
Saat steven dan putri turun dari kamarnya, dia mendapati tamu yang sudah duduk diruang depan dalam rumahnya. Mereka pun dikagetkan dengan kedatangan orang itu.
"Hah? Shine!! Kamu kok tau rumah nya steven?" Tanya putri kaget.
"Tau lah, apa sih yang gak aku tau!"Jawab nya sombong.
"Yaaa terus! Kamu datang kerumah aku mau ngapain hah?" Sahut steven.
"Menurut kalian aku mau ngapain?" Tanya shine balik.
"Dasar gak ada kerjaan, pasti kamu mau buntutin aku sama putri kan?" Lanjut steven bertanya. "Sudahlah, ayo put kita pergi" Steven menarik tangan putri dan melangkah keluar rumahnya.
"Hei tunggu!" Shine juga menarik tangan putri yang lainya. "Put, biar aku antar kamu ya? Kamu mau kekantor kamu kan?"
"Iya. Tapi gak perlu, bukan nya kamu sibuk, kamu juga pasti banyak kerjaan kan?" Jawab putri.
"Put,please! Biar aku yang anter ya" Paksa shine menarik tangan putri.
"Hei, kamu gak dengar ya putri bilang apa?" Steven menepis tangan shine dari tangan nya putri."Putri itu biar aku yang anter, lagian dari tadi dia sama aku, tiba tiba kamu datang bikin rusuh."
Saat shine dan steven sedang berseteru, putri berlalu meninggalkan mereka.ketika shine dan steven berhenti saling menyalahkan, merekapun sadar bahwa putri sudah tidak ada lagi didalam rumah steven.
"Eh,, putri kemana?" Ucap steven sambil melihat sekeliling. "Gara gara kamu sih, dia pergi kan jadinya". Steven kesal, lalu dia meninggalkan shine untuk menyusul putri. dia mendapati putri sedang berdiri dipinggir jalan. Kemudian shine juga menyusul nya dari belakang steven.
"Put, kamu kok berdiri disini? gak aman loh, kamu itu banyak yang kenal, siapa tau ada orang jahat. Ayo ku antar". Ucap steven sambil mendekati putri.
"Put, aku aja ya yang anter, ku jamin aman!". Shine masih ngotot mau mengantar putri.
"Stev! Shine! Stop!! Kalian ini kenapa sih? kalian inget gak umur kalian itu berapa? Tapi masih aja kayak bocah labil. Aku pergi sendiri saja, aku sudah nelpon supir buat jemput aku disini, dan inget! Lain kali aku gak mau lihat kalian seperti ini lagi, bikin emosi aja". Putri terlihat kesal dengan kelakuan steven dan shine.
"Maafkan aku put, gak akan ada lain kali lagi." Ucap steven dan shine bersamaan.
Tidak lama kemudian, mobil putri pun datang menjemput nya. Lalu supirnya membuka kan pintu mobil untuk putri. "Silahkan masuk nona putri". Ucap supir itu, kemudian putri masuk kemobil dan melaju menuju kantor nya.
Tidak mau tinggal diam, steven dan shine juga menyusul menggunakan mobil mereka masing masing mengiringi putri dari belakang, demi keselamatan nya Karna mengingat kejadian belakangan ini bahaya selalu mengancam putri. Mereka pun mengiringi nya sampai kekantor putri. Tapi saat diperjalanan, putri tidak menyadari bahwa shine dan steven sedang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Setelah sampai dikantor, putri kaget melihat mobil steven dan shine yang sedang parkir. Kemudian mereka keluar dari mobil dan menghampiri putri yang hendak masuk kekantor nya itu.
"Stev, shine? Kalian kenapa bisa sampai sini, kalian membuntutiku?". Tanya putri
"Nggak kok, Kita hanya memastikan keselamatan kamu aja". Jawab shine dan steven bersamaan.
"Ohh begitu? Baiklah, terimakasih ya stev, shine! Kalau gitu aku masuk dulu ya, aku ada meeting. Kalian silahkan kembali lagi kekantor kalian". Putri pun meninggalkan mereka berdua. Kemudian shine dan steven pergi dan saling tatap dengan tajam.
Dalam ruang meeting perusahaan JD group. Semua orang petinggi perusahaan sudah hadir dalam ruangan.
"Selamat siang semuanya". Putri menyapa para karyawan nya yang sudah lama tidak berjumpa.
"Selamat siang nona". Jawab mereka bersamaan.
"Terimakasih, bagaimana kabar kalian, sudah lama sekali kita tidak bertemu ya. Walaupun aku diluar negri, tapi aku selalu pantau kerjaan kalian dan juga perusahaan ini, JD bangga mempunyai karyawan yang handal seperti kalian, apa lagi dibawah pimpinan direktur pak agus, terimakasih pak agus sudah menjaga dan menjalankan perusahaan ini dengan baik".
"Sama sama nak, kita semua juga bangga mempunyai Ceo berbakat seperti kamu, walaupun masih muda, tapi cara kerja kamu lebih baik dari nyonya riana, ibu tiri kamu itu". Sahut pak agus tersenyum.
"Pak agus terlalu memuji. aku sangat tersanjung, oh iya aku mengadakan meeting ini karna ingin membahas masalah ulang tahun perusahaan JD Group baik yang dijepang dan juga korea, karna aku menetapkan satu tanggal untuk ulang tahunya. yang juga bertepatan dengan ulang tahun ku.(Ya, JD group dibuat papa dengan mengambil tanggal ulang tahunku, dan ini mengingatkan aku pada papa dan mama)". Ucap putri dalam hati.
"Baik nona, kami akan menyiapkan nya sebagus dan sesempurna mungkin, tapi sebelum itu kita perlu mengganti cat dan merenovasi gedung ini sedikit". Timpal karyawan lainya.
"Tidak masalah, kalian urus saja sebagus mungkin, aku menerima apa pun yang kalian bikin. Tapi aku mau bertema white blue. Dua minggu lagi kita sudah menuju hari H. Kuharap kalian sudah bisa menyelesaikan nya, jika ada masalah kalian bisa mendatangiku. Baiklah, meeting selesai,, silahkan kalian bekerja kembali, terimakasih".
"Baik nona putri."
Setelah meeting selesai, putri kembali keruang kerja nya. "Huh,, hari yang melelahkan,," Putri bersandar dikursi kerja nya. Lalu dia membuka laci meja nya dan mengambil sebuah bingkai yang terdapat foto dirinya dan kedua orang tua nya,
"Ma.. Pa,, sebentar lagi putri dan perusahaan kita akan ulang tahun, putri sudah dewasa, umur putri sudah 24 tahun, hiks... Hiks,, putri rindu sama kalian, terakhir kita bertemu saat putri masih berumur 13 tahun, apa kalian tidak kangen sama putri, bahkan dalam mimpi pun kalian tidak pernah menjenguk putri. sudah sebelas tahun papa dan mama bersama diatas sana, putri yakin, kalian pasti bahagia, putri sudah sukses sekarang, apa kalian bangga? Putri masih inget, mama bilang putri harus rajin belajar supaya sukses, dan papa bilang harus kuat dan pintar, sekarang putri sudah menepati janji putri pa, ma.. Hikss.. aku sayang kalian, sangat sayang kalian".
Air mata yang berlinang, terjatuh pada bingkai foto yang sedang dipandangi putri, foto itu kenangan satu satunya dari keluarganya yang masih bahagia dulu, putri tak bisa menahan tangis nya saat melihat foto itu. Kemudian dia mencium nya sebelum meletakan kembali dalam laci.
Putri menelpon steven, sambil menghapus air matanya, tidak lama kemudian steven menjawab telpon itu.
"hallo put, ada perlu apa menelponku? Apa kamu sudah kangen sama aku?" Tanya steven
__ADS_1
"Stev, sore nanti kamu ada waktu?". Tanya putri dengan suara serak.
"Ada,, put, kok suara kamu kayak gitu, apa kamu habis nangis, bilang sama aku siapa yang sudah bikin kamu nangis, biar aku habisi dia".
"Tidak ada stev, aku hanya kangen sama papa dan mama, nanti sore temenin aku menjenguk mereka ya".
"Oh gitu! Baiklah, biar nanti aku jemput ya. Tapi kamu jangan nangis lagi oke!
"Makasih stev,, baiklah,, dahh.." Putri langsung menutup telpon nya.
_
Sore harinya, steven menjemput putri dan membawanya kepemakaman papa dan mama nya yang berdampingan itu. Putri duduk ditengah kuburan mereka, sambil menangis tersedu sedu dia memeluk kedua nisan orang tua nya. Hati steven terasa sakit melihat kesedihan putri.
"andai kita bertemu sejak kita masih kecil put, aku pasti akan melindungimu. "Ucap steven dalam hati sambil menatap putri yang tengah bersedih.
"Put, sudah ya, tolong kamu jangan seperti ini, kalau kamu sedih kayak gini, orang tua kamu juga pasti sedih melihat kamu dari atas sana". Steven berusaha menenangkan putri dan membantunya berdiri. Dan mendekap nya sambil mengusap air matanya
"Stev, aku sangat merindukan mereka,, apa mama dan papa juga merindukan aku?". Putri masih berlanjut dalam kesedihanya.
"Shh.. Mereka pasti merindukan kamu, karna kamu anak satu satunya, mereka juga sayang sama kamu, tapi tuhan lebih sayang sama mereka, makanya mereka dipanggil terlebih dahulu. Kamu yang sabar ya, didunia ini masih banyak sekali orang yang sayang sama kamu. Kamu gak boleh menyerah, kamu harus ingat apa yang dipesankan orang tua kamu dulu".
"Terimakasih stev kamu sudah menghiburku"
"Sama sama, asal kamu bahagia aku rela melakukan apa pun". Ucap steven sambil memegang kedua pipi putri.
"Ya sudah kita pulang ya, hari sudah mulai gelap"
"Baiklah".
Perasaan putri lega setelah ia menumpahkan segala isi hatinya, kerinduan pada orang tuanya sedikit terobati. Kemudian mereka meninggalkan tempat pemakaman yang sepi itu.
•••
BERSAMBUNG.
__ADS_1