
Malam hari waktu new york.
Jeon yang tengah dilanda kerisauan menunggu kabar dari cindy, karna terakhir cindy menelpon 24 jam yang lalu.
Jeon sudah berulang kali menelpon kenomor mamanya tapi tidak aktif ,membuatnya kembali cemas.
Ding.. Dong.. (Bel berbunyi)
"Siapa ya malam-malam gini bertamu?, gak biasanya." Gumamnya sembari membuka pintu.
"Surprise...!!!" Cindy dan yang lainya mengagetkan jeon.
"Kalian..??" Jeon langsung memeluk cindy.
"Sayang, kamu kemana saja? Ayoo masuk dulu, pa, ma.. Dek jennie juga ikut.? Sini sama kakak." Jeon merangkul adeknya itu dan membawa mereka masuk.
"Kalian dari perjalanan jauh, pasti lelah, istirahatlah lebih awal. Oh iya, bagaimana kalian tau alamat apartemenku?" Tanya jeon sembari merangkul istrinya.
"Em, tadi kita mampir kekantor kamu dulu, kita minta alamat kamu disana. Kita sengaja tidak memberitahumu karna ingin memberikan kejutan untukmu." Jawab cindy tersenyum.
"Oh gitu! Aku pikir kalian kemana tidak ada yang mengabariku. Oh iya, kalian kapan pulang?" Tanya jeon.
"Besok kita pulang lagi, karna mama dan papa sudah banyak meninggalkan kerjaan dan rapat penting.
Oh iya, mama tadi beli makanan, ayo kita makan dulu." Putri mengeluarkan makanan dari kantong yang sempat mereka beli sebelum menuju apartemen jeon.
"Besok sudah pulang? Cepat sekali?. Sayang, kamu jangan pulang dulu ya, aku masih merindukan kamu, tetaplah disini sebentar, istirahatlah dari penatnya kerja dan sekolahmu." Jeon mengelus kepala cindy sembari mencium keningnya.
"Cindy akan tinggal bersamamu selama yang dia mau. Akhir-akhir ini ada banyak kejadian menimpanya saat jauh darimu, jika kami pulang nanti, kalian ngobrolah berdua. Jangan cemas soal kantor kamu dan sekolahnya cindy, dia gadis pintar, dia bisa menyusul ketinggalanya." Timpal stev sembari mengambil makanan yang disiapkan putri.
"Kita bahas itu nanti. Sekarang kita makan dulu ya. Aku lapar." Sahut cindy mencela percakapan mereka.
"Jeon, cindy. Saat ini oma kalian sedang sakit. Kita tidak tau kapan ajal akan menjemputnya, mama harap kalian bisa menemui oma kalian sesekali."
"Apa? Oma sakit? Kenapa mama tidak bilang? Lalu kenapa kalian malah kesini bukannya menjaga oma!" Dengan panik, jeon kaget mendengar kabar omanya.
"Sayang, sudah, jangan emosi gitu. Oma dijaga oleh mama dan papa dan juga bunda bianca. Mereka kesini karna mengantarku dan ada alasan untuk itu.
Aku akan menceritakannya padamu besok." Cindy menenangkan kecemasan jeon dengan merangkul bahunya.
"Baiklah, maafkan aku. Aku hanya khawatir pada oma. Kita lanjut makan lagi."
_
Esok paginya.
Stev dan anak istrinya berpamitan untuk kembali kejakarta.
"Kak jeon, kak cindy, kita pulang ya. Sebenarnya aku masih ingin disini karna aku masih kangen sama kak jeon, tapi aku harus sekolah dan harus photo shoot." Jennie menggandeng tangan cindy dan jeon saat hendak keluar rumah.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah gede. Jangan suka manja lagi." Jeon memberikan pelukan hangat pada adik kesayangannya itu.
"Jeon, cindy, papa dan mama pulang dulu ya. Kabari kami jika kalian akan pulang. Jaga kesehatan kalian disini."
Stev dan yang lainya segera naik taxi yang sudah menunggu mereka dihalaman apartemen jeon.
"Kalian hati-hati ya. Kabari kita tentang kesehatan oma. Kalau sudah tiba dijakarta jangan lupa beritahu kami."
Jeon dan cindy tersenyum melepas kepergian mereka.
Setelah taxi itu berlalu. Jeon langsung menarik cindy masuk dan mengunci pintunya.
"Je.. on.. Apa yang kau lakukan!" Cindy kaget karna jeon tiba-tiba memeluknya dengan erat.
"Sayang, rasa kangenku belum terobati. Jantungku hampir copot saat mendengarmu sedang sakit. Aku sangat mencemaskanmu." Tak henti hentinya jeon menciumi kening dan kepala cindy.
"Sayang, ayo kita duduk dulu, aku akan menjelaskanya padamu." Cindy menarik jeon menuju sofa.
"Sekarang katakan, ada apa sebenarnya?" Jeon menatap wajah cindy dan mengenggam tanganya.
"Sebenarnya aku gak sakit. Tapi aku diculik yogi dan dibawa ke korea. Tapi untungnya ayah shine bisa menemukan dan menyelamatkanku. Dan sekarang yogi sudah dipenjara korea." Jelas cindy dengan santai.
"Apa?!! Jadi selama beberapa hari kamu gak ada kabar itu ternyata diculik yogi? Dasar biadab!! Kapan-kapan kita kekorea, aku ingin menendangnya langsung, menginjak perutnya, hingga jadi pekyek!, dan aku akan potelkan kepalanya!
Kurang ajar sekali dia!, beraninya menculik istriku!!
Tapi kamu gak diapa-apain kan sama dia? Kamu gak terluka kan sayang.?" Jeon memeriksa tubuh cindy dengan panik.
gak segitunya juga kali. Aku gak apa-apa kok. Si yogi itu ternyata bodoh, dia mudah sekali dikelabuhi, aku mah happy aja disana. Yang aku pikirkan dan yang selalu membuatku sedih itu hanya satu." Cindy mendekatkan wajahnya pada jeon.
"Apa itu? "
"Yaitu suamiku yang ganteng ini, aku selalu merindukan kamu hingga membuatku menangis sendiri." Cindy mencubit pipi jeon.
"Oh,, sudah bisa gombal ya.! Belum sampai satu bulan ditinggal udah kayak gini. Gimana kalau satu tahun." Jeon membalas mencubit pipi cindy dengan gemas.
Tiba tiba jeon menggendong cindy.
"Hei kau mau membawaku kemana?"
"Kekamar!"
"Hah? Mau ngapain?"
"Menyelesaikan tugas."
"Tapikan ini masih pagi jeon.!"
"Bodo amat!!"
__ADS_1
"Haiss.. Punya laki kok kayak gini."
Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya jeon dan cindy bisa saling melepas rindu.
_
Sementara itu, shine masih dikorea, setelah seharian kemarin mencari keberadaan orang tua yogi, dan akhirnya dia menemukannya.
Setelah mengetuk pintu, seseorang dari dalam membuka pintu itu dan menyambut shine dengan ramah.
"Maaf. Tuan siapa?" (Sub korea)
"Apakah ini rumahnya tuan so hun dan nyonya jun su.?" Tanya shine dengan senyuman.
"Ah, saya sendiri. Tapi siapa anda?, silahkan masuk dulu, kebetulan suami saya sedang dirumah."
"Baiklah, terimakasih." Tanpa ragu, shine masuk kedalam rumah itu.
"Apakah ini tuan so hun? Saya shine dari indonesia. Maaf telah menganggu waktu libur kalian?"
"Shine? Dari indonesia? Bukankah kamu orang yang mempunyai perusahaan elektronik dan jaringan terbesar se asia tenggara itu?" (Sub indo).
"Anda bisa bahasa indonesia? Ya aku shine yang anda maksud. Oh iya, aku lupa, kalian pernah tinggal diindonesia kan?, dan kalian juga memiliki perusahaan elektronik dan jaringan itu?" Timpal shine.
"Iya benar! Kok anda tau?"
"Ya, karna anak angkat saya lah yang membuat perusahaan kalian bangrut dalam satu malam itu, kalian tau sebabnya apa? Karna anak anda bernama yogi itu telah melakukan hal yang tidak senonoh dengan menantu saya bernama cindy, yaitu istrinya jeon.
Dan beberapa hari yang lalu, yogi menculik cindy dan membawanya kerumah lama kalian. Untung saja saya datang tepat waktu sebelum terjadi apa-apa sama menantu saya. Saat ini anak kalian tengah mendekam dalam tahanan dikota seoul." Jelas shine pada kedua orang tua yogi.
"Apa?? Benarkah anak kami melakukan itu? Kami mohon maaf, kami sama sekali tidak tau apapun soal ini! Ternyata dia masih saja ingin balas dendam pada keluarga putri, aku menyesal telah menceritakan kejadian masa lalu padanya. Tuan shine, maafkan anak kami. Bagaimana cara kami untuk membayar semua kerugian kalian?." Mama yogi sangat terkejut dan malu atas kelakuan anaknya itu.
"Apakah kalian yakin, kalau kalian sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kejadian ini? Atau kalianlah dalang dibalik semua ini.?" Jeon menatap mereka dengan tajam supaya mereka bicara jujur.
"Tuan shine. Kami berani bersumpah! Kami sama sekali tidak tau dengan apa yang dilakukan putra kami itu. Maka dari itu kami sangat memohon maaf, katakan saja berapa banyak kami harus ganti rugi." Timpal papa yogi memohon maaf sembari menyatukan tanganya.
"Tuan so hun, nyonya jun su. Aku percaya pada kalian, tapi tolong, mulai saat ini, jaga kelakuan anak kalian. Dan ingat! Jangan sampai anda menebusnya dengan uang untuk mengeluarkanya dari penjara, karna dia tidak akan berubah sebelum dia menderita.! Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan, kalau kalian mengingkarinya, maka bersiaplah perusahaan kalian dikorea atau dimanapun, akan kembali mengalami kebangkrutan.! Aku permisi."
Shine keluar dari rumah itu dan langsung masuk kemobil, diiringi oleh kedua orang tua yogi yang mengantarnya kehalaman rumah.
"Sekali lagi maafkan kami tuan shine, anda hati-hati dijalan." So hun terus-terusan menyatukan tangan dan membungkukan badannya meminta maaf sampai mobil shine pergi dari depan rumahnya.
"Huh.. ternyata anak bejat itu yang membuat ulah, dasar keras kepala!, pantas saja perusahaan kita bisa bangkrut dalam semalam, yogi itu benar-benar bodoh!, dia tidak tau bagaimana kekuatan lawannya, itu baru jeon, belum orang tuanya apalagi tuan shine. Jangankan perusahaan, kita pun bisa mati jika mereka menghendakinya. Dasar anak bodoh!!" So hun menggerutu dengan kesal sambil berjalan masuk kerumahnya.
"Sudah,, sudah.. Nanti kita datangi saja dia kekantor polisi. Kamu bisa memarahinya disana, dia sudah menghilangkan satu perusahaan besar kita." Timpal jun su.
Orang tua yogi sangat menyesali dengan apa yang dilakukan anaknya itu.
Kini yogi yang bernama asli kiim yoo gi itu tengah mendekam dipenjara karna perbuatannya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG...