
Malam harinya, mereka berkumpul dirumah stev untuk makan malam bersama, setelah makan, mereka berkumpul sambil berbincang-bincang.
Putripun menceritakan semua kejadian dikorea, mereka kaget dengan cerita putri. Dan sangat menyayangkan karna kesalah pahaman antara stev dan seehan membuatnya kehilangan nyawa.
Dan itu menjadi pelajaran untuk mereka semua, bahwa segala sesuatu itu harus diselidiki terlebih dahulu baru membuat kesimpulan.
Namun mereka bangga pada putri karna telah berhasil membangkitkan perusahaan itu kembali.
"Nak, selamat! kamu berhasil membongkar kejahatan mereka." Ujar paman alex.
"Ini semua berkat bantuan shine dan lucas, aku hanya memberi arahan pada mereka, mereka lah yang banyak bekerja untuk ini." Jawab putri merendah.
"Nak, lalu apa rencana kamu selanjutnya?" Tanya tante shinta.
"Em.. Sebenarnya dikorea kemarin aku sudah memikirkan ini. Aku ingin mengajak jeon dan mama pindah keparis dalam waktu yang lama,,karna aku ingin melupakan semua kenangan tentang stev disini.
Disana juga ada rumah stev, dan hanya kimberly yang menghuninya, aku berencana ingin meneruskan perusahaan stev yang diparis. Dan juga membangun satu perusahaan lagi disana. Bagaimana? Apa mama mau?." Tanya putri.
"Kalau mama sih ikut kamu saja nak, karna sekarang mama hanya bergantung padamu." Sahut mama rani tersenyum.
"Tapi kak, kita baru baru saja bersama, aku tidak ingin berpisah lagi." Timpal tante shinta.
"Dek, walau kami tinggal diparis, tapi kami pasti akan pulang sesekali." Sahut mama rani menggenggam tangan adiknya itu.
"Kalau aku setuju saja, dengan begitu, berarti putri bisa maju dan berkembang, dan semoga makin sukses " Sahut arman, papa nya shine itu.
"Ehem.. Sebenar nya, aku juga sudah berpikir, bahwa aku akan membuka cabang juga diparis dalam waktu dekat." Ucap shine mencela.
"Sudahlah, mama tau, kamu baru saja memikirkan itu kan? Supaya kamu bisa mengikuti putri. Iya kan??." Timpal mamanya.
"Dih, mama sok tau banget ya,, aku sudah memikirkan ini sejak lama, berhubung aku sedang sibuk, makanya belum kesampaian." Timpal shine mengelak.
"Kalau kamu mau mengikuti putri, gak apa-apa kok shine, bibik malah tenang, ada yang menjaga kita disana." Sahut mama rani.
"Hehe.. Iya bibi." Jawab shine malu.
"Hm.. Dasar rubah." Ucap putri dalam hati sambil menatap tajam mata shine. Shine sadar dengan maksud putri, diapun menjulurkan lidahnya sambil memicingkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Oh iya nak, kapan kita akan berangkat?." Tanya mama rani.
"Kalau gak ada halangan, minggu depan saja ma. Karna aku harus mengurus surat dan dokumen untuk membangun perusahaan disana. Lebih cepat lebih baik." Jelas putri.
"Em.. Kalau gitu, kita berangkatnya barengan aja." Timpal shine dengan cepat.
"Ya ampun shine ini, ngebet banget ya, haha." Sahut bianca menggodanya.
"Apaan sih bi. Sudah ah, aku mau main sama jeon aja." Shine mengambil jeon dari gendongan putri, dan membawanya kedepan untuk bermain bersamanya.
"Duh nak.. Tiap kali melihat kamu tuh, bikin hati ayah gimana gitu, gemes banget sih." Ucap shine menggendong jeon sambil berjalan kedepan.
Mereka semua tertawa kecil mendengar shine berkata seperti itu.
Malam itu berlalu begitu meriah, penuh dengan canda tawa. Saat itu putri hanya menyendiri melihat jeon dan shine yang sedang bermain.
Putri berdiri didepan jendela sambil menatap langit yang dipenuhi bintang dengan sinar bulan yang benderang.
"Stev. Andai saja kau bisa menyaksikan kebahagiaan mereka, mungkin hidup kita sekarang makin lengkap. Tapi takdir berkata lain. Aku tidak tau, apa hikmah dibalik kejadian ini. Tapi kuharap kamu tenang disana, aku sudah menyelamatkan perusahaan yang sangat kau cemaskan itu.
Bolehkah aku sedikit egois tuhan! aku hanya ingin suamiku kembali. hikss." Tak terasa air matanya mengalir begitu saja mengenang kebersamaannya bersama suami yang sangat ia rindukan itu.
Shine menyadari putri yang tengah bersandar disamping jendela itu, diapun menggendong jeon dan mendekati putri.
"Mama lagi apa sih,, mama lagi sedih ya?, kan ada jeon dan ayah disini,, mama jangan sedih ya." Tutur shine mewakili jeon, dan meniru cara bicara jeon.
Putri tertawa mendengar suara shine yang seperti anak-anak itu. "Kamu ngapain sih shine. Ada-ada aja." Sahut putri tersenyum.
"Gitu kan cantik. Tertawa itu lebih cocok untukmu dari pada bersedih." Tutur shine sembari mengelap air mata putri yang tersisa.
"Sini ma, main sama jeon." Ucap shine kembali meniru gaya bicara jeon. Putri tak kuasa menahan tawa akibat ucapan shine itu. Lalu dia mengikuti shine dan jeon, dan main bersama.
"Dia ini sudah dewasa, tapi masih cengeng kayak anak-anak." Batin shine sambil tersenyum melihat putri yang sedang bercanda sama jeon.
Hampir larut malam, merekapun berpamit pulang kerumah masing-masing, seperti biasa, sebelum pulang, shine selalu mencium jeon,, dan mengusap kepala putri, lalu pergi.
Malam ini, putri melepaskan rindunya pada jeon, tidur bersama lagi dengannya, setelah hampir dua bulan tidak bertemu.
__ADS_1
Putri merasa lega, karna masalah yang besar sudah selesai. Dan malam ini, dia bisa tidur dengan tenang dan pulas sambil mendekap jeon.
_
Disisi lain, setelah shine sampai rumah, dia langsung masuk kamar dan berbaring. Tak hentinya dia memandangi fotonya bersama putri saat putri tengah tidur dalam pesawat.
"Tiap aku melihat foto ini, aku membayangkan kalau kita sedang tidur berdua." Gumam shine tersenyum memandangi foto itu.
"Duh.. Aku kenapa ya.. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir untuk ingin memiliki putri, kenapa sekarang perasaanku seperti mau meminta lebih dari sekedar sayang.
Tidak. Tidak! Aku tidak boleh egois, aku harus menghargai putri, bagaimanpun, didalam hatinya masih terselip nama stev. Jika aku memaksa, aku takut dia akan membenciku",
"Lebih baik jalani saja seperti ini, dengan begini saja aku sudah sangat bahagia bersamanya dan jeon. Mungkin inilah yang dirasakan oleh stev saat menjadi suami putri. Rasanya sangat bahagia",
"Aku memang menginginkanya, tapi akupun tidak bisa memaksanya. Sedangkan dia sudah tau sendiri dengan perasaanku, biarkanlah waktu yang menjawab. Asal dia bahagia. Akupun ikut bahagia. Tugasku adalah melindunginya dan membuat dia dan jeon bahagia, karna aku sudah menjanjikan itu",
"Mungkin aku satu-satunya orang yang paling bodoh sedunia hanya karna cinta. Tapi ini bukan inginku, aku sudah mencoba berkali-kali untuk melupakannya. Tapi namanya sudah tertanam dalam hatiku, dan akarnya pun sudah menjalar disekujur tubuhku, sangat sulit untuk melepaskanya",
"Yaa.. Inilah aku, dengan cinta yang aku punya untuknya. Semoga bisa membuatnya bahagia. Walau tidak saling memiliki",
Shine bicara sendiri dengan panjang lebar sambil melihat foto-foto putri dan jeon yang memenuhi galery ponselnya. Ngantuk nya pun datang, dia tertidur perlahan, sedangkan hp nya masih melekat dalam genggamanya.
_
Satu minggu kemudian, putri, jeon dan mamanya beserta shine, berangkat keparis, dan diantar oleh keluarga menuju bandara, perpisahan mereka diiringi dengan isakan tangis.
Mereka menetap tinggal diparis, shine dan putri membangun perusahaan dengan gedung yang bersebelahan.
Putri dan shine sangat sukses dalam bekerja, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menarik perhatian masa pada perusahaan mereka.
Dan saat ini, perusahaan stev sebelumnya telah berada dibawah naungan putri. Kini perusahaan putri menjadi perusahaan terkaya dan paling banyak diminati diparis.
Begitu juga dengan shine, dengan kekuatan jaringan yang bisa dia ciptakan, banyak perusahaan kecil yang ingin bekerja sama denganya. Perusahaan nya kini sukses besar.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1