Pembalasan si Gadis Cantik

Pembalasan si Gadis Cantik
Insiden


__ADS_3

Keesokan harinya, putri diajak steven kekantor nya. Sedangkan shine pergi keperusahaan papanya dijakarta.


Setibanya diperusahaan steven, semua orang kaget melihat putri turun dari mobil steven, bianca yang saat itu sedang berada dilobi juga menyaksikan hal itu.


"Putri?? Kok dia bisa bareng steven sih?" Bianca beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri steven dan putri dengan gaya sombong nya.


"Hei put,kamu gak ada tumpangan lain ya? kenapa harus ikut steven hah? Dasar penjilat!" Ucap bianca dengan percaya diri karna selama ini steven selalu membela dan mengayomi bianca, membuat bianca merasa bahwa steven mencintainya.


"Eh.. Ada saudara tiriku disini! Maaf ya,, tadi shine lagi sibuk kerja, jadi aku minta steven buat antar aku keperusahaan ku, eh ternyata dia mau, padahal aku cuma iseng, tapi katanya dia mampir bentar kekantor nya, ada yang mau diambil." Jawab putri.


"Heh. Kamu kira steven tulus bantuin kamu gitu? Stev. Bilangin sama dia, lain kali gak boleh ikut kamu lagi, ,lagian dia kan banyak mobil, alasan dia aja mau deketin kamu.


"Bi, maafin aku ya,, tadi aku cuma kasian liat putri minta tolong, makanya aku bantuin dia, ,ya sudah kamu balik kerja lagi sana, aku mau kedalam sebentar." Ucap steven pada bianca.


"put, mari ikut aku!" Steven mengajak putri kedalam kantor nya, putri pun mengikutinya dari belakang.sambil menoleh kebelakang, putri mengedipkan matanya dengan senyuman sinis dan memicingkan alis nya pada Bianca.


"Grrrr!!  Dengan geram, Bianca menggepalkan kedua tangan nya, "awas aja lo put, kita liat nanti, steven tidak akan lagi mau sama kamu, karna dia sudah mencintaiku, hehe. "Ucap bianca dengan percaya diri sambil memangku kedua tanganya.


Tidak lama kemudian, steven dan putri kembali keluar, dan masuk ke mobil.


Melihat mereka pergi bianca berusaha mengintip nya. "Mau kemana mereka? Tanya bianca berbisik pada dirinya sendiri. "um! !aku harus melakukan sesuatu!.


Steven mengemudi dengan kecepatan sedang, dia mengajak putri kesuatu tempat dipinggiran kota yang jauh dari keramayan.


"Stev, kita mau kemana?" Tanya putri.


"Ada deh, ,aku ajak kamu ketempat yang belum pernah kamu lihat dikota ini.


"Baiklah,, aku ikut aja."


Setibanya mereka ditempat yang tinggi seperti dipuncak bukit dengan tembok yang panjang membentang, dan tangga yang tinggi. Mereka harus menaiki tangga terlebih dahulu untuk sampai dipuncak.

__ADS_1


"Huuhh.. Huh,, stev, kenapa kamu ajak aku ketempat seperti ini?  Aku capek naik tangga yang tinggi ini! "Nafas Putri ngos ngosan setelah tiba diatas ketinggian bukit.


"Nih.air mineral,, kamu pasti jarang olahraga ya?


"Iya, ,ahir ahir ini aku sibuk."ucap putri, kemudian dia minum.


"stev, disini kok sepi banget?  Aku agak khawatir deh."


"Gak apa apa, ini masih pagi, sebentar lagi bakal rame kok. Put, maafin aku ya, sebenar nya aku sudah mengetahui kebenaran ini saat tiga bulan setelah kau pergi keparis, tapi aku memilih menyimpanya dulu, karna aku ingin membongkar masalah ini secara langsung didepanmu. "Steven menghadap dan memegang tangan putri.


"Stev, seharus nya aku yang minta maaf, karna selama ini aku tidak mempercayaimu, bahkan aku tidak mau mendengar penjelasanmu. Maafkan aku, ,aku egois, aku mudah percaya dengan apa yang kulihat padahal belum tentu itu benar. Lain kali aku akan lebih mempercayaimu.


"Put, aku sudah memaafkanmu, aku tau kamu pasti terluka melihat foto itu, makanya aku bersikeras mencari kebenaranya untuk membuktikan aku tidak bersalah. Put, aku masih menyimpan erat erat rasa cinta dan sayangku untukmu! Apa kau juga masih mencintaiku?


"Stev, aku tidak tau apa aku masih mencintaimu atau tidak, tapi hatiku masih berdebar saat aku mendengar namamu.


Steven langsung memeluk putri dengan erat. "Put, terimakasih,, makasih banyak, ,itu berarti kau masih mempunyai perasaan terhadapku,, aku akan menumbuhkan cinta itu lagi dari hatimu. Aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. "Steven mengecup lembut kening putri.


Saat steven dan putri sedang bercumbu, tiba tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan lima orang yang memakai penutup kepala berwarna hitam. Lima Orang itu mengepung steven dan putri.


"Kalian tidak perlu tau siapa kami,, serah kan gadis cantik itu pada kami, atau kau akan mati.


"Apa mau kalian?  aku tidak akan menyerahkan dia, walaupun aku harus mati." Jawab steven sambli menghadang putri.


"Heh!  Sungguh pasangan yang romantis, tapi itu tidak akan ada lagi, karna kami akan membunuh nya.. Serang!


"Put, kamu minggir kesana, tinggalkan tempat ini, bawa mobil ku pergi. Cepat!!"  Teriak steven sambil mendorong putri.


"Stev, aku gak mungkin meninggalkanmu disini. Aku akan membantu mu, apa kau lupa aku pernah belajar silat." putri mendekat pada steven.


"Put, aku gak mau kau terluka!

__ADS_1


"Stev, tolong percaya sama aku, ini keadaan darurat, kita harus mengatasinya bersama.


"baiklah, tapi kau harus hati hati.


Lima orang itu menyerang steven dan putri bersamaan, putri merobek rok nya untuk melawan orang itu. Dua orang melawan putri, dan tiga lainya menyerang steven. Dengan susah payah putri melawan dua orang yang berotot besar itu, satu berhasil putri kalahkan, tinggal satu lagi yang akan dia hadapi. Sementara steven, dua sudah dia kalahkan, dan tinggal satu lagi,, tidak lama kemudian steven berhasil mengalahkan ketiga orang itu, darah sudah berceceran dan wajah orang itu terlihat bonyok, lalu steven membantu putri untuk mengalahkan satu orang nya lagi, kemudian semua nya tumbang walau memakan waktu cukup lama, tapi seseorang dibelakang putri kembali bangun dan mengeluarkan pisau yang tajam, lalu mengarahkanya pada pundak putri,


Beruntung steven melihatnya sebelum orang itu menusukkan pisau pada putri, kemudian dia memeluk melindungi putri dan memutarkan badan nya, lengan steven tergores cukup dalam akibat sabitan pisau itu, dengan sigap steven mengeluarkan pistol yang tersimpan dalam jas nya dan menodongkan nya kearah preman itu,


"Angkat tangan!" Steven masih memeluk putri dengan erat sambil menodongkan pistolnya.


"buang pisau itu!"  Ucap steven tegas.


Orang itu gemetar melihat pistol yang ditodongkan steven, lalu dia menjatuhkan pisaunya. Steven dan putri mendekati orang itu, lalu steven menendang nya hingga terjatuh.


steven membuka penutup kepala orang itu. "Hei,, aku tau kau melakukan ini karna perintah, katakan siapa yang menyuruh mu untuk melukai kami?


"Itu.. Itu.." Orang itu sepertinya enggan memberitahukanya.


"Baiklah,, kalau kau tidak mau buka mulut, itu berarti kau lebih memilih orang yang menyuruhmu dari pada nyawamu sendiri. !" steven menodongkan pistol pada orang itu dan sudah memegang pelatuknya.


"Jangan!! Jangan bunuh aku,, ampun!  Baiklah aku akan mengatakanya..  Sebenarnya..


"Tunggu!


Put, siapkan hp dan rekam dia, ini bisa jadi bukti untuk kita.


"Baik stev." Putri mengeluarkan hp nya dan mulai merekam.


"Sekarang cepat katakan!! Jika  aku mendapati kau sedang berbohong, maka peluru pistol ini siap mendarat dikepalamu. Ngerti! !


"Baik... Baik, aku akan mengatakan yang sejujurnya." sambil gemetar orang itu terbata bata menceritakannya.  "Sebenarnya.. Kami disuruh orang. Dia adalah..

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG


__ADS_2