
Keesokan harinya, mama rani, tante shinta dan yang lainnya tiba diparis bersama paman alex dan shine, diwaktu yang bersamaan charlie dan deniel juga tiba diparis, lalu mereka langsung menuju rumah sakit tempat putri dirawat, dan mereka semua bertemu dirumah sakit.
"Stev, bagaimana keadaan putri.?" Tanya mama rani.
"Keadaan nya buruk ma, dia lemas karna terlalu sering menangis, dan dia tidak mau makan." Jawab steven lesu.
"Nak, kami mau kepemakamannya nenek putri, apa kita tunggu putri sembuh dulu, sekalian ajak dia kesana." Ucap paman alex.
"Lebih baik kita jangan mengajak putri, karna dia akan kembali sedih jika melihat kuburan neneknya.
Mendingan kita kesana sekarang saja, biar aku antar kalian selagi putri belum sadarkan diri." Sahut steven.
"Tapi bagaimana dengan putri?, siapa yang menjaganya?" Tanya mama rani kembali.
"Lebih baik shine tinggal saja, untuk menjaga putri.
Shine, aku titip putri ya, kalau dia sadar kamu cepat hubungi aku." Ujar stev pada shine.
"Oke,, gak masalah, tapi jangan lama-lama ya, nanti putri sadar dan langsung nangis, aku gak jamin bisa nenangin dia." Timpal shine.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu. Mari semuanya ikut aku."
Steven mengajak mama dan yang lainya untuk berkunjung kepemakaman nenek putri yang letaknya lumayan jauh dari rumah sakit.
Sedangkan shine duduk disamping ranjang putri, sambil menggenggam tangan putri dan menatapnya dalam.
"Putriku.. Kau tau? Sudah hampir tiga bulan kamu disini, aku sangat merindukan kamu, rasanya tidak melihat kamu sehari saja seperti ada yang kurang, walau kita terhalang dinding cinta, tapi entah kenapa aku ingin selalu didekatmu dan ingin selalu melihat wajahmu. Walau aku tau kamu sama sekali tidak mencintaiku.
Lihatlah kamu sekarang, makin kurus, tapi perut kamu sudah terlihat buncit, kamu jadi makin imut, andai saja ayah dari anak ini adalah aku, betapa bahagia nya aku."
Shine bicara sendiri sambil mengelus perut putri. Sesekali dia merasakan pergerakan dari dalam perut putri.
"Eh. Dedek udah gerak ya? Jangan kuat-kuat ya nendangnya, nanti mamanya sakit." Bisik shine didekat perut putri. Lalu dia kembali menatap putri, sesekali dia membelai wajah nya.
"Put, ayo bangunlah, semangat lah, kembali lah seperti putri yang dulu aku kenal, orang yang selalu ceria dan tegar. Melihatmu terpuruk seperti ini, hatiku turut bersedih. Aku mohon sadarlah demi bayimu, kasihan dia."
Shine menggeggam dan menciumi tangan putri, matanya berkaca-kaca seakan mau menangis tapi masih dia tahan.
"Putri, sekarang kau sudah menjadi istri orang, dan dia adalah saudara sepupuku sendiri. Melihat kalian bahagia, aku juga turut bahagia, seandainya suami kamu bukan steven, mungkin aku akan merebut kamu. Tapi aku bersukur, kamu mendapatkan suami yang sangat baik seperti stev."
Ditengah ucapan shine, tiba-tiba putri membuka matanya. Dan dia langsung melihat shine yang duduk disampingnya dan tengah menggenggam tanganya itu.
__ADS_1
"Shine?? Kok kamu ada disini. Dimana stev?" Tanya putri pelan.
Shine kaget, dan dia langsung beranjak. "Put, kau sudah sadar? Sukur lah, tadi stev bilang, dia keluar sebentar, dia bilang mau menjemput bibi rani beserta mama dan papaku." Jawab shine berbohong.
"Oh begitu, kamu kapan kesini nya?."Tanya putri kembali.
"Em.. Aku.. Tadi malam,, ya, tadi malam aku tiba disini. Em, aku keluar bentar ya, kamu mau makan apa?,ntar aku beliin." Ucap shine mengalihkan topik.
"Hmm.. Aku mau makan es krim aja deh, aku lagi gak pengen makan yang lain." Sahut putri.
"Baiklah, tapi sebelum aku belikan, aku akan tanya sama dokternya dulu, kamu boleh apa gak makan es krim nya, tapi kalau dokter belum mengizinkan kamu jangan marah ya."
"Iya iya.." Jawab putri pelan.
Shine pun bergegas keluar rumah sakit, diapun segera menelpon steven.
"Halo stev, kamu cepat pulang ya, putri sudah sadar, tadi aku bilang padanya kalau kamu sedang menjemput bibi dan mama papa ku. Nanti kamu juga harus bilang gitu padanya supaya dia tidak mengingat makam nenek nya lagi."
"Oh, dia sudah sadar? Sukurlah, iya nanti aku juga akan bilang kayak gitu. kami sebentar lagi akan kesana, tolong tetap jaga dia ya."
"Baiklah."
Setelah menutup telpon, shine bergegas menemui dokter untuk menanyakan makanan yang boleh dimakan putri. Dokter pun menyetujuinya jika putri mengkonsumsi es krim dalam jumlah ynag sedikit.
Putri pun tersenyum saat shine masuk dengan membawa kantong berisi es krim yang dia sukai.
"Put, ini es krim nya, aku beliin dengan berbagai rasa. Tapi makannya jangan terlalu berlebihan nya, sebaiknya kamu makan nasi atau roti dulu." Ucap shine sambil memberikan es krimnya pada putri.
"Iya, nanti aku makan nasi setelah aku makan es krim, tolong bantu aku duduk." Timpal putri sembari menyingkirkan selimut dikaki nya.
Shine membantunya duduk. "Put, biar aku yang suapin ya, tangan kamu masih ada jarum infus."
"Boleh, terimakasih ya." Tutur putri tersenyum.
"Duhhh,, kamu tuh manis banget kalau tersenyum, kalah manis nya es krim ini." Ujar shine sambil membuka tutup es krim. Lalu menyuapkan nya pada putri.
"Hm, gombal. Cepat sana cari pacar!."
"Aku beneran, bukan gombal. Aku belum memikirkan pacaran, sudahlah jangan dibahas.ayo makan lagi es krim nya, setelah ini makan nasi ya, lihat wajah kamu itu sudah kurus, kamu jarang makan ya." Tanya shine sembari menyuapi putri.
Putri diam sejenak. "Aku.. Aku bukan kurang makan, tapi aku memikirkan nenek." Putri tertunduk dan kembali menangis saat mengingat neneknya.
__ADS_1
"Aduh, gawat, aku salah ngomong." Batin shine. Lalu dia menaruh es krim diatas meja. Kemudian merangkul kepala putri.
"Put, tolong jangan nangis dong, aku gak tega liat kamu gini, tolong banget ya.!!Hentikan air mata kamu. Aku minta maaf aku salah ngomong," Ucap shine panik sambil mengelus rambut putri yang tengah didekapnya.
"Nenek.. Aku pengen ketemu nenek." Air mata putri kembali berlinang.
"Aduh, gimana nih, mana stev belum dateng." Gerutu shine pelan. "Emm..Stev bilang, kamu belum makan dari kemarin kan? Coba deh kamu pegang perut kamu. Bayi kamu bergerak terus tuh, kamu tau kenapa? Dia itu kelaparan, dia pengen minta makan, tapi gak ada yang masuk keperut kamu, makanya dia selalu bergerak." Ucap shine mencoba menenangkan putri dengan karangan cerita yang aneh itu.
Putri berpikir sejenak, apakah yang dikatakan shine itu ada benarnya atau tidak, karna putri sama sekali tidak mengetahui tentang kehamilan.
"Apa yang kau katakan itu benar? Apa kau pernah mengalami nya?" Tanya putri penasaran.
"Em,, mama bilang gitu kok,, mama sering cerita sewaktu dia sedang mengandungku dulu. Dia bilang kalau bayi itu bergerak, tandannya dia lapar. Tadi pas kamu belum sadar, bayi kamu nendang terus loh." Jawab shine membual.
"Makanya kamu jangan terlalu sering menangis, karna bayi kamu bisa merasakannya, dan jangan sampai kelaparan." Tambah shine.
Putri terdiam dan berpikir, sepertinya shine benar.. Perlahan putri menghentikan tangis nya. Shine pun melepaskan dekapannya pada putri, dan kembali mengambil es krim lalu duduk disamping ranjang putri.
"Nah, gitu dong, seorang ibu itu gak boleh egosi karna masalah nya, tapi harus juga memikirkan orang disekitar, seperti kandungan kamu. sekarang lanjut lagi ya makan es krim nya, lalu makan nasi." Unar shine tersenyum.
"Iya.," Jawab putri singkat dengan suara serak.
Shine tersenyum, "walau dia pintar, tapi kalau masalah kehamilan dia masih polos, dia percaya aja dengan apa yang aku katakan, padahal aku hanya mengarang, tapi untunglah dia berhenti menangis."
Setelah selesai makan es krim, shine langsung memberi nasi dan menyuapi putri. Walau tersisa sedikit, tapi shine senang putri sudah mau makan.
Lalu shine memberikan majalah terbaru putri padanya untuk dibaca saat bersantai setelah makan, putri duduk diranjangnya sambil membaca majalah dari perusahaanya sendiri. Shine pun menyelimuti kaki putri, lalu dia duduk disofa dalam ruangan itu.
Shine menatap putri, dia senang melihat putri sudah tersenyum kembali, dan sepertinya hati putri sudah tenang. Tidak terlihat lagi kesedihan dan kecemasan diwajah nya.
Tidak lama kemudian, steven dan yang lainya tiba dirumah sakit setelah beberapa saat pergi kepemakaman nenek putri. Stev menyuruh mereka jangan berisik dan tetap tenang saat masuk kekamar putri. Karna stev takut putri masih sedih.
Mereka pun membuka pintu kamar itu pelan-pelan, dan masuk bersamaan. Shine pun langsung menoleh dan berdiri saat mereka masuk.
Namun steven dan yang lainya kaget dan heran saat melihat putri tengah bersantai diatas ranjang sambil membaca majalah.
Sementara putri tidak tau kalau steven dan yang lainya sudah berada dikamarnya.
Perlahan steven berjalan mendekati putri yang tengah asik melihat wajahnya yang ada didalam majalah itu, dia sama sekali tidak menyadari kalau kamar nya sudah dipenuhi orang, dia hanya fokus tertunduk membaca majalah. Sedangkan mama dan yang lainya sudah duduk memenuhi sofa dalam kamar itu.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Satu kalimat untuk shine?