PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 76. Pendarahan


__ADS_3

tak terasa usia kandungan Nadira sudah memasuki bulan ke lima, semenjak tadi pagi Eza sudah berangkat ke rumah sakit. dari tadi pagi Nadira masih dikamar.


"ya Allah kok lemes banget ya."ucap Nadira


Nadira pun bangun untuk pergi ke kamar mandi, namun tiba-tiba Nadira merasakan perut nya begitu sangat sakit.


"astaghfirullahaladzim, ya Allah."rintih Nadira sembari memegang sisi meja


"ya Allah ini sakit banget, lindungi anak hamba ya Allah."


rasa sakit itu terus menghampiri Nadira, rasa takut dan khawatir sudah bercampur aduk.


"mbok."panggil Nadira


mendengar suara Nadira mbok Atun langsung menghentikan kegiatan nya dan pergi ke kamar Nadira.


"astaghfirullahaladzim non."


"sakit mbok."rintih Nadira


"mang Karyo cepat kesini mang."panggil mbok Atun


"ya Allah non kita ke rumah sakit ya non."


"mbok anak aku mbok."


"ins syaa Allah kandungan non akan baik-baik saja non."


"Allahu Akbar."ucap Nadira


"sabar ya non."


perut nya benar-benar terasa sakit, darah pun sudah mulai mengalir di sela-sela kaki nya.


mang Karyo pun langsung menggendong Nadira ia tidak peduli lagi siapa Nadira itu.


di dalam mobil Nadira terus menjerit kesakitan.


"ya Allah cepetan mang."


mang Karyo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mereka sampai di rumah sakit.


beberapa menit lagi sampai di rumah sakit Nadira sudah tidak sadarkan diri, wajah nya terlihat sangat pucat.


Eza serta teman-teman nya sedang bercerita di koridor rumah sakit. namun ucapan Eza terhenti ketika ia melihat mbok Atun.


"kenapa za?"tanya Rehan


"itu mbok Atun kan, siapa yang masuk rumah sakit."


mbok Atun tidak menyadari kalau disana ada Eza, brankar yang membawa Nadira di bawa melewati Eza dan teman-teman nya. eza sangat terkejut begitu juga dengan Rehan dan teman-teman nya yang lain.


"sayang."panggil Eza.


Nadira langsung di bawa ke ruang UGD, Eza pun juga ikut masuk.


"astaghfirullahaladzim sayang kenapa bisa seperti ini."ucap Eza panik


"sayang bangun. ya Allah ada apa lagi ini selamat kan istri hamba ya Robb."ucap Eza yang sudah jatuh di samping Nadira


"za sabar."ucap Rehan


"bagaimana keadaan istri aku Han?"


"tekanan darah Nadira sangat tinggi, tapi Alhamdulillah kandungan nya baik-baik saja za."


"astaghfirullahaladzim ya Allah. sayang bangun."


setelah di periksa Nadira di pindahkan ke ruang VVIP, Eza selalu berada di sampingnya.


"mbok kenapa Nadira bisa seperti ini."

__ADS_1


"mbok juga tidak tau den."


"sayang bangun dong."ucap Nadira sembari mencium tangan Raisa


setelah beberapa menit kemudian Nadira pun sadar.


"sayang."


"mas."


"hmm, kenapa sayang."


"kok aku disini."


"tadi kamu pingsan sayang."


"anak aku mas."ucap Nadira sembari melihat ke arah perut nya kemudian Nadira mengelus perut nya


"anak kita baik-baik saja sayang.'


"kenapa, kok bisa sampe kayak gini sayang?"


"aku juga nggak tau mas, tadi setelah kamu berangkat aku istirahat di kamar karena badan aku lemes nah terus aku bangun mau ke kamar mandi tiba-tiba perut aku sakit, sakit banget sampe pendarahan gitu."


"astaghfirullahaladzim sayang, kenapa nggak bilang sama aku kalau kamu kurang sehat tadi pagi."


"aku nggak mau ngerepotin kamu terus mas, lagi pula kamu udah sering banget cuti gara-gara aku. kamu juga punya tanggung jawab terhadap profesi kamu sebagai dokter."


"sayang aku nggak peduli itu, kalau aku harus kehilangan pekerjaan aku nggak apa-apa dari pada aku harus kehilangan kalian."


"mas."


"aku nggak mau kalian kenapa-kenapa, apa lagi aku nggak ada disamping kalian."


"udah mas, yang penting sekarang aku udah baik-baik aja kok."


"jangan lagi kayak gini ya sayang, kalau kamu sakit bilang sama aku."


"iya mas."


di tempat lain, di dalam tahanan Anita sedang duduk di pojok ruangan. Anita terlihat begitu murung. semenjak ia mendengar kabar kematian Tante Rita membuat Anita merasa takut. setiap malam Anita selalu di bantuin dengan rasa bersalah dan penyesalan nya.


"hei, kamu kenapa?"panggil polisi


Anita hanya diam saja.


"seperti nya mental nya sudah rusak pak?"ucap Anggota polisi lain nya


"iya pak, gimana kalau kita bawa saja dia ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa."


"boleh juga, saya akan mengabari pihak rumah sakit nya dulu."


Anita bersikap layak nya seperti orang gila, kadang diam tersenyum, tertawa bahkan menangis. sekali-kali ia memanggil Tante Rita dan juga Raisa.


"kasihan sekali ya padahal cantik, tapi hati nya begitu kejam."


"iya bener."


"sudah-sudah hari ini mbak Anita akan di jemput oleh pihak rumah sakit, nanti saya akan menghubungi pak Eza mengenai masalah ini."


"siap pak."


*****


selepas makan siang, Anita pun di bawa ke rumah sakit jiwa. dokter mulai melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap Anita. dan benar saja mental dan kejiwaan Anita memang sudah terganggu, namun masih bisa disembuhkan.


dokter pun berbicara kepada pihak kepolisian untuk pengobatan Anita.


setelah selesai berbincang mereka pun meninggalkan Anita disana.


polisi pun menghubungi Eza.

__ADS_1


Eza yang sedang menyuapi Nadira, berhenti sejenak lalu langsung mengangkat telpon.


"hallo pak."


"begini pak, ibu Anita kami bawa ke rumah sakit jiwa."


"hah,.kok bisa pak?"


"kata dokter ibu Anita kena gangguan jiwa tapi masih bisa di sembuhkan."


"Sekarang dimana dia pak?"


"di rumah sakit jiwa pak."


"baik pak, lakukan saja yang terbaik."


"baik pak."


sambungan telepon pun terputus


"kenapa mas?"


"Anita di bawa ke rumah sakit jiwa sayang."


"astaghfirullahaladzim terus gimana sekarang keadaan nya mas?"


"aku juga belum tau sayang, kata polisi Anita sudah dibawa ke rumah sakit jiwa."


"ya Allah, apa kita nggak terlalu jahat mas?"


"jahat kayak gimana sayang?"


"ya sama Anita"


"kita nggak mungkin ngelakuin itu kalau mereka nggak terlalu Jahat sama kita."


"iya sih mas, tapi kasihan juga Anita sampe kena mental gitu."


"jadi? mau nya apa?"


"ya nggak apa-apa,aku cuma kasihan aja sih."


"udah nggak usah di pikirin, kamu harus banyak-banyak istirahat. fokus aja sama kesehatan kamu, nggak usah memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan."


"iya mas."jawab Nadira


Eza pun kembali menyuapi Nadira, hingga makanan itu habis.


"aku ke ruangan aku sebentar ya sayang."


"iya mas."


"mbok jagain dia sebentar ya."


"baik den."


tok...tok..tok


"assalamu'alaikum Tante."ucap Rani


"wa'alaikumussalam eh ada arsha. hallo sayang."sapa Nadira


"gimana keadaan kamu Ra?"


"Alhamdulillah udah membaik mbak."


"syukurlah."


"ih tambah gemes aja dech."ucap Nadira sembari mengelus pipi arsha, arsha terlihat begitu senang melihat Nadira.


"ih ketawa dia."

__ADS_1


Nadira terlihat senang ketika melihat arsha.


*****


__ADS_2