Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Stev? Seehan?


__ADS_3

5 Tahun kemudian...


Untuk pertama kalinya, putri beserta jeon dan mamanya pulang keindonesia bersama shine. Kini umur jeon sudah 6 tahun, dan akan segera sekolah.


Jeon sangat pintar, sekarang dia sudah bisa bicara bahasa inggris, prancis, korea dan juga jepang. Tapi putri lebih mengarahkanya pada bahasa indonesia.


Setibanya dijakarta. Mereka disambut hangat oleh shinta dan arman dan juga yang lainya, mereka saling merindukan, karna sudah lama sekali tidak bertemu.


Tapi selama ini mereka selalu berkomunikasi, walau tidak pernah bertemu, tapi jeon sudah mengenali keluarganya diindonesia.


"Wah,, jeon. Kamu sudah besar, kamu tambah ganteng, mirip sekali sama papa kamu." Ucap tante shinta sambil menggendong jeon.


"Maaf oma,  lepaskan aku, aku bukan anak kecil lagi, aku gak mau digendong. Aku hanya mau digendong sama ayah." Timpal jeon berontak.


"Oke, baiklah.. Oma turunin kamu ya."


Ya, jeon memang hanya dekat dengan shine selain dari putri dan oma nya. Tapi jeon tahu kalau shine bukanlah ayah kandungnya, karna putri sudah mengajarinya sejak masih kecil.


_


Malam harinya, mereka makan bersama untuk merayakan kepulangan mereka dari paris.


Putri berencana, besok akan mengajak jeon mengunjungi makam papa nya, tapi jeon belum mengetahui kalau papanya itu sudah meninggal, karna selama ini putri dan mamanya hanya mengatakan kalau stev tinggal diindonesia karna urusan kerjaan.


"Ma, besok kita jadi kan menemui papa?. Aku sangat penasaran padanya, selama ini hanya melihatnya dari foto." Ucap jeon dengan polos.


"Iya sayang, besok kita temui papa, tapi jeon harus janji, gak boleh marah, ataupun nangis didepan papa ya." Jawab putri mengelus rambut jeon.


"Iya, jeon janji,, tapi ayah ikut gak.?" Tanya jeon sambil melirik shine.


"Ikut kok, ayah, bunda (bianca)  dan juga oma dan opa kamu ikut semua." Timpal putri.


"Yeyy.." Teriak jeon girang sambil memeluk shine.


Malam itu terasa sangat bahagia, apalagi dengan tingkah lucu jeon. Menambah meriah suasana.


Semua orang tidak ada yang pulang, mereka sengaja menginap dirumah stev itu. Termasuk paman alex dan riana,  juga bianca.


Sedangkan charlie dan deniel tengah dalam perjalanan dipesawat, dari jepang, akan menuju indonesia.

__ADS_1


_


Pagi hari.


Mereka sedang sarapan bersama, namun mereka dikagetkan dengan bunyi bel dari depan.


"Eh, siapa yang bertamu pagi-pagi gini. Nak, bukain pintu." Ucap mama rani pada putri.


"Baik ma." Sahut putri sambil berjalan kedepan.


Saat ia membuka pintu, betapa kaget nya dia, dan seakan sedang bermimpi. putri tak hentinya menampar wajahnya sendiri.


"Stev.??  Seehan.?? Kalian??  Apa aku sedang bermimpi? Atau kalian tidak nyata?" Ucap putri bengong, tidak percaya sama sekali.


"Sayang, aku beneran stev, suami kamu." Jawab stev sambil memegang pipi putri dengan kedua tangannya dan menatap wajahnya dengan haru.


"Stev!..Steev!.." Putri berteriak histeris, lalu memeluk stev sambil menangis.


Steven juga ikut menangis, dan membalas pelukan putri."Sayang, aku sangat sangat merindukan kamu." Stev tak hentinya menciumi kepala putri yang sedang dia dekap itu.


"Aku juga sangat merindukanmu stev."


Mereka pun kaget bukan kepalang melihat putri yang sedang berpelukan dengan stev, dan juga seehan disampingnya.


Shine sangat kaget, diapun langsung berlari sambil menangis memeluk seehan kakaknya itu. Dan yang lainya juga sangat shok, lemas, seakan tak percaya.


"Heii. Kenapa kau menangis kayak bocah gini, bukankah kau sangat sangar dan kejam?." Ujar seehan pada adiknya yang sedang terisak tangis itu.


Shine hanya diam, tidak bisa berkata apapun selain menangis. Mereka pun bergantian memeluk stev dan seehan.


Muncul lah jeon dari dalam, karna tadi ditinggal sendiri saat sarapan.


Stev tertegun melihat anaknya itu, dia meneteskan air mata, lalu berlari memeluk jeon dan menggendongnya.


"Sayang, kamu sudah sebesar ini.?  Papa sangat kangen sama kamu." Ucap stev yang terus menciumi jeon.


"Jeon juga sangat kangen sama papa, selama ini jeon hanya melihat foto papa. Tapi semalam mama bilang, kita akan mengunjungi papa, tapi papa sendiri yang datang kesini, jeon sangat senang." Sahut jeon dengan polos.


Stev mengerti dengan yang dimaksudkan jeon. "Sayang, karna papa sudah kangen sama jeon, makanya papa datang lebih pagi. Papa merindukan kamu dan mama." Timpal stev dengan linangan air mata bahagia.

__ADS_1


Jeon mengusap air mata papa nya. "Papa gak boleh nangis, jeon aja gak nangis. Karna jeon udah janji sama mama."


Seehan pun memeluk putri setelah semua selesai memeluknya.


"Kenapa kau menangis begitu." Ucap seehan mendekap putri.


"Seehan, aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf. Saat itu aku tidak sengaja menembak kamu, tapi sukurlah kamu baik-baik saja. Aku minta maaf karna selama ini sudah salah faham padamu. Aku dan shine sudah salah sangka tidak mempercayaimu saat itu." Ucapnya menatap mata seehan dengan tulus.


"Sudah jangan nangis." Seehan mengusap air mata putri. "Aku tau saat itu kamu dan shine sedang emosi karna kehilangan stev. Dan juga aku tau kalau kamu gak ada niat untuk membunuhku. Karna kamu gadis yang baik dan pemaaf." Jawab seehan menggenggam tangan putri.


Kemudian stev membawa jeon pada seehan. "Sayang, kenalin. Ini paman seehan.kamu belum pernah melihatnya kan?" Ucap stev menyerahkan jeon pada seehan.


Seehan pun menyambutnya dengan senyuman. "Sayang, ini untuk pertama kalinya kita bertemu. Kamu ganteng banget, sama kayak papa kamu. Pasti kamu pinter juga ya. Duhh paman jadi gemas." Ucap seehan mencium jeon dalam gendonganya itu.


"Aku sudah mengenal paman kok. Mama dan ayah sudah mengenalkannya sejak aku masih kecil." Jawab jeon dengan jujur.


"Oh gitu.! Mama dan ayah kamu memang orang tua yang baik." Timpal seehan melirik putri dan shine.


"Semuanya. Lebih baik kita masuk saja dulu. Kita ngobrol sambil sarapan. Kalian pasti belum makan kan?" Ucap mama rani yang masih tidak percaya kalau anaknya masih hidup.


"Iya, ayo masuk. Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku sampaikan padamu dan seehan." Sahut putri sambil menggandeng tangan stev.


"Iya sayang. Aku akan menjelaskan semuanya." Timpal stev mengusap kepala putri.


Dari belakang putri dan stev, diiringi dengan shine dan seehan dan juga jeon yang sedang digendong oleh shine.


"Kak. Maafkan aku selama ini sudah salah sangka terhadapmu. Aku janji akan memperbaiki semuanya, dan akan menjadi adik yang baik untukmu." Ucap shine dengan sungguh-sungguh.


"Kau panggil aku kakak??. Baiklah, aku akan memanggilmu adik. Aku senang kau sudah menerimaku sebagai kakakmu lagi. Aku sangat merindukan keluarga kita." Timpal seehan tersenyum dan merangkul shine.


Mereka semua pun masuk bersama. Pagi hari itu menjadi sesuatu yang sangat tak terduga.


Tidak ada hal yang tidak mungkin didunia ini selama yang maha kuasa menghendaki.


•••


BERSAMBUNG...


Penasaran bagaimana stev hidup lagi.???

__ADS_1


__ADS_2