
sesampainya di rumah, nadira langsung masuk ke kamar nya. ia membersihkan tubuh nya mengingat tubuh nya sudah basah kuyup oleh air hujan. setelah selesai Nadira memakai piyama panjang berwarna maroon. ia membuka ponsel nya ternyata sudah banyak sekali panggilan dari Mira. Nadira kembali menangis ia mencoba untuk tenang.
Nadira menekan nomor Mira.
"assalamu'alaikum mir."ucap Nadira
"wa'alaikumussalam kamu tadi kemana Ra? kok hilang aku cariin kamu lho Ra."ucap Mira
"maaf mir tadi aku ada urusan di butik. jadi aku nggak sempat pamit sama kamu."jawab Nadira
"beneran Ra, kamu nggak bohongi aku kan?"tanya Mira
"iya mir kenapa juga aku harus bohong. oh ya pernikahan kamu jadi nya kapan mir?"tanya Nadira
"ins syaa Allah satu bulan lagi Ra."jawab Mira
Nadira terdiam sejenak, hati nya benar-benar terasa sakit.
"Nad."panggil Mira
"eh iya mir, selamat ya semoga lancar sampai hari-H ya."ucap Nadira yang mencoba untuk tenang
"aamiin terima kasih ya Ra."ucap Mira
"sama-sama, ya udah aku tutup dulu telepon nya ya mir,Aku mau tidur ni."ucap Nadira
"oke nad, assalamu'alaikum."ucap Mira
"wa'alaikumussalam."jawab Nadira
sambungan telepon pun terputus. Nadira meletakkan ponsel nya di atas meja kemudian ia membaringkan tubuh nya.
"ya Allah, Nadira tau semua ini salah Nadira karena sudah berharap selain pada mu. jika ini yang terbaik ins syaa Allah Nadira ikhlas."ucap Nadira lirih.
malam semakin larut Nadira sudah terlelap dalam tidur nya, suara rintik hujan kembali terdengar dengan di iringi suara gemuruh dan petir, membuat suasana malam itu terasa mencekam.
jam menunjukkan pukul dua dini hari, Nadira terbangun dari tidurnya. dia menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.
dalam keheningan malam Nadira mencurahkan segala isi hati nya dan segala kepedihan yang sedang ia rasa kan kepada sang khalik. Nadira benar-benar sudah pasrah dengan apa yang telah terjadi. ia mencoba untuk mengikhlaskan semua nya.
selepas sholat Nadira kembali membaringkan tubuhnya, mata nya mulai terpejam kembali. setelah beberapa lama suara adzan subuh berkumandang Nadira kembali membuka mata nya. Nadira menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian ia melaksanakan sholat subuh tak lupa pula ia membaca Al-Qur'an.
jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Nadira pagi ini akan menyusul orang tua nya ke Semarang. setelah merasa siap Nadira turun ke bawah karena taxi yang dipesan nya sudah menunggu di depan.
tak lama kemudian Nadira masuk ke dalam taxi mobil pun melaju ke arah bandara. setelah beberapa menit Nadira pun sampai di bandara. saat nadira check in tiba-tiba ia bertemu dengan Eza.
"Hmm, mas yang waktu itu kan?"tanya Nadira
"Iya, oh ya nama saya Eza."jawab Eza
__ADS_1
"mau kemana mas?"tanya Nadira
"ke Semarang, kamu sendiri mau kemana?"tanya Eza
"kebetulan saya juga mau ke Semarang."jawab Nadira
"oh ya, ngapain ke Semarang?"tanya Eza
"kebetulan adik saya kuliah disana mas, mas sendiri ngapain ke Semarang?"tanya Nadira
"saya kebetulan ada dinas beberapa hari disana."jawab eza
"oh gitu mas."jawab Nadira singkat
tak lama kemudian suara panggilan dari bandara untuk segera masuk ke dalam pesawat sudah terdengar oleh Eza dan Nadira.
mereka pun masuk ke dalam pesawat dan lagi-lagi mereka berada dalam satu pesawat dan duduk bersebelahan.
kedua nya saling mengobrol satu sama lain, seolah-olah sudah lama kenal.
setelah beberapa jam, akhirnya mereka tiba di bandara internasional jendral Ahmad Semarang.
"kamu mau kemana?"tanya Eza
"ke perumahan dekat kampus A."jawab Nadira
"oh ya kebetulan saya juga ke arah sana, mau barengan nggak?"tanya Eza
"iya kan nggak bawa mobil."ucap Eza sembari tertawa
"hehehe iya ya."ucap Nadira
tak lama kemudian taxi datang, sebelum ke tempat Eza, taxi mengantarkan Nadira terlebih dahulu.
setelah beberapa menit taxi berhenti di sebuah perumahan berwarna putih yang cukup besar. di depan ada Bu Alya dan juga pak Ahmad. mereka yang melihat Nadira turun dari mobil langsung menghampiri nya.
"assalamu'alaikum ma, pa."ucap Nadira sembari menyalami tangan kedua orang tua nya
"wa'alaikumussalam Ra, kenapa nggak telpon papa kan bisa dijemput."ucap pak Ahmad
"nggak apa-apa pa kebetulan tadi ada teman juga."jawab Nadira
"siapa?"tanya Bu Alya sembari melihat ke arah taxi
"assalamu'alaikum pak, Bu saya Eza."ucap Eza yang tiba-tiba keluar dari mobil
"wa'alaikumussalam oh ya salam kenal ya nak Eza, mari mampir dulu."tawar bu Alya
"maaf Bu saya harus segera ke apartemen karena nanti sore saya harus dinas ke rumah sakit."jawab Eza sopan
__ADS_1
"oh gitu, nak Reza dokter?"tanya Bu Alya bingung
"iya Bu. kalau begitu saya permisi dulu ya bu, pak. Assalamu'alaikum."ucap Eza
"wa'alaikumussalam."jawab ketiga nya
taxi pun sudah pergi mengantarkan Eza ke apartemen. Sementara pak Ahmad dan Bu Alya serta Nadira masuk ke dalam rumah.
"kok mama baru lihat teman mu yang itu ra?"tanya Bu Alya
"iya ma memang baru beberapa kali sih Raisa ketemu sama mas Eza."jawab Nadira
"oh gitu, kelihatan nya dia anak yang baik ya pa."ucap Bu Alya
"iya ma sopan lagi."tambah pak Ahmad
"hmmm, Viko sama vino kemana ma?"tanya Nadira mengalihkan pembicaraan karena ia tau apa maksud dari orang tua nya itu.
"nggak tau mama, kata nya sih mau ke tempat teman nya Viko."jawab Bu Alya
"hmm gitu, ya udah Nadira mau istirahat dulu ya ma, capek."ucap Nadira
"eh bentar dulu, cerita dulu sama mama gimana acara lamaran Mira kemarin."tanya Bu Alya
deg
hati Nadira kembali terasa sakit ketika ia mengingat kejadian kemarin
"lancar ma."jawab Nadira datar
"kok wajah nya gitu."tanya Bu Alya bingung
"mama tau nggak calon Mira itu siapa?"tanya Nadira dengan mata berkaca-kaca
"siapa nak?kok kamu sedih."tanya Bu Alya
"Rangga ma."jawab Nadira dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya
"hah Rangga teman kamu waktu kuliah dulu, yang kamu tunggu selama ini?"tanya Bu Alya bingung
Nadira mengangguk
"astaghfirullahaladzim."ucap Bu Alya lalu langsung memeluk putri nya itu
"sudah nak sudah, nggak apa-apa ikhlasin aja kan ada Allah. mama tau ini berat sayang tapi kamu harus mengikhlaskan nya mungkin Allah menegur kamu melalui Rangga agar kamu tidak terlalu berharap dengan makhluk-Nya."ucap Bu Alya
"iya ma, Nadira sudah berusaha untuk melepaskan nya. Nadira tidak ingin Mira tau siapa laki-laki yang akan menjadi suami nya itu."ucap Nadira
"iya sayang, udah ya nak.. sekarang Nadira mandi dulu sana udah itu Istirahat ya."ucap Bu Alya sembari mencium kening Nadira
__ADS_1
Nadira pun mengangguk sembari pergi ke kamar nya.
***