PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 13. Niat Baik Eza


__ADS_3

"maksud nya, saya juga belum tau siapa calon suami saya."jawab Nadira sembari tersenyum


"jadi kamu belum punya calon suami sekarang?"tanya Eza lagi


"belum mas. kenapa?"tanya Nadira bingung


"nggak apa-apa."jawab eza


"hmmm gitu, aku cerita sedikit ya. kemarin aku memang sudah ada seseorang yang memang aku harapkan untuk menjadi imam ku, namun Allah berkata lain pada akhirnya aku harus merelakan dia untuk bersanding dengan wanita yang tak lain adalah sahabat aku sendiri. aku nggak benci dengan semua nya aku cuma kecewa dengan harapan aku sendiri dan aku tidak menyalahkan siapapun kecuali diri aku. karena sepenuhnya salah aku karena mungkin aku terlalu mengharapkan dia."jelas Nadira


"setelah saya berada pada titik ikhlas. ntah kenapa Allah hadirkan mas Eza dalam hidup saya. Saya tidak tau apa tujuan Allah."tambah Nadira


Eza yang mendengar ucapan Nadira merasa kasihan.


"Nadira, aku tidak tau sejak kapan perasaan ini datang tapi demi Allah saya sudah jatuh cinta pada mu. Apa boleh kalau aku menemui orang tua mu."tanya Eza serius


Nadira benar-benar tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi, dia bingung harus berkata apa.


"mas maaf, saya tidak menolak tapi untuk saat ini tolong beri saya waktu."ucap Nadira


"aku tidak memaksa mu, tapi yang jelas aku sudah mengatakan perasaan ku. aku akan memperjuangkan mu, baik itu secara nyata atau melalui jalur langit tapi aku tidak akan memaksa Allah."jelas Eza lagi


Nadira hanya terdiam mendengar perkataan Eza. ia bingung harus menjawab sepeti apa. ia melihat ketulusan dari wajah Eza tapi ia belum ingin terlalu cepat untuk membukakan hati nya terlalu lebar.


"berjuanglah jika Nadira memang pantas untuk di perjuangkan."ucap Nadira


"kamu pantas untuk diperjuangkan."jawab eza


"mas."ucap Raisa lirih


"kenapa? aku akan memperjuangkan mu. sampai Allah merasa kalau aku pantas untuk mu."ucap Eza


"bagaimana jika akhirnya kita nggak bersama?"tanya Nadira serius


"Ins syaa Allah bersama kok, kalaupun tidak, nggak apa-apa setidaknya aku pernah memperjuangkan mu."jawab Eza


Nadira bingung mau menjawab apa lagi. Eza yang melihat itu hanya tersenyum.


"udah habisin makanan nya, nggak usah dipikirin, kamu tinggal diam dan tunggu aja. Biar aku yang berjuang."ucap Eza


lagi-lagi Raisa hanya tersenyum dan di buat salah tingkah oleh Eza.


setelah selesai makan Nadira melihat ada anak kecil yang jualan bunga mawar putih. Nadira memanggil anak tersebut.


"berapa bunga nya satu?"tanya Nadira


"Lima ribu mbak."jawab anak itu


"kamu suka bunga?"tanya Eza


"Suka."


"mbak beli semua nya."ucap Nadira


"Alhamdulillah, terima kasih ya mbak."ucap anak itu

__ADS_1


saat nadira mengambil dompet di dalam tas nya.


"ini uang nya, terima kasih ya."ucap Eza


"mas, nggak usah biar saya aja."tolak Nadira


"udah, ini bunga nya."ucap Eza


"makasih ya mas."ucap Nadira


"sama-sama, ya udah aku duluan ya nanti kamu pulang nya hati-hati."ucap Eza


"iya mas, terima kasih."


Eza pun pergi meninggalkan Nadira karena ia harus dinas.


"ya Allah kalau dia yang terbaik, mudah kan lah ya Allah, kalau bukan dia maka berikan yang yang lebih baik."ucap Nadira sembari tersenyum


tak lama kemudian Nadira juga meninggalkan restoran itu.


***


ditempat lain di rumah Mira sedang mempersiapkan untuk acara pengajian malam nanti. Mira merasa sedih karena sahabat nya tidak mendampingi nya. ya Semenjak Nadira tau siapa calon suami Mira ia sedikit menjaga jarak dengan Mira dengan alasan sibuk.


"lho anak umi kok sedih."ucap Bu Hafsah


"nggak kok umi."jawab Mira


"kenapa nak?"tanya Bu Hafsah


"Hmm, jadi itu alasan anak umi sedih, mungkin itu perasaan Mira saja nak, seperti nya Nadira memang lagi sibuk sama butik nya maka nya dia belum bisa nemani kamu."


"Hmm, iya umi."


"udah, nggak usah sedih lagi ya."ucap Bu Hafsah


Mira mengangguk dan tersenyum


***


suara adzan magrib sudah berkumandang Nadira segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Maghrib.


selepas sholat Nadira bingung apakah dia harus datang atau tidak ke acara pengajian Mira.


"hmmm, dateng aja dech kan Mira nggak tau apa-apa kasian juga dia sudah beberapa hari ini aku cuekin."ucap Nadira merasa bersalah


Nadira membereskan alat sholat nya kemudian ia mengganti baju nya dengan gamis berwarna putih. setelah merasa siap Nadira pun pergi ke rumah Mira. tak lama kemudian Nadira sampai di rumah Mira.


"assalamu'alaikum Tante ."ucap Nadira


"wa'alaikumussalam, Masya Allah akhirnya Nadira Dateng juga, Mira sangat sedih karena tidak ada Nadira."ucap Bu Hafsah


"maaf Tante beberapa hari ini Nadira sangat sibuk."ucap Nadira


"iya nggak apa-apa nak, kamu masuk aja Mira ada di dalam."ucap Bu Hafsah

__ADS_1


Nadira pun masuk dan duduk disamping Mira. Namun, Mira tidak menyadari itu.


"calon pengantin kok ngelamun sih." ucap Nadira


Mira pun melihat ke arah sumber suara, Mira sangat bahagia melihat ada sahabat nya.


"kamu kemana aja nad?."tanya Mira sedih


"nggak kemana-mana aku sibuk cari uang mir kan kata mu mau hadiah yang besar."goda Nadira


"kamu mah gitu nad."ucap Mira


"udah nggak usah sedih lagi kan aku udah disini."ucap Nadira


acara pengajian pun sudah dimulai setelah selesai mira juga menyampaikan salam perpisahan kepada kedua orang tua nya sebelum menikah. tangis haru dan bahagia mengiringi acara tersebut.


setelah selesai Nadira masih ngobrol dengan Mira.


"Nad, malam ini nginap sama aku aja ya."pinta Mira


"hmm gimana ya."ucap Nadira


"ayo lah nad,  udah lama lho kita nggak tidur bareng."rayu Mira


"ya udah dech iya."jawab Nadira


"yey terimakasih honey sweety ku."ucap Mira sambil memeluk Raisa


"nanti kalau udah nikah, kamu mau kemana mir?"tanya Nadira


"hmm, nggak tau mungkin ikut mas Rangga aja mau nya kemana."ucap Mira


"kalau kamu udah nikah, aku nggak ada temen lagi dong."ucap Nadira


"ya kan kita masih bisa ketemu Ra."jawab Mira


"iya kalau suami mu ngizinin kalau nggak gimana dong?"tanya Nadira


"nggak mungkin mas Rangga nggak ngizinin, pasti ngizinin kok."jawab Mira


"hmm, pokok nya kalau udah nikah harus nurut sama suami ya."ucap Nadira


"oke siap bos."jawab Mira


"eh kita nonton film Malaysia yuk udah lama lho kita nggak nonton bareng."rayu Nadira


"ayo Ra kita mau nonton film apa?"tanya Mira


"hmmm, apa aja dech nad."


"oke,  kita nonton nya di kamar aja ya."


Nadira dan Mira pun masuk ke dalam kamar, mereka sudah menyalahkan laptop dan mulai menonton. mereka berdua memang suka film Malaysia apalagi kalau yang romantis, sekali-kali mereka berbicara dengan bahasa Malaysia layaknya Upin dan ipin.


****

__ADS_1


__ADS_2