
Keesokan harinya, putri sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit dengan beberapa resep dari dokter.
Setibanya dirumah, steven langsung membawa putri kekamar untuk beristirahat.
"Sayang, kamu istirahat dulu ya, kamu masih lemas." Tutur steven sembari membantu putri berbaring.
"Stev, aku udah gak apa-apa kok, aku gak ngerasain sakit atau pusing lagi.
Oh iya, nanti sore kita temui shine dikantor nya ya, kita harus menyampaikan berita ini padanya. Dan juga kita harus membujuknya untuk memaafkan om dan tante, sekaligus kita ajak mereka berdua bertemu shine."
"Iya, sayang, tapi pagi ini kamu jangan terlalu banyak kerja dulu ya, urusan rumah atau yang lainnya biar asisten rumah tangga yang kerjain, pokoknya sekarang kamu gak boleh ngerjain tugas rumah, dan kalau ngantor pun, jika ada meeting penting saja, kamu gak boleh terlalu capek, ya sayang." Ucap stev menggenggam tangan putri.
"Ftt.. " Putri tertawa kecil. "Sayang, kok lama-lama kamu jadi cerewet gini ya?."
"Apaan sih, ini tuh demi kebaikan kamu tau." Sahut stev sambil menjentik hidung putri. "Ya sudah, kamu istirahat dulu, aku mau mandi bentar, semalaman tidur dirumah sakit, gak enak banget walau dikamar vip."
"Iya stev, mandi gih sana. Aku nanti sore aja mandinya." Sahut putri.
"Oke. Daah sayang." Steven mengecup kening nya.
"Apaan sih, mandi nya kan dalam kamar ini, kok kayak mau pergi jauh aja. Lebai banget deh." Gerutu putri dengan suara kecil.
_
Sore harinya, steven dan putri sudah bersiap untuk bergegas pergi dan segera turun dari kamarnya. Lalu mereka menghampiri om dan tantenya yang tengah ngobrol bersama mama.
"Om, tante, kita berdua mau bertemu dengan shine dikantornya, kita berniat mengajak om dan tante, apa kalian mau ikut? Kami akan membantu kalian untuk mendapatkan maaf dari shine." Tutur steven.
"Em. Tapi stev, ini sulit bagi shine, bukannya kami tidak mau ikut, tapi sepertinya itu percuma, karna sudah berulang kali kami minta maaf padanya." Sahut om arman.
"Om, kali ini ada putri yang membantu kalian bicara, apa kalian tidak tau kalau shine mencintai putri?, dan dia akan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut putri." Sahut stev.
"Tungu!! Shine mencintai putri? Tapi kenapa kamu terlihat santai tanpa rasa khawatir sama sekali, apa kau tidak takut kalau shine merebut putri darimu? Kenapa kedua anaku ini mencintai orang yang sama, padahal putri sepupu ipar mereka." Tante shinta kaget dan heran.
"Tante, aku tau banget dengan shine, dia berbeda dengan seehan, shine tidak akan melakukan itu, walau dia mencintai putri, tapi dia hanya melindunginya, dan tidak ada niat dihatinya untuk merebut putri dariku, bahkan aku sangat tenang menitipkan putri padanya disaat aku pergi.
__ADS_1
Aku juga tidak akan cemburu padanya. Dia orang yang sangat baik." Timpal stev tersenyum pada tante shinta.
"Iya tante, shine orang yang lembut, dia selalu memperlakukanku dengan baik, shine dan steven ini mempunyai sifat yang sama, tapi aku hanya mencintai steven kok. Hehe.. Ayolah om, tante, ikut kami ya." Timpal putri sambil tertawa kecil.
"Oke baiklah, karna putri yang minta, maka kami akan ikut kalian." Tante shinta dan om arman ikut mereka bergegas masuk kedalam mobil steven dan melaju menuju kantor shine.
Setibanya dikantor shine, mereka langsung masuk dan disambut dengan seorang manager disana.
"Tuan stev, nyonya stev! Apa kalian akan bertemu dengan bos shine? Aku akan mengantar kalian." Tutur manager tersebut dengan sopan.
"Terimakasih, tapi tidak perlu, kita bisa kesana sendiri." Timpal stev.
"Baiklah, tuan, silahkan."
Setelah tiba diatas, tepat didepan ruangan ceo shine. Mereka menghentikan langkah sejenak.
"Om, tante, kalian tunggu saja disini dulu sebentar, nanti aku akan panggil kalian untuk masuk, karna kalau tiba-tiba seperti ini, shine akan kaget. Dan pasti langsung menyuruh kalian pergi." Ucap steven pada om dan tante untuk menunggu diluar ruangan dan mempersilahkan mereka untuk duduk dikursi didepan ruangan shine itu.
"Baiklah stev, kami akan menunggu."
Steven dan putri masuk keruangan shine tanpa mengetuk pintu, saat mereka masuk, mereka mendapati shine yang tengah berbaring dikursi kerjanya itu sembari memejamkan mata.
"Woy, kamu kenapa, capek?" Ujar steven sambil menepuk meja kerja shine membuat shine kaget dan langsung membuka matanya.
"Eh, kalian?? Kok kesini, ada perlu apa? Kapan kalian masuk?" Tanya shine heran sambil berdiri.
"Mari kita ngobrol disini saja." Shine membawa steven dan putri menuju sofa disudut ruanganya.
"Shine, kami ada kabar baik, sebentar lagi kau akan menjadi seorang om." Ucap steven tersenyum.
"Hah? Maksud nya? Aku akan mempunyai keponakan? Apa putri sudah hamil hah??" Tanya shine dengan rasa penasaran yang meluap.
"Em. Em.." Jawab putri menganggukan kepalanya.
"Waa..!! Ya ampun aku gak percaya ini, aku akan mempunyai keponakan. Selamat ya.." Shine langsung memeluk putri dan mengguncangkan tubuhnya.
__ADS_1
"Shine!! Cukup, lepaskan putri." Teriak steven.
"Hah? Apa aku sudah tidak boleh lagi memeluknya." Sahut shine sembari melepaskan pelukannya.
"Bukan seperti itu shine, putri ini sedang sakit, dan dia baru saja pulang dari rumah sakit tadi pagi."
"Hah. Kenapa kalian tidak ada yang memberi tahuku!! Tapi tak apa, aku sangat senang mendengar kabar ini, kalau nanti anak nya cowok, pasti ganteng nya kayak aku, dan kalau cewek pasti cantik kayak putri. Hehe." Ucap shine sambil mengedipkan matanya dengan tertawa kecil.
"Hei.. Apa-apaan kamu!, jelas-jelas dia anaku, ya pasti mirip akulah." Teriak steven sembari menepuk pundak shine.
"Hahaa.. Kamu cemburu ya.. Aku cuma becanda, tapi kali aja kan dia mirip om nya ini. Haha." Shine terkekeh.
"Haha.. Gila ya kamu.!!" Steven dan shine tertawa lepas dengan topik yang gak jelas. Terpancar kebahgiaan dimata mereka. Sedangkan putri hanya tersenyum melihat mereka seperti ini. Dia merasa beruntung dikelilingi orang seperti mereka yang mencintainya.
"Ehem.. Ehem.. Shine! Stev! Kalian berdua kayak bocah. ya!!.
Shine, selain aku dan stev, ada lagi yang ingin menemui kamu. Tapi kamu harus janji dulu kalau kamu tidak akan marah ataupun mengusirnya." Tutur putri bicara dengan serius.
"Hah, serius amat, emangnya siapa sih put?" Jawab shine tersenyum.
"Nanti kamu akan tau sendiri, tapi kamu harus janji dulu padaku, kamu akan memperlakukan mereka dengan baik. Janji ya.?" Ujar putri sembari mengangkat jari kelingking nya didepan shine.
"Apaan sih,, kayak anak kecil aja.
Iya, aku janji.!!" Shine juga melingkarkan jari kelingkingnya pada jari kelingking putri.
"Oke terimakasih.
Sayang, bawa mereka kemari." Ucapnya pada steven.
Steven langsung pergi keluar dan membawa orang tua shine masuk keruangan nya. Namun shine belum melihatnya karna dia duduk membelakangi pintu
"Siapa sih, kenapa juga aku harus berjanji untuk memeperlakukanya dengan baik.aku jadi penasaran." Gumam shine dalam hati.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...