PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 98. Ternyata Memang Kamu Jodoh Ku


__ADS_3

dua tahun telah berlalu, Arka dan Aqila sudah berusia dua tahun, mereka sedang lucu-lucunya dan menggemaskan. Nadira sedang menyuapi Arka dan Aqila di teras rumah dengan di temani mbok Atun.


"good morning sayang nya ayah."sapa Eza dari dalam rumah


"morning ayah."jawab Nadira sembari menyuapi kedua anak nya


"hmm, anak ayah lagi sarapan ya, bunda nya udah sarapan belum?"tanya Eza


"bunda nya mah gampang, yang penting anak dan suami nya kenyang."jawab nadira sembari tertawa


"hmm, sayang. ya udah nanti sarapan ya. aku berangkat dulu."


"iya mas, hati-hati ya."


"iya sayang, Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Eza pun berangkat ke rumah sakit.


****


di tempat lain, setelah satu tahun bertemu kembali dengan putri membuat Viko kembali dekat dengan putri. Viko tidak peduli dengan masa lalu putri yang begitu kelam. hari ini Viko mengajak putri untuk makan siang di restoran.


"assalamu'alaikum, maaf ya aku datang nya telat."ucap putri yang terlihat tergesa-gesa


"wa'alaikumussalam, nggak apa-apa. lho sampe ngos-ngosan gitu."ucap Viko


"heheh,iya. oh ya kamu udah pesan makanan nya?"


"udah, makanan seperti biasa kan?"


"iya."


tak lama kemudian makanan pun datang.kedua nya pun langsung menikmati makan siang karena memang kebetulan perut mereka sudah sama-sama lapar


setelah selesai makan, baru lah mereka mengobrol lagi.


"hmm, put kamu nggak ada rencana buat pulang ke Semarang?"


"ada sih bang, tapi belum sekarang?"


"kenapa?"


"aku masih malu bang sama orang-orang disana."


"hmm, put apa kamu tau siapa orang yang udah menjebak kamu waktu itu?"tanya Viko


"belum bang,lagian aku juga udah ikhlas, biar Allah yang membalas mereka."


ingin sekali Ahmad menceritakan semua nya pada putri namun mulut nya terasa terkunci, ia tidak mau membuat putri kembali sedih.


"put, kita ketemu dan dekat udah hampir satu ini. hmm kalau aku mau serius sama kamu, apa kamu masih mau menerima aku?"tanya Viko gugup


"bang, Abang tau sendiri gimana dengan masa lalu putri. apa kata orang nanti kalau Abang menikah dengan seorang wanita yang sudah rusak."


"aku tidak peduli put, karena aku tau masa lalu mu bukan lah kehendak mu."


"tapi bang, aku nggak mau membuat kamu dan keluarga mu malu."


"sudah, jawaban nya sekarang kamu mau nggak menikah sama aku?"


"hmm, kalau memang kamu jodoh aku ins syaa Allah aku mau bang, karena terus terang aja sampai saat ini bang Viko tetap lah menjadi orang yang ingin putri jadikan suami."ucap putri sembari menundukkan kepalanya


Viko tersenyum


"bismillah ya."ucap Viko

__ADS_1


putri mengangguk dan tersenyum


****


tak terasa perkenalan dan rencana mereka pun sudah dilakukan, dan Alhamdulillah keluarga Viko pun menerima putri.pernikahan mereka akan dilaksanakan beberapa hari lagi.


sekarang mereka sedang berada di Semarang, mereka akan melaksanakan pernikahan disana.


sementara Nadira dan Eza baru berangkat pagi ini.


Arka dan Aqila terlihat begitu bahagia, nadira dan Eza pun hanya tersenyum


setelah beberapa jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di Semarang.


"hmm, cucu nenek udah sampe."ucap Bu Alya sembari mengambil kedua cucu nya


"sama uncle ya."ucap vino


"ma, pa."ucap nadira sembari menyalami kedua nya


"iya nak, kamu istirahat aja dulu di kamar biar Arka sama Aqila mama yang jaga."


"iya ma."ucap nadira


Nadira pun masuk ke dalam kamar sementara Eza mengambil koper yang ada di mobil.


"sayang."panggil Eza


"iya mas, aku di kamar mandi."jawab Nadira


tak lama kemudian Nadira pun keluar dari kamar mandi.


"capek mas."ucap Nadira


"hmm, sini sayang."ucap Eza sembari tersenyum


"sayang istirahat aja dulu ya."ucap Eza lembut


"temani ya mas."


"iya sayang."jawab eza tersenyum


Nadira pun membaringkan tubuhnya di pangkuan Eza.


"ya Allah kasihan sekali istri ku ini, bukan ku tak tau betapa lelah nya dia dan engkau lebih tau ya Allah. dia wanita yang hebat ia bisa menjaga kedua amanah dari mu tanpa mengeluh sedikitpun."batin Eza sembari mengelus rambut panjang Nadira


ceklek


sssstttt.


"maaf bang, bang nanti kalau mbak udah bangun makan dulu di bawah ya."ucap vino


"iya, Arka sama Aqila mana?"


"ada bang, tidur di kamar mama."


"oh ya, nanti mbak sama Abang turun ke bawah ya,.mbak mu lagi tidur."ucap Eza pelan


"iya bang."


vino pun keluar dari kamar Nadira.


*****


setelah beberapa hari kemudian, tiba lah hari pernikahan Viko dan putri. pernikahan yang pernah mereka impikan akhirnya hari ini Allah kabul kan. Viko terlihat begitu gagah dan tampan dengan balutan kemeja putih sementara putri juga terlihat begitu cantik dengan gaun panjang nya.


"baik kita langsung saja ya."ucap pak penghulu

__ADS_1


ijab kabul pun terdengar jelas dalam ruangan itu, Viko sudah mengucapkan janji suci yang sakral di hadapan Allah dan keluarga.


"bagaimana saksi sah?"tanya penghulu


sah


sah


sah


"Alhamdulillah."ucap pak penghulu


setelah selesai berdoa, kedua nya sungkeman saat giliran dengan Nadira, Ahmad tambah tidak bisa membendung air mata nya lagi.


"mbak, kalau Abang banyak salah Abang mohon maaf, tolong doakan Abang semoga Abang bisa menjadi imam dan suami yang baik untuk keluarga Abang."ucap Viko sedih


"ins syaa Allah mbak selalu mendoakan mu."ucap Nadira


kedua nya saling berpelukan dengan tangis bahagia.saat giliran putri, Nadira menatap wajah putri


"selamat datang put,semoga putri bisa menjadi istri yang baik dan Sholeha ya. mbak minta maaf kalau mbak ada salah sama putri."ucap Nadira sembari tersenyum


"iya mbak, putri juga minta maaf ya mbak."


"iya put."


setelah selesai sungkeman, Viko dan putri duduk di pelaminan.


"Masya Allah seperti raja dan ratu ya."ucap para tamu undangan


"iya."


Nadira hanya tersenyum dan terus memandangi adik nya yang kini sudah bersanding dengan wanita yang bergelar istri nya.


"mbak."panggil vino


"iya Vin."jawab Nadira tersenyum


"kita foto bareng Abang yuk."


"ayo,"


"mas aku foto dulu ya."


"iya sayang."


di pelaminan Viko terus saja memperhatikan Kakak perempuan nya itu


"mbak."panggil Viko


"hmm, kenapa bang?"


"are you okay?"


"yeah, i'm okay."jawab Nadira sembari tersenyum


mereka pun berfoto bersama, perasaan Nadira campur aduk untuk saat ini.


"sayang kenapa? kok sedih?"


"nggak apa-apa mas."


"jangan sedih dong, lagian lebih baik Viko menikah daripada dia pacaran kan."


"iya mas."jawab Nadira sembari tersenyum


******

__ADS_1


__ADS_2