
sudah satu Minggu Nadira di Semarang, pagi ini ia akan kembali ke kota B. namun ia hanya pulang sendiri karena kedua orang tua nya ingin tinggal disana untuk beberapa waktu. Nadira memasukkan pakaian nya ke dalam koper.
"ra."panggil Bu Alya
"iya ma, kenapa?"tanya Nadira
"kamu nggak apa-apa pulang sendirian?"tanya Bu Alya
"nggak apa-apa ma."jawab Nadira sembari tersenyum
"ya udah kamu sarapan dulu, nanti Viko antar kamu ke bandara."ucap Bu Alya
"iya ma."ucap Nadira
kedua nya pun pergi ke meja makan, Nadira hanya mengambil sepotong roti dan secangkir teh.
"mbak yakin mau pulang mbak?"tanya Viko
"yakin lah kenapa?" tanya Nadira sewot
"widih ini princess kita kenapa ma? kok galak banget sih."tanya Viko
"awas aja kamu ya, nggak mau lagi aku kasih uang jajan." Ancam Nadira
"jangan dong mbak."rayu Viko
"sudah-sudah kalian ini berantem aja kerjaan nya, giliran udah jauh nanti mulai dech bilang kangen."ucap Bu Alya
"iya ma, mbak mau pulang sendirian?"tanya Viko
"iya lah terus sama siapa lagi?"ucap Nadira
"ya Allah, mbak ku kenapa ya."ucap Viko heran
"udah siap-siap sana ntar aku telat lagi."ucap Nadira
"iya iya bos."ucap Alya sembari berdiri dan masuk ke kamar nya
setelah selesai sarapan Nadira berpamitan dengan kedua orang tua nya. Viko sudah menunggu nya di mobil
sesampainya di bandara nadira duduk di ruang tunggu. sementara Viko sudah kembali ke rumah nya.
setelah menunggu cukup lama akhirnya ada panggilan untuk segera masuk ke dalam pesawat. dengan langkah yang sedikit pelan Nadira berjalan menuju pesawat.
****
di tempat lain Rangga sedang berada di rumah Mira, mereka membahas tentang rencana pernikahan mereka.
"kamu mau tema nya seperti apa?"tanya Rangga
"aku sih mau yang banyak bunga-bunga gitu sih mas."jawab Mira
"bagus sih."jawab Rangga
"hari ini kita akan fitting baju pengantin mas di butik C."ucap Mira
"oke, tapi sebelum kesana kita mampir dulu ke pesantren sebentar ya." ucap Rangga
"iya mas." jawab Mira
setelah cukup lama berbincang akhirnya Mira dan Rangga pergi menuju pesantren selepas dari pesantren keduanya melanjutkan perjalanan ke butik.
__ADS_1
sesampainya di butik Mira memilih beberapa model baju pengantin dan ia meminta pendapat sang calon suami. setelah cukup lama Memilih akhirnya Mira memilih tiga baju pengantin yang akan ia pakai nanti nya.
setelah dari butik tersebut kedua nya mampir ke sebuah restoran makanan khas kota tersebut. mereka menikmati makanan yang sudah di hidangkan tanpa suara. karena Rangga memang masih menjaga batasan nya.
***
di bandara, Nadira sedang duduk menunggu taxi. tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya dari arah depan. Nadira yang sedang sibuk memainkan ponselnya terkejut dengan suara itu.
"hai sendirian aja nih, apa kabar?"ucap laki-laki itu
"hai han Alhamdulillah baik, eh gak nyangka bisa ketemu kamu lagi."ucap Nadira
Rehan adalah teman Nadira sewaktu SMP, laki-laki sederhana yang cukup tampan.
"gimana sekarang nad? lagi sibuk apa ni?"tanya Rehan
"biasa Han."jawab Nadira
"kok biasa nggak tau aku mah."ucap Rehan
"hahahaha sekarang aku lagi sibuk di butik Han."jawab Nadira
"oh gitu, udah jadi wanita karir nih."ucap Rehan
"hahaha iya Alhamdulillah. kamu sendiri gimana? udah selesai kuliah nya."tanya Nadira
"Alhamdulillah sudah nad, sudah satu tahunan ini aku kerja di rumah sakit."jawab Rehan
"Masya Allah udah jadi dokter ni ya, udah ada calon belum nih?"goda Nadira
"calon apa nih nad?"tanya Rehan bingung
"calon istri lah Han."jawab Nadira
"oh ya."ucap Nadira senang
"iya nad, sebentar aku ambil undangan dulu ya. kamu harus datang pokok nya ya."ucap Rehan
"iya-iya."jawab Nadira
tak lama kemudian Rehan kembali sembari membawa sebuah undangan dan memberikan nya kepada Nadira.
"thanks ya, btw kamu ngapain disini?"tanya Nadira lagi
"mau jemput teman nad."jawab Rehan
"oh gitu." jawab Nadira singkat
tak lama kemudian taxi pun datang, Nadira langsung berpamitan dengan Rehan dan meninggalkan bandara menuju rumah nya. tak lama kemudian teman Rehan pun datang.
"sudah lama nunggu nya han?"tanya Eza
ya Eza adalah sahabat sekaligus partner kerja Rehan.
"nggak juga sih za, gimana tugas disana?"tanya Rehan
"Alhamdulillah lancar sih za cuma ya nggak terlalu banyak teman disana."jawab eza
"ya udah ayo kita pergi."ucap Rehan
mereka pun meninggalkan bandara menuju rumah Eza. sesampainya di rumah mereka duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"mau minum apa Han?"tanya Eza
"kopi aja za."jawab Rehan
tak lama kemudian Eza membawa dua cangkir kopi.
"gimana persiapan pernikahan mu?"tanya Eza
"hmm hampir tujuh puluh lima persen sih za."jawab Rehan
"baguslah."ucap Eza sembari meminum kopi
"kamu kapan za?"tanya Rehan
"tunggu calon nya dulu lah Han emang bisa nikah sendiri."jawab eza
"hahaha, eh kamu mau nggak kenal sama teman aku sewaktu SMP kemaren. dia cantik baik Sholehah lagi."ucap Rehan
"hahahaha, nggak dech Han hati aku udah di isi seseorang."jawab eza sembari tertawa kecil
"oh ya siapa tu."tanya Rehan kepo
"kepo aja."jawab eza sewot
"iya wajar lah, tapi nggak apa-apa dong za kan kenal aja dulu."ucap Rehan
"terserah kamu dech."jawab eza pasrah
"nah bagus tu, kapan-kapan aku ajak dia."ucap Rehan semangat
"ntar calon istri mu cemburu lho."goda Eza
"nggak lah, dia kan percaya sama aku lagian kan memang dia hanya teman aku."jawab Rehan
"okay terserah kamu aja lah Han."ucap Eza
"malam ini gue nginap tempat kamu ya."ucap rehan
"ya udah nggak apa-apa."jawab eza
"aku ke atas dulu ya mau mandi."ucap Eza
"okay za."
setelah selesai mandi Eza turun lagi ke lantai bawah, terlihat Rehan sedang video call dengan calon istri nya.
"hmm, bucin terus udah mau nikah juga."ucap Eza
"ih kenapa sih bapak jomblo ini ya sayang."goda Rehan
"aku ke depan dulu mau beli makanan, mau nitip apa?"tanya Eza
"cieee yang merajuk."goda Rehan
"eh mau makan apa?"tanya Eza kesal sambil melempar bantal sofa
"hahaha, apa aja za. udah sana ganggu aja."ucap Rehan
"aduh kalian ini udah pada cocok jadi bapak masih aja kayak anak kecil."ucap Rani calon istri Rehan
"tau tu calon suami mu ran kayak ABG aja."ucap Eza
__ADS_1
Eza pun pergi keluar rumah, dengan membawa sepeda motor nya.
***