Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Saling mengenali


__ADS_3

Sore itu, jennie tidak memperbolehkan cindy untuk pulang, dia memaksa supaya cindy menginap dirumah nya.


Cindy menolak, tapi putri dan stev juga turut memaksa. Ahirnya cindy mengalah, dia pun bermalam disana.


Saat makan malam, banyak sekali yang mereka perbincangkan.


"Pa, tau gak, cindy ini teman aku waktu SD, dulu aku sering sekali membela dia karna dia sering dibuly." Jelas jeon saat tengah makan.


"Oh ya.!! Wah, kalian bisa bertemu lagi. Ini luar biasa, siapa tau kalian jodoh." Sahut putri tersenyum.


"Tante apaan sih, aku jadi malu, lagian kita gak mungkin jodoh, aku bukan orang yang kaya seperti kalian." Timpal cindy malu-malu.


"Jodoh gak ada yang tau, lagian om dan tante tidak memilih atau memandang dari fisik ataupun ekonomi. siapapun yang akan jadi menantu tante kelak, maka kami sangat welcome." Sahut putri.


"Iya, asal saling mencintai, maka harta bisa dicari, pengalaman om dan tante dari muda, sangat sulit, sangat banyak rintangan, tapi kami melewatinya bersama, hingga bisa sesukses sekarang." Jelas stev dengan ramah.


"Oh iya, kamu masih punya orang tua? Apa pekerjaan nya?" Tanya stev.


"Masih om. Dulu orang tuaku punya perusahaan kecil, tapi sekarang bangkrut, dan kerjaan orang tuaku saat ini serabutan, mereka harus menghidupi adiku yang masih SD." Jawab cindy tertunduk.


"Oh gitu, apakah kamu masih tinggal bersama mereka?" Ujar stev kembali.


"Masih om, tapi aku jarang pulang, karna aku harus kerja part time buat biaya sekolahku." Sahut cindy mencoba tersenyum dalam keadaan keterpurukan keluarganya.


Putri sangat iba dengan gadis ini, mengingatkanya saat dia masih kecil dan hidup susah dulu.


"Nak, apa boleh malam ini kita kerumah kamu? Dimana rumahmu?" Tanya putri dengan linangan air mata.


"Mama kok nangis? Ada apa?" Pungkas jennie penasaran.


"Nggak sayang. Mama hanya teringat akan masa kecil mama yang suram dulu." Sahut putri tersedu.


Kemudian stev, jeon dan jennie berdiri mendekat pada putri, lalu merangkul nya bersama. Cindy turut menangis terharu melihat keluarga mereka yang hangat ini.

__ADS_1


Jeon menyadari saat air mata cindy jatuh, diapun beralih, dan mengelap air mata cindy. "Kamu gak perlu ikut menangis, mama memang biasa seperti ini jika ada yang mengingatkannya pada masa kecilnya, dan dia bisa tenang jika kita merangkulnya. Tolong berhenti membuang air matamu." Ucap jeon sambil menggenggam tangan cindy.


"Aku gak apa-apa. Aku hanya terharu, keluarga kalian sangat harmonis dan hangat. Aku nyaman sekali berada disini." Jawab cindy tersenyum.


"Baiklah, kita lanjutkan lagi makannya, setelah itu kita pergi kerumah cindy." Ucap stev dan kembali lagi ketempat duduknya.


Cindy hanya diam dan menurut saja apa kehendak mereka. Tapi dia masih malu, baru saja bertemu mereka hari ini, tapi cindy sudah diperlakukan layaknya keluarga yang sudah kenal sejak lama.


Setelah selesai makan malam, mereka pergi mengajak cindy jalan-jalan sebentar sebelum mengantarnya pulang, dia naik mobil hanya berdua dengan jeon. Sedangkan putri, stev dan jennie naik dalam satu mobil.


"Jeon. Kita mau kemana.?" Tanya cindy bingung.


"Kita mau ajak kamu jalan ke mall sebentar, membeli beberapa barang untukmu dan juga untuk oleh-oleh keluargamu." Sahut jeon tersenyum.


"Eh,,, gak usah. Aku sangat tidak enak sama papa dan mama kamu. Mending kita langsung pulang aja ya." Timpal cindy malu.


"Gak apa-apa. Ini tuh mama yang nyuruh, gak baik menolak niat baik orang. kau tau? Aku seneng banget kamu bisa diterima dengan baik oleh keluargaku, walau baru kenal, tapi mereka welcome banget sama kamu." Ucap jeon menggenggam tangan cindy.


"Bukan. Harus nya aku yang sangat senang dan bersukur, keluarga kamu baik banget, baru pertama bertemu sudah akrab banget. Tapi kenapa kamu sangat baik,, padahal kita baru saja bertemu setelah sekian tahun. Kenapa kau percaya begitu saja." Pungkas cindy.


"Tidak, kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku, kamu hanya kasian saja padaku." Sahut cindy tertunduk.


"Aku juga tidak tau, tapi kita jalani saja dan lihat kedepannya seperti apa, tapi yang jelas, aku akan melindungi kamu mulai saat ini." Timpal jeon penuh keyakinan.


_


Mereka pun sampai di mall. Jeon mengajak cindy turun dari mobilnya.


Sementara jennie langsung berlari menghampiri cindy.


"Kak mari sini, kita jalan bareng." Ujrar jennie sembari menggandeng tangan cindy.


Cindy bingung dan menatap kearah jeon, jeon hanya mengangguk dan mengedipkan matanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka berkeliling, mencari beberapa barang untuk cindy. Putri membelikanya baju yang bagus dan mahal untuk cindy karna rasa empatinya, sedangkan jennie membelikannya sepasang sepatu, lalu jeon membelikannya sebuah jam tangan yang cantik dan tentu harganya juga cantik.


Stev sendiri membelikan baju untuk kedua orang tuanya dan adiknya. Mereka sangat baik pada cindy, tidak memandang siapa dia, walau baru kenal, tapi hadiah itu bukan apa-apa.


Tapi bagi cindy, ini semua sangatlah istimewa, selama hidupnya belum pernah ada keluarga yang sangat baik seperti mereka. Dia sangat bersukur bisa berteman dengan jeon dan jennie. Mereka sangat terbuka dan sangat peduli padanya.


Setelah berkeliling, merekapun keluar dari mall itu.


"Om, tante, dan semuanya,, aku sangat-sangat berterimakasih karna kalian sudah membuang uang untuk membelikan aku semua ini. Aku tidak tau harus bilang apa. Aku sangat senang." Ucap cindy terharu.


"Ini bukan apa-apa kok. Kita iklas memberi ini, tidak perlu berterimakasih. Ayo kita kerumah kamu sekarang." Ucap putri dengan menatap mata cindy yang polos itu.


Merekapun pergi kerumah cindy, mereka sangat kaget melihat jalan saat menuju rumah cindy, ternyata rumahnya terletak dipinggiran kota jakarta, kondisi tempat ini sangat memprihatinkan, mobil pun susah untuk melewatinya. Hati jeon makin terhenyuh.


Sedangkan cindy hanya tertunduk diam karna malu.


Jeon menatap cindy, dia mengerti dengan perasaanya cindy saat ini.


"Heii.. Jangan khawatir, ini tidak buruk, kamu gak perlu merasa bersalah atau malu, kita kesini hanya ingin silaturahmi dan mengenal keluarga kamu." Ucap jeon tersenyum.


"Jeon, makasih banyak ya. Aku tidak malu dengan kondisi keluargaku, tapi mungkin keluargaku yang akan malu melihat kalian nanti, tapi aku bisa mengatasi mereka. Terimakasih sudah mau berkunjung dengan kampung yang kumuh ini." Tutur cindy tertunduk.


"Ngomong apa sih." Timpal jeon singkat sambil mengelus kepala cindy.


Saat mereka tiba dirumah nya, cindy pun memanggil kedua orang tuanya, lalu mereka membukakan pintu.


Betapa kagetnya orang tua cindy melihat dua mobil mewah berjajar didepan rumahnya.


Ketika stev dan putri turun dari mobil. Mereka sama-sama kaget dan saling tatap.. Ternyata mereka saling kenal.


"Kamu.???" Ucap stev dan papa nya cindy bersamaan.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Siapakah mereka?


__ADS_2