Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Siapa dia


__ADS_3

Keesokan harinya, jeon kembali menjemput cindy untuk pergi kekampus bersama. Sedangkan cindy tengah sarapan pagi bersama keluarganya.


Jeon datang dan memencet bel. Tak lama kemudian, salah satu pembantu rumah itu membuka pintu.


"Eh ada den jeon, silahkan masuk den, mereka sedang sarapan didalam." Seru pembantu tersebut.


"Baiklah bik, terimakasih." Jeon melangkah perlahan menghampiri mereka.


"Selamat pagi semuanya!! Selamat pagi cantik." Jeon mengusap rambut cindy yang tengah makan.


"Eh, nak jeon,, selamat pagi.. Mari duduk, mau sarapan.?" Sapa mama cindy.


"Makasih bibi, tadi aku sudah sarapan dirumah." Sahut jeon sembari duduk disamping cindy.


"Paman, bibi, boleh gak aku bicara sedikit?. "Ujar jeon pada orang tua cindy.


Cindy menoleh pada jeon dengan heran dan penasaran.


"Ngomong aja, kenapa harus pakai izin." Sahut papa cindy.


"Paman rendy. Bibi jesica. Aku mau minta izin sama kalian, saat ini aku dan cindy sudah pacaran, kuharap kalian tidak membatasinya ataupun menjaga jarak padaku. Aku tau, dulu kalian melarang cindy untuk mendekatiku lebih jauh , tapi kali aku yang selalu mendekatinya. Jangan pernah berpikir kalau aku hanya main-main, dan jangan merasa minder hanya karna papa dan mama sudah bersikap baik pada kalian, aku tau kalau kalian sangat tidak enak hati atas bantuan keluargaku, tapi itu tidak masalah, karna kami tulus, dan aku sangat mencintai cindy, aku sangat berharap suatu saat bisa menikahinya, aku akan menjaganya selama aku bernyawa. Kalian tidak perlu khawatir atas kebahagiaannya. Apakah paman dan bibi mengizinkan kita bersama?" Ujar jeon dengan sungguh-sungguh.


"Jeon! Kami tidak masalah kalau kamu pacaran dengan cindy, hanya saja kami takut, kalau suatu saat cindy mengecewakan kamu dan keluarga kamu, karna kami sudah banyak berhutang budi pada keluarga kalian, hanya itu yang kami cemaskan, selebihnya terserah kalian, tapi kami harap jangan sampai ada pertikaian diantara kalian yang menyebabkan hubungan pertemanan keluarga kita hancur." Sahut papa cindy.


"Jika suatu saat harus ada pertikaian diantara aku dan cindy, maka kami akan menyelesaikanya berdua tanpa mengganggu hubungan keluarga kita." Timpal jeon tersenyum.


"Em.. Aku sudah makannya, ayo kita berangkat sekarang.


Ma, pa. Terimakasih kalian sudah mengizinkan aku bersama jeon, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan kalian. Kita berangkat dulu ya." Tutur cindy sembari berdiri.


"Paman, bibi, kita pergi ya." Jeon menarik tangan cindy dan keluar dari rumah.


"Iya, kalian hati-hati ya." Sahut jesica.


Saat dalam perjalanan menuju kampus, cindy selalu menatap jeon.


"Sayang, apakah ada yang salah pada wajahku, atau aku terlau tampan?" Ujar jeon tertawa kecil pada kekasihnya itu.


"Pede banget sih! Jeon, aku gak habis pikir, kamu berani ngomong kayak tadi didepan papa dan mama. Aku kagum sama kamu. Dengan begitu, mama dan papa tidak terlalu melarangku lagi. Aku tau ini untuk kebaikan kita, tapi mereka terlalu takut karna kalian sudah banyak membantu kami."


"Hm.. Kalian itu terlalu berhati-hati, sebenarnya bersikap biasa saja pada kekuargaku, gak perlu harus tunduk ataupun takut mengecewakan. Karna kita bukan pembantu dan majikan, tapi kita semua adalah keluarga. Aku seneng orang tuamu percaya padaku. Jadi, aku bisa menjaga dan bersamamu secara leluasa. I Love you sayang." Jeon tersenyum manis sembari mengelus kepala cindy.


"Apaan sih tiba-tiba.. Aku malu. Udah fokus saja nyetirnya.

__ADS_1


"Kenapa harus malu?, oh iya. Apakah kamu sudah menyelesaikan design terakhir kamu?"


"Sudah kok, rencananya sore nanti aku akan mengantarnya."


"Nanti aku temani ya sayang." Ujar jeon.


"Boleh. Makasih ya."


_


Setibanya dikampus, cindy dikagetkan dengan kedatangan ketiga fans yang dekat dengannya, yaitu ani, liza dan dina, mereka sudah menunggu didepan gerbang kampus.


"Eh, mereka? Jeon, kamu pergi saja duluan, aku mau bertemu mereka dulu."


"Mereka siapa sayang?." Tanya jeon bingung.


"Mereka adalah fans akrabku, mereka sangat mendukungku saat aku lagi drop. Aku akan menemuinya sekarang." Sahut cindy.


"Baiklah, kamu hati-hati ya."


Cindy langsung turun dan menghampiri mereka. "Hei kak, ngapain kesini?" Sapa cindy dengan ramah.


"Dek cindy.!!!" Mereka langsung merangkul cindy dengan cemas.


"Maaf kak,, kemarin aku sakit dan dirawat dirumah sakit beberapa hari. Mama sengaja merahasiakannya dari semua orang, demi kesembuhanku." Jelas cindy.


"Ya ampun dek,, ternyata kamu sakit, kami sampai cemas loh, tapi sekarang sudah sembuh kan? Eh, tadi kamu pergi bareng jeon ya? Ada apa dengan kalian?" Tanya ani tersenyum.


"Iya.. Em.. Sebenarnya kita udah pacaran, tapi ini rahasia ya. Oke."


"Wahh.. Selamat ya..! Tenang saja, kita bisa jaga rahasia kok. Gimana kalau nanti sore kita jalan. Mau gak?."


"Maaf kak, tapi nanti sore aku mau mengantarkan design kekantor clien, lain kali aja ya."


"Ya udah kalau gitu, kita temeni kamu, abis itu kita jalan ya." Ujar dina memaksa cindy.


"Em.. Oke deh.. Tapi kayaknya jeon ikut, tapi biarin dia bawa mobil sendiri, aku ikut kalian saja."


"Baiklah, gak masalah, kalau gitu kamu masuklah, kami akan pulang dan menunggumu dirumah, nanti kami kemari lagi."


"Oke, makasih kak, aku masuk dulu ya. dahh."


Cindy masuk kekelasnya. Saat dikampus, ia tidak menunjukan kedekatannya dengan jeon demi menjauhi rumor yang tidak sedap.

__ADS_1


Sore hari menjelang, mereka berangkat keperusahaan clien cindy, dengan mobil jeon yang mengiringi mereka dari belakang.


Setibanya dikantor, tiga teman cindy menunggunya dilobi seperti biasa, sedangkan jeon hanya diam dalam mobilnya.


Cindy diantar oleh staf kantor menuju ruangan ceo perusahaan itu.


"Permisi tuan, nona cindy sudah datang."


"Bawa dia masuk." Sahut ceo tersebut.


Saat cindy masuk, dia disambut dengan ramah.


"Silahkan duduk nona cindy. Makin hari, kamu makin cantik ya."


Cindy tertunduk. "Apakah dia ceo perusahaan ini, muda sekali." Batin cindy dalam hati.


"Maaf tuan, kita lanjutkan saja soal kerjaan, ini saya sudah membawa design yang anda minta bulan lalu." Cindy mengeluarkan berkas dalam dokumen yang dia bawa.


"Maaf nona cindy, saya tidak tau soal design itu, karna saya adalah anak dari ceo perusahaan ini, saya disini hanya menggantikan papa saya yang sedang keluar negri. Tapi saya bisa mencoba menilainya." Pria itu berdiri dan mendekat pada cindy.


"Maaf tuan, silahkan anda duduk dan lihat designnya, kalau anda suka, maka saya akan meninggalkan design ini, saya tunggu konfirmasi dari papa anda."


Pria itu tidak mendengarkan cindy, dia tetap berdiri dibelakang cindy.


Cindy mulai merasa tidak nyaman, ia berpikir seakan ada hal buruk yang akan terjadi padanya.


"Cindy, kamu sekarang sudah jadi orang hebat ya, kamu sudah sukses, aku sangat senang melihatmu sangat berbeda seperti dulu, yang biasanya hanya tertunduk diam dan pemalu, bahkan tidak punya teman, tapi sekarang aku bangga padamu." Bisik pria itu didekat telinga cindy.


Cindy kaget dan sangat takut.


"Maaf tuan, sepertinya kita tidak saling kenal, saya sudah mengantar design ini, kalau begitu saya permisi." Cindy berdiri dan hendak keluar dari ruangan itu.


Namun dia tidak bisa membuka pintu itu, karna terkunci secara otomatis, dan hanya bisa dibuka dengan remote kontrol.


Cindy merasa sangat takut, karna pria itu berjalan mendekatinya dengan tatapan sinis yang jahat. Cindy masih terus berusaha menarik pintu itu, namun pria itu makin dekat dan menarik tanganya dengan kuat.


Sedangkan jeon dan teman cindy masih menunggu dibawah dengan rasa khawatir karna cindy sudah pergi cukup lama.


•••


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like dan VOTE.

__ADS_1


__ADS_2