
setelah siap-siap Nadira langsung di antar oleh pak Rudi ke bandara, sesampainya di bandara Nadira langsung check in.
"pak terima kasih ya, Nadira masuk dulu."ucap Nadira pada pak Rudi
Nadira pun masuk ke dalam sementara pak Budi kembali ke rumah Rehan.
tok...tok...tok
"assalamu'alaikum."ucap Eza
"wa'alaikumussalam za, ada apa?"tanya Rani terkejut
"Nadira nya ada disini ran?"
"iya tapi Nadira udah pergi za."
"astaghfirullahaladzim, pergi kemana ran?"
"katanya dia akan pulang ke Semarang."
"sejak kapan dia berangkat ran?"
"beberapa menit yang lalu kebetulan dia berangkat jam dua."
Eza melihat jam yang ada ditangannya, dua menit lagi Nadira akan berangkat.
"terima kasih ran, aku permisi dulu. Assalamu'alaikum."ucap Eza frustasi
selama diperjalanan Eza terus kepikiran dengan Nadira. Eza menuju bandara dan benar saja pesawat yang membawa nadira sudah terbang beberapa menit yang lalu.
"permisi mbak, apa ada pesawat yang akan terbang ke Semarang sore ini?"tanya Eza
"ada mas, jam setengah lima sore nanti."
"saya pesan satu tiket."ucap Eza
jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore, Eza melaksanakan sholat ashar kemudian ia kembali ke bandara.
tak lama kemudian Eza berangkat ke Semarang, ia berharap nadira mau memaafkan nya.
sementara Nadira baru sampai di Semarang, vino yang sedang bermain dengan teman nya di halaman depan terkejut melihat Nadira dengan mata yang sembab dan wajah yang sedikit pucat.
"mbak."panggil vino
"mama mana Vin?"tanya Nadira lirih
"ada mbak, mama lagi ada di kamar."ucap vino sembari langsung memanggil Bu Alya
Bu Alya pun keluar ia merasa bingung dengan keadaan anak nya sekarang.
"ma."panggil Nadira lemah
"sayang, kamu kenapa nak."tanya Bu Alya sembari memeluk Nadira
__ADS_1
"ayo sayang kita masuk nak." Bu Alya membawa Nadira ke ruang tamu
"siapa ma?"tanya pak Ahmad dari dalam kamar
"nadira, pa."
"nak, kamu kenapa?"tanya pak Ahmad
bukan nya menjawab Nadira malah semakin menangis.
"Vin ambilkan dulu mbak air putih."teriak pak Ahmad
vino pun datang membawa segelas air putih dan memberikan nya pada Bu Alya
"minum dulu nak."ucap Bu Alya sedih
Nadira hanya terdiam di pelukan Bu Alya, ia merasa tenang saat ada di pelukan mama nya.
"Nadira kenapa nak?ada masalah apa antara kamu sama Eza.?"tanya Bu Alya pelan
"nggak ada masalah apapun ma, Nadira cuma capek aja."
"nggak mungkin kalau nggak ada masalah nak, nggak apa-apa kalau belum mau cerita kamu tenangkan saja dirimu dulu ya.?"
"assalamu'alaikum ma, pa?"ucap Viko yang baru pulang dari kampus
"wa'alaikumussalam."
"udah biarin dulu mbak istirahat."ucap pak Ahmad
Nadira pun masuk ke kamar nya, sementara pak Ahmad dan Bu Alya masih di ruang tamu.
"kira-kira mereka kenapa ya pa?"tanya Bu Alya sedih
"ntah lah ma, kita nggak boleh terlalu mencampuri urusan mereka bukan karena kita tidak peduli tapi selagi mereka bisa menyelesaikan nya biar kan mereka dulu." ucap pak Ahmad
"iya pa."
"ini ni ma, pa yang Viko takutkan, Viko harus ketemu sama bang Eza."
"nak kamu nggak boleh gegabah dalam hal apapun, kita dengerin dulu penjelasan mbak dan bang Eza."ucap Bu Alya
"baik lah ma."
saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.
tok...tok..tok
"assalamu'alaikum."
"siapa bang? coba buka pintu nya."ucap Alya pada Viko
"wa'alaikumussalam."jawab Viko sembari membuka pintu
__ADS_1
"siapa bang?"teriak Bu Alya
"bang Eza ma."
"ayo masuk bang."ucap Viko jutek
Eza pun masuk ke ruang tamu, tak lupa Eza menyalami tangan Bu Alya dan pak Ahmad
"assalamu'alaikum ma, pa apa kabar?"
"wa'alaikumussalam Alhamdulillah kami baik nak. ayo duduk."ucap Bu Alya
Bu Alya dan pak Ahmad saling berpandangan, kemudian pak Ahmad mencoba untuk membuka pembicaraan.
"za sebelum nya papa minta maaf, sebenarnya kamu sama Nadira ada masalah apa?"
"iya nak, kenapa kalian pergi kesini nggak barengan?"tambah Bu Alya
"ma, pa sebelum nya Eza minta maaf ini semua memang salah Eza, semenjak kepergian mama, Eza menjadi orang yang gampang emosi, Eza sering marah sama Nadira. Eza minta maaf. kemarin anak teman mama ke rumah kami tanpa sepengetahuan Eza, Eza tidak tau apa yang sudah dikatakan nya sehingga Nadira pergi dari rumah."jelas Eza sembari menundukkan kepalanya
"astaghfirullahaladzim."
"ini lah yang aku nggak mau bang, sekarang Abang sudah menyakiti mbak saya." ucap Viko emosi
"Viko."panggil pak ahmad
"lalu apa tujuan kamu kesini za?"tanya pak Ahmad
"pa, Eza minta maaf yang sedalam-dalamnya tapi terus terang saja, setiap Eza berkata kasar dengan nya Eza selalu menyesali itu, hati Eza menolak untuk menyakiti nya tapi mulut Eza tak mampu untuk menghindari itu pa. Eza datang kesini mau menjemput Nadira, Eza ingin memperbaiki semuanya. Eza sudah salah bahkan sangat salah. seharusnya Eza harus kuat walaupun mama udah nggak ada lagi."
pak Ahmad melihat menantu nya itu merasa kasihan juga karena itu bukan sepenuhnya salah Eza.
"bang, panggil mbak di kamar."pinta pak Ahmad pada Viko
Viko pun ke kamar Nadira
"mbak, papa nyuruh ke ruang tamu."ucap Viko
Nadira pun menurut, ia pergi ke ruang tamu.
"duduk sini nak."ucap pak Ahmad
"nak, Eza sudah menceritakan semua nya sama mama dan papa, papa tidak membela siapapun disini karena mama dan papa sudah berjanji untuk tidak terlalu ikut campur dengan pernikahan anak-anak kami. kami hanya bisa menasehati dan mengingat kan. Nadira ini suami kamu datang kesini nak dia ingin menjemput kamu, itu berarti dia masih mencintai dan menginginkan kamu, jika seandainya Eza memang tidak mau bertemu dengan papa dan mama lagi mungkin saja dia memang tidak menginginkan kamu lagi. tapi lihat lah wajah nya nak dia suami mu, dia ayah dari anak yang sedang kamu kandung. dan begitu juga dengan Eza kalau kamu memang masih menginginkan putri papa ini tolong jangan sakiti dia lagi, kalau nanti kamu memang tidak menginginkan dia lagi kembalikan dia sama papa secara baik-baik seperti kamu meminta nya kemarin."jelas pak Ahmad tegas
"gimana nak?"tanya Bu Alya
"ma, pa Nadira sudah memaafkan mas Eza tapi untuk saat ini biarkan Nadira disini dulu ya."pinta Nadira yang mencoba untuk menahan air mata nya
"kalau itu mau nya Nadira nggak apa-apa pa, ma. biarkan dia disini dulu."jawab eza sembari menatap Nadira
"ya udah, kalau kamu nggak keberatan Nadira disini. papa hanya mendoakan yang terbaik untuk kalian."ucap pak Ahmad
****
__ADS_1