
Satu minggu setelah pernikahan jeon dan cindy.
Jeon harus pergi ke new york atas permintaan partner perusahaan disana.
Cindy begitu sedih ditinggal jeon pergi jauh, karna mereka masih pengantin baru, cindy tidak bisa ikut karna harus mengurus perusahaan jeon dijakarta dan juga harus meneruskan kuliahnya.
"Jeon, aku gak mau mengantarmu kebandara, aku takut nanti aku akan menangis disana." Cindy bersedih, menangis dalam pelukan jeon.
"Sayang, aku pergi hanya beberapa bulan saja, aku akan selalu menghubungimu jika kau tidak sedang sibuk. Jaga dirimu baik-baik ya. Jangan lupa telpon aku saat kamu lagi senggang. Aku pergi dulu ya.. I love you." Jeon memeluk erat cindy dan menciumi kening dan wajahnya.
Cindy tak kuasa menahan air matanya melepaskan kepergian jeon, dia tidak sanggup melihat jeon pergi, dengan cepat cindy masuk kerumah dan menutup pintu padahal jeon masih didepan rumahnya.
"Sayang, maafkan aku. Aku harus pergi demi bisnis kita." Gerutu jeon sambil menaiki mobil nya.
Cindy mengintipnya melalui jendela. Bersandar pada dinding dengan linangan air mata.
"Jeon, kuharap waktu cepat berlalu hingga kau kembali pulang dan bisa bersama denganku lagi." Gumam cindy menangis tersedu-sedu.
Sorang pelayan datang menghampirinya dan membantunya berdiri.
"Nyonya!! Apa yang kau lakukan, ayo berdiri. Tuan pergi hanya sebentar, dan dia pasti akan kembali." Pelayan wanita itu memapah cindy duduk disofa.
"Bik, walau hanya Beberapa bulan saja tapi itu sangat lama bagiku, aku sungguh berat melepasnya pergi. Mungkin aku belum terbiasa jauh darinya. Aku sangat sedih." Cindy berusaha tegar sembari mengelap air matanya.
"Bibik ngerti, tapi nyonya harus menjaga kesehatan, supaya tuan jeon disana tidak khawatir."
"Terimakasih bik."
_
Keesokan paginya. Dering ponsel cindy berbunyi. Cindy meraih hp nya dengan mata yang masih terpejam karna masih subuh.
"Halo sayang, pasti kamu belum bangun ya?, disana masih subuh. Aku baru saja tiba di new york."
Mendengar suara jeon, cindy langsung beranjak duduk.
__ADS_1
"Jeon!! Kamu sudah sampai? Aku selalu menunggu telpon darimu, kurasa kamu begitu lama dijalan."
"Haha, kamu ini ada-ada saja, jelas lama dong sayang, perjalanannya sangat jauh. Ya udah, kamu tidur lagi sana kalau masih ngantuk, aku juga mau bersiap untuk membeli apartemen. Siang ini aku harus kekantor. Nanti aku hubungi lagi disela kesibukanku, kamu jangan lupa makan ya sayang, awas kalau sampai sakit lagi, lambungmu masih belum sembuh total."
"Jeon, gak bisa kah kamu menemaniku sebentar lagi. Aku kangen sama kamu." Rengek cindy manja, jeon pun tak sanggup menolaknya.
"Baiklah sayang, kita vidio call ya. Sekalian aku juga mau cari kafe dulu. Aku matiin dulu ya telponnya."
Beberapa menit kemudian, jeon memanggil cindy menggunakan vidio call setelah dia menemukan kafe.
Cindy langsung menjawabnya dan meletakan ponselnya disudut ranjang supaya jeon bisa melihatnya tidur karna masih ngantuk.
"Sayang, pejamkan saja matamu, aku makan dulu ya, aku akan melihat wajah cantikmu itu dari sini, kau sangat manis, membuatku jadi semangat." Puji jeon pada istri kesayanganya itu.
"Hmm.. " Jawab cindy singkat dengan mata terpejam.
Sambil makan, Jeon memandangi cindy yang tengah terlelap itu.
"Sayang, aku makin gemes ngeliat kamu tidur gitu, tidur yang nyenyak ya, maafkan aku harus menutup telponya." Tutur jeon tersenyum sembari mencium layar hpnya, lalu dia menutup telponnya.
Setelah selesai makan, jeon melanjutkan pekerjaanya dikota sibuk itu.
Saat cindy pulang kerja, dia merasa ada mobil yang membuntutinya dari belakang mobil nya. Cindy melaju cepat demi menghindarai mobil itu. Tapi mobil itu juga menyusulnya dengan cepat hingga memotong mobil cindy dan melintangkan mobilnya didepan mobil cindy membuatnya ngerem mendadak.
"Siapa sih mereka?? Kenapa membuntutiku?" Gerutu cindy dalam mobil.
Cindy memutuskan diam dan tidak keluar dari mobil karna dia takut kalau itu begal karna jalan menuju rumahnya cukup sepi dan sempit.
Mobil hitam yang mengiringinya itu mundur perlahan, lalu keluarlah dua orang dan mereka berjalan mendekati mobil cindy.
Setelah mereka mendekat, barulah cindy bisa melihat wajah mereka. Cindy kaget bukan kepalang melihat dua orang itu yang ternyata dia kenali.
"Lusy?? Yogi? Mereka berdua saling kenal?? Bersembunyi dimana mereka setahun terakhir ini? Pasti mereka mempunyai niat jahat padaku." Cindy tidak gentar sedikitpun melihat dua musuh dihadapanya. Dia selalu mengantisipasi dengan menyiapkan pistol yang sudah legal pemberian dari jeon.
"Heii cindy!! Keluar kamu? " Teriak lucy mengetuk kaca mobilnya dengan kuat.
__ADS_1
Cindy membuka sedikit kaca mobilnya bahkan jari saja tidak bisa masuk, supaya mereka bisa mendengar suaranya.
"Ada apa kalian mencariku? Apakah ingin balas dendam?" Sahut cindy dengan tegas.
"Heh!! Bukan hanya ingin balas dendam, tapi kami ingin melenyapkan kamu, aku sangat tidak rela melihat hidupmu yang mewah dan bahagia bersama jeon, orang yang kucintai selama ini." Timpal lucy dari luar.
"Oh!! Begitu?? Apakah kalian sudah memikirkan resikonya jika membunuhku? Kalian berdua hebat! Bisa bekerja sama hanya untuk mengalahkan satu orang saja, apakah kalian tidak mempunyai kekuatan untuk membunuhku?" Ujar cindy dengan tatapan tajamnya.
"Heii kau, jangan sombong!. Aku bisa saja menghabisimu sekarang. Turun kau kalau berani!!" Teriak yogi sambil memukul kaca mobil cindy.
"Aku mempunyai otak! Kalau aku turun, sama saja bunuh diri. Bukannya aku tidak berani melawan kalian, hanya saja aku tidak mau membunuh kalian, karna akan mengotori tanganku dan akan menambah dosaku." Sahut cindy dengan menunjukan pistol kearah kaca mobilnya.
"Sekarang siapa yang akan mati lebih dulu. Aku atau kalian.?" Cindy mengarahkan pistol pada kaca mobilnya yang terbuka.. "Heh!! Dasar pecundang!!!"
Cindy memundurkan mobilnya, membuat lucy dan yogi terjatuh, lalu dia menginjak pedal gas nya dengan kuat, dan menabrakan mobilnya pada belakang mobil yogi hingga mobil yogi rinsek dan body nya berserakan.
"Sialan!! Heii tunggu.. Lucy ayo kita kejar dia!!" Teriak yogi, mereka berdua berlari dan masuk kemobil untuk mengejar mobil cindy.
Cindy sengaja memperlambat laju mobilnya supaya mereka mengiringinya.
Tanpa sadar, yogy dan lucy diarahkan cindy kekantor polisi.
"Hei yogi, ini kantor polisi, kenapa kau mengiringinya tanpa melihat sekitar dasar bodoh!" Ujar lucy menepuk pundak yogi.
"Ahh sialan!! Dia sengaja menjebak kita, ayo kita kabur sebelum polisi melihat kita. Kita akan menghabisinya lain kali." Dengan kesal yogi memukul setir nya, lalu memutarkan mobil mereka dengan cepat dan meninggalkan kantor polisi.
Dengan buru-buru cindy menghampiri polisi yang bertugas, dan menceritakan semua kejadian yang dia alami dan menunjukan rekaman cctv dari mobilnya.
Polisi merespon dengan cepat dan langsung menurunkan beberapa polisi untuk bertugas menangkap kedua buronan itu.
Cindy tersenyum lega.
"Fiuh.. Untuk sementara aku aman, kedepan harus hati-hati lagi." Cindy pergi dari kantor polisi itu setelah melapor. Dia menuju kebengkel untuk menyervis mobilnya yang rusak.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG..
Jangan lupa like🙏