
matahari sudah bersinar dengan terangnya, burung-burung berkicau riang di udara dan angin pun terasa sejuk ketika membelai kulit. di kamar Nadira sedang di make over oleh MUA. Nadira terlihat begitu cantik dan manis. kedua jagoan nya Viko dan vino tak henti-hentinya memuji kecantikan kakak kesayangan nya itu.
setelah selesai di make up Nadira mengganti baju nya dengan kebaya berwarna mocca yang dipadukan dengan kain batik serta ditambah dengan jilbab yang senada dengan warna kebaya.
"Masya Allah mbak ku cantik sekali."puji vino
"hmm mbak kan memang cantik."ucap Nadira
"tapi hari ini lebih cantik lho mbak."ucap vino
"Abang kenapa sih diam aja."tanya vino
"nggak apa-apa."jawab Viko cuek
Nadira yang melihat Ahmad sedih ia pun mendekati nya.
"Abang, mbak ini mau nikah lho bang bukan mati. Abang bisa kok ketemu sama mbak kapan pun."
"iya tapi mbak."
"tapi apa? nanti sampai kan apa pesan kamu sama calon Abang ipar mu biar dia tau bahwa adik-adik mbak ini mau nya seperti apa."
__ADS_1
"boleh mbak?",
"boleh lah nanti mbak bilang sama MC nya ya. udah itu acara nya udah mau mulai. kalian gandeng tangan mbak ya."
"iya mbak."
keluarga dari Eza sudah datang, Eza terlihat begitu tampan dengan batik yang senada dengan rok Nadira. dengan senyum kebahagiaan Eza mencium tangan kedua orang tua Nadira. semua mata tertuju pada ketampanan eza.
kemudian MC mempersilahkan keluarga Eza untuk segera duduk di tempat yang sudah disiapkan.
tak lama kemudian MC pun memanggil Nadira untuk segera turun ke bawa. mendengar panggilan MC Nadira berjalan dengan anggun menuruni anak tangga dengan digandeng oleh kedua adik nya. dengan senyum bahagia Nadira berjalan menuju dimana Eza menunggu nya. air mata Eza tak terasa mengalir begitu saja, Bu Irma yang melihat itu langsung mengelus pundak anak nya itu sembari tersenyum pada Nadira.
"baik assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh para hadirin yang terhormat sebentar lagi acara akan segera kita mulai. untuk membuka acara kita pada hari ini marilah kita sama-sama mengucapkan lafadz bismillahirrahmanirrahim."ucap MC
"baik assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. sebelum nya saya mengucapkan terimakasih kepada om dan Tante serta keluarga besar karena sudah menerima Eza serta keluarga Eza dengan baik. maksud kedatangan Eza dan keluarga disini adalah untuk menyampaikan niat baik Eza.
om dan Tante sudah menjaga dan membesarkan Nadira dengan penuh kasih sayang selama 24 tahun, bahkan mungkin selama ini Nadira tidak pernah kekurangan kasih sayang dari om dan Tante serta kedua adiknya Viko dan vino dan saya bisa melihat itu. saya bertemu dengan Nadira bukan lah tanpa sebab waktu itu pertama kali saya bertemu dengan Nadira di sebuah kafe dimana vino menumpahkan segelas teh dingin di tubuh saya.
para tamu undangan pun tertawa.
"tapi saya tidak marah pada saat itu karena saya melihat kesopanan dan rasa tanggung jawab kedua saudara ini. atas izin Allah beberapa kali pertemuan itu membuat saya yakin untuk memilih Nadira sebagai calon istri saya. om, Tante maksud kedatangan saya kesini adalah saya meminta izin dan restu om dan Tante untuk meminta nadira menjadi penyempurna agama Eza, Eza meminta izin untuk masuk ke dalam keluarga om dan Tante. atas izin Allah izinkan Eza untuk menyempurnakan kasih sayang om dan Tante untuk Nadira, izinkan saya untuk menjaga serta membimbing nya untuk lebih dekat kepada Allah. izinkan saya untuk menjadikan nya Bidadari surga dalam hidup eza. maka dari itu apakah om dan Tante merestui saya untuk menikah dengan Nadira.?"terima kasih assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
__ADS_1
"baik bapak silahkan untuk dijawab."ucap MC
"wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh terima kasih untuk nak Eza sudah berani untuk datang ke rumah kami. 24 tahun yang lalu istri saya melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik. dia kami beri nama Nadira anandiya Putri. 24 tahun itu pula saya terutama papa nya selalu berusaha untuk memberikan kasih sayang saya dan memenuhi segala kebutuhan nya. putri saya ini adalah seseorang perempuan yang baik, Sholehah, manja dan juga bawel. tapi saya sangat menyayangi nya begitu juga dengan kedua saudara nya. mereka begitu menjaga kakak perempuan nya. hari ini kamu hadir kesini untuk meminta putri saya untuk kamu jadikan istri mu satu pesan ku bahagiakan anak ku Dunia akhirat dan bimbinglah dia."ucap pak Ahmad dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya
"jangan kamu sakiti dia karena saya sekalipun belum pernah marah dengan nya. jika suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintai nya lagi katakan kepada ku jangan dengan nya. eza atas izin Allah om dan tante memberikan restu untuk mu menjadi suami dari anak om, Nadira."
semua orang juga ikut menangis tanpa terkecuali Mira sahabat nya.
"baik dari pihak orang tua ananda Nadira sudah memberikan restu, bagaimana dengan ananda Nadira?"tanya mc
"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh terima kasih untuk mas Eza dan keluarga terutama ibu. hmm sebelum saya menjawab nya saya minta izin untuk bertanya dengan adik-adik saya terlebih dahulu.
"Abang, adek hari ini dihadapan kalian ada seseorang yang akan menjadikan mbak sebagai istri nya, mbak mau tanya apakah kalian memberi restu untuk mbak?"
"oke silahkan mas Viko dulu nih."ucap MC
"baik terima kasih sebelumnya ins syaa Allah Abang ridho jika mbak akan menikah tapi Abang ingin memberikan pesan untuk Abang Eza. saya bersama kakak perempuan saya ini sudah hampir 20 tahun, dia adalah kakak yang baik untuk kami adik-adik nya. kami selalu berusaha untuk membuat mbak Nadira selalu tersenyum dan bahagia. hari ini Abang Eza datang dan meminta izin untuk menikahi mbak Nadira. ins syaa Allah saya ridho tapi saya minta tolong jaga mbak Nadira jangan sakiti dia jangan bentak dia karena mbak sangat tidak mau mendengar kata-kata kasar dan satu lagi bang kalau saya merindukan mbak saya tolong jangan halangi saya untuk bertemu dengan nya begitu juga dengan mama dan papa. mungkin itu saja dari saya terima kasih."
"baik terima kasih kepada mas Viko mungkin mas vino mau menyampaikan sesuatu."
"ins syaa Allah vino ridho mbak , dan pesan nya sama kayak Abang Ahmad."jawab vino
__ADS_1
"baik kalau begitu kita dengarkan jawaban dari ananda Nadira, kepada ananda Nadira kami persilahkan.
***