Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Kegundahan shine


__ADS_3

Malam hari, steven mengajak putri dinner romantis dihotel dekat menara eifel. Steven sengaja menyewa satu lantai untuk mereka berdua, dan tempat itu telah dihiasi dengan indah, ruangan yang redup bercahayakan lampu lilin, serta pemandangan malam hari diparis yang begitu indah.


Saat putri memasuki ruangan itu, dia begitu kaget dengan semua persiapan yang sebelumnya telah direncanakna steven tanpa sepengetahuanya.


"Wahhh.. Sayang, ini indah bnget, ini ide kamu?" Tanya putri sembari melihat sekeliling ruangan.


"Iya dong, ini aku siapkan khsusus untuk dinner romantis kita yang selama ini belum sempat terlaksana." Jawab steven sambil merangkul putri. "Bagaimana, kamu suka?".


"Suka banget dong, ini bagus banget, tapi apa gak terlalu boros ya, nyewa satu lantai gede gini cuma buat kita berdua doang."


"Gak apa-apa sayang, sesekali kita bersenang-senang seperti ini, hilangkan penat dan beban. Mari duduk, jangan terlalu banyak berfikir." Steven membukakan kursi untuk putri.


"Stev, makasih ya. Kamu begitu perhatian dengan semua ini, aku sangat beruntung menjadi istri kamu."


"Sayang. Kamu ngomong apa sih, yang beruntung tuh aku, bisa mendapatkan istri sebaik kamu." Ucap stev menggenggam tangan putri dan mencium nya.


"Ya, sudah kita makan dulu ya, setelah itu kita kekoridor diluar, kita melihat pemandangan malam yang indah ini. Aku suapin ya." Sambung stev.


"Baiklah."


Pasangan yang baru menikah itu, makan malam dengan sangat romantis.


Sambil menatap wajah putri, sambil menyuapinya. Mereka merasa sangat bahagia sedunia, sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama.


"Sayang, aku sangat menyayangi kamu, entah bagaimana cara aku menyampaikan perasaan ini. Aku akan terus memanjakan kamu seperti ini."


"Stev?? Kamu kenapa bengong sambil senyum kayak gitu?" Tanya putri saat melihat suami nya itu termenung.


"Hah? Gak apa-apa sayang, aku hanya terpukau dengan kecantikan kamu malam ini, kamu ngegemesin banget sih." Steven mencubit pipi putri dengan gemas.


Berselang beberapa waktu. Mereka pun selesai makan malam.


"Nah, sekarang sudah kenyang. Kita kekoridor yuk, tapi sebelum itu, kamu pakai ini dulu." Steven melepaskan jas nya dan memakaikanya dibahu putri.


"Ayo." Balas putri tersenyum sambil memegang tangan steven, lalu berjalan menuju keluar ruangan itu.


"Sayang, sini deh." Steven meraih tangan putri dan memeluk nya.


"Stev. Kok tiba-tiba?". Tanya putri heran.


"Angin disini cukup kencang sayang, aku gak mau kamu kedinginan." Jawab steven memeluk putri erat.


"Hm. Iya, aku merasa lebih hangat dalam dekapanmu,. Makasih ya sayang." Putri menyandarkan kepalanya didada suaminya itu.


"Gak perlu berterimakasih sayang, aku akan terus seperti ini selama aku bisa." Sahut steven mengecup kening putri. "Sayang. Lihat deh lampu- lampu disana indah banget."

__ADS_1


"Hm.." Jawab putri singkat dalam dekapan steven.


Steven merasa aneh pada putri. "Kenapa dia tidak seperti tadi, dia tampak tidak bahagia, apa aku melakukan kesalahan?."


"Sayang. Kamu kenapa?" Ucap stev mengangkat wajah putri yang sedang terbaring didada steven.


"Em.. Aku gak apa-apa!" Jawabnya serak.


"Sayang?? Kamu nangis? Kenapa? Apa aku ada salah? Atau kamu sakit? Ngomong dong, jangan bikin aku khawatir." Ucap stev panik memegang kedua pipi putri.


"Stev, aku bukan bersedih, tapi aku sangat terharu, apa kau tau? Saat aku diculik, aku sudah tidak menginginkan lagi untuk hidup, aku sudah putus asa, dan aku juga tidak lagi berpikir untuk meneruskan hubungan sama kamu apalagi sampai menikah, aku sangat berterimakasih sama kamu karna kamu masih mau menerimaku dan menikahiku. Hiks.."


"Sayang!! Hei.. Kamu ngomong apa sih, aku gak bakal ninggalin kamu, apapun kondisi dan keadaan kamu. Sudah ya, jangan dibahas lagi, apalagi sampai nangis kayak gini. Aku gak rela melihat air matamu keluar " Timpal steven sembari mengelap air mata putri, lalu kembali memeluk dan mencium kening nya.


"Ini semua gara-gara seehan, kalau saja dia tidak melakukan itu pada putri, mungkin dia tidak akan dibayang-bayangi dengan kabut hitam seperti ini."


"Sayang, pulang yuk, sudah beberapa jam kita disini, nanti kamu masuk angin."


"Ah, iya, gak kerasa waktu berjalan cepat, kalau sedang bersama kamu, terasa singkat banget." Sahut putri.


"Kita berduaan dirumah aja nanti, kita juga harus melakukan kewajiban dulu sebelum tidur nanti, ya kan?." Ucap steven menggoda putri.


"Apaan sih. Ayo pulang."


Mereka pergi dari restoran itu, lalu berkeliling sebentar diseputaran menara eifel. kemudian pulang keapartemen stev.


Bahkan saat berhubungan, putri sama sekali tidak mengingat kejadian yang menimpanya. Ia sudah membuang jauh-jauh rasa trauma yang pernah ia alami itu.


Steven selalu memberikan cinta dan memanjakan putri, perhatiannya itu membuat putri melupakan hal buruk yang pernah terjadi padanya.


_


Jakarta, dipagi hari.


Shine sedang bersiap untuk liburanya kejepang, sembari berkunjung keperusahaanya disana sambil liburan sebentar untuk melepaskan penat.


Saat tiba dijepang, dia langsung pergi mengunjungi kantor yang sudah lama tidak ia hadiri. Siangnya dia kembali keapartemen. Miliknya.


"Huh.. Capek juga hari ini. Tapi sukurlah perusahaan baik-baik saja selama aku tidak ada.


Ah aku belum makan siang ya. Keluar bentar deh cari makan."


Shine pergi mengendarai mobilnya yang sempat dia ambil dari kantor nya, lalu pergi menuju restoran besar pusat kota.


Saat tengah makan, dia dihampiri oleh beberapa orang.

__ADS_1


"Shine?"


Suara itu tak asing bagi shine, ia pun menoleh pada orang itu."Kalian? Ada apa?" Tanya shine cuek.


Ternyata yang menghampirinya adalah orang tua shine yang selama ini berada dijepang, yang juga sempat bertemu beberapa waktu lalu saat shine menemui seehan.


"Shine, sudah lama kita tidak bertemu, mama dan papa sangat merindukanmu. Pulang bersama kami ya." Ucap mama nya sambil memegang pundak shine.


"Ma. Tolong! Jangan paksa aku!." Shine menyingkirkan tangan mamanya dari bahunya.


"Bukankah kalian sudah membuangku, dan kalian tidak menganggapku anak kalian kan? Untuk apa memintaku pulang bersama kalian, lebih baik urusi saja seehan anak kesayangan kalian itu, bukankah dulu aku pernah bilang kalau aku bisa hidup dan sukses tanpa bantuan kalian!." Tegas shine.


"Shine!! Jangan kurang ajar sama mama kamu, bagaimana pun, dia adalah mama kandung kamu, orang yang melahirkan kamu didunia ini.!" Bentak papanya.


"Heh!! Tidak ada orang tua yang membuang anak nya dan memutuskan hubungan pada anaknya sendiri, aku masih ingat kejadian itu, jadi jangan bicara soal keluarga disini.!!" Teriak shine menjawab papanya.


"Nak, maafkan kami, dulu memang mama yang salah sudah meninggalkan kamu, itu karna kamu bersikeras untuk berbaik hati pada keluarga rani. Mama menyesal sudah berlaku kasar sama kamu dulu. Tolong maafin mama ya." Mama shine memohon maaf dan menggenggam tangan shine.


Shine kembali menepisnya. "Sebegitu bencinya kah mama sama bibik rani? Kau tau gak, bibik sangat baik, kenapa kamu menggapnya bersalah dalam hal ini, dulu dia tidak membela kalian saat kalian pergi dari rumah, karna dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mungkin menentang kakek. Bibik rani itu kakak kandung kamu, aku gak percaya orang yang melahirkan aku ini adalah wanita yang jahat dan kejam kayak kamu. Kamu memutuskan semua hubungan keluarga termasuk padaku. Jadi jangan panggil aku anak kalian, dan aku juga gak akan sudi menyebut kalian sebagai orang tuaku!." Ucap shine dengan nada tinggi.


"Makin lama, makin kurang ajar kamu ya. Beginikah cara mu bicara pada orang tua. Kau sangat berbeda dengan kakak kamu, dia sangat sopan pada kami." Timpal papanya.


"Oh.. Begitukah?? Apa kalian tidak tau apa yang sudah dia lakukan dijakarta?. Dia menculik putri, calon istrinya steven sebelum mereka menikah, dan dia memperkosanya sampai putri terganggu mental.


Beruntung aku bisa menemukanya, aku ingin sekali membunuh si bangs*t itu, dia memang pantas menjadi anak kalian, sama bejat dan jahat nya seperti kalian. Kalian harus tau, steven tidak bersalah pada masa lalunya dengan seehan, dia sudah salah jika ingin balas dendam, apalagi dengan menyakiti putri, tunggu saja, suatu saat kalian pasti akan mendengar kabar tentang kematian seehan, anak kesayangan kalian itu.


Dan satu lagi, jika kalian bertemu denganku secara tidak sengaja, jangan lagi menghampiriku. Sampai kapanpun, aku tidak akan sudi lagi menatap wajah kalian, bahkan sampai kalian mati sekalipun. Dasar orang tua durhaka!!"


Shine langsung meninggalkan restoran itu setelah bicara panjang dengan orang tuanya.


Mama nya langsung duduk terkulai sambil menangis. Namun shine tidak menghiraukan itu.


"Shine, tunggu! Mama ingin kau kembali lagi nak, tolong maafkan mama, jangan tinggalkan mama lagi." Teriak mamanya menangis memanggil shine.


Shine menghentikan langkahnya. "Apakah kau sudah merasakan yang dulu aku rasakan saat kalian tinggalkan?? Heh! Aku berharap kalian semua cepat mati, termasuk seehan ******** itu." Ucap shine sambil menyeringai, lalu dia pergi keluar meninggalkan mereka.


Dari jauh masih terdengar suara tangisan mamanya dan teriakanya menyebut nama shine.


Saat dalam mobil, shine terlihat murung. "Apakah yang kulakukan ini benar atau salah? Aku hanya ingin mereka merasakan bagaimana ditinggal dengan orang yang disayang. Ahh!! Gak tau lah. Intinya aku gak akan pernah berbaik hati sama mereka sampai kapanpun."


Shine begitu dilema. Disatu sisi, mereka adalah orang tua kandungnya. Dilain sisi mereka yang sudah menyakitinya, meninggalkannya sendiri waktu ia masih kecil, pada saat itu ia masih membutuhkan kasih sayang dan dukungan dari orang tua.


Tapi berkat kebaikan hatinya, ia menjadi orang yang sukses karna bertemu dengan orang tua angkat yang begitu baik padanya.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2