Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kesedihan mendalam


__ADS_3

Kabar kematian steven sungguh mengejutkan dan menghebohkan indonesia, paris, jepang dan juga korea. Beritanyapun sudah menyebar luas diseluruh media masa dunia.


Banyak orang yang tidak percaya. Semua orang mengucapkan belasungkawa dengan turut berduka pada sosial media pribadi putri atas meninggalnya steven.


Saat charlie mendengar kabar itu, dia dan deniel pun langsung pergi dari jepang menuju indonesia.


Sedangkan kimberly ditelpon langsung oleh tante nya, yaitu shinta mamanya shine.


Saat dalam pesawat, kimberly tak henti hentinya menangis karna kehilangan kakak satu-satunya yang paling dia sayang itu, rasa tidak percaya masih bersarang dibenaknya


Dilain sisi, putri yang tengah ditemani shine dan bianca itu mulai sadar. Diapun langsung duduk.


"Stev.!!! Dimana stev.?? Aku ingin bertemu dia.!!" Teriak putri sambil melepas paksa jarum infus yang terpasang ditanganya.


Shine langsung berdiri dan mendekap putri. "Put. Heii.. Tenang dulu, oke.. Tenang,, kamu gak boleh kayak gini terus, kamu harus menerima kenyataan, ingat! Masih ada jeon yang membutuhkan kamu. Walau kamu kehilangan satu orang, tapi masih banyak orang yang menyayangi kamu." Ucap shine mengelus rambut putri.


Bianca turut menangis menyaksikan itu. "Shine. Aku akan membawa jeon kemari, mungkin dia bisa menenangkan hati putri." Ucap bianca.


"Baiklah, bawa dia kemari." Bianca pun meninggalkan mereka untuk mengambil jeon dimama nya shine.


Putri masih menangis tersedu-sedu dalam dekapan shine.


"Tuhan!! Kutukan apa yang kau berikan padaku, kenapa kau memberikan kebahagiaan sekejap ini. Apakah aku tidak berhak bahagia??


Aku tidak menginginkan kebahagiaan jika aku harus membayarnya dengan penderitaan yang tidak setimpal ini.. Hikss..


Aku tidak tau kenapa orang yang aku sayang pergi satu-persatu.


Shine, katakan padaku, apa yang harus aku lakukan,, aku tidak bisa menerima semua ini. Takdir macam apa ini.! Ini sangat menyiksaku, huu..." Putri memukul dada shine dengan terisak tangisanya.


Shine pun tak kuasa menahan air matanya. "Put, tolong jangan seperti ini, aku mengerti perasaan kamu. Tapi jika kamu seperti ini, akan membawa dampak buruk pada jeon, dia pasti merasakan apa yang kamu rasakan, tolong jangan bersedih terlalu lama, akupun gak tega melihatmu seperti ini." Shine terisak tangis memeluk kepala putri.

__ADS_1


Shine mengerti betul dengan yang dirasakan putri, melihat tangisan putri, hati shine terenyuh, sangat menyesakkan dada, pedih dihatinya lebih dari tersayat sembilu.


Tidak lama kemudian, bianca datang membawa jeon. Lalu memberikannya pada putri. Tapi jeon menangis kuat saat dia berada digendongan putri.


Melihat jeon seperti itu, shine makin bingung, apalagi putri makin menangis melihat jeon menangis dengan kuat.


"Put, tolong kamu tenangkan dulu diri kamu, kalau hati kamu masih bersedih seperti itu, jeon pun akan sama sepertimu, dia juga gak akan bisa diam." Ucap shine cemas. Lalu ia mengambil jeon dan menggendongnya.


"Cup.. Cup.. Sayang, jangan menangis lagi ya, kamu tenang saja, ada ayah disini yang akan menjaga kamu dan mama kamu." Tutur shine sambil mencium jeon mencoba menenangkannya.


"Shine, kamu benar, aku harus tenang dan mencoba ikhlas, demi jeon." Putri pun menarik nafas panjang, berusaha untuk membuang rasa sedihnya, supaya tidak berdampak pada perasaan jeon.


Tidak lama kemudian, jeon pun diam dan tenang, lalu dia tertidur dalam gendongan shine.


"Ahirnya dia tidur, dia lelah karna menangis." Ucap shine mencium kepala jeon.


"Put, terimakasih kau sudah berusaha tenang, lakukan lah ini tiap kau melihat jeon, supaya hatimu bisa terobati dengan itu." Tutur shine memegang pundak putri.


"Shine, mungkin mulai sekarang aku akan selalu merepotkanmu, karna aku membutuhkan kamu untuk membantuku dan jeon, aku tidak tau aku harus bagaimana kedepanya tanpa stev." Ucap putri menatap pada shine dengan linangan air mata.


"Heii, kamu gak perlu ngomong gini, tanpa kamu pintapun, aku akan selalu membantumu, asal kau tau, aku rela melakukan apapun demi kamu dan jeon, kamu tenang saja ya." Shine mengusap kepala putri sembari tersenyum.


"Makasih banyak shine.


Shine, apa aku boleh bertanya? sebenarnya apa penyebab kecelakaan stev hingga bisa separah itu, selama ini dia tidak pernah mengemudi begitu kencang." Tanya putri.


Shine bingung, bagaimana cara menjelaskannya pada putri, shine pun memberikan jeon yang tengah tidur itu pada bianca. "Bi, tolong bawa jeon, berikan dia pada mama, kalau dia bangun, tolong kasih dulu dia susu."


"Baiklah." Bianca pun menyambut jeon, dan membawanya keluar untuk memberikanya pada mama shine.


Shine kembali duduk dikursi samping ranjang putri, dia menarik nafas dalam dalam, untuk menjelaskan kebenaran nya pada putri.

__ADS_1


"put, sebelum aku menceritakan semuanya, kau harus berjanji bahwa kau tidak akan emosi atau memikirkan masalah ini. janji.??" Shine memberikan jari kelingkingnya dihadapan putri.


"Kamu apaan sih shine, kayak anak kecil aja, janji pakek silang jari kelingking." Ucap putri sambil mengikatkan jari kelingkingnya pada jari shine.


"Aku hanya tidak ingin kau bertambah sedih, dengan begini, berarti kamu sudah menyetujui nya dan gak boleh ingkar janji. Oke? "Sahut shine mantap putri.


"Oke, baiklah, sekarang ceritakan padaku." Ucap putri melepaskan jarinya.


"Baiklah, semua ini berawal dari perusahaan kamu. Tujuh bulan yang lalu, sebelum kamu melahirkan jeon, kita mendapat kabar bahwa saham kamu dikorea mengalami penurunan dan hanya tinggal 50 persen saja. Tapi saat jeon lahir, kita melupakan dan mengabaikan perusahaan kamu, bahkan stev pun lupa untuk menyusut masalah itu, tiap hari kita disibukan dengan bermain bersama jeon dan juga sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing.


"Dan kemarin, stev mendapat kabar dari charlie, bahwa saham kamu tinggal 15 persen lagi, dan itu sudah susah untuk deselamatkan, stev pernah bilang kalau dia akan menanam saham disana, tapi CEO kedua kim menolak nya, karna dia tidak mau terlibat, dia ingin kamu sendiri yang menangani masalah ini sebagai CEO utama nya."-


"Stev meminta kita untuk merahasiakan semua ini dari kamu, supaya kamu tidak cemas memikirkan ini, aku dan stev langsung menebak, bahwa dalang nya adalah seehan, dan tadi pagi kami pun langsung mencari seehan dikantornya, saat itu stev penuh dengan amarah dan emosi, mereka pun saling berseteru, seehan memukul stev, setelah itu dia kabur dengan mobilnya, lalu stev mengejar seehan, sebelumnya aku sudah melarang stev, tapi dia masih saja keras kepala, kalau saja dia mendengarkanku, mungkin ini semua tidak akan terjadi. Put, maafkan aku.. Aku sudah terlibat dalam hal ini." Jelas shine menggenggam tangan putri.


Putri hanya tertunduk diam tanpa sepatah katapun, air matanya terus mengalir, hatinya kacau, perasaan itu tidak bisa dijelaskan dengan ungkapan kata, dada nya bertambah sesak, pikiranya kosong,. Putri sangat menyesali kejadian ini, Ternyata selama ini stev memendam beban dalam hati dan pikirannya sendiri demi melindungi perasaan putri.


"Shine,, ternyata itu masalahnya.?? Berarti ini semua karna aku shine.!! Akulah penyebabnya..!! Kalau saja stev tidak memendam ini sendirian, mungkin dia masih berada disampingku sekarang.!! Hikss." Putri tertunduk meratapi semua itu. Dia menyalahkan dirinya sendiri, dan memukuli kepalanya dengan keras.


Shine berdiri dan langsung menghentikanya dengan menggenggam tangan putri. "Put!! Apa yang kau lakukan?? Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?? ini bukan salah kamu, tapi ini karna seehan,, dialah yang harus bertanggung jawab, dialah yang akan menerima balasanya. Tolong berhenti menyalahkan diri sendiri seperti ini. Stev melakukan semua ini demi kamu, jadi, kamu harus menghargai nya, jika dia tau, kamu sedih seperti ini,. Maka dia tidak akan tenang, apa kamu tega.??." Ucap shine menenangkan putri yang terus berontak melepaskan tangan nya dari genggaman shine.


"Put, tolong tenanglah.. Aku bingung jika kau terus seperti ini. Aku akan melepaskan tanganmu jika kau tidak memukul dirimu sendiri." Tambahnya sambil melepaskan tangan putri perlahan.


Putri menutup wajahnya dengan kedua tanganya. "Hiks..Stev, maafkan aku,, harusnya kamu gak perlu melakukan semua ini. Bagaimana mungkin kamu tega meninggalkan aku dan anak kita, sedangkan dia masih kecil. Bagaimana aku menjalani hidup tanpa kamu stev..!!" Putri kembali menangis, ia meringkuk memeluk lututnya.


Shine kembali mendekap putri dan mencoba menenangkanya lagi, shine kehabisan akal untuk menghibur putri.


"Ya tuhan! aku harus bagaiamana,? hatiku ikut teriris melihatnya seperti ini. Gimana caranya aku bisa membuatnya bangkit kembali." Ucap shine dalam hati sembari mengelus rambut putri dalam dekapanya.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Katakan sesuatu.


__ADS_2