
di dalam kamar Nadira baru menyadari bahwa ia benar-benar sudah mempunyai suami. Nadira ngelamun dia berbicara dalam hati nya.
"ya Allah ini Nadira mau mandi nya gimana?"
"lho sayang kok ngelamun, mandi sana."
"tapi mas."
"tapi apa"tanya Eza sambil mengernyitkan keningnya
"mas tunggu di luar ya."
"lho aku kan udah jadi suami kamu sayang."
"iya tapi aku malu mas."
"hahahaha oke fine aku keluar ya jangan lama-lama mandi nya. nanti masuk angin."
"iya mas, keluar sana."ucap Nadira yang membuat Eza tertawa
setelah selesai mandi Nadira memakai piyama panjang dari dalam koper nya. kemudian ia kembali membuka pintu kamar.
"hehehe maaf ya mas lama."
"it's okay, kok masih pake jilbab?"
"iya kan memang harus pake."jawab Nadira polos
"ya Allah ya Robbi aku ini udah suami kamu lho sayang nggak apa-apa di buka kan udah halal."
"iya mas tapi aku malu?"ucap raisa
"hahahaha."
"udah istirahat dulu."
"iya mas jangan di apa-apain ya."
"terserah aku dong kan udah punya aku."
"mas, udah dech nggak jadi istirahat nya."ucap Nadira takut
"hehehe nggak sayang kamu istirahat ya. aku juga nggak mungkin ngelakuin apa-apa tanpa seizin kamu."jawab eza
"maaf ya mas aku belum siap."
"it's okay sayang nggak usah dipikirin. aku nggak apa-apa. udah istirahat ya nanti aku bangunin buat sholat."
"iya mas."
Nadira mulai memejamkan mata nya tak lama kemudian ia terlelap dalam tidur nya.
saat Eza ingin keluar kamar tiba-tiba ponsel Nadira berbunyi rupa nya itu telpon dari Mira. Eza langsung menolak telepon Mira.
"aku tidak akan memaafkan kamu begitu saja Mira setelah apa yang sudah kamu lakukan pada istri aku."ucap Eza
Eza membawa ponsel Nadira ke luar kamar karena Eza tidak ingin mengganggu istirahat Nadira.
****
dirumah Mira merasa bingung karena telepon nya di tolak Nadira.
__ADS_1
"Ra maafin aku."ucap Mira
"sayang kenapa?"tanya Rangga yan baru pulang dari pesantren
"Nadira nggak angkat telpon aku mas."
"mungkin dia lagi istirahat sayang nanti aja telpon lagi ya."
"iya mas."
"kita makan dulu yuk tadi aku beliin mi ayam kesukaan kamu."
"wah terima kasih ya mas."
"mas aku boleh nggak nginap di rumah ummi?"
"boleh, kapan kamu mau kesana biar aku temani?"
"kapan kamu bisa aja mas."
"oke sayang, lusa ya ins syaa Allah."
****
drrrt
bunyi ponsel Nadira .
"siapa lagi sih."gerutu Eza
"astaghfirullahaladzim mama ternyata."
"wa'alaikumussalam Nadira mana za?"
"Nadira lagi dikamar ma, istirahat, kenapa ma? biar Eza bangunin dulu."
"nggak usah za mama cuma mau bilang kalau mama sama papa udah sampe di rumah, mama udah kangen sih sama dia."ucap Bu Alya sembari tertawa kecil
"nanti ins syaa Allah kalau Eza libur, Eza akan ajak Nadira kesana ma."
"iya nak, maaf ya."
"nggak apa-apa kok ma, mama sama papa nggak usah khawatir ins syaa Allah Eza akan jaga Nadira disini."
"iya nak, terima kasih ya."
"iya ma, sehat-sehat disana ya ma."
"iya nak, Assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
hari semakin sore Eza kembali ke kamar untuk membangunkan Nadira.
"sayang bangun dulu yuk udah mau Maghrib."bisik Eza di telinga Nadira
Nadira membuka mata nya dengan kepala yang sedikit pusing
"udah mau Maghrib ya mas?"
"iya sayang, nanti tidur lagi ya. sholat dulu."
__ADS_1
"iya mas."
suara adzan Maghrib sudah berkumandang, Eza dan Nadira segera mengambil wudhu kemudian mereka melaksanakan sholat Maghrib. Eza melantunkan ayat-ayat Allah dengan indah di dalam sholat nya membuat Nadira begitu tenang mendengar suara suami nya itu.
selepas sholat dan berdoa Nadira mencium tangan Eza baik punggung tangan nya ataupun telapak tangan nya begitu juga dengan Eza tanpa Nadira sangka Eza juga mencium tangan Nadira lalu mencium kening Nadira.
"jadi istri yang baik, yang Sholehah ya sayang."ucap Eza sambil memeluk Nadira
"aamiin terima kasih ya mas udah jadi imam yang baik untuk Nadira. semoga mas selalu sehat, selalu taat sama perintah Allah dan selalu sabar dalam membimbing aku dan terima kasih juga walaupun pernikahan kita baru beberapa hari tapi kamu udah jadiin aku layaknya seorang ratu."ucap Nadira dengan senyum manis di bibir nya
"aamiin dan terima kasih juga sayang."
kedua nya saling berpelukan.
kemudian kedua nya turun ke bawah menuju meja makan mbok Atun sudah menyiapkan makan malam untuk Nadira dan Eza. walaupun masih lemas Nadira tetap Menemani suami nya untuk makan.
"silahkan non, den."ucap mbok Atun
"terima kasih ya mbok, maaf nggak bisa bantuin."
"nggak apa-apa non, ini kan sudah tanggung jawab mbok. kalau gitu mbok ke belakang dulu."
"mau ngapain mbok?"
"mau makan juga non Sama mang Karyo dan kang Mahmud"
mang Karyo adalah supir pribadi Eza yang kemarin cuti karena istri nya sakit sedangkan kang Mahmud adalah tukang kebun di rumah Eza.
"makan bareng kami aja mbok kok makan nya pisah."
"nggak apa-apa non."
"mbok nurut aja sama istri ku ini mbok."ucap Eza
"kenapa harus dipisah-pisah sih mas."
"lho sayang kok marah sama aku, aku kan belum pernah lho makan di sini."
"udah pokok nya mulai sekarang kalau makan, makan di meja ini nggak ada beda-beda nya. panggil mereka mbok."
"ba. baik non."
tak lama kemudian kang Mahmud dan mang Karyo sudah berdiri di depan Nadira.
"mang Karyo, kang Mahmud dan mbok Atun mulai sekarang kalau mau makan, makan di meja sini bareng kami berdua ya. saya disini tidak membedakan siapapun semua nya sama. terus kalau kalian makan di belakang itu duduk di lantai? terus lauk kalian apa?"tanya Nadira
"iya non duduk di lantai, ya lauk nya sisa mbok masak buat non sama Aden."
"astaghfirullahaladzim udah sekarang duduk disini kita makan bareng, tapi ingat sebaik apapun orang lain terhadap kalian tetap hargai dan jaga kepercayaan nya."
"iya non, terima kasih ya non Aden."ucap mereka
"mas apa kamu merasa keberatan dengan yang aku lakukan?"
"tentu saja tidak sayang justru aku bangga sama kamu."jawab eza sambil mengelus kepala Nadira.
Eza sangat bersyukur karena Allah sudah memberikan ia seorang istri yang sangat baik dan peduli terhadap orang lain.
"terima kasih ya Robbi karena engkau sudah mengirimkan seorang bidadari surga dalam hidup hamba, panjang kan lah umur nya dan sehat kan lah selalu dia karena hamba ingin selalu dia disamping hamba."batin eza
****
__ADS_1