Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Tragedi


__ADS_3

Flash back


Saat jeon dan cindy hendak naik kekelas 4 SD. Disanalah mereka berpisah karna jeon harus lompat kelas dan langsung memasuki SMP.


Jeon berpamitan pada semua guru disekolahnya, ditemani putri, stev dan shine. Saat hendak pergi, jeon melihat cindy dibawah pohon menatap nya dari jauh dengan wajah yang sangat sedih.


"Ma. Pa. Tunggu sebentar ya, jeon mau kesana dulu." Jeon pergi menghampiri cindy yang sedang menyendiri itu.


"Hei. Kenapa kau disini sendirian, masuk kelas sana." Ujar jeon menatap cindy.


"Jeon, aku gak mau kamu pergi, aku takut akan dijahili yogi dan teman lainya. Aku gak punya teman selain kamu, aku takut sama mereka, jika kamu pergi, tidak ada lagi yang membela dan melindungiku. Hikkss.." Cindy menangis saat akan ditinggal jeon.


"Heii jangan nangis, kamu anak yang pintar, belajarlah yang giat supaya kau juga bisa menyusulku nanti. Kamu gak perlu takut, cobalah cari teman, dan cobalah berkomunikasi pada mereka. Jangan selalu diam jika mereka mengejekmu. Aku masuk di SMP xx. Nanti kamu juga masuk sana ya, aku menunggumu. Aku pergi dulu ya, kamu jangan lupakan aku, suatu saat kita pasti akan bertemu lagi. Inget! Jangan sedih, teruslah belajar yang rajin." Jeon merangkul cindy sebelum dia pergi meninggalkanya.


"Jeon, aku ada ini untuk mu, tolong kamu simpan dan kamu jaga ya, jika nanti kita bertemu lagi, kuharap gelang ini masih bersamamu." Cindy mengikatkan gelang nya pada jeon.


"Makasih ya. Kalau gitu aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik." Jeon mengelus kepala cindy, lalu pergi meninggalkanya.


Saat jeon sudah didalam mobil, dia masih melihat cindy yang menatapnya dengan sedih dibawah pohon itu.


"Cindy, aku janji, suatu saat aku akan mencari kamu." Jeon sembari tertunduk sedih.


Tiga tahun kemudian, cindy masuk ke SMP xx untuk menyusul jeon, tapi sayangnya jeon sudah lulus dan sudah masuk SMA. Cindy kehilangan jejak jeon, dia tidak tau jeon sekolah dimana. Cindy merasa sangat kehilangan dan putus asa.


"Heii udik, kenapa kau terlihat sedih? Apa karna jeon tidak ada disekolah ini? Sudahlah, jangan pikirkan dia lagi, lupakanlah dia. Mending kamu sama aku aja. Gimana kalau kita pacaran!. " Yogi juga masuk ke SMP itu untuk mengikuti cindy.


Tiap hari yogi selalu menganggu cindy, dia menyukai cindy sudah lama, tapi caranya yang kasar dan bertingkah semaunya membuat cindy tidak menyukainya, bahkan tidak menolehnya.


Tiap hari cindy selalu menantikan kapan bertemu jeon, Dia benar-benar tidak bisa melupakan jeon.


Saat dia masuk kuliah, ternyata dia satu kampus dengan jeon, tapi dia tidak tau kalau jeon ada disana karna jeon sendiri jarang ngampus dan jarang terlihat.


Sudah satu tahun cindy kuliah disana, saat itu jeon sudah semester 6. Dia dan jeon bertemu secara tidak sengaja saat cindy sedang dibuly teman kampus nya sampai cindy terjatuh didekat jeon yang tengah berjalan.


Saat itulah mereka bertemu dan mengetahui bahwa mereka adalah orang yang saling mencari dan merindukan satu sama lain.


Ketika jeon menemukan cindy, dia bertekat tidak akan melepaskanya lagi dan akan terus menjaga dan melindunginya. Dan karna jeon lah cindy bisa berubah menjadi lebih terbuka dan mempunyai teman.


Flash back end


_


Berita terkini. Dikabarkan perusahaan XX mengalami kebangkrutan tadi malam, sedangkan kemarin, perusaan ini masih beroprasi seperti biasa. Tapi pagi ini perusahaan tersebut sudah tutup, sedangkan karyawan perusahaan itu masih menunggu didepan gerbang kantor.


Keluarga cindy tercengang saat mereka melihat berita itu. "Hah?? Cindy, bukankah itu perusahaan yang kamu datangi kemarin?" Tanya mama cindy.


"Apa? Ehh iya benar? Kok diberitakan bangkrut ya? Bukankah perusahaan itu cukup besar dan berkualitas? Atau jangan-jangan.... Jeon?"


Tiba-tiba jeon datang kerumah cindy dan langsung menghampiri mereka yang tengah sarapan.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya!! Selamat pagi bibi, cindy. Dimana paman rendy?" Sapa jeon dengan ramah.


"Nak jeon? Mari duduk, paman kamu sudah pergi lebih pagi, karna ada meeting."


"Ma, kayaknya kita harus pergi sekarang deh, soalnya ada kelas pagi ini." Cindy langsung menarik tangan jeon keluar rumahnya.


"Jeon, ayo kita berangkat sekarang."


"Eh,, kok buru-buru?" Jawab jeon bingung sembari menjalankan mobilnya.


"Jeon, berita pagi ini sangat mengejutkanku, kau tau, perusahaan xx itu bangkrut tadi malam? Apakah kamu yang melakukanya?" Tanya cindy dengan wajah datar.


"Kenapa harus bahas itu, gak penting." Jawab jeon cuek.


"Jeon! Itu penting bagiku, dengan kamu menutup perusahaan itu, maka banyak orang yang kehilangan pekerjaan, bahkan ceo dari perusahaan itu tidak bersalah kan? Dengan yogi masuk penjara saja itu sudah cukup untuk menghukumnya. Kamu gak perlu melumpuhkan perusahaan nya. Kasian sama yang punya perusahaan, sedangkan dia sedang berada diluar negri." Sahut cindy dengan emosi.


"Sayang, kamu itu terlalu baik, kalau perusahaan itu masih beroprasi, maka orang tua yogi masih punya uang untuk menebus dan mengeluarkan yogi dari penjara. Aku sih gak yakin kalau yogi tidak balas dendam. Ini pelajaran kecil buat mereka karna berani menyakiti kamu." Jawab jeon sembari tersenyum.


"Jeon! Kamu jahat." Cindy memukul lengan jeon.


"Aaww..!! Sakit!! Lukaku belum sembuh." Jeon mengelus lengannya. Lukanya kembali terbuka dan berdarah.


"Jeon! Lengan kamu berdarah, maafkan aku, aku salah,, ayo berhenti dulu." Cindy terlihat sangat panik dan menyesal.


Sedangkan jeon hanya tersenyum melihat perhatian cindy, lalu dia menepikan mobilnya.


Dengan cepat, cindy membersihkan darah pada luka jeon lalu dia kembali membalutnya.


"Gitu dong! Makasih ya kamu sudah obati lukaku, padahal sama sekali gak sakit kok, apalagi kalau kamu yang obatin." Ujar jeon tersenyum sembari menepuk kepala cindy.


"Apaan sih, lebai banget, udah yuk jalan lagi. Ehh tunggu!! Itu sepertinya kak lucy? Benar!! Itu kak lucy, bentar ya. Kamu tunggu disini saja." Cindy langsung turun dari mobil saat melihat lucy yang tengah berjalan dipinggir jalan.


"Kak lucy!!" Seru cindy memangil kakaknya itu dari belakang.


"Kak, gimana kabar kakak,? aku merindukan kakak." Sapa cindy sembari tersenyum.


Lucy melangkah mundur menjauhi cindy. "Jangan sok peduli kamu! Apa kamu puas sekarang melihatku seperti ini? Gara-gara kalian aku dipecat dari bar. Dan sekarang aku harus mencari kerjaan lagi, kau tau, nyari kerjaan itu gak gampang! Mending sekarang kamu pergi. Dan jangan pernah temui aku lagi. Lagian aku bukan bagian dari keluarga kalian, aku hanya anak adopsi, jadi kamu gak perlu sok peduli padaku.!"


"Kak, apa yang kamu katakan? kamu adalah kakaku, gak peduli apapun statusnya. Aku sayang sama kamu, dari kecil kita sudah bersama, kupikir kakak sudah berubah, tapi kakak masih saja seperti dulu. Kalau kakak mau, aku bisa membantu kakak mencari pekerjaan." Cindy berjalan mendekati lucy.


Jeon masih berada dalam mobil memantau mereka dari jauh.


"Cindy kok lama banget sih, kayaknya mereka ribut deh, si lucy ini beneran gak bisa berubah." Dengan cemas, jeon pun turun dari mobil dan berjalan menghampiri mereka.


"Kak, tolong lah ubahi sifat kakak sedikit demi sedikit, aku yakin hidup kakak bisa jauh lebih baik." Ujar cindy.


"Jangan sok peduli!! Aku bilang menjauh!! Aku tidak mau lagi berhungungan dengan kalian. Aku menyesal telah menjadi bagian dari keluarga kalian!!! Pergi kamu!!"


Lucy menjauhkan cindy darinya, ia mendorong cindy hingga jatuh kejalan.

__ADS_1


"Aw.. Sakit.!!" Cindy mengelus kakinya yang terkilir sembari berdiri perlahan.


"Cindy!!" Teriak jeon sembari berlari.


Jeon menyadari ada sepeda motor yang melaju kencang dari belakang cindy.


Jeon berlari sangat kencang untuk membawa cindy ketepi jalan.


Namun motor itu semakin dekat, "Cindy awas!!!." Dengan cepat jeon menghampiri cindy dan melindunginya. Tapi sayang, jeon tidak ada waktu lagi untuk membawa cindy ketepi jalan, dia melindungi cindy dengan cara memeluknya.


Gubraaakkk!!!


Motor itu menabrak mereka berdua, hingga jeon terpental ketengah jalan, sedangkan cindy tetap dipinggir jalan dengan luka memar sekujur tubuhnya.


Jeon terseret motor itu beberapa meter sebelum motor itu menabrak pembatas trotoar jalan dan terbalik hingga motornya terbakar.


Lucy kabur saat mereka mengalami kecelakaan, dia takut ada yang melihatnya. Dengan cepat lucy berlari meninggalkan mereka yang tengah kesakitan.


Warga setempat langsung berkerumun mendengar adanya kecelakaan itu. Beberapa orang menolong mereka dan mengangkat mereka ketepi jalan.


Cindy masih sadarkan diri. Tapi dia sulit untuk berjalan karna lukanya cukup parah.


"Mas, mba,, tolong bawa saya kesana, disana ada jeon pacar saya." Ujar cindy sembari menangis.


Mereka membantu cindy menghampiri jeon. Hampir semua orang mengenali cindy dan jeon. Mereka dengan sigap menolongnya.


Cindy duduk lemas disamping jeon yang terbaring dipinggir jalan dan tidak berdaya, tubuhnya dibasahi oleh darah yang mengucur dari luka-lukanya.


"Jeon!!! Jeon, bangun!! Kumohon!!" Teriak cindy sembari mengangkat kepala jeon dengan gemetaran.


"Apakah dia cindy dan jeon, mereka pasangan yang terkenal itu kan, bagaimana mereka bisa kecelakaan.?"


"Iya, mereka cindy dan jeon, kita tidak melihat bagaimana kecelakaan ini terjadi. Bawa saja mereka kerumah sakit."


"Iya dan satu lagi, pemuda yang membawa motor itu juga kritis. Mari kita bawa mereka bertiga kerumah sakit."


Kericuhan kerumunan orang itu membangunkan jeon.


"Jeon!! Sukurlah kamu masih sadar." Cindy menangis sembari mengelap darah diwajah jeon.


"Sayang, kamu jangan nangis, aku gak apa-apa, hanya sakit sedikit." Jeon mengangkat tanganya dan menghapus air mata cindy. Namun dia kembali tak sadarkan diri.


"Dek cindy, mari kita kerumah sakit dulu. Kami sudah memanggilkan ambulance dan juga polisi. Biarkan polisi yang menyelidiki penyebab kecelakaan ini." Ujar salah satu warga.


Kemudian cindy dan jeon, dan juga pengendara motor itu dibawa kerumah sakit terdekat.


•••


BERSAMBUNG..

__ADS_1


Jangan lupa like🙏


__ADS_2