PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 77. Di Jebak


__ADS_3

tok...tok...tok


"assalamu'alaikum."ucap seseorang yang ada di balik pintu


"wa'alaikumussalam."jawab Bu Alya


ceklek


"eh putri, ada apa put? ayo masuk dulu."


"bang Viko nya ada Tan?"


"ada lagi nonton tv di dalam, ayo masuk."


Bu Alya kebingungan dengan sikap putri seolah-olah sedang menyimpan sesuatu.


"silahkan duduk, Tante ambil minum dulu."


"terima kasih Tan."


"hei put, kok kesini nggak bilang-bilang dulu sih."ucap Viko


"iya bang."


tak lama kemudian Bu Alya kembali ke ruang tamu sembari membawa kan minuman dan juga kue.


"ada apa put? kok Tante perhatiin dari tadi kamu seperti orang ketakutan."


"Tante sebelum nya putri minta maaf Tan."


"minta maaf untuk apa? putri kan nggak ada salah apa-apa."


"putri hamil Tante."


"apa, coba kamu ulangi lagi put."


"aku hamil Tante."


"kalau kamu hamil kenapa kamu harus kesini."


"kamu jangan main-main ya put."ucap Viko


"karena anak yang ada dalam kandungan aku ini anak nya bang Viko, Tante."


"astaghfirullahaladzim."teriak Bu Alya


"gila kamu putri aku nggak pernah ngapa-ngapain kamu ya. ma Viko nggak pernah menghamili putri ma."


plak


satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi Viko.


"pa, Viko bisa jelasin."


"putri kamu katakan yang sebenarnya put. putri."bentak Viko


namun tiba-tiba pak Ahmad terjatuh dan pingsan.


"pa, papa bangun pa."ucap Bu Alya


"lihat apa yang sudah kamu lakukan putri."bentak Viko


kemudian Viko langsung membawa pak Ahmad ke rumah sakit. tak lama kemudian dokter langsung memeriksa pak Ahmad.


setelah beberapa lama dokter pun keluar.


"keluarga pasien."


"iya dok, gimana keadaan papa saya dok?".


"tekanan darah pak Ahmad sangat tinggi, tapi Alhamdulillah sekarang tensi nya sudah mulai menurun."


"boleh kami masuk dok.?"


"silahkan mas."


Viko dan Bu Alya pun masuk ke dalam ruangan pak Ahmad. vino yang sudah di telpon Viko langsung segera menyusul.


"apa benar kamu sudah menghamili dia vik."

__ADS_1


"demi Allah pa, Viko tak pernah menghamili wanita itu."jawab Viko dengan linangan air mata di pipi nya


"Viko berani untuk membuktikan nya pa, Viko akan tes DNA. Viko minta maaf pa, ma."ucap Viko yang sudah bersimpuh di lantai


"papa."panggil vino yang baru saja datang


"papa kenapa ma?"tanya vino panik


"papa nggak apa-apa."


"apa yang sudah kamu lakukan bang."bentak vino


"sudah cukup."ucap Bu Alya


"ma maafin Viko ma, Viko janji akan buktiin sama mama kalau Viko nggak pernah menghamili putri."


"apa. gila lho bang. gimana kalau mbak tau hah."


"vino, mama mohon jangan kasih tau mbak dulu ya, mama nggak mau terjadi apa-apa sama mbak."


"tapi ma, mbak harus tau perbuatan laki-laki ini."


"cukup vino cukup. mama mohon."ucap Bu Alya memohon


"iya ma."


"buktikan lah sama mama, kalau kamu memang nggak bersalah bang. jangan buat mama kecewa."


"iya ma, Viko janji sama mama."


tiba-tiba handphone vino berbunyi


"siapa Vin?"


"mbak ma."


"kamu angkat aja."


"hallo Assalamu'alaikum mbak."


"wa'alaikumussalam, Vin kata putri papa masuk rumah sakit, apa itu benar."tanya nadira panik


"i...iya mbak."


"kenapa kamu nggak hubungi mbak hah."ucap Nadira marah


"nak kamu tenang ya, papa nggak apa-apa kok."


"nggak apa-apa gimana pa? Nadira akan pergi kesana."


"nggak usah nak, kamu harus pikirkan kandungan kamu juga."


"nggak apa-apa ma, sore ini nadira dengan mas Eza akan pergi kesana."


sambungan telepon pun terputus.


Nadira sudah pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, Sekarang ia harus menerima kabar kalau papa nya sakit.


"sayang sabar ya ins syaa Allah papa baik-baik aja."


******


sore nya Nadira dan Eza langsung berangkat ke Semarang. perasaan Nadira benar-benar tidak tenang, hati nya bertanya-tanya apa sudah terjadi.


setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya nadira sampai di rumah sakit, Nadira mempercepat langkahnya.


"sayang hati-hati."


Nadira pun melambatkan langkah nya. setelah di depan ruangan pak Ahmad, Nadira berusaha untuk tetap tenang


ceklek


"papa."panggil Nadira menangis dan langsung menghampiri pak Ahmad


"nak, jangan nangis papa nggak apa-apa."


"apa yang sudah terjadi pa? kenapa papa bisa sampe kayak gini."


"itu mbak gara-gara laki-laki itu."ucap vino

__ADS_1


"vino."panggil Bu Alya


"ada apa vik, cerita sama mbak?"


Viko hanya terdiam dan menangis


"dia sudah menghamili putri mbak."jelas vino


"vino."teriak Bu Alya sambil menangis


"apa, mbak nggak salah dengar kan? apa benar itu Viko."tanya Nadira


"jawab Viko."bentak Nadira


"sayang istighfar hei."ucap Eza panik


Nadira melepas genggaman tangan Eza lalu ia mendekati Viko.


"jawab mbak Viko, apa benar kamu menghamili putri."


plak


satu tamparan berhasil mendarat di pipi Viko


"astaghfirullahaladzim Nadira."panggil Eza


"ini lah alasan mbak nggak pernah mengizinkan kalian pacaran, mbak nggak mau seperti ini vik."ucap Nadira


melihat mbak nya sudah menangis, Viko pun bersimpuh di kaki Nadira.


"mbak, demi Allah Viko nggak pernah menghamili putri mbak, Viko janji Viko akan buktikan kalau itu bukan anak Viko."


"kalau dia bukan anak kamu, kenapa dia harus datang sama kamu."


"Viko juga tidak tau mbak, Viko minta maaf Viko janji akan membuktikan nya dengan mbak, mama, dan papa."


Nadira mengangkat tubuh adik nya itu, ia menatap wajah adik nya seolah-olah mencari kesalahan adik nya namun Nadira tidak menemukan itu.


"buktikan sama mbak, kalau kamu memang nggak salah."ucap Nadira


"iya mbak."jawab Viko lalu ia memeluk Nadira


"Abang akan bantu kamu, kita akan melakukan tes DNA."


"terima kasih bang."


"sudah jangan nangis lagi, mbak percaya sama kamu maka dari itu bukti kan sama mbak, sama mama dan papa kalau kamu nggak salah. mbak nggak mengizinkan kalian pacaran karena mbak takut seperti ini vik."


"iya mbak, maafin Viko ya."


"Iya sayang."


"Abang maafin vino ya."


mereka pun berpelukan, begitu juga dengan Bu Alya ia mendekati anak-anak nya dan memeluk nya.


sementara Eza langsung menghubungi dokter kandungan yang ada di rumah sakit C.


"hallo Assalamu'alaikum za."


"wa'alaikumussalam, kamu lagi dimana ran?"


"di rumah sakit, kenapa za?"


"apa kamu bisa membantu aku untuk melakukan tes DNA?"


"hah, kamu mau tes DNA sama siapa za?"


"bukan aku ran, tapi adik aku."


"oke, kamu temui saja aku besok di rumah sakit. ins syaa Allah akan aku bantu tapi sebelum itu kenapa harus tes DNA?"


"karena dia yakin kalau itu bukan anak nya dan dia nggak pernah melakukan nya pada wanita itu."


"oh oke za, besok datang saja, aku tunggu."


"oke thanks ran."


****

__ADS_1


__ADS_2