
Setelah shine tiba diindonesia. Dia langsung meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan lucy yang bersembunyi.
Setelah beberapa hari, shine baru menemukanya secara tidak sengaja.
Shine melihat lucy yang tengah berjalan santai didepan sebuah kafe.
Dengan cepat, shine meringkus kedua tangan lucy dan menyeretnya kedalam mobil.
Orang disekitar sempat heran karna perlakuan shine pada seorang gadis. Tapi shine menjelaskan kemereka bahwa lucy adalah seorang buronan.
Shine menyuruh lucy duduk dikursi depan disampingnya yang sedang menyetir.
"Heii siapa kamu, kenapa kau menculiku??" Tanya lucy heran menatap shine yang belum dia kenali.
"Kau sungguh tidak mengenaliku? Aku pernah menangkapmu tahun lalu, memang kita baru beberapa kali saja bertemu. Aku adalah ayah angkatnya jeon.
Dan sekarang, aku akan mengajakmu kerumah mamanya cindy, kau sudah berkomplot dengan yogi untuk menculik cindy. Tapi sayangnya kalian tidak berhasil, karna cindy lebih pintar dari kalian, sekarang yogi sudah ditahan dikantor polisi dikorea. Sekarang giliran kamu.!"
Lucy tercengang kaget, diam tanpa kata mendengar yogi bisa kalah dari cindy.
"Bagaimana? Apa kamu sudah siap kembali kedalam sel itu? Kurasa kamu paham betul bagaimana kamu mendekam disana tahun lalu." Shine menatap lucy dengan tajam.
Lucy tak bergeming, hanya tertunduk diam mengingat bagaimana sakitnya hidup dalam penjara yang penuh siksaan itu.
Setibanya mereka dirumah orang tua cindy. Lucy sempat kaget dan enggan untuk turun karna rumah itu asing baginya.
"Ayo turun!! Atau aku akan menarikmu!! Apa kau kaget?? Ini adalah rumah baru yang dibeli cindy dengan hasil kerja kerasnya. Kamu tidak akan pernah bisa menyamai dirinya jika kau terus mempunyai sifat iri padanya."
Lucy menuruti perintah shine, perlahan dia membuka pintu mobil itu.
Dari dalam rumah, keluarlah jesica, mamanya cindy.
"Lucy??." Jesica kaget dengan kedatangan shine yang membawa anak adopsinya itu.
"Shine, kenapa kau membawanya kemari?Jauhkan gadis ini dari keluarga kami, aku sama sekali tidak ingin melihatnya lagi, sudah cukup dia membawa kehancuran, bawa saja dia kekantor polisi." Ujar jesica Tanpa menatap wajah lucy.
"Jes. Kamu tenang saja, aku memang berencana seperti itu, tapi sebelum aku mendapatkan bukti tentang penculikan mereka, aku akan menitipkannya padamu disini. Jaga dia jangan sampai kabur." Shine membawa lucy masuk kedalam. Jesica hanya membiarkanya tanpa peduli.
"Jes, aku pulang dulu, aku mau istirahat sebentar." Shine berbalik badan dan akan segera pergi.
"Shine! Bagaimana kalau aku membawa lucy kerumah jeon dan cindy saja, karna disana ada pembantu dan juga body guard cindy yang bisa menjaga dan mengawasi lucy." Ujar jesica mengehentikan langkah shine.
"Itu ide bagus. Ayo sekalian kuantar kalian, kebetulan jalanya searah.
__ADS_1
Hei kau,, ayo masuk mobil." Shine menarik kembali tangan lucy dan membawanya kemobilnya.
Selama dalam perjalanan, lucy hanya tertunduk diam menuruti perintah mereka karna merasa sangat bersalah.
Setibanya dirumah jeon dan cindy, lucy kembali dikagetkan dengan perubahan rumah mereka yang mana dulu sempat dia tinggali beberapa saat. Namun lucy hanya diam dan memendamnya dalam hati.
Shine membawa lucy, menariknya masuk, para pelayan rumah itu terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.
"Jesica, lebih baik kamu dan keluarga kamu menginap disini sampai jeon dan cindy pulang dari new york. Itu akan membantu menjaga lucy." Ujar shine pada mama cindy itu.
"Baiklah, tapi tolong jangan lama-lama membiarkanya tinggal disini. Cepat masukan dia kepenjara." Sahut jesica geram.
"Ma.. Tolong jangan masukan aku kedalam tahanan itu lagi. Aku gak mau balik lagi kesana. Aku sangat takut." Lucy duduk bersimpuh menggelayuti kaki jesica.
"Apaan sih.!! Awas!! Jangan sentuh aku.. Aku bukan mama kamu!! Menjauh lah!!" Jesica menepis tangan lucy yang berpegang dikakinya.
"Ma, aku minta maaf! Aku bersumpah, aku akan benar-benar berubah. Tapi tolong jangan masukkan aku kepenjara lagi. Mereka sangat kejam padaku!" Air mata lucy bercucuran, niat ketulusan terpancar dari matanya.
"Pak dedy.. Pak johan!! Tolong angkat dia dan jauhkan dariku." Teriak jesica memanggil kedua asisten cindy itu.
Dengan langkah cepat. Pak dedy dan pak johan menuruti perintah jesica.
"Heii.. Ayo bangun!! Lepaskan kaki nyonya!!" Pak dedy berusaha mengangkat tubuh lucy, namun lucy masih berpegangan kuat pada kaki jesica.
Namun, pak dedy dikagetkan melihat sesuatu dileher lucy yang tidak tertutup rambut karna dia sedang merunduk.
Pak dedy terdiam sambil melepaskan cengkramanya terhadap lucy.
"Pak dedy. Ada apa? Apakah anda sakit?" Tanya shine dengan heran.
"Maafkan saya. Nyonya, apakah saya boleh bertanya?" Ujar pak dedy dengan cemas.
Bik jia, istrinya pak dedy itu datang menghampirinya.
"Pak, ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya." Bisik bik jia.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Timpal jesica.
"Nyonya, dari kota mana anda mengadopsi gadis ini?" Tanya pak dedy.
"Dari kota yogya. Ada apa pak?" Tanya jesica heran.
"Apakah dari panti asuhan 'kasih ibu'.?" Tanya pak dedy kembali, membuat semua orang bingung, termasuk bik jia, istrinya.
__ADS_1
"Benar! Kami mengambilnya dari sana." Jawab jesica yang masih bingung.
Seketika pak dedy ambruk, duduk terpuruk disamping lucy yang tengah berlutut dikaki jesica.
Bik jia menghampirinya dengan cemas dan disusul oleh pak johan.
"Ada apa pak?? Ayo berdiri." Bik jia mengangkat perlahan tubuh suaminya itu.
"Buk, mungkin aku tidak salah, sepertinya dia adalah anak gadis kita yang kita letakkan dipanti asuhan itu. Aku masih mengingat tanda dilehernya dengan jelas." Ujar pak dedy sembari merangkul istrinya.
"Apa?? Dia anak kita?? Gak mungkin! Apakah nama nya Lisyana dewi.?" Tanya bik jia pada jesica.
"Benar! Pihak panti mengatakan kalau mereka menemukan bayi yang menangis didepan panti asuhan mereka dengan kertas bertuliskan nama Lisyana dewi dan tanggal lahirnya." Jelas jesica
"Ternyata benar, dia anak kita pak. Dia adalah lisa.." Bik jia dan pak dedy merangkul lucy bersamaan.
"Apakah benar aku anak kalian? Aku merasa bahagia bertemu orang tuaku walaupun kalian tidak kaya." Lucy meneteskan air mata dalam pelukan mereka.
"Nak, maafkan ibu dan bapak yang telah membuangmu saat masih bayi, tapi kami punya alasan, karna dulu hidup kita sangat susah, sedangkan nenekmu dulu sedang sakit dan butuh uang yang banyak untuk mengobatinya, kami merasa putus asa dan merasa tidak bisa menghidupi kamu yang membutuhkan susu formula setiap minggu. Maka dari itu kami menaruh kamu didepan panti. Sekali lagi maafkan kami." Pak dedy menjelaskannya dengan terisak tangis.
"Bapak kamu benar, kami terpaksa melakukan itu. Maafkan kami. Mulai sekarang kami janji akan menjaga kamu." Sambung bik jia.
"Tuan shine, nyonya jesica, kami sangat memohon pada kalian, tolong jangan masukin lucy kedalam penjara lagi, kami akan mendidiknya menjadi lebih baik, kami janji. Dan tolong beritahu ini pada nyonya cindy, bila perlu kami akan pergi dari rumah ini asalkan kalian tidak membawa lucy ke sel tahanan lagi."
Pak dedy dan bik jia bersimpuh dihadapan jesica dan shine, memohon ampunan untuk anak mereka.
"Baiklah, aku akan mempertimbangkannya. Kuberi waktu tiga bulan untuk lucy, jika dia bisa berubah jadi lebih baik, maka aku akan mengurungkan niat untuk membawanya kepenjara. Tapi tentu saja harus ada persetujuan dari cindy terlebih dahulu." Timpal shine.
"Baiklah tuan, terimakasih banyak. Kami janji akan menjaga kelakuan lucy." Bik jia menarik dan menciumi tangan shine berkali kali karna merasa sangat berterimakasih.
"Aku nurut shine saja. Jika itu yang terbaik menurutnya. Lusy ingat!! Jangan sampai kamu mengulangi kesalahan lagi. Aku yakin cindy bisa memaafkan kamu selagi kamu tidak berulah. Sekarang, kalian pergilah kebelakang."
"Jesica. Aku pulang dulu ya. Aku akan menyampaikan ini pada stev dan putri." Tutur shine berbalik badan meninggalkan rumah itu.
"Baiklah shine, Terimakasih, kau sudah banyak sekali membantu cindy."
"Gak perlu terimakasih. Baiklah, aku pulang ya. Salam buat rendy."
Shine berlalu dengan mobilnya meninggalkan rumah jeon dan cindy itu.
•••
BERSAMBUNG..
__ADS_1
Jangan lupa like! 🙏