
Putri dan shine disambut dangan baik oleh CEO kedua Kiim. Dan dijemput langsung dari lobi kantor, sambil berjalan, mereka sambil ngobrol dan saling menyapa.
"Selamat datang nyonya lee, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar anda.? Oh iya, siapa orang disamping anda?" Sapa tuan kiim itu dengan ramah.
"Aku sudah lebih baik, dia pengawalku. Dan bagaimana dengan anda sendiri?" Timpal putri dan kembali bertanya.
"Saya juga baik, maaf, saya turut berduka atas kepergian tuan stev, kabar itu sangat mengejutkan saya, bahkan sampai saat ini pun saya masih belum percaya. Oh iya, mari masuk keruanganku, kita bisa ngobrol sebentar sebelum lanjut kerja." Ajak tuan kiim pada putri dan shine.
"Maaf, tapi sepertinya anda harus ikut saya keruangan saya, karna ada banyak pertanyaan yang ingin saya sampaikan." Jawab putri menolak.
Tuan kiim hanya diam tanpa respon, seolah tidak ingin mengikuti putri.
"Kenapa tuan diam? Oh.. Apakah karna saya sudah tidak memegang saham terbesar lagi,?jadi tuan tidak ingin lagi menuruti perintah saya? Walau saya hanya mempunyai saham 10 persen disini, tapi kontrak kita masih berlaku hingga tahun depan, dan ingat! Perusahaan ini maju karna saya, dan saya juga bisa membuat perusahaan bangkrut kembali." Tegas putri kesal dengan sikap tuan kiim yang seolah tidak menghargainya lagi.
"Eh,, tidak,, bukan begitu nyonya, jangan salah paham, baiklah, saya akan ikut keruangan kantor nyonya." Jawab tuan kiim mengalah.
Shine hanya tersenyum melihat ketangguhan putri. "Tidak salah orang selalu tunduk padanya, ternyata dia sangat tegas dalam bekerja." Pikir shine dalam hati. Lalu mengikuti putri dan tuan kiim menuju ruangan putri.
Setelah tiba diruangan pribadi putri, diapun langsung masuk, namun dia dikagetkan dengan perubahan isi dan fasilitas dalam ruangan itu, karna sudah diganti dengan perabot milik tuan kiim.
"Kenapa semua milik saya diganti? Apa tuan berpikir bahwa saya benar-benar hengkang dari perusahaan ini? hingga tuan mengambil tempat ini menjadi milik tuan.?" Tanya putri dengan tenang.
Tuan kiim sepertinya bingung, karna merasa bersalah. "Bukan seperti itu, mohon nyonya lee jangan marah. Saya pindah kesini untuk sementara, karna ruangan saya waktu itu sedang direnovasi." Jawab tuan kiim tertunduk.
"Oh begitu, tapi sepertinya ruangan anda sudah lama selesai direnovasi, tapi kenapa belum pindah kembali?" Tanya putri tegas.
"Hais,. nyonya ini kenapa tidak seperti biasanya, dia terlihat lebih kejam dan dingin, mungkin karna dia sedang stres."
"Maafkan saya nyonya, saya akan segera mengganti kembali fasilitas sebelumnya,"
"Baiklah, lakukan itu besok sebelum aku kesini, fasilitas milikku sudah harus rapi dan lengkap seperti dulu. Dan sekarang aku ingin melihat semua laporan data dan keuangan selama setahun terakhir." Pungkas putri sambil duduk dikursi kerjanya.
"Baiklah nyonya, saya akan meminta direktur dan sekretarisnya kesini." Jawab tuan kiim. kemudian ia menelpon direktur perusahaan itu melalui telpon yang ada dimeja kerja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, merekapun datang dengan membawa beberapa berkas. Dan duduk didepan meja putri.
"Nyonya, ini laporannya, silahkan anda lihat. Disana sudah ada statistik per'bulannya." Jelas direktur Bernama jun ho itu.
"Baiklah, terimakasih." Putri pun membaca dokumen itu dengan teliti. Putri menatap kearah shine untuk meminta pendapat.
"Kamu pinta saja copy nya, kirim melalui email, nanti pelajari dirumah, supaya kita bisa melihat kejanggalanya." Bisik shine pada putri.
Mereka hanya diam, bingung dengan apa yang dibicarakan shine dan putri, karna mereka sama sekali tidak tahu bahasa indonesia.
Putri pun membuka laptop yang ada dimeja nya, walaupun laptop itu milik tuan kiim.
"Em.. Nyonya.. Kamu mau apa.?" Tanya tuan kiim mencoba menghentikan putri.
"Apa aku tidak boleh melihat laptop ini.? Aku tidak akan membuka privasi yang lain, aku hanya melihat data dan email saja." Timpal putri sambil mencari data dan mengirimnya ke email pribadinya.
Tidak sengaja putri menemukan file yang terkunci, tapi dia tidak ingin mengetahuinya, mungkin itu bersifat pribadi.
"Tuan kiim, saya meminta file data laporan perbulan, dan saya sudah mengirimnya ke email saya." Ujarnya sambil menutup laptop itu.
"Terimakasih tuan, kalau begitu sampai disini dulu perjumpaan kita, besok saya akan kesini lagi, saya mau ruangan ini sudah kembali seperti semula. Saya permisi." Putri dan shine meninggalkan kantor dengan mobil pribadi putri yang sengaja dia tinggalkan dikorea untuk dia bepergian.
Saat dalam mobil, shine mendapat telpon dari temannya.
"Haii bro,,ada apa.?" Tanya shine menyapa temanya yang menelpon itu.
"Heii shine. Aku sudah dibandara korea, bisa jemput aku gak?."
"Oh,, okelah.. Aku berangkat sekarang." Shine menutup telpon nya dan memutar mobil menuju bandara.
"Shine, siapa itu.?" Tanya putri.
"Dia lucas, detektif yang aku bilang kemarin. Dan sekarang dia minta jemput dibandara." Jelas shine.
__ADS_1
"Oh gitu, baiklah. Setelah menjemputnya nanti, kita ajak dia makan dulu ditestoran, aku juga sudah lapar." Tutur putri.
"Baiklah,, apa sih yang gak buat kamu." Jawab shine mengelus kepala putri.
"Lebai deh kamu." Putri menyingkirkan tangan shine.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka dibandara, shine dan putri keluar dari mobil dan menghampiri lucas.
"Heii bro,, apa kabar? Lama sekali tidak bertemu, kau makin tampan saja." Sapa shine dengan berpelukan bersama lucas.
"Weii.. Bisa aja kamu,, kau pun makin tampan, dan sepertinya bertambah tinggi. Haha.. Oh iya, apa ini cewek yang kau bilang kemarin." Tanya lucas menunjuk putri.
"Iya,, namanya putri."
"Waw.. Dia cantik banget.! Apa dia bisa bahasa jepang.?" Tanya lucas.
"Tentu dong,,, dia bisa multi bahasa, dia juga mempunyai perusahaan dijepang. Tapi apakah kamu benaran tidak mengenal nya." Tanya shine.
"Wait.. Sebelum lanjut, kita kenalan dulu,, heii cantik, nama aku lucas." Lucas memberikan tangannya mengajak putri kenalan.
"Hai, aku putri, tapi diluar negri aku dipanggil lee." Jawab nya berjabat tangan.
Shine langsung respek, diapun memisahkan tangan lucas dan putri. "Hei bro, bukankah kemarin aku sudah menjelaskanya dengan ditel, dan apa tujuan kamu disini sudah aku jelaskan, kalau kamu meleset dari kerjaan, maka honor kamu tidak akan aku berikan. "Ucap shine dengan rasa cemburunya.
"Oke.. Oke,, aku mengerti,, oh iya, salam buat anak kamu ya." Ucap lucas menatap putri.
"Iya, makasih."
"Baiklah, jangan lama-lama ngobrol nya, lebih baik kita ngobrolin kerjaan sambil makan, mari kita pergi." Ucap shine sambil menarik tangan putri dengan lembut dan membukakan pintu mobil untuknya.
Merekapun menuju restoran bersama.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like.