PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 51. Sedih


__ADS_3

Assalamu'alaikum para readers, sebelum nya author mengucapkan ribuan terima kasih atas segala dukungan dan apresiasi para readers untuk karya author.


author meminta maaf apabila novel nya masih kurang baik, karena author baru mencoba untuk memulai sesuatu hal yang baru. yaitu dengan menulis.


thank you very much, and happy reading readers🤗🤗


****


sesampainya di ruangan Nadira, Bu Alya tak sanggup lagi untuk berdiri tubuh nya sudah jatuh ke lantai dengan linangan air mata. orang tua mana yang sanggup jika harus melihat anak nya terbaring lemah dengan selang oksigen di hidung nya.


"ya Allah nak siapa yang tega ngelakuin ini sama kamu."teriak Bu Alya


sementara pak Ahmad sudah lebih dulu memeluk Nadira, Rehan yang melihat itu juga ikut menangis, ia tidak membayangkan bagaimana jika Eza tau.


"bagaimana ini bisa terjadi bang?"tanya Viko


"saya juga kurang tau tapi kalau dilihat dari cctv yang ada disekitaran butik, memang ada mobil yang sengaja menabrak Nadira. kita akan selidiki kasus ini."ucap Rehan


"Rehan, apa Eza sudah tau tentang masalah ini?"tanya pak Ahmad


"belum pak, saya akan segera menghubungi nya."jawab Rehan


"biar bapak saja."


"baik pak."


pak Ahmad mengambil ponsel nya, kemudian ia menekan nomer Eza.


"assalamu'alaikum pa."ucap Eza


"wa'alaikumussalam za, kamu lagi dimana?"tanya pak Ahmad tenang


"Eza lagi istirahat pa, ada apa?"


"begini nak, tapi kamu harus tetap tenang."


"ada apa pa? papa sama Mama baik-baik aja kan?"tanya Eza khawatir


"iya mama sama papa baik-baik saja, tapi.."ucap pak Ahmad terhenti


"tapi apa pa? jangan bikin Eza khawatir dong pa."ucap Eza sopan


"Nadira nak."


"kenapa dengan Nadira pa."tanya Eza panik


belum ada Jawaban dari pak Ahmad, ia tak sanggup untuk mengatakan nya.


"pa."panggil Eza


ponsel pak Ahmad langsung diambil oleh Viko.


"hallo bang."

__ADS_1


"mbak mu kenapa vik? jangan bikin Abang khawatir."


"mbak.."


"Viko, mbak kenapa?"bentak Eza


"mbak kecelakaan bang, sekarang mbak di rawat di rumah sakit dan keadaan nya kritis bang."ucap Viko sedih


bak disambar petir di siang hari, tanpa berpikir panjang Eza langsung pergi meninggalkan rumah sakit dan hanya berpamitan dengan pasien dan suster disana.


selama diperjalanan Eza hanya terdiam, perasaan nya benar-benar hancur, air mata nya tak bisa membohongi perasaannya saat ini, mulut nya tak henti-hentinya melantunkan doa.


"ya Allah selamatkan istri hamba."ucap Eza lirih


setelah beberapa jam di perjalanan akhir nya Eza sampai di rumah sakit, ia berlari mencari ruangan Nadira.


"za."panggil Rehan


"mana istri aku Han."tanya Eza khawatir


Rehan menarik tangan Eza dan membawa nya ke ruangan Nadira. baru di depan pintu Eza sudah tak mampu untuk menahan tubuhnya sendiri. bagaimana tidak istri yang sangat ia cintai pagi tadi masih baik-baik saja namun dalam hitungan jam sudah terbaring tak berdaya.


"ayo nak."ucap pak Ahmad


"istri Eza pa."ucap Eza sambil menangis memandang Nadira


pak Ahmad menuntun Eza untuk mendekati Nadira, sementara kedua adik Nadira mencoba untuk menenangkan Bu Alya.


"sayang bangun."ucap Eza lirih sembari memeluk tubuh Nadira


"Han, gimana keadaan anak-anak aku."tanya Eza


namun Rehan hanya diam, dia tidak tau bagaimana cara nya untuk menjelaskan nya pada Eza


"za kamu yang sabar nak, kandungan Nadira tidak bisa diselamatkan dan kedua bayi kembar kalian sudah di makamkan."


"nggak mungkin pa, apa yang harus Eza katakan sama Nadira nanti pa."teriak Eza


"sayang bangun."teriak Eza


"za istighfar, kamu nggak boleh kayak gini."ucap Rehan yang mencoba untuk menenangkan Eza


tubuh Eza kembali jatuh ke lantai, tubuh nya terasa lemas.


"nak, kamu harus sabar ya mama yakin kita bisa melewati ini semua, kamu harus tetap kuat demi istri kamu."


"ma."ucap Eza sembari memeluk Bu Alya


setelah cukup tenang Rehan mengajak Eza untuk ke ruangan nya, sementara ayu sudah kembali ke butik.


"kamu harus sabar ya za."ucap Rehan


"apa yang harus aku katakan sama dia nanti Han."ucap Eza frustasi

__ADS_1


"aku sudah menemukan bukti tapi aku tidak tau itu mobil siapa za, dan kejadian itu murni karena di sengaja."


Eza melihat ke arah Rehan


"maksud kamu ada orang yang sengaja buat nyelakain istri dan anak ku Han?"


"iya."


"siapa yang tega melakukan ini semua?"teriak Eza


"sabar za kita akan menyelidiki kasus ini, aku sudah melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib."


"terima kasih Han."ucap eza lemah


setelah dari ruangan Rehan, Eza kembali ke ruangan Nadira. terlihat pak Ahmad dan Bu Alya serta kedua adik nya memandang Nadira dengan penuh kesedihan.


"ma, pa."


Eza duduk di kursi samping Nadira, ia memegang tangan Nadira dengan linangan air mata



"sayang bangun dong, disini ada mama, ada papa, ada viko sama vino. katanya kamu mau umrah kan sayang ayo bangun."ucap Eza terisak-isak


"bangun sayang, aku kangen sama kamu."


"sudah bang, ins syaa Allah mbak kuat kok. kita sholat dulu yuk bang."ucap vino


Eza pun menurut, mereka pun pergi ke musholah dekat masjid. sementara Bu Alya sholat di dalam ruangan Nadira.


setelah sholat Bu Alya duduk di samping Nadira, ia membaca Al-Qur'an dari ponsel nya di samping disamping Nadira. lantunan ayat suci Al-Quran terdengar serak-serak karena Bu Alya tak henti-hentinya menangis.


setelah selesai Bu Alya menatap wajah putri kesayangan nya itu.


"nak, bangun sayang, kamu nggak boleh ninggalin mama, papa, adek-adek mu, dan Eza. kami sangat menyayangi mu nak."ucap Bu Alya lirih


"kamu harus tetap kuat, mama sama papa akan selalu mendoakan mu sayang, ayo bangun jangan lama-lama tidur nya."ucap Bu Alya dengan Isak tangis yang sangat menyesakkan dada


"Assalamu'alaikum."ucap mbok Atun


"wa'alaikumussalam, mbok."ucap Bu Alya sembari menghapus air mata nya


"sabar ya Bu, ins syaa Allah non akan baik-baik saja."ucap mbok Atun sambil memeluk bu Alya


"Aamiin mbok terima kasih."


"ini mbok bawakan makanan, ibu makan dulu ya, nanti kalau ibu nggak makan ibu bisa sakit."ucap mbok Atun


"iya mbok."jawab Bu Alya


"sayang mama makan dulu ya."ucap Bu Alya lirih


Bu Alya pun mencoba untuk menelan makanan nya, walaupun sebenarnya dada nya terasa sangat sesak.

__ADS_1


*****


__ADS_2