Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kesedihan


__ADS_3

Cindy yang masih sadar itu berusaha menghubungi keluarganya dan keluarga jeon untuk memberitahu kabar ini.


Setelah cindy berhasil menghubungi mereka, tubuhnya pun mulai terasa lemas, diapun turut pingsan.


Setibanya mereka dirumah sakit, ketiga korban kecelakaan itu langsung ditangani dokter dengan cepat.


Jeon kritis karna keadaanya sangat parah, dia mengalami patah tulang dikakinya, luka dikepala dan disekujur tubuhnya.


Sedangkan cindy luka dikeningnya dan benturan yang cukup keras dikepalanya. Tubuhnya pun penuh luka dan lebam.


Tidak lama kemudian orang tua jeon dan cindy datang kerumah sakit dengan rasa khawatir.


"Put, anak kita,, mereka kecelakaan!!! Hikss." Jesica menangis sembari memeluk putri.


"Jesica, bagaimana ini bisa terjadi, setahuku jeon tidak pernah ngebut saat mengendarai mobil. Apa penyebab mereka kecelakaan.?" Sahut putri juga turut menangis.


Stev menghampiri putri dan memeluknya. "Sayang, ini adalah cobaan, kita harus sabar, dan selalu berdoa untuk kesembuhan anak kita dan cindy." Stev mencoba menenangkan perasaan putri dengan merangkulnya.


Sedangkan jennie menangis sembari duduk dikursi, dalam hati dia berdoa untuk kesembuhan dua kakak yang dia sayangi itu.


Tiba-tiba beberapa polisi datang menghampiri mereka.


"Permisi tuan stev, nyonya putri. Kami ingin menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa anak anda."


"Pak, tolong jelaskan sekarang bagaimana kecelakaan itu terjadi." Ucap putri sembari mendekati polisi itu.


"Sayang, sabar, biarkan polisi bicara perlahan." Timpal stev sembari merangkul putri.


"Tuan, kami sudah membawa saksi mata kemari, dia melihat keseluruhan kejadian itu, karna rumah nya berseberangan dengan lokasi TKP.


Silahkan anda jelaskan." Ujar polisi itu pada seorang saksi mata, wanita paruh baya.


"Tadi saya melihat mobil yang dikendarai tuan jeon dan nona cindy itu berhenti ditepi jalan. Lalu nona cindy keluar dan menghampiri seorang wanita dipinggir jalan. Tapi sepertinya gadis itu tidak menyukai nona cindy, mereka sempat terlihat cek cok, lalu gadis itu mendorong nona cindy kejalan, saat nona cindy hendak berdiri, tuan jeon menghampirinya, lalu ada motor yang melaju kencang dari belakang mereka, sepertinya tuan jeon ingin melindungi nona cindy, karna sebelum mereka tertabrak, tuan jeon memeluk nona cindy karna sudah tidak sempat untuk menyelamatkanya. Motor itu menabrak mereka hingga tuan jeon terseret cukup jauh." Jelas wanita itu pada keluarga jeon dan cindy.


Mendengar penjelasan dari saksi itu, tubuh putri langsung lemas, lalu stev menopangnya dan membawanya duduk dikursi.


"Maaf mba, apakah anda mengenali ciri-ciri wanita itu." Ujar jesica.


"Dia lebih tinggi dari nona cindy, rambutnya panjang dan tubuhnya agak ramping." Jelas saksi itu.


"Untuk mengetahui itu, nanti kita akan mengecek cctv dijalan itu, siapa tau mereka terekam cctv. Oh iya. Ini adalah konci mobil tuan jeon, kami sudah membawa mobilnya kemari." Polisi itu memberikan konci mobil jeon pada stev.


"Terimakasih banyak pak. Tolong usut kasus ini hingga tuntas." Ujar stev dengan cemas.


"Pasti,! Kami akan melakukanya hingga kami menemukan wanita itu. Kalau begitu kami permisi dulu."

__ADS_1


_


Jeon dan cindy ditempatkan dalam satu ruangan yang sama, setelah dokter selesai menangani mereka. Dokter pun menyuruh keluarga untuk menjenguknya.


"Dok, bagaimana keadaan cindy dan jeon.?" Tanya jesica pada dokter.


"Nona cindy hanya terluka sedikit tapi ada benturan dikepalanya, kami sudah mengecek kepalanya, kami tidak menemukan ada luka yang serius. Semoga dia cepat sadar, kakinya tadi terkilir, tapi kami sudah melakukan pemijatan,


Sementara jeon, dia sangat parah, lenganya terluka cukup dalam, sepertinya dia pernah luka sebelumnya, karna kami menemukan perban pada lenganya, dan kakinya patah, kami sudah melakukan yang terbaik, luka dikepalanya luka cukup lebar karna terseret cukup jauh, tapi kami sudah menjahitnya,


Kami juga sudah mengecek dalam kepala dan juga otaknya, tidak ada yang berubah, dan tidak ada luka dalam yang serius. Hanya saja tubuhnya dipenuhi luka yang lebar, kalian jangan kaget jika melihat sekujur tubuhnya penuh dengan jahitan. Dan itu membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan. Saat ini keduanya sudah melewati masa kritisnya. Tapi kemungkinan jeon tidak sadar dalam waktu yang cukup lama." Jelas si dokter.


Putri dan jesica tak kuasa menahan tangisnya.


"Put, maafkan aku, maafkan cindy juga, karna cindy lah jeon seperti ini." Ujar jesica sembari mengenggam tangan putri.


"Jes, ini bukan salah cindy, jeon hanya ingin melindunginya, harusnya yang pantas disalahkan itu adalah gadis yang mendorong cindy, semoga saja polisi segera menemukanya, aku tidak akan mengampuniya." Sahut putri dengan tegas.


"Ma.. " Panggil cindy yang baru saja sadar.


Merekapun langsung menghampirinya.


"Kak cindy.!! Sukurlah kamu sudah sadar. Aku sangat cemas." Jennie berlari menghampiri cindy sambil menangis.


"Dek, kakak gak apa-apa. Tolong jangan nangis." Cindy menghapus air mata jennie.


"Jeon.. Hiks..Maafin aku,, ini salahku,,


Ma, tolong bawa kursi roda itu kemari, aku mau duduk disamping jeon."


Jesica mengambilkan kursi roda, dan membantu anaknya itu duduk dikursi roda, jennie membantu mendorongnya menuju ranjang jeon.


Cindy meraih tangan jeon dan mengenggamnya sambil terisak tangis.


"Jeon, cepatlah sadar, maafin aku sudah membuatmu seperti ini. Hikss."


Cindy tertunduk menangis tersedu-sedu diatas tangan jeon yang digenggamnya, sampai tak ingat waktu, bahkan cindy menolak untuk makan, bahkan dia tertidur sembari mengenggam tangan jeon.


_


Sore harinya, polisi kembali datang kerumah sakit.


"Selamat sore tuan stev. Kami sudah mengecek di tempat kejadian, kamera cctv disana tidak merekam dengan jelas wajah gadis itu, karna dia membelakangi cctv, tapi yang jelas memang dia yang bersalah karna sudah mendorong nona cindy." Jelas polisi itu.


Cindy terbangun saat polisi itu datang. Dengan sekuat tenaga dia mendorong kursi rodanya dan berjalan mendekati polisi itu.

__ADS_1


"Pak. Kalian gak perlu susah payah mencarinya, karna dia adalah kakaku sendiri, namanya lucy, dia tinggal diapartemen xx nomor 123. aku mohon cari dia sampai dapat, dan segera penjarakan dia." Jelas cindy yang sudah terbakar amarah.


Orang tua cindy dan jeon kaget mendengar penjelasan cindy.


"Nak, apa benar kalau kakak kamu yang melakukan ini?" Tanya mama jesica.


"Benar ma! Kemarin aku berusaha bersikap baik padanya. Tapi dia malah membuat aku dan jeon celaka seperti ini, sedangkan dia kabur bukanya menolong!, aku baru sadar kalau dia benar-benar tidak punya hati.


Aku menyesal sudah mengakuinya sebagai kakak, karna dia tidak pernah menganggap kita sebagai keluarganya. Kali ini aku tidak akan pernah berbuat baik sedikit pun padanya, lihat saja, aku akan membalas perbuatanya itu, aku sudah muak berbuat baik padanya. Dasar manusia biadab!."


Kali ini cindy benar-benar berubah setelah kecelakaan yang menimpanya dan jeon! Matanya terlihat penuh amarah dan dendam, berbeda seperti biasanya yang selalu bersikap baik dan memaafkan.


Tapi karna melihat jeon tidak berdaya seperti ini membuat cindy akan membalas perbuatan lucy.


"Nak, apakah benar yang kamu katakan itu?" Ujar jesica yang kaget melihat sikap cindy yang tegas itu.


"Aku bicara sungguh-sunghuh ma. Jika polisi menemukanya nanti, langsung penjarakan saja dia!." Jawab cindy tegas.


Jennie langsung memeluk cindy. "Kak, apa yang kakak lakukan itu adalah hal yang benar, karna dia memang bersalah. Dia hampir membunuh kakak dan kak jeon!" Ujar jennie dalam rangkulan cindy.


"Iya. Itu keputusan yang tepat, karna bagaimana pun dialah yang bersalah." Sahut putri.


"Baiklah kalau begitu, kami akan segera mencari tersangka. Kami permisi." Polisi itu langsung bergegas mencari keberadaan lucy.


Putri mendekat pada stev. "Stev, gimana kalau kamu telpon shine, tolong bantu lacak keberadaan lucy, minta nomor ponselnya pada jesica, lalu kirimkan pada shine." Ujar putri dengan tatapan sedih.


"Iya sayang, oh iya, kita belum memberitahu shine tentang jeon kecelakaan, aku telpon dia dulu ya." Stev segera menghubungi shine untuk memberitahu kejadian itu.


Sedangkan cindy kembali lagi berjalan kesamping ranjang jeon dengan kursi rodanya.


Perlahan dia meraih tangan jeon dengan rasa penyesalan dan sedih yang mendalam.


"Jeon, maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi seperti ini, tapi kamu tenang saja, aku akan membalas rasa sakit yang kamu rasakan, sudah cukup kita berbuat baik pada lucy, sekarang dia harus mendapatkan ganjaranya. Mulai saat ini aku sendiri yang akan membalasnya dan akan menghancurkan hidupnya sehancur-hancurnya!!.".Gumam cindy sembari membelai wajah jeon.


Kali ini cindy benar-benar berubah, dan dia bertekad kuat untuk membalas lucy, dia sudah tidak menganggap lucy sebagai kakaknya lagi, karna pada dasarnya lucy dan cindy bukanlah saudara kandung.


Karna lucy hanya anak adopsi jesica dan rendy saat dia masih bayi.


Saat itu jesica dan rendy belum punya anak, mereka mengadopsi lucy untuk memancing kahamilanya, hingga dia mengandung cindy.


Tapi setelah besar, lucy berubah saat dia mengetahui kalau dia bukan anak kandung jesica dan rendy.


Mulai saat itu dia tidak peduli lagi pada keluarga yang sudah merawat dan membesarkanya itu. Dia jadi pembangkang dan melawan orang tua. Bahkan dia membenci keluarga yang sudah menyayanginya sejak kecil.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like🙏


__ADS_2