
Dua hari setelah kejadian itu, jeon sama sekali tidak menemui cindy. Pagi ini dia berpamitan pada keluarganya karna dia mau pergi keluar negri.
"Ma. Pa. Jeon pergi dulu ya, doain jeon selamat sampai tujuan." Ucap jeon sembari mencium tangan putri dan stev.
"Iya sayang, doa mama dan papa menyertaimu, berangkatlah , jangan lupa beri kabar kalau sudah tiba disana ya." Ujar putri sambil mencium kening anak sulungnya itu
Jeon pun berangkat dari rumahnya. Tapi sebelum itu, jeon sudah membuat janji pada lucy untuk datang kerumahnya. Diapun membeli bunga mawar merah beserta vasnya untuk diberikan pada lucy.
Setelah tiba didepan rumah nya, jeon pun menelpon lucy.
"Lucy, temui aku diluar, aku sudah sampai."
Tidak lama kemudian, lucy datang menghampiri jeon yang sedang berdiri disamping mobilnya itu.
"Jeon, tadi kamu bilang mau pergi, memang nya kamu mau kemana?. Masuk saja dulu yuk." Sapa lucy dengan ramah.
"Gak usah, kita ngobrol disini saja, aku gak mau ketemu cindy dulu. Hari ini aku mau berangkat keparis, kemungkinan cukup lama, karna ada urusan bisnis, aku juga ingin menemui paman seehan disana.
Tolong berikan dokumen ini pada cindy, bilang padanya, dia harus menyelesaikan tugasnya walaupun dia tidak lagi bekerja diperusahaanku, ini adalah kontrak kerja sama cindy dengan perusaan diluar negri, tolong katakan padanya, dia harus membuat design ini, dan harus selesai sebelum waktu yang diminta." Jeon memberikan beberapa berkas dokumen pada lucy.
"Baiklah, nanti akan aku sampaikan pada cindy." Jawab lucy sembari mengambil dokumen itu.
"Tunggu sebentar." Jeon kembali masuk mobil, dan mengambil bunga mawar yang dia beli tadi.
"Nah. Ini bunga mawar untukmu, aku beliin bersama vasnya sekalian. Harganya lumayan lah.. Kamu suka nggak??" Ucap jeon tersenyum sembari memberikan bunga itu pada lucy.
"Wahh.. Bagus banget, wangi lagi. Makasih ya jeon, kamu baik banget, aku bakal rawat bunga ini dengan baik, aku akan memajang nya dikamarku." Sahut lucy sambil menciumi bunga itu.
"Ide yang bagus, tapi lebih bagus lagi jika diletakkan ditempat yang luas. Aku mau, kau meletakan bunga ini dimeja pojok ruang keluarga. Supaya kalau aku datang kesini nanti, aku bisa lihat bahwa bunga ini masih bersih dan wangi, kalau kamu letakan dikamar, bagaimana aku tau kalau kamu merawatnya dengan baik." Timpal jeon tersenyum.
"Kamu benar, aku akan memajangnya disana. Supaya semua orang bisa melihat keindahannya. makasih jeon." Sahut lucy tersenyum lebar.
__ADS_1
"Baiklah,, itu bagus,, kalau begitu aku pergi dulu ya,, aku mau langsung kebandara, kamu jaga diri baik-baik, jaga kesehatan." Ujar jeon sembari masuk mobil.
"Kamu juga.. Hati-hati ya.. Cepat pulang." Sahut lucy tersenyum.
Setelah jeon pergi, lucy langsung masuk kerumah dengan gembira karna mendapatkan bunga mawar dari jeon.
"Kak? Itu dari jeon??." Tanya cindy murung. Sedari tadi cindy melihat mereka dari kaca jendela kamarnya.
"Iya!! Kenapa? Kamu mau??.. Eh ini, ada titipan dokumen dari jeon, dia bilang, harus selesaikan secepatnya. Oh iya, hari ini jeon pergi keparis dalam waktu yang cukup lama, dia belain datang kesini buat ngasih bunga mawar dan berpamitan sama aku sebelum dia ke bandara.
Aku rasa, akhir-akhir ini jeon sangat peduli padaku, sepertinya dia mulai mencintaiku." Ujar lucy dengan sombong sambil menciumi bunga dari jeon.
"Apa kakak sudah puas sekarang bisa dekat dengan jeon,,? aku sudah mengorbankan perasaanku, sedangkan kakak tau sendiri kalau aku juga mencintai jeon." Tutur cindy bersedih.
"Siapa suruh kamu cinta sama dia. Lagian, dia tuh gak cocok sama perempuan yang lemah kayak kamu. Udah ahh.. Payah ngomong sama kamu.. Aku mau masuk, aku akan memajang bunga cantik ini." Lucy pergi menuju ruang keluarga untuk menaruh bunga itu.
"Nah.. Selesai.. Wah.. Ternyata, setelah dipajang, bunga ini makin cantik." Gumam lucy tersenyum setelah menaruh bunga itu.
"Eh mama,, ngagetin aja sih!!! Ini bunga dari jeon, awas ya kalau kalian memindahkannya ketempat lain, dan jangan pernah kalian sentuh.!." Ujar lucy dengan tegas sembari berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan cindy menangis tersedu melihat jeon yang sudah dekat dengan kakaknya itu, hatinya masih belum bisa menerimanya. Tapi apa boleh buat, karna inilah yang dia inginkan.
_
keesokan harinya, cindy sedang mengerjakan designnya dimeja ruang keluarga, karna disana lebih terang dan lebih luas dari pada dikamarnya.
Kemudian lucy keluar dari kamarnya hendak berangkat kerja.
"Eh udik.. Minggir, aku mau lewat. Kalau mau belajar jangan disini." Ujar lucy sembari menghamburkan kertas-kertas yang sudah digambar oleh cindy.
"Lucy?? Apa yang kau lakukan, kamu jangan keterlaluan sama adik kamu. Lagian disana jalan masih lebar."Bentak mamanya pada lucy.
__ADS_1
"Kak!! Kenapa kakak masih saja jahat pada keluarga ini, padahal kita sudah mengikuti apa mau nya kakak, apa kakak belum puas juga.?!!" Teriak cindy sambil menangis.
"Ya! Aku belum puas kalau aku belum pacaran sama jeon, awas kamu kalau sampai aku gagal pacaran sama jeon."
"Mau nya kakak apa sih? kita sudah menuruti keinginan kakak,, bahkan aku rela mengorbankan perasaanku demi kakak, kalau kakak merasa terganggu dengan kami, lebih baik kakak keluar saja dari rumah ini." Teriak cindy memberanikan diri.
Pakk.!! Lucy menampar wajah cindy. "Sudah punya nyali kamu ya buat melawan!. Lihat saja nanti kalau aku berhasil pacaran dengan jeon, maka kalian lah yang akan aku usir dari rumah ini." Tegas lucy sembari menarik baju cindy.
Mamanya langsung geram dan emosi, diapun menarik lucy dan menampar wajahnya.
"Kamu ini memang manusia bejat!! . Durhaka.!! Aku tidak tau kau ini anakku atau bukan!, kenapa kelakuan kamu sangat jahat seperti ini." Bentak mamanya dengan kencang.
"Heh!! Mama kira aku mau punya orang tua miskin kayak kalian, kalau bukan karna kalian sudah pindah kerumah ini, ogah banget aku mau pulang!." Ketus lucy.
Pakk!!... Papanya juga menampar lucy. "Kamu ini benar-benar durhaka. Kamu gak akan pernah mendapat kebahgiaan jika kamu terus seperti ini." Ujar papa nya dengan kesal.
"Kalian semua sama. Aku gak mau punya keluarga seperti kalian." Lucy langsung pergi sambil menangis.
Jesica langsung memeluk cindy yang sedang menangis karna lucy merusak kertas design yang sudah dia buat dari semalaman.
Cindy harus mengulang nya dari awal.
Mamanya mencoba menenangkan cindy yang sedang berdesih itu. Dia berdoa, dan terus memberi semangat pada cindy untuk tetap melakukan tugasnya.
.
Walau dengan rasa kesal. Tapi cindy selalu memaafkan tingkah jahat kakaknya itu. Karna dia terlalu baik.
•••
BERSAMBUNG...
__ADS_1