Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Penculikan


__ADS_3

Setelah satu minggu cindy tinggal dirumah mertuanya. Hari ini dia beserta supir dan bodyguardnya memutuskan untuk pulang,


"Ma. Aku pulang dulu ya. Mungkin keadaanya sudah aman sekarang, lagian ada pak johan dan pak dedi. Aku udah merasa aman." Pamit cindy pada keluarga putri.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya. Maaf kita gak bisa antar, soalnya oma kamu masih sakit." Sahut putri mengelus kepala cindy.


"Gak apa-apa kok ma, lagian ini masih pagi, tolong sampaikan pada oma, aku gak bisa menemaninya lama-lama, soalnya aku harus ngantor juga." Timpal cindy tersenyum.


"Iya gak apa-apa. Hati-hati dijalan ya..


Pak, tolong jaga menantu saya dengan baik." Ujar putri pada asistenya itu.


"Baik nyonya.. Kami permisi dulu, terimakasih telah menampung kami disini." Sahut pak johan.


"Ma, kami pulang ya. Kalau oma sudah sembuh, ajak dia main kerumah." Ujar cindy sambil naik mobil.


"Iya sayang. Nanti kabari kalau sudah sampai ya."


"Iya ma."


Mobil cindy yang berwarna putih itu pergi meninggalkan rumah putri, mertuanya.


Setibanya dirumah, mereka disambut oleh pelayan dengan ramah.


Pak dedi kaget melihat pelayan itu yang ternyata adalah istrinya yang selama ini hilang kabar.


"Jia.?? Ternyata kamu disini??." Ujar pak dedi sembari mendekatinya.


"Pak dedi kenal sama bik jia?" Tanya cindy heran.


"Nyonya, dia adalah sitri saya, sudah lama sekali dia menghilang." Pak dedi langsung memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku, bukannya aku tidak mau pulang, tapi aku gak ngerti caranya gimana, dan juga aku sudah terlanjur betah tinggal disini." Jelas bik jia sambil menangis dalam dekapan suaminya.


"Ya sudah gak apa-apa, yang penting kita sekarang sudah bertemu." Sahut pak dedi.


"Oh iya, sekarang aku jadi supir nyonya cindy, dan akan tinggal disini juga. Aku senang bisa kembali bertemu denganmu."


"Em.. Maaf pak dedi. Selamat ya kalian bisa bertemu lagi dan berkumpul lagi. Aku jadi iri.. Aku kekamar dulu ya.. Oh iya, jangan lupa sore nanti aku ada rapat dikantor. Tolong antar aku." Ujar cindy sambil berlalu.


"Baik nyonya. Kami siap mengantar." Sahut pak dedi dan pak johan bersamaan.


Setelah cindy pergi keatas, bik jia mengajak pak johan dan pak dedi kebelakang untuk menyiapkan makan siang mereka.


"Ternyata rumah nyonya cindy lebih bagus dari pada rumah mertuanya ya? " Ujar pak johan sambil melihat sekeliling.


"Rumah ini baru saja direnovasi oleh tuan jeon. Sebelumnya gak bagus kayak gini." Sahut bik jia sembari menyiapkan makanan.


"Oh gitu?? Mereka pasangan masih muda, tapi sudah sukses dan sikap mereka dewasa sekali, pasti tuan jeon itu sangat tampan." Timpal pak dedi.


"Mereka tuh tampan dan cantik, dan juga baik banget, itu tuh foto pernikahan mereka. Umur nyonya cindy baru 20 tahun, sedangkan tuan jeon lebih tua satu tahun lebih dikit dari nyonya." Tambah bik jia.


"Wow.. Ganteng banget! aku penasaran, pengen ketemu langsung sama tuan jeon." Sahut pak johan saat melihat foto jeon yang terpajang.


"Sudah.. Sudah. Makan saja dulu, kalau mau bahas mereka gak ada habis-habis nya, kisah cinta mereka itu sangat panjang." Timpal bik jia.

__ADS_1


_


Sementara itu. Cindy tengah berbaring dalam kamarnya sambil memandangi layar ponselnya, dia ragu untuk menghubungi jeon takutnya dia sedang sibuk.


Tapi layar hp itu hidup dan berdering setelah cindy meletakanya. Dengan cepat dia meraihnya kembali dan menjawab telpon dari jeon.


"Halo sayang,, kamu lagi apa? Aku kangen nih sama kamu."


Mendengar jeon mengatakan kangen, hati cindy langsung mencair ingin memeluknya.


"Jeon, aku juga kangen sama kamu, kamu kapan pulangnya?." Rengek cindy dengan manja.


"Sabar sayang, mungkin tiga atau empat bulan lagi aku pulang, soalnya kita disini masih merintis dan memasarkan product kita. Kamu tau gak, saat meeting kemarin, ternyata aku pebisnis paling muda dikota new york. Dan perusahaan kita berhasil memenangkan dua tender sekaligus." Jelas jeon dengan bangga.


"Ya, aku sih gak kaget lagi, kamu kan jenius. Selamat ya sayang. Oh iya kamu lagi apa? .Aku baru saja pulang nih dari rumah mama putri.. Tapi nanti sore harus ngantor ada rapat kecil."


"Kamu sudah pulang? Apa sudah aman? Aku juga baru pulang dari kantor, disini udah sore sayang. Aku capek banget, penat. Aku pengen peluk kamu, dan bersandar dibahumu." Jeon merengek merindukan istrinya.


"Em... Jeon, aku tutup dulu ya telponnya. Aku mau makan dulu. Udah lapar." Sahut cindy.


"Baiklah sayang, makan yang banyak ya. Dahh. I love you."


"I love you to sayang." Cindy langsung menutup telponnya.


"Maafkan aku jeon, itu hanya alasanku untuk menutup telpon darimu, karna aku gak sanggup mendengarmu merindukanku. Aku juga merindukan kamu. Aku gak mau kalau kamu melihatku menangis hanya karna kangen." Gerutu cindy dengan linangan air mata.


_


Sore harinya, cindy pergi kekantor bersama pak dedi dan pak johan.


Malam hari, cindy baru pulang dari kantor dan langsung menuju kamarnya karna lelah.


Setelah makan malam, dia menghubungi jeon melalui vidio call, mereka berbincang dalam waktu yang lama hingga cindy tertidur.


"Nih anak kebiasaan banget tidur pas lagi telponan. Hmm.. Aku begitu merindukanmu sayang." Jeon mengusap layar ponselnya melihat cindy yang tengah telelap itu. Lalu dia memutuskan vidio call itu untuk membiarkan cindy tidur.


Tengah malam tiba. Dirumah yang sudah sepi dan kegelapan dalam kamar cindy, dia tertidur lelap karna lelah bekerja setelah menyelesaikan gambar designya.


Dua orang berpakaian hitam dan penutup kepala yang masuk kedalam kamar cindy melalui jendela dan memanjat dinding dari belakang.


Dengan mengendap-endap, mereka berjalan perlahan menuju cindy yang tertidur.


Cindy yang menyadari ada suara langkah kaki itu memilih diam dan membiarkan mereka mendekat, karna ia diam-diam sudah meraih vas bunga yang ada dimeja disamping ranjang tidurnya.


Saat orang itu mendekat. Cindy langsung duduk dan memukul kepala orang itu hingga vas bunga itu pecah.


"Heii siapa kamu?! Apa maumu?!" Teriak cindy.


Orang itu hanya diam sambil memegang kepalanya yang berdarah.


Sayangnya cindy tidak menyadari kalau penyusup yang masuk kamarnya itu ada dua orang.


Satu orangnya lagi berada dibelakang cindy dan membiusnya dengan mendekap mulutnya menggunakan saputangan yang sudah diberi semprotan berbau tajam.


Dalam sekejap, cindy langsung terkulai pingsan.

__ADS_1


Penyusup itu membawanya melompat menelusuri tali yang sudah mereka ikatkan pada koridor diluar kamarnya dan membawa cindy pergi dengan mobil yang sudah terparkir dipinggir jalan.


_


Keesokan paginya, bik jia yang heran karna cindy belum juga turun dari kamarnya. Diapun pergi kekamar cindy bermaksud untuk membangunkanya.


Namun sudah berulang kali bik jia mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban dari cindy yang membuatnya khawatir.


"Mas dedi.. Pak johan!! Tolong kemari, cepat!!" Teriak bik jia dari depan pintu kamar cindy.


Dengen buru-buru, pak dedi dan pak johan meninggalkan sarapannya untuk menemui bik jia yang berteriak kencang itu.


"Ada apa buk? Kok teriak gitu.!" Tanya pak dedi suami bik jia itu.


"Mas. Aku khawatir sama nyonya, dari tadi kupanggil tapi tidak ada suara sama sekali dari dalam, bagaimana kalau kalian dobrak saja pintu ini?." Ujar bik jia dengan cemas.


"Baiklah.. Kamu minggir dulu."


Pak johan dan pak dedi mendorong pintu itu sekuat tenaga sampai pintu itu lepas.


"Ahh!! Dimana nyonya!!" Teriak bik jia panik.


Mereka mencari cindy sampai luar koridor hingga menemukan tali yang tersisa dari penculikan itu.


"Buk, aku juga menemukan bekas bercak darah dan pecahan bekas vas bunga didekat ranjang nyonya. Sepertinya nyonya diculik dan sempat melawan. Sebaiknya kita laporkan segera pada nyonya dan tuan besar sekarang juga." Ujar pak dedi dengan panik.


Bik jia langsung turun dengan berlari kecil untuk menelpon kerumah putri, dan memberi tahukan kejadian ini.


Beberapa menit kemudian, putri, stev dan jennie tiba dirumah cindy, dengan buru-buru mereka masuk dan melihat kejadianya langsung dikamar cindy.


Sambil menangis, putri meraih pecahan vas bunga itu, dia berpikir kalau darah itu adalah darah cindy.


"Stev, siapa yang melakukan ini pada menantu kita?, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitinya. Tolong cari cindy secepatnya!." Ujar putri menangis sembari mendekap stev.


"Sayang, sabar ya. Aku akan meminta bantuan shine dan anak buahnya untuk menemukan cindy secepatnya." Sahut stev mengelus pundak putri.


"Pa. Ma. Aku akan memberitahu ini pada kak jeon." Jennie mengeluarkan ponselnya dengan cepat.


"Jangan nak. Kakak kamu sedang bekerja ditempat yang jauh, sebaiknya kita atasi saja masalah ini sendiri, jangan membuat kakak kamu khawatir, karna dia terikat kerjaan pada orang lain." Tutur putri melarang jennie untuk menghubungi jeon.


"Mama kamu benar, kita cari saja kakak ipar kamu dengan bantuan ayah angkat kamu. Ayo kita kebawah dulu, papa akan memberitahu ini pada ayah kamu." Stev merangkul putri dan jennie dan membawanya turun dari kamar cindy.


Stev langsung menghubungi shine dan juga orang tua cindy. Dan menceritakan suluruh kejadian yang menimpa cindy.


Tidak lama kemudian, shine, bianca dan anak mereka bernama yongi itu tiba dirumah cindy.


Disusul dengan orang tua dan adik cindy yang baru saja tiba.


Mereka membahas bagaimana cara untuk mencari cindy.


Shine segera menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan cindy , dengan kekuatan jaringan internet, dia melacak semua rekaman cctv dari penjuru dan sudut jalan.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like🙏


__ADS_2