Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Keamanan untuk istri


__ADS_3

Sore hari itu, Cindy berusaha menghubungi jeon untuk menceritakan yang dia alami. Namun jeon tidak menjawab telponnya hingga berapa puluh kali cindy memanggilnya.


Cindy menghempaskan diri diatas kasur dengan kesal.


"Jeon kemana sih? Apa dia masih sibuk?


Ya! Mingkin dia sedang bekerja. Ahh tapi aku kangen!!" Cindy tak henti-hentinya melihat notifikasi dari ponselnya. Sampai dia lelah dan tertidur.


Malam menjelang, cindy masih pada posisi yang semula dengan hp dalam genggamanya sembari tertidur pulas.


Jeon menelponya, namun cindy masih dialam mimpi, tidak mendengar suara ponselnya berdering.


Disisi lain, jeon tengah panik karna cindy tidak menjawab telponnya.


"Tadi dia menelponku sampai 50 kali, dan sekarang dia tidak menjawab telponku?, aku jadi khawatir terjadi sesuatu padanya, gak biasanya dia miskol sebanyak itu. Aku telpon kerumah saja deh."


Seorang pelayan dengan cepat menjawab telpon rumah yang berbunyi.


"Halo selamat malam! Dengan siapa?"


"Bik, ini aku jeon, dimana cindy, apakah dia baik baik saja? Aku khawatir padanya."


"Nyonya sedang tidur tuan, tadi ada sedikit insiden yang menimpanya."


"Benarkah? bik, tolong bangunkan dia, bilang padanya jawab telpon dariku."


"Baik tuan!"


Jeon langsung menutup telponnya untuk menghubungi cindy.


Pelayan rumah itu dengan buru-buru pergi kekamar cindy untuk membangunkannya.


"Nyonya! Bangun! Maaf tadi tuan menelpon." Ujar pelayan menggoyangkan sedikit tangan cindy untuk membangunkanya.


"Ng.. Benarkah??" Tanya cindy dengan suara serak.


"Iya, ya sudah bibik permisi dulu, mungkin sebentar lagi tuan akan menelpon."


"Iya bik, terimakasih."


Cindy melihat ponselnya, menunggu telpon dari jeon. Tidak lama kemudian hp nya berbunyi.

__ADS_1


"Akhirnya dia nelpon juga."


"Halo sayang, kamu baik-baik saja kan? Apa yang sudah terjadi sama kamu? Aku sangat khawatir." Ujar jeon panik.


"Aku sudah menelponmu puluhan kali, apakah kamu sesibuk itu?."


"Sayang, maafin aku, waktu disana dan sini itu berbeda, disini masih siang, aku sedang sibuk bekerja, tadi kamu nelpon saat aku lagi rapat. Maafin aku ya, sekarang ceritakan, ada kejadian apa hari ini?."


"Tadi aku bertemu yogi dan lucy, sepertinya mereka bersekongkol, aku yakin, yogi lah yang membantu lucy kabur dari penjara tahun lalu. Mereka menghadang mobilku. Tapi aku berhasil membawa mereka kekantor polisi walapun mereka masih sempat kabur. Tapi polisi sudah menemukan titik terangnya."


"apa?? Tapi kamu gak apa-apa kan sayang? Mereka tidak berbuat macam-macam kan sama kamu? " Tanya jeon cemas.


"Nggak kok, karna aku gak buka kaca mobilnya. Tapi mobil kamu rusak karna aku tabrakan pada mobil yogi, tapi aku sudah membawanya kebengkel untuk diperbaiki."


"Gak masalah kok sayang, yang penting kamu selamat. Mending mobil itu jangan dipakai lagi, mereka akan terus menguntit kamu karna mereka mengenali mobil itu. Lebih baik kamu beli mobil baru saja. Sewa supir dan juga bodyguard untuk menemani kemanapun kamu pergi, demi keamanan dan keselamatan kamu."


"Tapi kan sayang jika jarus mengeluarkan uang lagi." Sahut cindy merengek.


"Aku lebih sayang sama nyawa kamu dari pada sama uang. Pokoknya besok minta tolong sama orang kantor yang membeli mobilnya, jangan coba untuk keluar sendiri. Biar aku yang menghubungi staf kantor untuk membeli mobilnya. Oh iya, mendingan kamu jangan tinggal dirumah dulu untuk sementara waktu, sampai keadaan aman. Kamu menginap saja ditempat mama atau dirumah mama jesica. Ya sayang?."


"iya. Aku akan menginap dirumah mama putri, disana ada jennie yang nemani aku ngobrol. Aku gak ngantor dulu besok sebelum ada mobil, aku takut naik taxi." Ujar cindy yang masih mengantuk.


"Jeon, aku masih kangen tau." Rengek cindy dengan manja.


"iya sayang, aku juga kangen banget sama kamu, aku pengen peluk kamu saat aku sedang lelah seperti ini. Aku tutup dulu ya telponnya, aku mau menghubungi papa dan mama dulu, aku juga harus kembali kerja setelah istirahat makan siang nanti."


"iya deh,, andai saja waktunya sama, biar gak bentrok kayak gini. Baiklah, aku tutup telponya. Dahh i love you."


"I love you to sayang!."


_


Satu jam kemudian, stev, putri dan jennie datang untuk menjemput cindy menginap dirumah mereka.


"Sayang, kamu gak apa-apa? Tadi jeon menceritakan kejadian yang menimpa kamu, kenapa tidak memberitahu mama." Ujar putri dengan cemas sambil merangkul cindy.


"Aku gak apa-apa kok ma. Karna aku selalu membawa pistol yang diberikan oleh jeon, itu sudah cukup untuk menakuti mereka. Oh iya.. Ayo duduk pa, ma. Dek jennie ayo sini duduk dekat kakak." Cindy berbincang sebentar sama mereka sebelum pergi.


"Nak, kamu harus kuat dan harus berhati-hati lagi, jangan sampai pengalaman mama yang dulu terjadi sama kamu. Didunia ini memang ada sebagian orang yang iri dengki dengan kita, bahkan sampai rela menghilangkan nyawa orang karna dendam." Ujar putri berbagi cerita.


"Mama kamu benar! Orang yang menyukai kita bisa jadi menjadi musuh karna iri, dan bahkan keluarga sendiripun tidak mereka pandang demi menuntaskan dendam seperti yang dilakukan kakak kamu lucy itu.

__ADS_1


Walaupun dia bukan saudara kandung kamu, tapi jesica dan rendy lah yang membesarkanya dengan kasih sayang, orang tua kamu itu tidak membedakan kamu dengan lucy. Tapi sayangnya lucy pindah kejalur gelap, dan memilih membenci kalian yang sudah mengurusnya sejak kecil." Sambung stev.


"Pa, aku juga gak tau kenapa kak lucy bisa sangat jahat, padahal waktu kecil dulu, dia sangat menyayangiku, bahkan dia rela memberikan mainanya padaku karna tidak ingin melihatku menangis, aku rindu pada dia yang dulu, yang selalu mengayomiku. Tapi sekarang dia berubah jadi orang yang tidak kukenal." Sahut cindy bersedih.


"Namanya manusia, bisa jahat karna iri, faktornya karna dia tidak mampu menjadi seperti kamu. Sudah, jangan dibahas lagi, yang penting sekarang, kamu tinggal dirumah dulu sampai aman. Ayo kita pergi, sudah malam banget sekarang."


Cindy ikut mereka menginap dirumah mertuanya itu demi keamanan dan keselamatanya.


_


Keesokan harinya, mobil baru berwarna putih itu diantar kerumah stev untuk cindy yang dibawakan oleh staf kantornya. Dan juga seorang supir dan bodyguard yang datang bersama mereka.


"Wah,, mobil ini sangat keren kak!! Bagus banget, pasti harganya mahal." Ujar jennie sembari mengelus mobil baru cindy.


"Aku juga gak tau dek, yang mengurus semua ini kakak kamu." Sahut cindy.


"Selamat siang nyonya putri, nyonya cindy. Ini mobil dari perusahaan kami untuk nyonya cindy, semua biaya sudah lunas, dan ini surat menyuratnya." Ujar salah satu staf sorum dealer.


"Baiklah, terimakaih mas sudah mengantarnya kemari." Sambut cindy dengan ramah.


"Maaf nyonya, saya adalah supir yang diutus untuk mengantar nyonya kemana pun nyonya pergi, nama saya. Dedi."


"Saya bodyguard yang diutus untuk menjaga nyonya, nama saya johan. Kapan kita mulai bekerja?." Sapa mereka dengan ramah.


"Baiklah selamat datang, pak dedi, dan pak johan. Kalian bisa kerja mulai hari ini. Tapi dalam minggu ini, kita tinggal disini saja dulu, oh iya ini mama mertua saya dan adek ipar saya. Ini rumah mereka, bukan rumah saya. Kalian boleh tinggal disini sebelum pulang kerumah saya." Sahut cindy menjelaskan.


Mereka menurutinya sembari mengangguk.


Mulai hari itu, cindy tidak bepergian lagi seorang diri. Mereka selalu pergi bekerja bersama, baik ngantor ataupun kuliah.


Tidak membutuh waktu lama untuk menjalin kedekatan antara majikan dan karyawan pribadinya itu.


Johan dan dedi sangat menuruti perintah cindy. Mereka juga berteman baik antar sesama karna terlalu sering bersama saat mengantar cindy pergi.


Keselamatan cindy sudah terjamin, tidak ada lagi rasa khawatir yang menyelimuti jeon. Dia bisa bekerja dengan tenang di new york. Walau sibuk, tapi mereka selalu berkomunikasi.


•••


BERSAMBUNG..


Jangan lupa like🙏

__ADS_1


__ADS_2