
satu bulan telah berlalu, hari ini Eza dan Nadira pergi ke Makassar untuk ziarah ke makam Bu Irma.
sesampainya di Makassar mereka disambut hangat oleh keluarga besar Eza, namun berbeda dengan seseorang yang ada di pojok rumah ia terlihat begitu sangat marah dan penuh dengan kebencian. iya dia adalah Santi anak dari Tante Rita, dia menatap Eza dengan penuh kebencian.
"ayo Santi, salam dulu sama Abang mu."ucap Tante Mirna
Eza menatap Santi dengan wajah yang sulit di artikan. Santi pun menurut untuk bersalaman dengan Eza namun tidak dengan Nadira.
kemudian Santi memilih untuk menjauh dari keluarga nya.
"sabar aja za, mungkin dia marah sama kamu."ucap Tante Mirna
"iya Tante."
"ih Nadira makin cantik aja dech."puji Tante Mirna
"Tante bisa aja."jawab Nadira malu
setelah cukup lama mereka bercengkrama, Eza meminta izin untuk pergi ke makam orang tua nya terlebih dahulu. mereka pergi dengan menggunakan motor matic milik keponakan Eza.
sesampainya di makam, Eza membawa bunga mawar merah kesukaan mama nya.
"assalamu'alaikum mama, papa."ucap Eza
Eza mulai membersihkan rumput-rumput yang tumbuh di atas makam kedua orang tua nya.
"ma, disini ada menantu kesayangan mama lho, maaf ya kemarin Eza sempat nyakitin dia. hingga mama menegur Eza dalam mimpi."
"hah, maksudnya mas?"
"iya sayang waktu itu sebelum aku pulang, malam nya aku mimpi kalau mama Dateng terus mama marah sama aku. kata mama kamu kenapa masih disini sementara istri kamu sudah pulang.wajah mama seperti orang marah udah itu mama pergi dech."jelas Eza
Nadira hanya terdiam mendengar penjelasan dari Eza.
"iya begitu lah sayang, sesayang tu mama sama kamu."tambah eza
"sini sayang, kita doa dulu."ucap Eza
Nadira pun duduk di samping Eza. kemudian mereka pun berdoa. setelah selesai keduanya menaburkan bunga di atas makam kedua orang tua nya.
"mama, papa Eza sama Nadira pulang dulu ya. mungkin besok atau lusa kami akan pulang kembali ke kota B."
kemudian mereka pun meninggalkan tempat pemakaman.
*****
di kamar, Santi terlihat sedih. Tante Mirna pun masuk untuk menghampiri Santi.
__ADS_1
"san, Santi kenapa?"tanya Tante Mirna
"Santi kangen sama mama Tan, kenapa sih Abang Eza tega banget sama mama."
"san, mama memang salah mama lah yang sudah menabrak mbak Nadira hingga dia koma dan kehilangan baby twins nya."
Santi terkejut mendengar penjelasan dari Tante Mirna, karena yang dia tau mama nya di fitnah oleh Nadira. sebelum nya santi memang bersikap biasa saja dia pun menerima Nadira sebagai Kakak ipar nya bahkan saat ia tau Nadira kecelakaan dia pun ikut sedih, namun karena ucapan mama nya membuat Santi membenci Eza dan Nadira.
"maksud Tante mama lah yang udah nabrak mbak Nadira?"tanya Santi lagi
"iya nak."
"astaghfirullahaladzim kenapa mama Setega itu Tante, tapi mama bilang mbak Nadira yang sudah memfitnah mama bahwa mama lah yang menabrak nya."
"kamu harus sabar ya, sekarang kamu minta maaf sama Abang dan mbak Nadira. mama harus mempertanggungjawabkan perbuatannya nak dan kita harus ikhlas."
"iya Tante, kenapa mama harus kenal dengan mbak Anita kalau mama harus menanggung ini semua."
"sudah nak sabar, do'akan mama semoga dia bisa sadar dan bertaubat di dalam penjara."
"iya Tante."
"sudah nanti turun ke bawah ya, minta maaf sama Abang dan mbak mereka lagi pergi ke makam."
"baik Tante."
tak lama kemudian terdengar suara motor di depan rumah. Eza dan Nadira pun turun dan masuk ke dalam rumah. semenjak mama nya meninggal setiap Eza ke Makassar ia selalu ke rumah Tante Mirna.
"iya Tante."
"kalian makan aja dulu Tante udah siapin makanan di meja."
"iya Tante, sebentar ya."
"Abang."panggil Santi dari tangga
"iya san, kenapa?"tanya Eza bingung
"Santi minta maaf yang bang, Santi udah salah menilai Abang sama mbak ternyata yang salah itu mama bukan mbak Nadira."
"maksud nya?"Tanya Eza
"jadi gini za Tante Rita bilang sama Santi kalau Tante Rita itu di jebak dan di fitnah sama Nadira."
Eza terdiam mendengar penjelasan dari Tante Mirna.
"oh iya, nggak apa-apa san. Abang minta maaf karena belum bisa bantu kamu."
__ADS_1
"iya bang nggak apa-apa, mama pantas untuk menerima itu. mbak maafin Santi ya."
"iya san, nggak apa-apa mbak juga sudah memaafkan sebelum kamu meminta maaf."jawab Nadira tersenyum
"ya udah kita makan dulu yuk ntar makanan nya keburu dingin."ucap Tante Mirna
mereka pun pergi ke meja makan dan makan siang bersama.
***
di tempat lain, Tante Rita sudah seperti orang gila dengan pandangan yang begitu kosong. baru beberapa bulan ia mendekam di penjara membuat ia stress. namun berbeda dengan Anita dihari nya begitu banyak dendam yang ingin ia lakukan.
"Tante kenapa sih?"bentak Anita
namun Tante Rita hanya diam saja, wajah nya pucat Pasih nampak nya Tante Rita seperti sedang sakit.
tak lama kemudian Tante Rita menjerit kesakitan di perut nya, para penjaga pun panik dan langsung membawa Tante Rita ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit Tante Rita langsung masuk ke ruang IGD, dengan langkah cepat dokter pun masuk ke ruang IGD. Tante Rita terus saja berteriak dengan memegang perut nya.
"hah, ini bukan nya Tante Eza."batin Rehan
Rehan pun langsung memeriksa Tante Rita hingga hasil pemeriksaan dari laboratorium keluar. Rehan melihat sebuah benjolan di rahim Tante Rita.
"pasien sakit apa dok?"tanya polisi
"jadi begini pak hasil dari pemeriksaan bahwa ibu ini terkena kanker rahim stadium akhir. dan ibu ini harus dirawat secara intensif untuk mengetahui perkembangan nya."
"baik dok, kalau begitu kami serahkan ibu ini pada pihak rumah sakit namun kami tetap harus melakukan penjagaan disini kami mohon untuk kerja sama nya dok."
"baik pak, saya juga akan menjaga pasien jangan sampai dia melarikan diri."
"baik dok, kalau begitu kami permisi dulu nanti petugas yang lain nya akan datang kesini."
"baik pak."
polisi pun pergi sementara Rehan masih berada di IGD. tak lama kemudian Tante Rita pun terbangun.
"kamu."ucap Tante Rita lirih
"iya saya Rehan teman nya Eza."
"kenapa saya ada disini, saya sakit apa?"tanya Tante Rita
"tadi ibu dibawa pihak kepolisian dan ibu sakit kanker rahim stadium akhir."
"nggak nggak mungkin dok saya mengidap penyakit itu."ucap Bu Rita histeris
__ADS_1
Rehan memanggil suster untuk menenangkan Tante Rita. Rehan pun terpaksa menyuntikkan obat penenang pada Tante Rita hingga membuat nya tertidur.
*****