Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Sifat buruk lucy


__ADS_3

Saat jeon menyuruh cindy berbicara didepan umum, cindy mulai gerogi. Tapi jeon menggenggam tangannya dengan erat, untuk membuat cindy tetap percaya diri.


"Ayo silahkan maju, pejamkan matamu, anggap saja didepan tidak ada orang." Bisik jeon.


"Baiklah terimakasih jeon."


Cindy maju beberapa langkah kedepan dan perlahan melepaskan tangan jeon, dia memejamkan mata dan menarik nafas untuk menguatkan diri.


"Baiklah semuanya, selamat pagi. perkenalkan nama saya cindy, saya yang merancang perhiasan ini, ini pengalaman pertama saya, sebelumnya saya tidak pernah membuat atau merancang perhiasan, semua ini berawal karna ketidak sengajaan saat saya melihat design perhiasan yang dibuat oleh jeon, lalu saya menambahkan beberapa hal kecil dalam perhiasan itu, tapi jeon menyukainya, lalu dia mempercayaiku untuk mendesign perhiasan yang akan diluncurkan tahun ini. Saya sangat berterimakasih pada jeon karna sudah memberikan saya kesempatan dan kepercayaan yang besar ini. Saya harap kalian semua suka dengan design yang saya buat. Terimakasih."


Setelah cindy selesai berbicara sedikit, diapun kembali mundur kebelakang bersama jeon.


Jeon pun turut menyambung ucapan cindy. "Baiklah semuanya, itulah tadi cindy, perancang design perhiasan yang indah ini, sekarang kalian boleh bertanya mengenai perhiasan ini menurut pendapat kalian masing-masing." Ujar jeon memberi peluang untuk wartawan dan tamu yang hadir.


"Maaf tuan, kenapa anda mempercayai nona cindy untuk merancang perhiasan anda, bukankah selama ini anda sendirilah yang merancang dan membuat nya?" Tanya salah satu wartawan media.


"Kenapa saya memilih cindy? Pertama, aku mempercayainya, karna kita sudah berteman sejak SD.


Kedua, saat aku melihat rancangan design nya, ternyata hasilnya sangat bagus, sangat rapi dan teliti. Maka dari itu aku memutuskan bahwa cindy akan menjadi partnerku, dan seterusnya akan menjadi perancang perhiasan diperusahaanku." Jawab jeon dengan jelas.


"Tuan, perhiasan yang dibuat oleh nona cindy ini sangat bagus, aku baru kali ini melihat perhiasan yang begitu rapi dan sangat ditel. Apakah nona cindy bersedia jika kami kontrak untuk menjadi designer perhiasan diperusahaan kami." Ujar tamu dari paris yang juga seorang designer perhiasan.


"Kalau untuk dikontrak, sepertinya tidak bisa, karna dia bekerja diperusahaan saya, tapi jika kalian mau minta untuk men-design perhiasan untuk perusahaan kalian, mungkin saya bisa mengizinkan." Sahut jeon dengan senyuman.


"Baiklah semunya, sekarang saatnya untuk menjual perhiasan ini, siapa cepat dia dapat. Untuk harga peluncuran kita hanya mematok 2m saja, tapi setelah ini tentu saja harganya akan naik." Ujar jeon dengan semangat.


Para tamu dari luar negri bersemangat untuk membeli perhiasan itu, bahkan ada yang membelinya dengan harga yang lebih dari yang ditargetkan, perhiasan itu terjual habis karna hanya ada lima set saja,


Setelah acara ini selesai dan berjalan lancar jeon dan cindy lega, tak sedikit dari designer yang meminta email cindy untuk kelancaran komunikasi, bahkan ada yang langsung ingin meminta untuk membuatkan rancangan design.


_

__ADS_1


Sejak cindy hadir dalam event itu, namanya langsung terkenal sampai kemanca negara. Dia disebut-sebut designer muda yang cantik dan berbakat. Bahkan akun sosial medianya pun langsung banjir followers. Seketika namanya melejit, terlebih saat dia selalu bersama jeon, banyak juga yang mendukung hubungan mereka, tapi ada juga yang membenci cindy karna dianggap tidak sepadan dengan jeon.


Dua hari setelahnya, jeon dan cindy merayakan keberhasilan mereka dengan makan malam bersama hanya berdua saja.


"Cindy, selamat ya, sekarang kamu sudah terkenal loh, kan sudah aku bilang, pasti kamu bakal dikenal banyak orang, karna kamu tuh pinter dan berbakat. Pertahankan selalu ya." Ujar jeon sambil mengelus kepala cindy.


"Iya, makasih ya, ini semua berkat kamu, kedepannya aku akan belajar lebih giat lagi mengenai designer, dan aku akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan kamu, terimakasih telah mengangkat kehidupan keluargaku menjadi lebih baik sekarang, berkat kamu, aku sekarang sudah lebih percaya diri." Sahut cindy terharu.


"Ya, tetaplah semangat, jangan takut pada apapun, karna setiap orang berhak bahagia." Timpal jeon tersenyum.


Setelah makan malam mereka berakhir, jeon pun mengantar cindy pulang kerumahnya.


"Maaf cindy, aku gak masuk lagi ya, soalnya sudah larut, gak enak sama paman dan bibi, aku langsung pulang saja ya, kamu istirahatlah lebih awal, besok masih harus ngampus, aku pulang ya." Ujar jeon sembari tersenyum menatap cindy.


"Iya, hati-hati dijalan ya, kabari aku setelah kamu tiba dirumah." Sahut cindy, lalu jeon menjawabnya dengan mengedipkan mata.


Cindy tersenyum sendiri. "Bagaimana cara aku menahan perasaanku jika sikap kamu seperti ini padaku." Gumam cindy bernada kecil. Lalu dia segera masuk kedalam rumah nya.


Baru saja melewati pintu masuk, lucy langsung menarik tangan cindy dan mendorongnya kedinding.


"Heh!! Kamu jangan sok polos ya!, kamu bilang kalau kamu akan membantuku dekat dengan jeon, tapi mana buktinya?, malah kamu yang menjadi terkenal dan sangat dekat dengan jeon." Teriak lucy pada adiknya itu.


"Kak!! Aku tidak mendekatinya, tapi dialah yang selalu mendekatiku, aku terkenal bukan karna aku dekat dengan jeon, tapi karna aku mempunyai bakatku sendiri, lalu kenapa kakak mempermasalahkan itu?, apa kakak iri padaku?, jika kakak mempunyai kemampuan, tunjukin pada orang, bukan malah mengancam adik sendiri kayak gini." Jawab cindy ketus.


Paakkk..!!! Lucy menampar cindy dengan kuat. "Berani kamu ya menjawab!! Ya!! Aku memang iri.!! Iri karna kamu bisa dekat dengan jeon, dan kamu lebih disayang oleh papa dan mama. Ini tidak adil bagiku.!!" Teriak lucy dengan kencang.


Mendengar kericuhan itu, papa dan mama cindy berlarian keluar kamar. Cindy langsung berlari memeluk mamanya sambil menangis.


"Ada apa ini? Ini sudah larut malam, apa yang kalian ributkan?" Tanya rendi heran.


"Pa. Kak lucy menamparku. Aku gak tau apa salahku pada nya, dia selalu iri dengan apa yang kudapat. Hikss.." Tutur cindy dalam dekapan mamanya.

__ADS_1


"Keterlaluan!! Harus nya kau contoh adik mu, bukan malah menyakiti atau iri padanya, dasar gak guna!! Kau memang gak bisa diandalkan, kau iri karna kau tidak mempunyai kemampuan apapun!." Bentak jesica pada anak sulungnya itu.


"Ma.. Aku seperti ini karna kalian, kalian selalu membandingkan aku dengan cindy, kalian lebih syang padanya." Sahut lucy.


"Ini semua karna kamu, kamu lah yang tidak ingin mengakui keluarga kamu sendiri didepan jeon dan keluarganya, apa yang ingin kau tutupi dengan itu? Apa kau malu mempunyai keluarga seperti kami? Jika kau iri pada adik mu, harus nya kamu bisa menunjukan bahwa kamu juga bisa sepeti dia. Bukan malah tidak mendukung nya." Timpal rendy dengan tegas.


"Kalian semua sama-sama menyebalkan!! Aku benci kalian!!" Teriak lucy sembari berlari pergi kekamarnya.


"Nak, kamu gak apa-apa? Pipi kamu sangat merah dan sedikit bengkak. Biar mama obatin ya." Ujar mama jesica sembari mengelap air mata cindy.


"Aku gak apa-apa ma. Tapi aku kasian sama kak lucy, dia benar, ini tidak adil untuk nya, ku harap papa dan mama memperlakukan nya dengan baik seperti dulu, supaya dia tidak merasa tersisih." Tutur cindy.


"Kami seperti ini karna sikap nya yang kasar dan keras kepala, dia sendiri yang memilih jalan untuk pergi meninggalkan kita saat kita susah dulu, dan sekarang dia kembali lagi setelah kehidupan kita mulai membaik, bukanya dia minta maaf pada kita, tapi malah tidak mengakui kita sebagai keluarganya, dan dia juga tidak ada sikap baik nya terhadap kamu dan juga papa dan mama." lSahut mama jesica menjelsakan pada cindy.


"Aku mengerti ma, tapi kita adalah keluarga, aku sedih melihat keluarga kita berseteru terus setiap hari. Aku ingin seperti dulu lagi, bahagia dan tentram. Aku capek tiap pulang kerumah harus melihat keributan seperti ini. " sahut cindy berlinang air mata.


"Ma, aku kekamar dulu, aku mau istirahat." Cindy langsung melepaskan dekapan mama nya dan berlari menuju kamar nya.


Saat masuk kamarnya cindy langsung berbaring dan memeluk guling nya sembari menangis kebingungan.


"Ya tuhan!! Apa yang harus aku lakukan, aku bangga bisa mendapatkan uang dengan kerja kerasku sendiri, tapi aku bingung melihat kak lucy yang tiap hari menyakitiku. Apa aku sudahi saja pekerjaan ini, dan kembali lagi kuliah tiap hari seperti biasa, dan menjauhi jeon, supaya dia tidak iri lagi padaku, aku hanya ingin ketenangan, aku benar-benar capek menghadapi kehidupan seperti neraka ini."


Air mata cindy berlinang membasahi bantal nya. Cindy orang yang sangat peka terhadap orang disekitarnya, terutama keluarga nya, dia lebih mementingkan perasaan orang lain dari pada dirinya sendiri.


Cindy berpikir sepanjang malam untuk membuat keputusan itu. Tapi dalam hatinya, sangat berat untuk melepaskan pekerjaan ini, kebingungan ini membutanya sangat dilema.


Saat tengah malam, cindy mengirim pesan singkat pada jeon.


"Jeon, mulai besok kamu gak perlu antar jemput aku lagi ya, aku kan sudah punya uang sendiri, aku bisa naik taxi. Dan untuk beberapa hari kedepan, aku belum bisa ngantor dulu ya. Karna aku dan lucy mau jalan-jalan berdua. Sebelum nya aku minta maaf. "


Pesan singkat itu dibuat cindy dengan sangat berat hati, dalam hatinya sangat menolak untuk menjauhi jeon, tapi ini dia lakukan demi ketentraman keluarganya. Dia berharap, dengan begini hubungannya dan lucy akan membaik.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2