Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Thanks god


__ADS_3

Sudah dua minggu cindy berada di amerika menjalankan bisnis dan juga menjaga jeon. Tapi belum ada perubahan sama sekali pada jeon.


Keesokan harinya cindy berpamitan pada putri karna harus pulang kejakarta untuk mengurus perusahaan jeon dan juga meneruskan kuliahnya.


Sedangkan putri ditemani adiknya stev yaitu kimberly yang baru saja tiba dari paris bersama istri seehan bernama stevani.


Tiap hari cindy bekerja keras untuk perusahaan jeon, permintaan perhiasan tidak pernah surut, setelah enam bulan dibawah naungan cindy, perusahan yang bernama 'JJ Crystal' itu makin maju dan berkembang,


Hasil yang cindy dapat dari keuntungan dan gajinya yang besar itu sudah berhasil membeli satu rumah megah, dan memboyong keluarganya pindah rumah setelah mendapat persetujuan dari putri san stev.


Dua kali dalam satu bulan cindy pergi bolak-balik dari jakarta keamerika.


Hingga tiba ulang tahun jeon yang ke 20tahun, semua keluarga berkumpul diamerika untuk merayakannya dirumah sakit.


Walaupun jeon belum sadarkan diri, tapi mereka tetap bersemangat membawakannya kue ulang tahun beserta kado untuk jeon.


Tak lupa mereka panjatkan doa untuk kesembuhan jeon sebelum meniup lilin itu. cindy tertunduk sedih, menangis tersedu-sedu merindukan jeon. Putri dan jesica berusaha menenangkannya.


"Om, tante,, sudah lima bulan jeon dirawat disini, sudah banyak uang yang kita keluarkan, tapi jeon belum sadar juga, padahal keadaanya sudah stabil, bagaimana kalau kita bawa lagi saja dia kejakarta. Jujur aku juga capek bolak-balik kesini, sedangkan jeon masih belom sadar juga." Ujar cindy.


"Kamu benar, kita bawa lagi saja jeon kejakarta, itu lebih mempermudahkan kita untuk mengurusnya." Sahut putri.


Mereka pun menyetujui keputusan itu.


_


Dua hari kemudian, jeon dibawa pulang katanah air, dan dirawat dirumah sakit didekat rumah cindy, dengan begitu, maka cindy lebih mudah untuk menjenguknya, dan cindy meminta mamanya untuk menunggu jeon dirumah sakit selagi putri dan keluarganya sedang bekerja.


Malam hari itu, cindy pergi kerumah sakit setelah menyeselaikan pekerjaannya dikantor ditemani jesica mamanya.


Cindy duduk disamping ranjang jeon. Dan meraih tanganya. "Jeon, aku benar-benar sudah pasrah, aku nggak sanggup lagi melihatmu seperti ini.


Lihat, badanmu sudah kurus, kulitmu menjadi kuning karna efek obat dan infus. Aku mohon dengan sangat,, bangunlah! Aku merindukan kamu! Aku rindu kasih sayang kamu! Hikss..


Jika kau tetap seperti ini, aku juga ingin menyusul roh kamu yang sedang diatas sana melihatku menangis seperti ini. Kamu tega! Kau membuat air mataku kering, dulu kau bilang air mataku sangat berharga. Jeon! Tolong kembali lah..


Ya allah,, jika takdir umur jeon masih panjang, maka sadarkanlah dia!!! Jika umurnya hanya sebatas sini, maka ambilah dia,, aku ikhlas ya allah.." Teriak cindy menjerit sambil menangis.


Putri dan jesica sangat kaget dengan yang diucapkan cindy.

__ADS_1


"Cindy!!! Apa yang kamu katakan!!, jangan sembarangan bicara!! Kita tunggu saja kapan jeon akan sadar!!" Mama cindy sangat marah mendengar ucapan cindy itu. Sedangkan cindy hanya menangis.


"Cindy, tante mengerti dengan perasaan kamu, karna kamu sudah sabar menunggu jeon selama satu tahun lebih dia koma. Tapi tante harap, kamu masih bisa bersabar ya nak. Jangan sampai putus asa." Tambah putri menyemangati cindy.


Tiba-tiba cindy merasakan jari jeon bergerak dalam genggamanya.


"Eh,, tante!! Mama!! Kurasa tadi jari jeon bergerak. Apakah dia mendengar suara isi hati cindy?" Dengan riang dan semangat, cindy menghapus air matanya sambil tersenyum menunggu jeon kembali.


Makin lama, jari jemari jeon makin sering bergerak, kelopak matanya mulai berkedip, kakinya juga turut bergerak perlahan.


"Cindy.!!!!!" Teriak jeon yang tiba-tiba membuka mata dan membuat susana kamar itu bergetar. Cindy dan yang lainya begitu kaget.


Cindy langsung berdiri dan mendekap dada jeon.


"Jeon, sukurlah kamu sudah sadar, aku disini untukmu." Mata cindy berlinang berkaca-kaca melihat mata jeon sudah terbuka.


"Cindy?? Kamu gak apa-apa sayang, sukurlah,, aku kira kamu terluka, aku sangat menghawatirkan kamu." Jeon menatap sekujur tubuh cindy, dia lega melihat cindy baik-baik saja.


Putri langsung memberitahu seluruh keluarganya untuk menyampaikan berita bahagia ini.


"Sayang, kamu sudah kembali, kami semua sangat mencemaskanmu, lihatlah cindy, matanya sampai bengkak karna menangis." Ujar putri sembari membelai rambut putra sulungnya itu.


Tidak lama kemudian, seluruh keluarga datang kerumah sakit, termasuk seehan dan charlie, mereka sudah berangkat kejakarta dua hari yang lalu.


Shine berjalan menuju jeon, dan membantunya duduk.


"Jeon, selamat datang kembali, kami semua sudah menantimu. Kami merindukan kamu." Shine tersenyum dan menepuk kepala anak angkatnya itu.


"Terimakasih ayah. Tapi kurasa tidak perlu mengucapkan selamat datang segala."


Saat jeon melihat cindy yang masih tertunduk sedih, jeon meraih tangan cindy dan mengangkat wajahnya.


"Hei, apa yang kau sedihkan, aku baik-baik saja sekarang! Tunggu! Kamu terlihat lebih tinggi dan lebih besar sekarang, dan kamu makin cantik.


Ng... Semuanya,, jika aku sudah sembuh nanti, apakah aku boleh menikah dengan cindy? Ya.. Aku tau ini terlalu cepat, bahkan kita pacaran belum sampai satu bulan, dan umur kita masih muda, tapi aku ingin sekali dirawat dan hidup bersama cindy." Ujar jeon dengan serius.


Cindy dan yang lainya kaget mendengar ucapan jeon yang sungguh-sungguh itu.


Cindy menoleh pada mamanya dan keluarganya, mereka semua mengangguk, mengisyaratkan bahwa mereka menyetujuinya.

__ADS_1


Cindy menggapai dan menggenggam tangan jeon.


"Jeon, sebelumnya aku minta maaf karna membuatmu seperti ini, kau tau? Tubuhmu banyak sekali bekas jahitan, kaki kamu baru saja sembuh dari patah tulang.


Dan kamu koma sudah lebih dari satu tahun. Kita juga sudah membawa kamu ke amerika selama lima bulan. Jeon, umur kita sudah bertambah, beberapa bulan lagi umurku sudah 19 tahun, dan umur kamu 21 tahun. Jika kamu sudah sembuh total, dan umurku sudah 20 tahun, aku bersedia menikah denganmu." Jawab cindy mentap mata jeon dengan linangan air mata.


Jeon merasa sangat bahagia, diapun langsung memeluk cindy didepan keluarganya. "Makasih cindy, aku sungguh tidak percaya kalau sudah selama itu aku berbaring dirumah sakit, dan sudah selama itu pula kamu sabar menunggu dan menjenguku." Jeon turut terharu meneteskan air mata melihat ketabahan dan kesabaran cindy dalam menantinya.


Semua orang dalam ruangan itu turut merasakan apa yang dirasakan cindy dan jeon, tanpa sadar, mereka juga meneteskan air mata dan menangis haru dan bahagia.


_


Keesokan harinya, mereka membawa jeon pulang untuk rawat jalan dirumah. Cindy mengambil cuti dan memberikan semua pekerjaan pada direktur perusahaan karna dia ingin fokus mengurus jeon.


Saat ini jeon masih belum bisa berjalan sendiri, karna kakinya sering keram, tapi cindy selalu mebantu memapahnya dan mengajarinya berjalan perlahan.


Tiap hari dari pagi sampai malam, cindy datang kerumah jeon untuk merawatnya. Walaupun ada oma nya disana, tapi dia sudah tua. Tidak sanggup untuk membantu jeon.


"Jeon, kita keliling ketaman belakang rumah yuk. Biar aku dorong kursi roda kamu."


"Baiklah, aku juga ingin berjemur pagi ini."


Cindy mendorong kursi roda jeon dengan perlahan sembari berbincang-bincang.


"Sayang, selama setahun ini, apa yang sudah kamu lakukan tanpa aku?" Tanya jeon sambil memegang tangan cindy yang sedang mendorong kursinya.


"Sudah banyak hal yang kamu lewatkan, pertama, aku sudah bisa mengemudi sendiri, kedua, aku sudah membeli rumah baru, dan itu tidak jauh dari sini. Dan kabar baiknya, aku berhasil bekerja sama dengan perusahaan perhiasan diamerika, dan kita akan membangun perusahaan bersama disana." Jelas cindy, kemudian dia menepikan kursi roda itu dipinggir bangku didekat kolam renang.


"Hah?? Serius sayang? Wahh kamu hebat sekali, perusahaanku benar-benar maju ditanganmu. Ahh aku jadi tidak sabar ingin melihat rumahmu."


"Jeon! Fokus saja dulu dengan kesembuhan kamu. Kita bisa melakukan apapun kalau kau sudah sehat oke!


Kau tau, aku sangat sedih tiap hari melihatmu terbaring dirumah sakit. Tapi sekarang aku sangat bahagia bisa melihat senyumu lagi." Cindy tertunduk sedih sekaligus bahagia.


"Sayang, kumohon jangan menangis lagi. Aku sangat menyayangimu, aku merindukan kamu." Jeon merangkul cindy dan menciumi kepalanya.


Baik jeon atau cindy, mereka saling mencintai dan menyayangi. Kehadiran jeon kembali, sangat membuat cindy lega. Jeon pun sangat beruntung mempunyai pacar yang sabar dan pengertian seperti cindy.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2