Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Jeon & Jennie


__ADS_3

Dua tahun kemudian...


Putri melahirkan lagi seorang anak perempuan yang diberi nama Cheentya Jennie ('cheentya' nama depan putri).


Saat ini jeon sudah berumur 8 tahun dan sudah kelas 2 SD, jeon sangat menyayangi adiknya itu, tidak ada rasa iri atau cemburu padanya.


Tiap hari Jeon diantar sekolah oleh stev, shine dan seehan secara bergantian tiap harinya. Membuat guru disekolahnya terkadang bingung dengan jeon yang mempunyai keluarga seperti mereka.


Shine dan seehan belum ada tanda-tanda akan menikah, bahkan sekarang mereka berdua malah sering bermain kerumah stev untuk menemui jeon dan jennie.


Tapi saat ini shine sudah membuka hatinya untuk bianca yang sudah menunggunya sejak lama, merekapun sering makan dan jalan bersama ditiap akhir pekan.


Sedangkan putri dan stev kembali aktif bekerja, karna saat ini perusahaan mereka sudah bertambah cabang, jennie sendiri di asuh oleh omanya.


"Stev, hari ini siapa yang akan antar jeon sekolah? Hari ini aku pergi bawa mobil sendiri saja, soalnya aku ada meeting penting pagi ini." Ucap putri pada stev.


"Sepertinya shine yang mengantar jeon. nanti aku telpon dia, aku juga harus berangkat pagi, ada rapat seluruh direktur perusahaan dari luar negri juga.


Sayang, nanti aku iringi kamu dari belakang ya, hati-hati bawa mobil nya." Timpal stev sembari mengusap kepala putri.


"Iya sayang.


Eh,, anak mama,, nanti pergi sekolah diantar sama ayah shine ya?, soalnya mama sama papa ada meeting pagi, inget! Dengerin kata ayah ya." Ucap putri pada jeon yang baru saja selesai mandi.


"Iya ma, tenang aja,, jeon bukan anak kecil lagi, lagian jeon gak nakal kok." Jawab jeon sambil berpakaian.

__ADS_1


"Oke, baiklah,, anak papa memang pinter, papa sama mama berangkat dulu ya sayang." Stev dan putri mencium jeon dan jennie sebelum berangkat kerja.


Tidak lama kemudian shine datang menjemput jeon.


"Sayang,, udah siap belum?? Mari kita berangkat!!!" Ucap shine didepan pintu.


"Udah dari tadi jeon tunggu ayah, udah telat nih." Jawab jeon cemberut.


"Maaf ya sayang,, tadi ayah antar bunda kamu kekantor dulu. Mari masuk mobil." Shine membukakan pintu mobil untuk jeon. Kemudian mereka langsung jalan menuju sekolah jeon.


"Jadi, ayah lebih mentingin bunda dari pada jeon?." Sahutnya cuek.


"Nggak dong sayang, jeon lebih penting kok, tapi hari ini bunda disuruh pergi lebih pagi oleh mama kamu, katanya ada meeting penting. Jangan ngambek lagi ya, nanti biar ayah yang jelasin sama guru nya.


"Hm.. Iya deh. Ohh iya,, kapan ayah dan bunda akan menikah? Bukankah kalian pacaran sudah lama?" Tanya jeon saat dalam perjalanan.


"Sama saja, sungguh membosankan! Guru memberi pelajaran yang sangat mudah, bahkan tidak perlu dibaca pun aku sudah mengetahuinya.


Ayah tau gak, ada anak baru dikelasku, dia duduk disampingku, namanya cindy, dia sering dibuly sama teman sekelas, tapi aku melindunginya dengan keren, aku memukuli mereka, dan sekarang mereka tidak mau lagi mengganggu cewek itu. Tapi ini hanya rahasia kita berdua ya." Ucap jeon bercerita pada ayahnya itu.


"Wah, jeon memang hebat! Ayah salut sama keberanian jeon. Itu pasti terlihat sangat keren didepan cewek itu. Jeon jagoan ayah, sekarang apa masih ada yang berani melawan jeon?" Tanya shine dengan semangat.


"Tidak ada yang berani lagi sama jeon, bahkan guru pun hanya membiarkan saja, aku sih tidak mau melawan kalau bukan mereka yang lebih dulu menantangku!" Sahut jeon santai.


"Anak ayah memang the best lah,, jangan takut sama orang, kalau mereka salah, hajar aja, kalau mereka benar, juga tetap hajar, pokok nya jangan sampai jeon yang kalah dan terluka." Timpal shine sambil menepuk kepala jeon.

__ADS_1


"Ayah memang pengertian! Kalau ngomongin ini sama papa dan paman seehan, pasti mereka sudah marahin jeon, gak boleh inilah, gak boleh itulah. Aku gak suka cerita sama mereka." Ucapnya kesal.


"Hm.. Kalau mereka tau, aku pun akan turut dimarah sama mereka, karna sudah mengajarkan yang tidak benar, tapi mau bagaimana, sifat kita sama, biarkan sajalah dia jadi preman, supaya disegani." Batin shine sambil tersenyum pada jeon.


"Nah, kita sudah sampai sayang, ayo turun." Shine menggendong jeon turun dari mobil nya, dan mengantarnya kedepan kelas, saat itu kelas sudah berlangsung dan guru sedang mengajar.


"Bu guru, maaf jeon telat, tadi kita kena macet." Ucap shine pada guru sekaligus wali kelas jeon.


"Oh tidak apa-apa.. Silahkan masuk jeon. Langsung ikuti saja pelajarannya." Sahut guru itu dengan ramah.


"Nah, sayang, masuk lah,, ayah pergi kerja dulu ya, inget! Jangan nakal, belajar yang rajin ya,, daah." Shine mengecup kening jeon, lalu pergi meninggalkanya.


"Dasar ayah muka dua, tadi dia bilang aku hebat kalau berkelahi. Saat didepan guru, bilangnya jangan nakal." Gerutu jeon dalam hati sambil berjalan masuk kelas.


Jeon anak yang paling kaya disekolahnya, dia juga yang paling pintar dari seniornya, selain itu, dia juga mempunyai sifat yang dingin dan kejam, sering kali dia berkelahi disekolah, oleh karna itu, semua orang segan dan takut padanya, termasuk para guru dan kepala sekolah, karna tidak jarang jeon sering menentang mereka jika dia benar.


Kepintarannya pun setara dengan para guru, untuk seumuran jeon, dia memang anak yang hebat dan luar biasa.


Jeon memang paling cocok berinteraksi dan bercerita dengan shine dari pada dengan stev dan seehan.


Karna shine sangat memanjakannya dan mendukung apapun yang dia lakukan baik itu salah atau benar, shine terus memberi semangat pada jeon, sifat mereka pun hampir sama. Karna dari bayi, jeon sudah berada ditangan shine.


Sedangkan stev dan seehan selalu melarang apapun hal yang tidak baik yang akan dilakukan jeon, karna akan berdampak pada masa depannya kelak.


Tapi jeon hanyalah anak-anak, dia hanya melakukan apapun yang ingin dia lakukan, tapi ketika dirumah, jeon menjadi anak yang sangat baik, menurut pada orang tua nya, dan sering juga mengasuh adiknya.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2