Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Seehan kembali


__ADS_3

Shine hendak berangkat kerja, dia berpamitan pada mama dan papanya, saat ini mama dan papa shine sudah tinggal dirumah nya sejak dua bulan terakhir, dan hubungan mereka pun makin membaik.


Kehangatan dalam keluarga bisa dirasakan lagi oleh shine. Saat ini perusahaan papa shine dijepang sedang ditangani oleh direktur perusahaan sekaligus orang kepercayaan papanya dikantor.


"Ma, pa, aku berangkat dulu." Ujar shine sambil berjalan menuju mobilnya.


"Iya nak, hati-hati." Sahut mamanya dari dalam.


Saat ditengah perjalanan, shine tidak sengaja melihat seehan keluar dari mobilnya dan hendak masuk kedalam restoran.


"Seehan? Dia sudah dijakarta?


Ah!. Aku lupa untuk memberinya suntikan lagi, ternyata dia sudah sembuh, brengs*k!! Kok bisa sih aku melupakanya.!Aku harus memastikanya dulu." Shine mengeluarkan ponselnya dan menelpon bawahanya.


"Halo, kamu selidiki dulu seehan, apakah benar dia sudah kembali, kamu cari tau direstoran xx, tadi aku melihatnya masuk kesana, pastikan dengan benar dia seehan atau bukan, pergilah sekarang!! ."


"Baik bos.! "


_


Setelah tiba dikantor, shine masih kepikiran dengan datangnya seehan, hatinya mulai tidak tenang.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun meraihnya.


"Stev?? Tumben dia telpon, ada apa ya?" Gumamnya sembari menjawab telpon.


"Halo stev,, ada apa?."


"Shine, besok aku dan putri akan pergi keparis, karna nenek sedang dirawat dirumah sakit, mungkin kita disana agak lama, aku titip perusahaan kita ya, walaupun ada direktur, tapi siapa tau ada penyusup, kamu kan bos mafia, jadi tolong ya."


"Oh, oke.! Baiklah, kalian tenang saja, percayakan padaku. (Apa aku harus memberi tahu stev ya kalau seehan ada dijakarta. Ah jangan dulu deh, putri sekarang pasti sedang cemas dengan neneknya, lebih baik aku rahasiakan dulu) "


"Baiklah, terimakasih shine." Stev langsung menutup telponnya.


Tidak lama berselang, hp shine kembali berbunyi.


"Siapa lagi sih.?"


"Halo, ada apa?!."


"Halo bos, maafkan aku bos, direstoran yang bos sebutkan tadi tidak ada seehan, kami sudah mencari taunya."


"Apa kau yakin? Tadi jelas-jelas aku melihat dia masuk kesana!."

__ADS_1


"Benar bos, kami sudah memeriksa setiap ruangan dan sudah mengecek namanya dikasir, tidak ada seehan disana."


"Baiklah, sekarang kamu ajak beberapa orang, kita akan berangkat kemarkas seehan."


"Sekarang bos?."


"Tahun depan!! Ya sekarang lah bod*h.! Cepat! Aku tunggu dalam waktu 15 menit dari sekarang."


"Hah? Ba.. Baiklah bos."


Shine menutup telpon nya dan membanting hp nya dimeja. "Sialan!! Kalau dia sudah kembali, aku harus ekstra berjaga, terlebih kalau dia tau papa dan mama sudah tinggal dirumah. Kali ini apa lagi yang akan dilakukan seehan si bajing*n itu!."


Beberapa menit kemudian, shine pergi menunggu anak buah nya dilobi perusahaanya, tidak lama kemudian, datang dua mobil dengan penuh orang didalam nya. Shine langsung pergi menghampiri mereka.


"Kok banyak banget orang yang kamu bawa,,memang nya kita mau tawuran?! Aku bilang beberapa orang saja." Ucap shine dengan keras pada anak buahnya.


"Em. Kalau begitu, aku suruh mereka pulang saja bos."


"Gak usah, karna sudah terlanjur, lebih baik ikut saja, mari berangkat sekarang, kalau kesempitan, kalian bisa naik kemobilku beberapa orang saja."


"Baik bos."


Shine dan anak buah nya bergegas menuju markas persembunyian seehan dengan berbekal senjata api.


Shine sendiri langsung menuju keruangan pribadi seehan. Dan benar, ternyata seehan ada disana. Shine mengamati seehan terlebih dahulu dari lubang kecil didekat gembok pintunya sebelum dia mendobrak pintu untuk masuk.


Ternyata seehan belum sepenuhnya pulih, dia bisa berjalan tapi tidak bisa terlalu cepat.


Shine memberitahu anak buahnya melalui pesan untuk menyuruh mereka berjaga diluar selagi dia menangani seehan.


Gubrakkk..!! Shine mendobrak pintu dengan sekali tendangan.


Seehan yang tengah duduk santai sambil memutar kursi nya itu langsung kaget dan langsung berdiri.


"Shine?? Kenapa kau kesini? Kau belum puas melihatku menderita? Kau adik yang durhaka.!" Teriak seehan.


"Heh!! Adik? Bukanya aku sudah pernah bilang kalau aku tidak mempunyai kakak sepertimu? Aku datang kesini hanya ingin memastikan kalau kamu itu sudah berada dijakarta lagi. kenapa? Apa kamu sudah bosan dengan perawatan rumah sakit dijepang? Atau karna sudah tidak ada lagi yang peduli padamu? haha." Shine terkekeh mengejek kakaknya itu.


"Bajing*n!! Apa lagi yang kau inginkan shine, saat ini aku tidak lagi berbuat apapun, baik pada steven ataupun putri!." Ketus seehan.


"Ya, mungkin sekarang tidak, tapi siapa tau kau sudah menyusun rencana yang besar kan?." Timpal shine mendekati seehan.


"Tidak!! Aku bilang tidak! Aku benar-benar tidak akan melakukan apapun lagi pada putri dan juga steven." Teriak seehan kembali.

__ADS_1


"Seehan!! Kau pikir kamu sedang berbicara dengan anak kecil hah? Kau pikir aku dengan mudahnya percaya dengan apa yang kau katakan?!. Bisa beritahu aku apa alasan kamu tidak ingin menyakiti steven dan putri lagi?!." Bentak shine sembari memukul meja seehan.


"Shine, aku tau aku orang yang jahat sebelumnya,, tapi hati manusia bisa berubah, aku sadar aku sudah menyakiti dan menodai putri, itu semua karna aku cinta sama dia, aku juga sadar bahwa sampai kapanpun aku tidak bisa memilikinya, maka dari itu aku memutuskan untuk berhenti mengejar putri atau membalaskan dendamku pada steven." Tutur seehan dengan sungguh-sungguh.


"Heh!! Alasan yang masuk akal, tapi sangat sulit dipercayai bahwa ada orang yang bisa berubah dalam sekejap, sedangkan dia sudah menyimpan dendam selama puluhan tahun, drama kamu sungguh tak terlihat seehan!. Baiklah, aku akan mengampuni kamu untuk kali ini, tapi jika aku dengar kamu menyakiti putri atau steven , ataupun berusaha menjatuhkan perusahaan mereka lagi, maka aku tidak akan sungkan untuk membunuhmu!." Tatapan mata shine begitu tajam.


"Dan satu lagi, saat ini putri sedang hamil, aku minta sama kamu, tolong jauhi dia, jangan sampai kau menyakitinya ataupun muncul dihadapannya, karna dia masih mempunyai trauma yang mendalam terhadapmu!." Tambah shine dengan tatapan tajam. , lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan seehan.


Seehan langsung kembali duduk dengan lemas."Putri hamil?? Apakah itu anaku?"U


Gerutu seehan dengan suara kecil sambil tersenyum.


Doorrr!!


Dari luar, Shine menembak lampu yang ada dalam ruangan seehan, pecahan lampu itu hampir mengenai seehan, dia kaget bukan kepalang dengan apa yang dilakukan shine.


Lalu shine memundurkan langkah nya hingga didepan pintu. "Jangan sesekali kamu berani berpikir kalau bayi yang dikandung putri itu adalah anak kamu." Bentak shine sambil menatap mata seehan. lalu dia menendang pintu itu hingga lepas kemudian dia pergi dengan semua anak buahnya.


Seehan seakan tidak peduli. "Heh! Siapa yang akan mendengarkan kamu! Aku mau berpikir apapun terserah aku. Lagian aku yakin kalau itu adalah anaku. Hehe." Gumam seehan dengan suara kecil setelah shine pergi dari hadapanya.


Disaat yang bersamaan. Putri dan steven mendatangi kantor paman alex. Karna mereka sudah lama tidak bertemu.


"Paman, apa kabar?." Ucap putri sembari memeluk paman alex yang sudah dianggapnya sebagai papanya itu.


"Nak putri?, steven? Aku baik-baik saja, bagaimana dengan kalian, setelah menikah, kalian jarang sekali menemui paman."


"Kita juga baik-baik saja paman, ini putri bawain paman makanan kesukaan paman."


"Wah, terimakasih nak, kebetulan paman belum makan siang."


"Paman, kami kesini ingin menyampaikan kalau besok kami akan keparis dalam waktu yang lama. Karna nenek sedang sakit, putri minta paman jaga perusahaan JD ya, tolong paman pantau."


"Oh begitu! ya baiklah, serahkan saja pada paman, semoga nenek kamu cepat sembuh ya, sampaikan salam paman padanya."


"Baik paman, terimakasih banyak. Kalau gitu kita pulang dulu. Soalnya steven harus kekantor dulu ada yang ingin di urus."


"Iya nak, kalian hati-hati ya,, jaga kesehatan kamu dan kandungan kamu."


"Iya paman, kami perg dulu." Putri dan seteven menyalami paman alex kemudian pergi dari kantor nya.


Kesedihan masih menyelimuti hati putri, diwajah nya tampak murung sedari tadi dia jarang sekali tersenyum, membuat stev merasa khawatir dengan keadaan nya.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2