
Keesokan harinya, putri mengajak semuanya untuk mengunjungi makam nenek sebelum berangkat kejakarta. Setelah itu mereka pergi kebandara.
Dibandara, mereka berpisah dengan charlie dan deniel yang akan berngkat kejepang. Setelah menunggu cukup lama, ahirnya mereka menaiki pesawat.
Steven duduk bersama putri, dibelakangnya paman alex dan mama rani. Sementara shine duduk didepan sendirian.
Disampingnya papa dan mama shine. Mereka semua duduk berpasangan kecuali shine.
"Hais.. Begini nasib jadi jomblo abadi." Gumam shine sambil mengelus dada.
"Makanya cari pacar." Sahut stev dari belakangnya.
"Gimana mau cari pacar, move on aja gak bisa." Jawab shine cuek. "Udah ah, jangan dibahas, aku mau tidur aja." Shine menyandarkan kepalanya dikursi sembari menatap keluar jendela yang berhamparan awan tebal.
Tidak terasa waktu perjalanan ahirnya mereka tiba dijakarta dan pulang kerumah masing-masing.
Setibanya dirumah, steven langsung mengajak putri untuk beristirahat dikamar.
"Sayang kamu tidur dulu sebentar ya. Aku mau kekantor dulu, sudah hampir tiga bulan aku tidak memantaunya. "Ucap stev membelai wajah putri yang sedang berbaring.
"Kenapa gak besok aja sayang, kamu masih capek." Sahut putri.
"Gak apa-apa, aku hanya sebentar saja, lepas itu aku pulang lagi kok."
"Aku ikut aja ya, aku bisa tidur dikamar Dalam ruangan kamu." Jawab putri.
"Ya sudah kalau gitu, ayo kita pergi, sebelum itu kita beli makanan dulu."
Steven dan putri segera turun dari kamar, dan berpamitan sama mamanya untuk pergi kekantor.
_
Setibanya dikantor, para karyawan kaget dengan kedatangan putri dan steven yang tiba-tiba. Mereka pun memberi salam dan hormat.
Steven dan putri langsung menuju ruangan kantor nya. kemudian stev menyuruh putri untuk tidur dikamar rahasia dalam ruangan nya.
Stev menyuruh sekretarisnya memanggil direktur perusahaan untuk datang keruanganya.
Tidak lama kemudian, si direktur pun datang dengan beberapa berkas yang dia bawa atas permintaan steven.
__ADS_1
"Bos, ini berkas yang anda minta, silahkan di cek, selama anda pergi karyawan tetap bekerja keras." Tutur si direktur.
Steven mengambil dan membaca berkas tersebut dengan teliti. "Bagus, sesuai dengan yang kuharapkan. Kalian memang bisa diandalkan, sekarang keuangan perusahaan kita makin meningkat. Beritahu bawahanmu, aku akan memberikan kalian bonus ahir bulan kepada seluruh karyawan steven group."
Si direktur tersenyum lebar mendengar kata itu. "Baik bos.. Aku akan menyampaikannya pada semua karyawan,, dan akan membuat mereka bekerja lebih giat lagi."
"Baiklah terimakasih, kamu boleh pergi.oh iya, bilang pada semuanya jangan ada yang mengangguku dan nyonya didalam, karna kami akan istirahat, jika ada keperluan hubungi saja melalui telpon."
"Baik bos. Kalau begitu aku permisi dulu."
Setelah direktur itu pergi, steven langsung menghampiri istrinya yang sedang tidur dikamar dalam ruangan itu.
Steven langsung berbaring dibelakang putri sambil memeluknya.
Merasakan kehadiran suaminya. putri langsung membuka matanya.
"Stev?? Udah selesai kerjanya?" Tanya putri membalikan badanya kehadapan steven.
"Udah sayang, cuma liat laporan aja, kamu belum tidur?" Ucapnya menatap mata putri.
"Tadi udah tidur, tapi aku terbangun saat kamu memeluku. Sayang aku lapar." Tutur putri manja.
"Sayang, sepertinya seehan tidak akan mengganggu kita lagi. Shine bilang, akhir-akhir ini dia tidak pernah melihat seehan berkeliaran, bahkan shine juga sempat menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki seehan, dan ternyata dia tidak lagi dimarkasnya, saat ini dia sedang sibuk mengurus perusahaan nya sendiri." Jelas stev sembari menyuapi putri.
"Oh gitu!! Baguslah, aku berharap dia juga bisa sukses seperti shine. Supaya dia lupa dengan kejahatan. aku jadi lega kalau memang seehan benar-benar berubah, tapi aku juga khawatir, siapa tau dibalik kediamannya ini, dia sedang merencanakan sesuatu, tapi aku gak mau berpikir negatif, semoga saja dia benar-benar menjadi orang yang lebih baik." Jawab putri menyimpan rasa curiga.
"Iya sayang, semoga saja begitu, oh iya, besok kita kunjungan keperusahaan kamu ya, sudah lama sekali kamu tidak kesana."
"Iya, kamu temenin aku ya stev."
"Iya dong sayang, aku gak bakal biarin kamu pergi sendirian." Sahut stev mencium kening putri.
_
Beberapa bulan kemudian
Putri merasa sangat bahagia menjalani kehidupan sehari-hari bersama bayi yang dia kandung, apalagi sekarang perusahaannya tengah melonjak naik, tidak ada lagi kekhawatiran yang dia rasakan, dan sekarang hanya tinggal menunggu beberapa hari saja untuk kelahiran bayi nya.
"Sayang, kamu ngapain disini? Banyak angin tau." Ucap steven memeluk putri dari belakang yang tengah duduk dikursi taman kecil dihalaman belakang rumahnya.
__ADS_1
"Stev?? Ngagetin aja. Aku lagi berjemur, mumpung masih ada matahari pagi. Lihat nih, badan aku udah kayak gajah bengkak aja." Jawab putri tersenyum.
Stev pun duduk disamping nya. "Sayang, walau kamu gendut seperti ini, kamu tetap cantik loh, nanti setelah lahiran kamu pasti langsing lagi, apa lagi kamu sering olah raga. Kamu udah keringatan tuh, belum mau masuk?."
"Nanti saja, aku masih mau disini."
"Ya udah, aku ambilin air minum ya, kamu tunggu sebentar." Stev meninggalkan putri dan masuk kedapur untuk mengambil satu botol air. Namun tiba-tiba hp nya berdering.
"Eh,, charlie?? Tumben menelponku." Ucapnya sambil menjawab telpon charlie.
"Halo, charlie? Ada apa?."
"Stev, gawat! Ada kabar buruk, tapi jangan kasih tau putri."
"Maksud kamu apa? Kabar buruk apa?." Stev mulai cemas.
"Stev. Perusahaan putri di korea, telah diakuisisi, seseorang telah membeli separuh saham, tapi CEO ke dua kiim, tidak menjelaskan apapun tentang ini, aku khawatir perusahaan itu akan bangkrut. Walau ada dua ceo disana, seharusnya mereka bisa mengatasinya tanpa bantuan putri."
"Benarkah begitu?? Bagaimana bisa? Selama ini baik-baik saja, aku akan membantu menyuntikan dana pada perusahaan itu."
"Jangan stev, aku takutnya ini jebakan, mereka akan membeli saham kamu lagi jika kamu menyuntikan dana dan menanam saham disana, bisa-bisa kamu juga ikutan bangkrut, lebih baik kita selidiki dulu siapa dalang dibalik semua ini."
"Kamu benar,, baiklah, aku akan membiarkan mereka bermain dulu. Aku tutup telponya."
"Jika terjadi masalah seperti ini, aku hanya mencurigai satu orang saja, yaitu seehan, pasti dia dalang nya, aku akan memberitahu nya pada shine dulu."
Steven langsung menelpon shine untuk memberitahunkan apa yang terjadi dan meminta bantuannya untuk menyelidiki kasus ini.
Setelah itu dia kembali menemui putri dengan membawa sebotol air minum.
"Stev? Kok lama banget?."
"Em,, iya sayang, tadi aku ketoilet bentar, nih! kamu minum dulu, lepas itu kita masuk."
"Baiklah. Terimakasih."
Wajah stev tersenyum saat didepan putri. Namun ia menyembunyikan masalah besar itu supaya putri tidak mengetahuinya.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...