskan aku!! Berhenti!!" Putri menggelengkan kepalanya saat seehan hendak menciumnya. Putri berontak sekuat tenaga, namun dia menemukan sedikit celah, dia pun menendang kelamin seehan dengan lutut nya.


Seehan menjerit kesakitan dan terguling ditempat tidur itu. Lalu putri beranjak dan berlari. "Putri!!  Awas kau,, aku tidak akan membiarkanmu lolos." Teriak seehan sambil mengerang kesakitan.


Ada sedikit kesempatan, putri pun mencoba kabur, tapi kesempatan itu sirna seketika setelah pintu dan jendela terkunci, dia bingung harus keluar dari mana, sedangkan disetiap pintu dan jendala ada yang menjaganya dari luar kamar itu.


Seehan mulai bangkit perlahan."Heh. Kamu tidak akan bisa keluar dari sini." Seehan berjalan kebelakang putri.

__ADS_1


Putri berjalan mundur perlahan saat seehan mendekatinya. Tanganya meraba-raba diatas meja, berharap menemukan sesuatu untuk melawan seehan. Lalu putri menemukan gunting kecil, dan diam-diam dia mengambil gunting itu dan mengangkat tanganya, lalu menusukanya pada seehan.


Tapi dia tidak berhasil, karna seehan menepis tangan putri sebelum gunting itu mendarat ditubuh nya.


"Mau membunuhku? Tidak semudah itu." Seehan menjepit kedua pipi putri dengan jemarinya sekuat tenaga, tatapan matanya yang tajam membuat putri takut untuk memandangnya. Dia hanya bisa meneteskan air mata atas perlakuan seehan.


"Melihat putri bercucuran air mata dengan wajah tertunduk, seehan pun melepaskan tanganya."


"Brengsek!!" Teriak seehan sambil memukul dinding. Putri menutup kedua telinganya merunduk ketakutan.


"Sini kamu!!" Seehan menarik putri dan kembali melemparnya keranjang, lalu dia mengambil rantai dan mengikat kaki dan tangan putri disetiap sudut ranjangnya.


"Seehan, lepaskan aku!!  Ini sakit sekali. Ahh!!" Teriak putri kesakitan saat tangan dan kakinya terikat rantai. Namun seehan seakan tak menghiraukanya, dia masih berlanjut mengikat kaki dan tangan putri dengan kuat.


Putri menangis merintis, tangan dan kakinya mulai merah akibat gesekan rantai besi itu."Siapapun tolong aku.Stev! shine,, tolong aku!! Aku percaya kalian bisa menemukan aku dan mama.. Hiks.. Hiks." Ucap putri sambil menangis dengan suara yang sendu.


"Percuma kamu minta tolong sama mereka. Mereka tidak akan pernah bisa menemukan markas ini, karna aku sudah memblokir semua jaringan disini. Kau turuti saja perintahku, maka aku tidak akan menyakitimu." Tutur seehan sambil membelai wajah putri.


"Jangan sentuh aku!!  Kau orang gila yang tidak punya hati,! aku tidak akan pernah menuruti apapun yang kau perintahkan!! Aku percaya steven akan menemukanku. Dan saat aku selamat, aku akan membalas perlakuan mu ini!! Dasar bajing*n,, bejat!!  Lebih baik aku mati biar kau puas!!". Teriak putri didepan wajah seehan.


Plaaaakk!!!. Telapak tangan seehan mendarat dipipi putri. Meninggalkan bekas yang merah dan bengkak, putri hanya bisa menangis menerima setiap perlakuan seehan karna tangan dan kakinya terikat.


"Brengsek!!  Bajing*n!!  Memangnya apa bagus nya steven hingga kau selalu memujinya?? Kita lihat, apakah dia masih bisa mencintai kamu, setelah aku akan mengambilmu?" Bentak seehan.


"Seehan!! Steven tidak ada bandinganya dihatiku, yang jelas dia bukan orang yang sepertimu, yang sudah dibutakan karna dendam, dia mempunyai sifat yang tidak kamu miliki. Dan aku!!  Andai hanya ada kamu saja laki-laki didunia ini, maka aku lebih memilih mati dari pada hidup bersama kamu. Bajing*n licik!!". Timpal putri dengan amarah, matanya penuh kebencian.


Seehan hanya menyeringai tipis. Ia akan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.


•••


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like😉

__ADS_1


__ADS_2